ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Kamis, 14 November 2013

MEMINJAMKAN RAHIM UNTUK PEMBUAHAN BAYI

=============

MEMINJAMKAN RAHIM UNTUK PEMBUAHAN BAYI

Pertanyaan :
Assalamualaikum wr .wb...
Mau tanya nich, bagaimana hukumnya meminjamkan rahim untuk pembuahan bayi ? Mohon dijelaskan..
( Dari : Maryani Latifah )

Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh
Majma' al-Buhûts al-Islâmiyyah (Lembaga Riset dan Fatwa al-Azhar) telah mengeluarkan keputusan nomor 1 tanggal 29 Maret 2001 yang mengharamkan penyewaan rahim. Para ulama fikih kontemporer pun sepakat mengenai keharamannya. Salah satu alasannya adalah karena tidak dapat dipastikan siapa ibu yang sebenarnya bagi bayi itu disebabkan terdapat pihak ketiga (pemilik rahim yang disewa). Sehingga timbul kerancuan tentang siapakah yang lebih berhak menjadi ibu bayi itu; apakah wanita pemilik sel telur yang darinya tercipta janin itu dan yang membawa seluruh sifat genitasnya, ataukah wanita yang di dalam rahimnya seluruh proses perkembangan bayi itu berlangsung hingga menjadi sosok yang sempurna?

Adanya perselisihan dan akibat negatif seperti ini bertentangan dengan tujuan dan maksud syariat Islam. Karena di antara tujuan syariat adalah menciptakan kestabilan, ketentraman dan menghilangkan pertikaian atau membatasinya pada skala sekecil mungkin.

Referensi :
Fatwa Darul Ifta' Al Mishriyah, No.95 Tahun 2006

    أما استئجار الأرحام فإنه محرم وممنوع شرعًا، وقد صدر قرار مجمع البحوث الإسلامية رقم "1" بجلسته بتاريخ 29/ 3/ 2001م بتحريم تأجير الأرحام، وكذلك أجمع الفقهاء المعاصرون على حرمة ذلك حيث لا يمكن الجزم مع وجود الطرف الثالث بتحديد الأم الحقيقية لهذا الطفل: فهل الأحق به صاحبة البويضة التي تخلق منها الطفل وحمل كل خصائصها الوراثية، أو الأحق به الأم الحاضنة صاحبة الرحم الذي تم فيه نموه وتطوره وتبدله حتى صار جنينًا مكتملًا؟ وما يترتب على ذلك من خلل وتنازع كبيرين وهو خلاف مراد الشارع من انضباط الأمور واستقرار الأحوال ورفع التنازع أو حصره قدر الإمكان