ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Jumat, 24 November 2017

GHIROH PEMUDA BAU KENCUR DALAM MEMBELA ISLAM BERSAMA NABI SAW:

GHIROH PEMUDA BAU KENCUR DALAM MEMBELA ISLAM BERSAMA NABI SAW:
=============

Dalam kitab al-Bidayah wan Nihayah, juz III, dikisahkan bahwa Shahabat Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه menceritakan pengalamannya selama perang Badar Kubra. Beliau berkata,

إني لفي الصف يوم بدر، إذ التفت فإذا عن يميني ويساري فتيان حديثا السن، فكأني لم آمن بمكانهما إذ قال لي أحدهما سرا من صاحبه: يا عم: أرني أبا جهل،

Waktu itu saya berada di antara barisan perang di peristiwa Badar. Ketika saya menoleh, ternyata di kanan kiriku ada dua pemuda yang masih bau kencur. Saya kaget dan tidak percaya ketika salah satu dari mereka berbisik kepadaku, "Paman, tunjukkan padaku mana Abu Jahal?"

فقلت يا ابن أخي ما تصنع به؟ قال: أُخبِرت أنه يسب رسول الله  صلى الله عليه وسلم  ، والذي نفسي بيده لئن رأيته لا يفارق سوادي سواده حتى يموت الأعجل منا. فتعجبت لذلك،

"Keponakanku, apa yang akan kau lakukan?" Tanyaku. Dia menjawab, "Saya dengar kabar bahwa dia mencela Rasulullah Saw. Demi Allah yang diriku berada dalam kekuasaannya, sungguh jika aku melihatnya aku tidak akan melepaskannya sampai ketemu siapa di antara kita yang mati lebih dulu."

Saya terkejut, kagum dan bangga mendengar jawabannya.

قال: وغمزني الآخر وقال لي مثلها، فلم أنشب أن نظرت إلى أبي جهل يجول في الناس، فقلت ألا تريان, هذا صاحبكما اللذان تسألان عنه، قال: فابتدراه بسيفهما فضرباه حتى قتلاه.

Pemuda yang lain mengerdipkan matanya kepadaku dan mengatakan hal yang sama dengan yang diucapkan oleh temannya. Tidak lama kemudian saya lihat Abu Jahal berjalan di tengah-tengah keramaian. Lalu saya katakan pada mereka, "Itu orang yang kalian tanyakan!".

Abdurrahman bin Auf berkata, "Kedua pemuda itu lalu bergegas menghunuskan pedangnya dan menebaskannya ke Abu Jahal hingga menyebabkan pencela Kanjeng Nabi itu tewas."

Kamis, 23 November 2017

Tongkat Sahabat Thufail Bercahaya Di Malam HaricSetelah Dipegang Nabi SAW, Akhirnya Penduduk Sekampung Masuk Islam:


*Tongkat Sahabat Thufail Bercahaya Di Malam HaricSetelah Dipegang Nabi SAW, Akhirnya Penduduk Sekampung Masuk Islam:*
==============

Ada seorang sahabat Nabi Muhammad saw, Namanya Thufail ibni Amak’, dia dari suatu kampung yg sangat jauh, perbatasan Yaman dengan Mekkah, dia ingin melihat Nabi Muhammad saw, ketika bertemu nabi Muhammad saw dia jatuh cinta pada Nabi Muhammad saw. ketika bertemu Nabi Muhammad saw dia ceritakan pada Nabi Muhammad saw, “Ya Rasulullah aku berasal dari tempat yg sangat jauh, tidak kuat aku jalan siang hari karena panas”

Lalu Rasulullah saw berkata ” lalu apa maumu wahai Thufail?”, dia bilang “Ya Rasulullah ini tongkatku, tolong pegang tongkat ku ini. kalau sudah malam keluar cahaya agar aku bisa berjalan”
“baiklah” kata Rasulullah saw, dipegang tongkat itu oleh Nabi Muhammad saw, maka pulanglah Thufail ini menggunakan ontanya.

Di perjalanan ketika sampai waktu maghrib tongkatnya mengeluarkan cahaya terang benderang hingga terlihat jalanan yg dia lalui.. sampai subuh hilang cahayanya begitu seterusnya sampai ia tiba di kampungnya ia tancap tongkatnya di depan rumahnya, orang tanya sama dia,
“Dari mana wahai Thufail?”
“aku dari makkah”
“bagaimana? kau bertemu dgn orang yg kau bilang Nabi Akhir zaman?”
“bertemu”
“kau dikasih makan?”
“dikasih makan”
“kau dihormati?”
“sangat dihormati”
orangnya hitam atau putih? ”
“putih”
“pernah kau melihat wajah seperti dia”
“belum pernah”
“bahkan suaranya belum pernah aku mendengar suara sebagus itu, aku juga belum pernah mencium harum seharum itu orang ini”
lalu setelah Thufail bertemu dgn istri dan anak nya kemudian ia tidur, datang maghrib keluar cahaya terang benderang dari tongkat yang dia tancap di depan rumahnya tadi, datang orang sekampung berkumpul di depan rumahnya Thufail,
“Thufail dari mana cahaya ini? apakah kau sihir?”
“tidak, aku meminta dengan hormat kepada Rasulullah Nabi Muhammad bin Abdullah agar aku diberikan cahaya supaya aku bisa kembali ke kampung halaman karena aku berjalan di malam hari”
“Thufail kalau begitu mari kita bersama-sama kesana bertemu Nabi Muhammad saw”

Akhirnya satu kampung ke Makkah, “Ya Rasulullah aku membawa satu kampung mereka mau masuk islam ingin melihat wajahmu”
Lalu Nabi Muhammad saw keluar menemui mereka, semua yang ada disitu menyatakan,
“Benar Thufail benar, tidak  pernah aku melihat wajah manusia seindah ini, tidak pernah kami mencium manusia yang seharum ini, kami yang tidak mandi berhari hari, bau nya badan kami hilang karena harumnya badan Nabi Muhammad saw menempel di baju kami,
Asyhadu an laa ilaahailallah wa Asyhadu anna Muhammaddar rasulullah”

Sungguh, Mulianya dirimu Ya Rasulullah SAW
🤙🏻اللهم صل على سيدنا محمد ، صلاة تداوى بها الصدور ، وتزكى بها قلب الكدور ، وتختم لنا بها فى آخر حياتنا بالسرور ، وعلى اله وصحبه الطهور ، وسلم الأبرار



Apa Itu Cinta Nabi SAW?

*Apa Itu Cinta Nabi SAW?*
🕌❤ *يا حبيبي يا رسول الله صلى الله عليه واله وسلم* ❤🕌


*- CINTA -*

*ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺤﺐ ؟*

*Apa Itu Cinta ?*

*هُوَ عَلِيٌّ حِيْنَ يَنَامُ بَدَلاً مِنَ الرَّسُوْلِ ﷺ فِي فِرَاشِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ الْقَوْمَ اجْتَمَعُوْا لِقَتْلِ الرَّسُوْلِ ﷺ وَأَنَّهُ قَدْ يَمُوْتُ عَلَى نَفْسِ الْفِرَاشِ !!*

*Cinta adalah ketika sayyidina ‘Ali berbaring tidur di tempat tidur Nabi menggantikan Rasulullah ﷺ, padahal tahu bahwa sekelompok orang telah berkumpul akan membunuh Rasulullah ﷺ, dia pun juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas di tempat yang sama !!!*

*اَلْحُبُّ ..*
*ﻫُﻮَ ﺑِﻼَﻝٌ ﺣِﻴْﻦَ يَعْتَزِلُ ﺍلْأَﺫَﺍنَ ﺑَﻌْﺪَ* *ﺭَﺣِﻴْﻞِ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝِ ﷺ ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﺫَﻥَ ﺑِطَلَبٍ مِنْ ﻋُﻤَﺮَ عِنْدَ فَتْحِ بَيْتِ* *الْمَقْدِسِ ﻟَﻢْ ﻳُﺮَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺑُﻜَﺎﺀً ﻣِﻨْﻪُ عِنْدَمَا قَالَ أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ.*

*Cinta adalah ....*
*Setelah sekian lama Sayyidina Bilal tidak lagi mengumandangkan azan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, lalu ketika Sayyidina Bilal mengumandangkan azan kembali atas permintaan Sayyidina ‘Umar saat penaklukan Baitul Maqdis, tidak pernah tangisan begitu membahana terlihat sebelumnya, saat mengucapkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”*

*ﺍَﻟْﺤُﺐُّ ..*
*ﻫُﻮَ ﺍﻟﺰُّﺑَﻴْﺮُ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﺑِﺈِﺷَﺎﻋَﺔِ ﻣَﻘْﺘَﻞِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﷺ ﻓَﻴَﺨْﺮُﺝُ ﻳَﺠُﺮُّ ﺳَﻴْﻔَﻪُ ﻓِﻲ ﻃُﺮُﻕِ ﻣَﻜَّﺔَ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﺑْﻦُ ﺍﻟْﺨَﺎﻣِﺴَﺔِ ﻋَﺸَﺮَ ، ﻟِﻴَﻜُﻮْﻥَ ﺳَﻴْﻔُﻪُ ﺃَﻭَّﻝَ ﺳَﻴْﻒٍ ﺳُﻞَّ ﻓِﻲ ﺍلْإِﺳْﻼَﻡِ .*

*Cinta adalah ...*
*Adalah ketika Sayyidina Zubair yang mendengar kabar terbunuhnya Rasulullah ﷺ, lalu dia pun keluar dengan menyeret pedangnya di jalan-jalan kota Makkah, padahal usianya baru 15 tahun. Agar pedangnya menjadi pedang pertama yang terhunus dalam sejarah Islam.*

*ﺍﻟﺤُﺐُّ ..*
*ﻫُﻮَ ﺭَﺑِﻴْﻌَﺔُ ﺑْﻦُ كَعْبٍ ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻪُ* *ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﷺ ﻣَﺎﺣَﺎﺟَﺘُﻚَ ؟ ،*
*ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ : ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﻣُﺮَﺍﻓَﻘَﺘَﻚَ ﻓِﻲ* *ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ .*

*Cinta adalah ...*
*Adalah Sayyidina* *Rabi’ah bin Ka’b saat Rasulullah* ﷺ *bertanya kepadanya “apa yang kamu inginkan?”*
*Dia pun menjawab: “aku meminta agar aku bisa mendampingimu di surga”*

*ﺍﻟﺤُﺐُّ ..*
*ﻫُﻮَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓُ ﺑَﻨِﻲ ﺩِﻳْﻨَﺎﺭٍ ، ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﺨْﺮُﺝُ* *ﺯَﻭْﺟُﻬَﺎ ﻭَﺃَﺑُﻮْﻫَﺎ ﻭَﺃَﺧُﻮْﻫَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺃُﺣُﺪٍ ﻓَﻴَسْتَشْهِدُوْنَ جَمِيْعاً فِي سَبِيْلِ اللهِ ﻭَﻳُﻨْﻌَﻮْﻥَ ﻟَﻬَﺎ، ﻓَﺘَﺮَﻯ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ* ﷺ *ﻓَﺘَﻘُﻮْﻝُ : ﻛُﻞُّ ﻣُﺼِﻴْﺒَﺔٍ ﺑَﻌْﺪَﻙَ ﺟَﻠَﻞٌ .*

*Cinta adalah ....*
*Seorang wanita dari keturunan Bani Dinar. Saat suami, ayah, saudara laki-lakinya pergi ke medan Uhud lalu mereka semua mati syahid di jalan ALLAH, berita kematian mereka pun sampai kepadanya. Lalu wanita itu* *memandang Rasulullah ﷺ kemudian* *mengatakan: “musibah apapun selainmu adalah kecil”*

*ﺍﻟﺤُﺐُّ ..*
*ﻫُﻮَ ﺛَﻮْﺑَﺎﻥُ ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻪُ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝُ* *ﷺ : ﻣَﺎ ﻏَﻴَّﺮَ ﻟَﻮْﻧُﻚَ ؟*
*ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ : ﻣَﺎﺑِﻲ ﻣَﺮَﺽٌ ﻭَﻻَﻭَﺟَﻊٌ ﺇِﻻَّ ﺃﻧِّﻲ ﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﺃﺭَﻙَ ﺍِﺳْﺘَﻮْﺣَﺸْﺖُ ﻭَﺣْشَةً ﺷَﺪِﻳْﺪَﺓً ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻟْﻘَﺎﻙَ.*

*Cinta adalah ...*
*Sayyidina Tsauban ketika Rasulullah* ﷺ *bertanya kepadanya: “apa yang membuat warna (wajahmu) berubah?” lalu dia menjawab: “aku tidak sakit dan terluka, hanya saja jika aku tidak melihatmu aku menjadi sangat merindu kesepian sampai aku bertemu denganmu”*

*ﺍﻟﺤُﺐُّ ..*
*ﻋِﻨْﺪَﻣَﺎ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺍﻟﺼِّﺪِّﻳْﻖُ ﻟِﻠﺮَّﺳُﻮْﻝ*ِ ﷺ *ﻗَﺒْﻞَ ﺩُﺧُﻮْﻝِ ﺍﻟْﻐَﺎﺭِ: ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻻَﺗَﺪْﺧُﻠْﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺩْﺧُﻞَ ﻗَﺒْﻠَﻚَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴْﻪِ شَيْءٌ ﺃَﺻَﺎﺑَﻨِﻲْ ﺩُﻭْﻧَﻚَ .*

*Cinta adalah ...*
*Ketika Sayyidina Abu Bakar berkata kepada Rasulullah ﷺ sebelum memasuki gua (Tsur): “Demi ALLAH, janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu, jika ada sesuatu di dalam gua ini maka akulah yang terkena bukan engkau”*


*اللهم صل وسلم وبارك  و عظم وترحم وتحنن على حبيبنا محمد صلى الله عليه واله وسلم* 🌹


KETAMPANAN ROSULULLOH MUHAMMAD ﷺ**jika semua hijab beliau dibuka semenjak di dunia ini, orang-orang akan tanpa sadar merobek-robek jantungnya karena tak kuasa menahan takjub melihat beliau SAW

*KETAMPANAN ROSULULLOH MUHAMMAD ﷺ**jika semua hijab beliau dibuka semenjak di dunia ini, orang-orang akan tanpa sadar merobek-robek jantungnya karena tak kuasa menahan takjub melihat beliau SAW*
============
Di dalam Kitab _Al-Mahabbah_ karya Imam al-Ghazali disebutkan bahwa Imam Muhammad bin Asy'ats berkata, pada masa Nabi Yusuf 'Alaihissalam,
penduduk Mesir pernah hidup selama empat bulan tanpa makanan.

Jika mereka lapar, mereka cukup memandang Nabi Yusuf  'Alaihissalam sehingga ketampanannya menjadikan mereka lupa akan rasa laparnya.

Bahkan ada yang lebih dari itu.

Pernah terjadi di mana sekumpulan perempuan mengiris-iris jarinya tanpa terasa, karena takjub melihat ketampanan Nabi Yusuf 'Alaihissalam.

Di lain keterangan, Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Kitabnya, _Muhammad Insanul Kamil,_ mengatakan bahwa persentase ketampanan, keindahan dan keelokan yang ALLAH Ta'ala turunkan ke alam ini dibagi menjadi beberapa bagian, dengan rincian :

50% untuk Nabi Muhammad ﷺ,
25 % untuk Nabi Yusuf 'Alaihissalam, dan sisanya 25% lagi dibagikan kepada seluruh alam raya beserta isinya yang meliputi keindahan alam, keelokan hewan, ketampanan dan kecantikan manusia, dan lain sebagainya.

Baik Nabi Muhammad ﷺ maupun Nabi Yusuf  'Alaihissalam sama-sama tampan dan mempesona siapapun yang melihat, mereka juga sama-sama diberi 10 hijab dari cahaya guna menjaga penampilannya dari fitnah.

Hanya bedanya, semua hijab Nabi Yusuf 'Alaihissalam telah dibuka semenjak di dunia,
sedangkan Nabi Muhammad ﷺ baru satu yang dibuka, sisanya akan dibuka dan ditampakkan kelak di Surga.

Mengapa demikian?

Karena jika semua hijab beliau dibuka semenjak di dunia ini, orang-orang akan tanpa sadar
merobek-robek jantungnya karena tak kuasa menahan takjub melihat beliau.

اللهم صل على سيدنا و حبيبنا و شفيعنا و قرة أعيننا و مولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم..
اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى اله....

📚 *Sumber :*

Kitab _Al-Mahabbah_ karya Imam al-Ghazali.

Kitab _Muhammad Insanul Kamil_ karya Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki.

AL-SYEIKH ABDUL QODIR AL-JILANI RA: 42 FADLILAH KEUTAMAAN, RAHASIA DAHSYATNYA SHOLAWAT KEPADA NABI SAW:

42 RAHASIA, FADLILAH KEUTAMAAN DAHSYATNYA SHOLAWAT KEPADA NABI SAW Oleh Al-Syekh Abdul Qodir Al-Jiilani RA:
==========
Dalam Kitab As-Safinah Al-Qodiriyah, Al-Syekh Abdul Qodir Al-Jilani RA menjelaskan tentang keutamaan-keutaman Bersholawat kepada Rosululloh Saw dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam Kitab : Haqa’iq Al-Anwar.

Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan Bersholawat kepada Nabi Saw dan membaca Sholawat kepada Nabi Saw membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang Hamba:

1. Bersholawat Kepada Nabi Saw berarti melaksanakan perintah Allah Swt.
2. Bershalawat Kepada Nabi Saw berarti meniru Allah Swt yang Bershalawat kepada Nabi.
3. Bershalawat Kepada Nabi Saw berarti meniru Malaikat-Malaikat-Nya yang Bershalawat Kepada Nabi Saw.
4. Mendapat balasan 10 kali lipat Shalawat dari Allah Swt untuk diri kita pada setiap Shalawat yang kita ucapkan.
5. Allah Swt akan mengangkat derajat orang yang membaca Shalawat 10 tingkat lebih tinggi.
6. Shalawat Nabi dapat mendatangkan 10 catatan kebaikan.
7. Shalawat Nabi dapat menghapuskan 10 dosa keburukan.
8. Shalawat Nabi berpeluang besar Doanya akan dikabulkan Allah Swt.
9. Shalawat Nabi adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah Saw.
10. Shalawat Nabi adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
11. Shalawat Nabi adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
12. Shalawat Nabi adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah Saw.
13. Shalawat Nabi sama dengan nilai sedekah.
14. Shalawat Nabi adalah alasan bagi Allah dan para Malaikat untuk menyampaikan Shalawat balasan.
15. Shalawat Nabi adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
16. Shalawat Nabi bisa mendatangkan (Terpenuhinya) segala keinginan.
17. Shalawat Nabi adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh Surga.
18. Shalawat Nabi adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
19. Shalawat Nabi adalah alasan bagi Rasulullah Saw untuk mengucapkan Shalawat balasan atas pembacanya.
20. Shalawat Nabi dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
21. Shalawat Nabi dapat membuat harumnya sebuah Majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
22. Shalawat Nabi dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
23. Shalawat Nabi dapat menghapus julukan orang kikir ketika Shalawat dibacakan.
24. Shalawat Nabi menjadi penyelamat dari Doa ancaman Rasulullah, bagi orang yang membaca Shalawat ketika namanya disebutkan.
25. Shalawat Nabi akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas Jembatan Shirath menuju Surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
26. Shalawat Nabi akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu Majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut Nama Allah dan Rasul-Nya.
27. Shalawat Nabi adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut Nama Allah Swt dan penyampaian Salam kepada Rasul-Nya.
28. Shalawat Nabi adalah faktor yang dapat menyelamatkan seorang Hamba ketika berada di atas Jembatan Shirath menuju Surga.
29. Shalawat Nabi menghapus status sebagai pembenci Shalawat.
30. Shalawat Nabi adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan Pujian baiknya kepada pembaca Shalawat tersebut di hadapan semua Makhluk, baik di Bumi maupun di Langit.
31. Shalawat Nabi dapat mendatangkan Rahmat Allah Swt.
32. Shalawat Nabi dapat mendatangkan Berkah.
33. Shalawat Nabi dapat melanggengkan dan mempertebal Cinta kepada Rasulullah Saw, dimana Cinta ini merupakan simpul pokok keimanan.Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya Cinta kepada Nabi Saw.
34. Shalawat Nabi dapat memikat Hati Rasulullah Saw agar mencintai dirinya.
35. Shalawat Nabi mendatangkan Hidayah dan menghidupkan Hati yang telah mati.
36. Shalawat Nabi adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di Hadapan Rasulullah Saw.
37. Shalawat dapat memantapkan Iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah Saw.
38. Shalawat Nabi merupakan bentuk Syukur kita atas segala nikmat dari Allah Swt.
39. Bacaan Shalawat mengandung Dzikir, Syukur dan pengakuan atas nikmat Allah Saw.
40. Shalawat yang dibaca seorang Hamba adalah bentuk Doa dan permohonan kepada Allah Swt, terkadang Doa itu dipersembahkan kepada Nabi Saw dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena Shalawat dapat mendatangkan tambahan pahala.
41. Shalawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan Shalawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi Saw yang mulia di dalam jiwa pembacanya.
42. Memperbanyak Bacaan Shalawat atas Nabi Saw menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syekh Murabbi (Guru Spiritual).

Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

Di mana ada maulid Nabi, di situ ada Sholawat.

Silahkan Perbanyak ke majelis-majelis ILMU, Majelis Dzikir dan Majelis MAULID.

FADLILAH KEUTAMAAN BERBHAKTI & MERAWAT ORANG TUA

*FADLILAH KEUTAMAAN BERBHAKTI & MERAWAT ORANG TUA*

Uang bisa dicari,

Ilmu bisa digali,

Sakit bisa diobati,

*Tetapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang lagi,*

Ketika anak kita menemukan jodohnya, dan mendapatkan wanita cantik yang berhasil merebut seluruh hatinya, tidak jarang orang yang pertama menjadi musuh si Anak adalah orang tuanya sendiri.

Orang tua yang semula begitu mulia, mendadak terasa menjadi sangat cerewet, dan menjadi sumber masalah rumah tangga. Apalagi bila si anak (laki-laki) tidak berhasil menyatukan hati istrinya dengan ibundanya.

Anehnya anak-anak yang merawat orang tuanya sampai wafat, kebanyakan di cintai Alloh, hal itu tercermin dalam karir hidupnya di Dunia, dan mereka cenderung menjadi orang yang sukses.

*Fadlilah Keutamaan Bhakti kepada Orang Tua, dapat kita temukan dalam sejarah hidup seorang sahabat di bawah ini:*

–o0o–

Ketika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap, lalu beliau ditanya seorang sahabat tentang sebab tangisannya,

Jawabnya, “Alloh bukakan untukku beberapa pintu untuk masuk surga, sekarang, satu pintu telah ditutup.”

Begitulah, orangtua adalah pintu masuk surga, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“ *ORANG TUA adalah PINTU SURGA YANG PALING TENGAH*, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.”
(HR Tirmidzi)

Al-Qadhi berkata, ” Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang *PALING BAGUS dan PALING TINGGI*.

Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orang tua dan menjaganya.”

Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita masih ada pintu surga yang masih terbuka lebar.

Terlebih bila orang tua telah berusia lanjut.

Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun dan terkesan cerewet, atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

*SUNGGUH TERLALU, ORANG YANG MENDAPATKAN ORANG TUANYA BERUSIA LANJUT, TAPI IA TIDAK MASUK SURGA, PADAHAL KESEMPATAN BEGITU MUDAH BAGINYA*.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”,

lalu Seseorang bertanya “Siapakah itu wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu orang tuanya, atau kedua orang tuanya berusia lanjut, namun ia tidak juga bisa masuk surga.”
(HR Muslim)

Ia tidak masuk surga karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

*SAATNYA BERKACA DIRI, SUDAHKAH LAYAK KITA DISEBUT SEBAGAI ANAK YANG BERBAKTI ? SUDAHKAH LAYAK KITA MEMASUKI PINTU SURGA YANG PALING TENGAH ?*

Nasihat ini baik kita sampaikan kepada anak-anak kita.. Juga pengingat bagi diri kita sendiri. Semoga menjadikan manfaat & barokah. Aamiin Yaa Rabb

PIDATO PEMBUKAAN PROF. DR. KH SAID AQIL SIROJ, MA Pada Munas Alim Ulama' Dan Kobes NU Di Lombok NTB Tahun 2017

PIDATO PEMBUKAAN PROF. DR. KH SAID AQIL SIROJ, MA.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله سيدنا محمد ابن عبد الله وعلى اله واصحابه ومن تبع سنته وجماعته من يومنا هذا الى يوم النهضة، اما بعد.

Yth. Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo beserta para Menteri Kabinet Kerja;

Para Pimpinan Lembaga Negara, para Duta Besar dari negara sahabat, para pejabat TNI/Polri; para pimpinan Partai Politik, para Gubernur, Bupati dan Wali Kota;

Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta seluruh jajaran Pengurus Syuriyah, Pengurus Tanfidziyah PBNU beserta Ketua Lembaga, Badan Otonom dan Badan Khusus di lingkungan NU, para Pengurus Wilayah NU seluruh Indonesia, serta para Pengasuh Pondok Pesantren seluruh Indonesia;

Hadirin, Hadirat Tamu Undangan yang berbahagia,

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2017 (Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017) kali ini mengambil tema “Menguatkan Nilai-Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga.” Pemilihan tema ini dilandasi oleh situasi kebangsaan kita yang diwarnai gejala erosi nasionalisme akibat berseminya ideologi fundamentalisme agama yang memupuk radikalisme serta dominasi ideologi fundamentalisme pasar yang memproduksi ketimpangan dan frsutrasi sosial.

Dalam situasi ekonomi di mana yang kuat memangsa yang lemah, sindrom kalah dan tersingkir akan memicu radikalisme dan amuk sosial yang bisa dibungkus dengan jargon-jargon agama. Selain faktor paham keagamaan, deprivasi sosial-ekonomi jelas berperan penting di dalam tumbuhnya radikalisme.

Dalam kaitan ini, PBNU mengapresiasi dan mendukung pengesahan Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan sebagai ikhtiar mengatasi radikalisme, tetapi upaya deradikalisasi harus berjalan seiring dengan ikhtiar Pemerintah meningkatkan kesejahteraan sosial melalui penyediaan lapangan kerja yang luas, menekan kesenjangan dan mendorong pemerataan, memperbanyak pelayanan dan fungsi jaminan sosial, serta menggalakkan program pembangunan ekonomi inklusif.   

PBNU mendukung upaya-upaya Pemerintah menekan ketimpangan dengan pembangunan infrastruktur yang massif di berbagai daerah, menjalankan restrukturisasi agraria melalui program legalisasi aset (sertifikasi) dan redistribusi lahan, serta meningkatkan basis penerimaan pajak dari kalangan kaya dan pemilik uang. Upaya deradikalisasi melalui jalur politik kekuasaan dengan mencegah radikalisme dan menindak para pelaku teror harus simultan dengan jalur redistribusi kesejahteraan melalui program-program pembangunan ekonomi inklusif.

Hal ini agar NKRI berdasarkan Pancasila semakin bersatu dan terhubung bukan hanya raganya tetapi juga jiwanya, bukan hanya politiknya tetapi juga ekonominya, bukan hanya teritorinya tetapi juga pembangunannnya. Dalam Negara KesatuanRepublik Indonesia (NKRI) yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, Islam menjadi kekuatan integratif bukan disintegratif. Islam bersenyawa dengan nasionalisme, bukan Islam yang subversif terhadap NKRI dan ingin menggantikannya dengan Khilâfah. Inilah pokok gagasan Islam Nusantara menuju Indonesia bersatu, adil, dan makmur.

PBNU mengapresiasi Presiden Jokowi yang mengakui jasa dan saham santri dalam berdiri dan tegaknya NKRI dengan menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Santri dan pesantren telah terbukti dan teruji dalam perjuangan nasional dengan mengusung slogan حب الوطن من الإيمان (nasionalisme bagian dari iman). Sebelum menggelorakan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, kaum santri telah menetapkan Nusantara sebagai Dârus Salâmpada tahun 1936, yang mendasari legitimasi fikih bagi berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila pada 1945. Pada 1953, kaum santri menggelari Presiden Indonesia sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati, karena itu pemberontakan  DI/TII berarti bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/84, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan NKRI final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah).

PBNU juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang membatalkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 23 Tahun 2017 yang mengatur waktu sekolah 5 hari dalam seminggu atau 8 jam dalam sehari dengan Peraturan Presiden (Perpres)No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Ini menunjukkan Presiden Jokowi dan Pemerintah peduli terhadap nasib serta masa depan Pesantren dan Madrasah Diniyah yang telah terbukti mencetak kader-kader santri nasionalis. Alangkah berbahaginya jika Presiden berkenan mengangkat Menteri urusan pesantren dan bersama Dewan Perwakilam Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengesahkan RancanganUndang-Undang (RUU) Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan.

Presiden, Rais ‘Aam, para Tamu Undangan, dan hadirin-hadirat yang berbahagia,

Munas Alim Ulam dan Konbes NU 2017 di NTB kali ini akan membahas sejumlah masalah penting yang diklasifikasi dalam 3 (tiga) bagian: Masâil Wâ qi’iyah (mencakup masalah penggunaan frekuensi publik, investasi dana haji, izin usaha bepotensi mafsadah, melontar jumrah ayyamut tasyriq qablal fajri, status anak dan hak anak lahir di luar perkawinan); Masâil Maudlûiyah (mencakup konsep fiqh penyandang disabilitas, konsep taqrîr jamâ’i, konsep ilhâqul masâil bi nazhâirihâ, ujaran kebencian (hate speech), konsep amil dalam negara modern menurut pandangan fiqh, dan konsep distribusi lahan/aset;sertaMasûil DîniyahQanûniyah(mencakup RUULembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren, Regulasi Penggunaan Frekuensi, RUU Komunikasi Publik, RUUKUHP, RUUEtika Penyelenggara Negara, Regulasi tentang Penguasaan Lahan, RUULarangan Minuman Beralkohol, dan RUUAnti Terorisme).

Presiden, Rais ‘Aam, para Tamu Undangan, dan hadirin-hadirat yang berbahagia,

Demikian dan mohon berkenan Bapak Presiden memberi sambutan sekaligus membuka Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

شكرا ودمتم في الخير والبركة والنجاح، والله الموفق إلى أقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Lombok, 23 November 2017

Ketua Umum PBNU

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.
(Tanwirul Qulub : semoga bermanfaat)

Do'a Baginda Nabi Untuk Pesantren Sukorejo...NU SAMPAI MATI TARETAN.

Copas:
Do'a Baginda Nabi Untuk Pesantren Sukorejo...NU SAMPAI MATI TARETAN.
===========

Suatu saat ketika saya mau mengundang kyai mas badri panji, untuk ceramah di acara PHBI desa Mojosari, beliau bercerita kepada saya, bahwa ayahandanya ( kyai mudhar) pernah disuruh Kyai As'ad untuk melakukan haji. Maka dengan usaha yang maksimal, akhirnya kyai mudhar berangkat juga ke tanah suci.
Sesampai ke mekkah, kyai mudhar hanya bisa berdoa di kamar hotel, tidak bisa bertawaf, sebab ia sakit. Ketika semua jamaah haji melakukan thawaf, tiba tiba pintu kamar hotel terbuka dan terlihat Kyai As'ad tampak marah marah kepada kyai mudhar " matak atawaf bekna cong, sela depak ka mekkah bekna", bentak kyai as'ad. Dengan menyeringai, kyai mudhar menjawab " abdhina tak bisa ajhelen kyea, lompo, kadhi ponapa atawafa abdhina". Dengan wajah sumringah, kemudian kyai as'ad menggandeng kyai mudhar sembari berkata " iye mara bhereng engkok", hingga  kemudian sampai di pelataran ka'bah. Ketika itu kyai mudhar membatin " kok bisa kyai as'ad ada disini, padahal beliau yang menyuruh saya untuk haji, bilena se berangkat".
Dipertengahan tawaf, tiba-tiba kyai mudhar melihat disisi ka'bah ada kolam kecil yang berisikan air. Lalu kyai As'ad menyuruhnya untuk mandi. Berselang setelah itu, ia merasakan sakitnya perlahan sembuh, yang awalnya lumpuh, menjadi sembuh  dan tanpa di papah lagi oleh Kyai As'ad. " beres la cong, nah..mon la beres, ayo norok sengkok ka madina, acabisa ka kanjeng Nabi " ujar kyai As'ad.
Dengan menaiki taxi, tibalah beliau berdua ke madina. Kyai As'ad langsung memegang tangan kyai mudhar untuk masuk ke area Raudlah. Lagi lagi kyai mudhar dikejutkan dengan terbukanya pintu makam Baginda Rasululullah. Dan sungguh hal yang sangat menakjubkan, kyai mudhar melihat sosok yang sangat super istimewa, kharismatik, tampan dan mulia serta bertabur nur nur, beliau adalah Baginda Nabi Muhammad SAW. " abdhina As'ad sareng ponakan ya Rasululullah, anyoona sambungan doa kaangghuy ahlussunnah wal jamaah, Nahdlatul Ulama' sareng salafiyah syafiiyah sokarajjhe" beliau kyai as'ad memulai pembicaraan. Subhanallah, terdengar suara dari jawaban  lisan insan mulia baginda Nabi " ijil, ijil, ijil".
Terus terang saya canggung dan aneh dengan bahasa " ijil, ijil, ijil" itu apa.

Pagi harinya saya sendiri menghadap kepada ust. Zaini Miftah, bertanya kepada beliau arti ijil.
Jawaban ust.zaini miftah " ijil itu bahasa arab ordo ( bahasa arab pegunungan yang asli) yang artinya adalah : na'am, na'am, na'am.

Subhanallah, saya menangis pada saat itu juga.... NU SAMPAI MATI TARETAN....

KISAH KAROMAH AL HABIB ABDUL QODIR BIN AHMAD ASSEGAF .JIDDAH

KISAH KAROMAH AL HABIB ABDUL QODIR BIN AHMAD ASSEGAF JIDDAH

.
Kisah ini diceritakan langsung dari Guru Mulia Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syaikh Abubakar bin Salim tatkala di Wisma DPR RI Bogor pada hari Kamis, 24 Muharram 1435 / 28 Nov 2013.
¤¤¤

Dikatakan oleh Syaikh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni:
 "Seseorang akan bisa mendengar ucapan Rasulullah SAW secara langsung tentulah ia telah mencapai 79 ribu maqam dan berhasil menghilangkan 247 ribu hijab dalam hatinya."

Guru Mulia Al-Musnid Al-Habib Umar bin Hafidz menceritakan sosok gurunya, Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf, Jeddah. Suatu ketika ada seorang muhibbin datang kepada Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf seraya berkata:


 "Wahai Habib, sudah bertahun-tahun aku ikut ta'lim denganmu. Dan sudah lama pula aku rindu ingin bertemu Rasulullah SAW. Namun hingga saat ini keinginanku tersebut belum dikabulkan Allah SWT. Aku ingin engkau berkenan menjadi wasilahku bertemu dengan Rasulullah SAW."

Mendengar permohonan si muhibbin tadi, Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf mengajaknya ziarah ke makam Rasulullah SAW. Tatkala sudah tiba di makam Sang Rasul SAW, beliau membaca salam dan beberapa aurod.
 Tak berapa lama Rasulullah SAW menjawab salam dari Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf. Bahkan Rasulullah SAW nampak keluar dari pusaranya yang mulia tersebut.

Mendengar jawaban salam dan melihat Rasulullah SAW, si muhibbin gemetar seakan tak bisa mengendalikan dirinya, serasa tubuhnya akan luluh lantak menatap keindahan wajah Rasul SAW. Akhirnya Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf memegangnya sehingga ia mampu mengendalikan dirinya..

Subhanallah..

Semoga Allah membuka segala macam hijab dan memperkenankan kita untuk memandang keindahan wajah mulia Rasulullah saw baik di dunia maupun di akherat..
آمين اللهم آمين يارب العالمين

Shobahul kheir..
Baarakallah fiikum..

2013@Abdkadir Alhamid