ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Sabtu, 13 Januari 2018

Putra-Putri Kanjeng Sunan Ampel

Data anak anak sunan ampel yang sudah final sebgai data NAAT sebagai berikut :

Sunan Ampel menikah dengan Nyai Ageng Manila binti Rd. Arya Teja (bibi Sunan Kalijaga), memiliki anak antara lain :
 1. Ibrohim makhdum Sunan Bonang
2. Qosim Sunan Drajat
3. Nyai Ageng Maloka / Nyi Ageng Tendes
4. Istri Sunan Kalijaga (misanan)
5. Sunan Ampel 2./raden faqih
6. Sunan Demak/Zainal abidin
7. Pangeran Tumapel/hamzah
8. Hisamudin Lamongan

Anak anak Sunan Ampel dari istri Siti Korimah binti Ki Wiryosarojo adalah
1. Siti Murtasiyah , istri Sunan Giri dan
2. Siti Murtasimah istri Raden Patah Demak

 Anak anak sunan ampel yang keturunan nya kemadura
1- nyai ageng malaka yang nikah haji Usman sunan manyuran mandalika punya anak sunan padusan ke Sumenep menjadi menantu jokotole

2- raden qosim sunan derajat cicit nya ke madura yakni sunan cendana

3- Ibrahim makhdum
Anaknya ke madura yakni sayid husin banyusangkah

Para Wali/ Awliya' Di Indonesia Nomor 2(Dua) Setelah Hadlromut

BANYAK KIYAI CUCU WALISONGO LIRBOYO ,TEGALREJO,JOMBANG,MADURA,PEKALONGAN,SEMARANG,TEGAL ,BEREBES,CIREBON,KARAWANG,SUBANG,BANDUNG,TASIK,GARUT,BOGOR,JABODETABEK,BANTEN SULAWESI KALIMANTAN SUMATRA DLL .ASAL MUASAL PENYEBAR ISLAM DI NUSANTARA .YG GA FAHAM HAL INI SEMOGA FAHAM N LBH BERHATI2 AKHLAK KE KELUARGA BESAR WALISONGO HABAIB TERSEMBUNYI TANPA GELAR HABAIB .

───────────────────────

Di Indonesia kekayaan Aulia'nya itu nomor 2 setelah Hadramaut,kemudian Baghdad dan India.

Yang pertama masuk di tanah Jawa adalah Syaikh Jumadil Kubro (As-Sayyidi Jamaluddin Husain) Bin Ahmad Syah Jalaluddin Husain Bin Abdullah Azmatkhan Bin Amir Abdul Malik Bin Alwi 'Ammil Faqih Bin Muhammad Shahib Marbath.

Yang saya kagum adalah Sayyid Ahmad Syah Jalal, putra dari Abdullah Azmatkhan. Salah satu Wali,dan ibunya orang India.
Imam Abdullah mempunyai 5 putra, yang pertama Ahmad Syah Jalal yang masuk ke daerah Kamboja, didaerah itu ada Desa atau Kota namanya Campa dan Anam. Campa masyhur dengan putri Campa. Disitu agamanya masih berbeda, dan sering terjadi keributan dan perang yang tiada habisnya. Datang Imam Ahmad Syah Jalal, sebagai Ahli BaitinNabi Saw. Menjadi sebab juru selamat dengan akhlaqnya yang luar biasa menyatukan 2 kerajaan Anam dan Campa. Dan kedua Kerajaan itu menyerahkan kedudukannya kepada Imam Ahmad Syah Jalal dan ditunjuk sebagai Rajanya. Yang meninggal didaerah Anam.
Dan putranya  yang pertama Imam Jamaluddin Husain, ibunya adalah Putri Campa.

Kemudian Imam Jamaluddin Husain mempunya anak  12.
Yang ada di Indonesia adalah Imam Hisyamuddin yang dimakamkan di Banten.
Kemudian Barokat Zainal Abidin, Ayah Dari Maulana Malik Ibrahim.
Yang pertengahan, Al Imam Ibrahim Asmoroqondi Ayahnya Sunan Ampel, Maulana Ishaq (Sunan Wali Lanang) Dan Sunan Ali Al Murtadho (Sunan Mbedilan), makamnya di Gresik.
Kanjeng Sunan Mbedilan mempunyai anak namanya Kanjeng Usman Haji makamnya di Mandalika, terkenal dengan Sunan Mandalika, dekat dengan Jepara.

Saya kagum dengan Imam Ahmad Rahmatillah (Sunan Ampel) anaknya ada 11, Putra-putrinya menjadi orang-orang yang sangat luar biasa, yaitu:
1. Sayyid Hasyim atau Maulana Qosim (Sunan Drajad), ahli ekonomi, ahli tasawuf, ahli sastra dan seniman.
Menurut Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Kitab Sejarah Walisongo yang berasal dari catatan KHR. Abdullah bin Nuh Bogor, diterangkan bahwa Sunan Drajat adalah Bapak pendiri Al-Aitam Pertama (Rumah Yatim Pertama).

Sunan Drajat yang menurunkan Sunan Nur Rahmat Sendang Dhuwur, yang berputra
•Sayyid Abdul Qodir,berputra
•Sayyid Abdul Qohir (Adipati Gampang) berputra,
•Aryo Hadiningrat 1,berputra
•Aryo Hadiningrat 2,berputra
•Raden Bukuh,berputra
•Raden Husain Rahmatillah (Raden Among Negoro), Bupati Pekalongan pertama dijaman Sultan Agung, berasal dari Pasuruan, yang dimakamkan di Sapuro Pekalongan,berputra
•Raden Qosim atau Jayeng Rono 1, Bupati Wiroto,berputra
•Raden Muhammad atau Jayeng Rono 2,Bupati Wiroto ,berputra
•Sayyid Ahmad Husain Rahmatillah , Bupati Batang.

Sunan Drajat Pendiri rumah yatim pertama bedanya tidak membuat bangunan. Yang mengumpulkan anak yatim pertama. Tiap hari di temui setiap rumahnya yang ada yatimnya kemudian dikumpulkan di Masjid, maghrib diajak belajar, isya' sudah makan bersama kemudian diajak pulang kerumahnya masing masing. Melakukan itu semua setiap hari, kantongnya tidak pernah rapat.

Makanya sejak wafatnya Sunan Drajat,dari anak anak sampai orang orang tua semuanya menangisi karena kehilangan seorang pengayom dan pelindung umat. Karena Sunan Drajat Mengikuti sunahnya Kanjeng Nabi Saw.

Kanjeng Nabi Saw kalau hari Raya Idul fitri, setelah shalat Id, kanjeng Nabi Saw duduk didepan Masjid bersama Shahabatnya. Kanjeng Nabi Saw dari jauh melihat kearah pucuk tebing gunung ada seorang anak.

Menurut Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Kanjeng Nabi Saw itu mempunyai keistimewaan, tingginya Kanjeng Nabi Saw itu kalau di dekati orang Hijaz yang tingginya 2 meter lebih, tetep tinggi Kanjeng Nabi Saw. Berjalan didekati orang yang tingginya 170 cm. Tetep tinggi Kanjeng Nabi Saw.

Jarak pandang Rasulullah Saw. Didekat dan jauh sama saja. Pendengarannya juga demikian.
Makanya bisa melihat anak kecil umur 7 tahun di atas tebing.
Kalau melihat anak anak kecil di Madinah terkepung beberapa gunung gunung.

Kemudian Kanjeng Nabi Saw mendekati kearah tebing, "Hai anak kecil yang berselimut sorban", melihat teman temannya dibawah, terkadang sorbannya ditutupkan kewajahnya,terkadang dibuka, sebab agar tidak ketahuan.

Kanjeng Nabi Saw dari belakang memberi salam "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh". Anak itu mendengar salam dari Kanjeng Nabi Saw, langsung berdiri dan merangkul Kanjeng Nabi Saw karena sangat bahagianya. Diusap usap kepala anak itu,dan didudukkan diatas dekapan Beliau.

Kanjeng Nabi Saw bertanya, "kenapa tidak ikut merayakan hari raya bersama dan ditebing sendirian, dari mana nak? "
dijawab dengan kepolosan dan kelucuannya, "Aku malu ya Rasulullah."
ini lho, pakaianku penuh tambalan Ya Rasulullah, dibelakangku juga".

Pakaian belakangnya itu sudah sobek, Kanjeng Nabi melihat dan senyum memperhatikan anak yang ada dipangkuannya. Kemudian Beliau bertanya, "Ayah kamu dimana nak?"
ketika ditanya seperti itu, anak itu menundukkan kepalanya.
Dengan suara pelan anak itu menjawab "Ayahku sudah meninggal diperang Uhud ya Rasulullah ".
Rasulullah kaget terhentak mendengar jawaban anak itu,ternyata anak itu yatim.
Kemudian Beliau tanya lagi, "dimana ibumu nak".
Anak itu menjawab, "ibuku menikah lagi demi aku ya Rasulullah, sampai saat ini belum kembali,makanya aku disini menunggu."

Lalu anak itu diangkat oleh Rasulullah Saw ,di sandarkan dipundak Beliau, dan Beliau berkata "Hai nak, jangan takut,Aku sekarang ayahmu, Aku sekarang keluargamu" dipanggul oleh Kanjeng Nabi Saw dan dibelikan pakaian yang bagus ,dimandikan dan dipakaikan pakaiannya oleh Baginda Nabi Saw digandeng di Masjid dan dipangku oleh kanjeng Nabi Saw dipanggilkan teman temannya untuk bermain bersama. Kanjeng Nabi Saw. berkata kepada anak itu,"sana bermain nak, Ayahmu disini menunggumu nak, Kalau ada perlu apa apa, jangan khawatir Saya disini."

Itulah Kanjeng Nabi Saw. Itu termasuk Sunan Drajat mengikuti Kanjeng Nabi Saw kantongnya tidak pernah rapat.

2. Gurunya para Ratu, gurunya para Wali dan Ulama' ,gurunya para Senopati, Sulthan, Adipati, dan para santri. Yaitu Al Imam Quthbil Ghaust Sayyidi Ibrahim Alias Sunan Bonang.
Sampai ada pepatah, kalau kamu masuk ke Jawa tidak Ziarah ke Tuban, sama saja kamu masuk Madinah tetapi tidak bisa Ziarah ke Kanjeng Nabi Saw. Itu menuduhkan pangkatnya Sunan Bonang.

3. Orang yang paling terkenal, Orang yang sangat arif bijaksana dalam menentukan hukum menjadi peranan di Demak, yaitu Sayyid Zainal Abidin (Sunan Qodhi Demak),

4. Ahli ekonomi,yang berhasil luar biasa ,ahli fiqih dan muhadist, yaitu Al Imam Sunan Kudus (Imam Asqolani, Ibnu Hajarnya tanah Jawa).
Yang diterapkan Sunan Kudus, sehingga Pangeran Poncowati tunduk kepada Sunan Kudus karena Sunan Kudus melarang hari raya besar memotong sapi,bukan mengharamkan. Karena Mayoritas pada waktu itu agamanya Hindu. Sunan Kudus tidak mau melukai, tidak mau melukai diantara agama, menjaga kesatuan dan persatuan dan menjaga bagaimana rahmatal lil 'alamin.
Dengan sajak dan sastranya, pidatonya Beliau Radhiallahu ta'ala anhu tentang masalah sapi, dengan mengetahui kebijakan yang luar biasa,langsung Pangeran Poncowati taslim, menyerahkan kerajaannya kepada Sunan Kudus Bin Ahmad Rahmatillah (Sunan Ampel).
Salah satu Nasab ada yang bilang kalau Sunan Kudus adalah anak dari Sunan Usman Haji. Tapi saya melihat dari kitab Maktab Daimi maupun di Mesir dan ahli Nasab semua mengakui anak dari Sunan Ampel.

5. Sayyidi Abdul Jalil (Sunan Bagus Jepara) ,seorang tasawuf, sufi tapi fuqaha yang luar biasa.

6. Sayyid Ahmad Husyamuddin (Sunan Lamongan) ,waktu lahirnya persis sama seperti wafatnya Sunan Ampel.
Makanya dinamai Ahmad bin Ahmad. Ahmad Husyamuddin Bin Ahmad Rahmatillah ,itu adat orang Arab. Kalau ditinggal wafat oleh Ayahnya pasti dinamai sama dengan Ayahnya.

7. Putrinya Sunan Ampel, Waliyah, Khafidhoh, Alimah, Sayyidah Asyiqoh binti Ahmad Rahmatillah, yang menjadi istrinya Maulana Sulthan Abdul Fatah Demak.
8. Dewi Ruqoyyah, istrinya Al Imam Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri),
9. Dewi Aisyah , istrinya Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
10. Dewi Muthmainah, istri dari alim alimnya para Walisongo di jaman itu, yaitu Sayyid Abdurrahman Ar Rum,
11. Dewi Hafsah, Istri dari Sayyid Ahmad Ibnu Yahya Al-Yamani.

Inilah yang saya kagum, putra putrinya menjadi orang yang sangat luar biasa. Itulah tanda, bagaimana generasi tua bisa melahirkan generasi penerus yang luar biasa.

Mudah mudahan ini menjadi contoh bagi kita semua, mampukan atau tidak akan bisa melahirkan re generasi penerus pembangunan agama ,umat dan bangsa ini hingga lahirlah bangsa bangsa, umat umat indonesia siap menjawab tantangan umat dan bangsa, sehingga kita tidak menjadi golongan yang mengecewakan sesepuh ,leluhur dan para ulama kita.
Saya tidak butuh jawaban "Tidak", tapi tunjukkan kalau kita tidak menjadi orang orang yang mengecewakan Baginda Nabi Saw , Ulama ,Leluhur leluhur kita. Wallahu a'lam (Spd).

Al-Fatihah...

───────────────────────

Mauidhah khasanah : Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqah al- Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN).

Jumat, 12 Januari 2018

Nama MASYAYIKH Sidogiri

Nama MASYAYIKH Sidogiri

سيد سليمن بن عبدالرّحمن موجو أكوغ
كياهي أمين الله
كياهي نورحسن بن نورخاتم
كياهي بحربن نورحسن
كياهي نووي بن نورحسن
كياهي برماوي
كياهي عوريف (كياهي عبدالحيّ)
ياهي رؤينة (زوجة أوّل كياهي نووي)
كياهي أحمد شافعي بن عوريف
ماس عبدالغنيّ بن بحر بن نور حسن
ياهي نظيفة (زوجة ثاني كياهي نووي)
ياهي أشفعة (زوجة ثالث كياهي نووي)
ياهي فطانة بنت نورحسن بن نورخاتم
كياهي إلياس (خادم كياهي أمين الله)
كياهي بحر بن شافعي بن عوريف
كياهي حسب الله بن دحلان بن نورحسن
كياهي عبدالجليل بن فاضل
كياهي عبدالعظيم بن عوريف
ياهي فاطمة بنت نووي (زوجة كياهي عبدالعظيم)
كياهي نورحسن بن نووي بن نورحسن
كياهي محمّد خليل بن نووي بن نورحسن
ياهي أسمى (زوجة أوّل كياهي محمّد خليل نووي)
كياهي سعد الله بن نووي بن نورحسن
كياهي سراج الملّة والدين بن نووي بن نورحسن
كياهي حسني بن نووي بن نورحسن
ياهي حنيفة بنت نووي بن نورحسن
ياهي عائشة بنت نووي
كياهي معصوم بن أسنوي
كياهي محسن بن أسنوي
كياهي خليلي بن حسب الله
ياهي مدركة بنت حسب الله بن دحلان
كياهي مذكر بن محسن بن أسنوي
ياهي شافعة بنت عبدالعظيم بن عوريف
كياهي باقر بن محمد نووي بن زين العابدين
ماس عبدالجليل بن عبدالجليل بن فاضل
ياهي منوّرة (زوجة كياهي محسن بن أسنوي)
ياهي منتمة بنت أسنوي
ياهي خزيمة بنت محسن بن أسنوي
نيغ مسعودة بنت عبدالجليل بن فاضل
نيغ سلمى بنت فوزان بن فتح الله
كياهي عبدالصمد بن نووي بن مرتضى
كياهي غازي بن نورحسن بن نووي
كياهي نووي بن طيّب بن عبد الكريم
ياهي محمية بنت عبد الجليل بن فاضل
ياهي زبيد ة (زوجة كياهي غازي)
ياهي فوتية (زوجة كياهي سراج الملة والدّين)
ياهي أليفة بنت عبدالعظيم
كياهي إلياس
ماس عبدالواحد بن بحر بن شافعي
ماس زين الوفى بن بحر بن شافعي
كياهي عبدالعليم بن عبدالجليل بن فاضل
كياهي عبدالرّحمن
كياهي خليل حارسة (كياهي قاضي)
كياهي زين العابدين
ماس مونيف بن برّ العالم
ياهي مرحومة بنت عبدالجليل (زوجة كياهي خليلي)
كياهي نووي بن معصوم
ماس دقيقي بن عبدالعليم بن عبدالجليل بن فاضل
ماس محمد خليل الرحمن بن عبدالعليم بن عبدالجليل بن فاضل
 وإلى أصولهم وفروعهم وأزواجهم وذرّياتهم من مشارق الأرض إلى مغاربهاغفر الله ذنوبهم نفعنا الله لنا بعلومهم وأفاض علينا من بركاتهم في الدارين
الفــــــــاتحة .....

Selasa, 09 Januari 2018

Malaikat ini Patah Sayapnya dan Ada Di Jabal Qof:

Malaikat ini Patah Sayapnya dan Ada Di Jabal Qof:
==========
Suatu hari turun Malaikat Jibril menemui Rasulullah SAW & bercerita bahwasannya di langit ada seorang Malaikat yang duduk di atas singgasana dengan dikelilingi 70.000 Malaikat lain sebagai pelayannya.

_Dari setiap hembusan nafas Malaikat tersebut, Allah menciptakan lagi seorang malaikat. Jadi tidak terhitung banyaknya malaikat yang kemudian menjadi pelayannya._

Namun saat ini kulihat dia sedang berada di _*Jabal Qaf*_ dengan kedua sayapnya yang patah, tanpa seorang mMalaikat pun yang mendampinginya.

*Ketika Ia melihatku, ia berkata,* "Wahai Jibril, adakah engkau mau menolongku?" *Aku bertanya,* "Apa salahmu?" *Ia menjawab,* "Pada malam Isra' Mi'raj ketika Nabi Muhammad SAW lewat di depan singgasanaku, aku tidak berdiri untuk menyambutnya."

Kemudian Allah menghukumku dengan keadaan yang kau lihat sekarang ini.

*Malaikat Jibril melanjutkan ceritanya,* "Kemudian aku menghadap kepada Allah dan memohonkan ampun untuknya."

*Allah SWT berfirman,* _"Wahai Jibril, katakanlah kepadanya agar membaca Sholawat kepada Muhammad SAW. Malaikat itu lalu membaca Sholawat untukmu dan Allah mengampuninya serta mengembalikan kedua sayapnya juga mendudukannya kembali di singgasananya._

*Sumber : Kitab Mukasyafatul Qulub bab 19 hal. 143 karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali.*🕊
·
_*Habib Kazim Alkaff menjelaskan :*_

Bahwa Jabal Qaf adalah gunung ghaib yang berada diantara langit dan bumi, Ia berfungsi menahan langit dan bumi agar stabil (tidak bergoncang). Gunung ini tanahnya terbuat dari Zamrud berwarna biru, sehingga biasnya membuat langit terlihat biru, padahal warna asli langit adalah putih, lebih putih dari susu.🌺

Minggu, 07 Januari 2018

NU Menjawab Hukum Meminum Kencing Onta:

Hukum Meminum Kencing Onta:
============
http://www.nu.or.id/post/read/85017/hukum-meminum-air-kencing-unta
Hafiz, NU Online | Sabtu, 06 Januari 2018 16:06

Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Redaksi Bahtsul Masail NU Online, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengizinkan suatu kaum untuk meminum air kencing unta. Sementara ulama berbeda pendapat perihal meminum air kencing unta ini. Sebagian ulama menyatakan haram, sebagian ulama menyatakan tidak haram. Bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Syukron/Jakarta Barat).

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sebelum masuk jauh ke inti persoalan, perlu disinggung di awal bahwa para ulama membagi dua kategori najis. Pertama, benda yang disepakati ulama status najisnya, yaitu daging babi, darah, air kencing manusia, muntah dan kotoran manusia, khamar, nanah, madzi, dan lain sebagainya.

Kedua, benda yang diperdebatkan ulama perihal status najisnya, yaitu anjing, kulit bangkai, air kencing anak kecil yang belum makan apapun selain ASI, mani, cairan pada nanah, dan lain sebagainya. Air kencing unta termasuk kategori kedua ini. Hal ini disebutkan secara rinci oleh Syekh Wahbah Az-Zuhayli sebagai berikut:

ثانياً ـ النجاسات المختلف فيها: اختلف الفقهاء في حكم نجاسة بعض الأشياء… بول الحيوان المأكول اللحم وفضلاته ورجيعه: هناك اتجاهان فقهيان: أحدهما القول بالطهارة، والآخر القول بالنجاسة، الأول للمالكية والحنابلة، والثاني للحنفية والشافعية.


Artinya, “Jenis kedua adalah najis yang masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ahli fikih berbeda pendapat perihal status najis sejumlah benda ini... Salah satunya adalah air kencing, kotoran, dan zat sisa tubuh hewan yang boleh dimakan. Di sini pandangan ulama fikih terbelah menjadi dua. Satu pandangan menyatakan suci. Sementara pandangan lainya menyatakan najis. Pandangan pertama dianut oleh madzhab Maliki dan Hanbali. Sedangkan pandangan kedua diwakili oleh madzhab Hanafi dan madzhab Syafi‘i,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, Beirut, Darul Fikr, cetakan kedua, 1985 M/1405, juz I, halaman 160).

Bagi Madzhab Maliki dan Hanbali, status air kencing dan kotoran hewan yang halal dimakan yaitu unta, sapi, kambing, ayam, burung dara, dan aneka unggas tidak najis. Tetapi bagi Madzhab Maliki, air kencing hewan yang memakan atau meminum benda najis juga berstatus najis sehingga air kencing dan kotorannya menjadi najis. Berlaku juga bila hewan-hewan ini makruh dimakan, maka air kencing dan kotorannya juga makruh. Jadi status kencing hewan itu mengikuti status kenajisan daging hewan itu sendiri sehingga status air kencing hewan yang haram dimakan adalah najis. Sedangkan status air kencing hewan yang halal dimakan adalah suci. Kedua madzhab ini mendasarkan pandangannya pada izin Rasulullah SAW yang mengizinkan masyarakat Urani meminum air kencing dan susu unta. Bagi kedua madzhab ini, kebolehan shalat di kandang kambing menunjukkan kesucian kotoran dan air kencing hewan tersebut.

Adapun Madzhab Hanafi dan Madzhab Syafi’i memandang status kotoran dan air kencing unta adalah najis sehingga keduanya memasukkan kotoran dan air kencing unta ke dalam kategori benda yang haram dikonsumsi. Mereka mendasarkan pandangannya pada hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa kotoran hewan itu najis. Sedangkan kedua madzhab ini memahami hadits perihal masyarakat Uraiyin sebagai izin darurat Rasulullah untuk kepentingan pengobatan.

وقال الشافعية والحنفية: البول والقيء والروث من الحيوان أو الإنسان مطلقاً نجس، لأمره صلّى الله عليه وسلم بصب الماء على بول الأعرابي في المسجد، ولقوله صلّى الله عليه وسلم في حديث القبرين: «أما أحدهما فكان لا يستنزه من البول»، ولقوله صلّى الله عليه وسلم السابق: «استنزهوا من البول» وللحديث السابق: «أنه صلّى الله عليه وسلم لما جيء له بحجرين وروثة ليستنجي بها، أخذ الحجرين ورد الروثة، وقال: هذا ركس، والركس: النجس». والقيء وإن لم يتغير وهو الخارج من المعدة: نجس؛ لأنه من الفضلات المستحيلة كالبول. ومثله البلغم الصاعد من المعدة، نجس أيضاً، بخلاف النازل من الرأس أو من أقصى الحلق والصدر، فإنه طاهر. وأما حديث العرنيين وأمره عليه السلام لهم بشرب أبوال الإبل، فكان للتداوي، والتداوي بالنجس جائز عند فقد الطاهر الذي يقوم مقامه.


Artinya, “Madzhab Syafi’i dan Hanafi berpendapat bahwa air kencing, muntah, dan kotoran baik hewan maupun manusia mutlak najis sesuai perintah Rasulullah SAW untuk membasuh air kencing Arab badui di masjid, sabda Rasulullah SAW perihal ahli kubur, ‘salah satunya tidak bersuci dari air kencing,’ sabda Rasulullah SAW sebelumnya, ‘Bersucilah dari air kencing,’ dan hadits sebelumnya bahwa Rasulullah SAW–ketika dua buah batu dan sepotong kotoran binatang yang mengering dihadirkan di hadapannya untuk digunakan istinja–mengambil kedua batu, dan menolak kotoran. ‘Ini adalah najis,’ kata Rasulullah SAW. Sementara muntah–sekalipun tidak berubah bentuk adalah sesuatu yang keluar dari dalam perut–adalah najis karena ia termasuk sisa tubuh yang ‘berubah’ seperti air kencing. Hal ini sama najisnya dengan lender yang keluar dari dalam perut. Lain soal dengan lendir yang turun dari kepala, pangkal tenggorokan atau dada. Lendir ini suci. Sedangkan terkait perintah Rasulullah kepada warga Uraniyin untuk meminum air kencing unta, maka ini berlaku untuk pengobatan. Pengobatan dengan menggunakan benda najis boleh ketika obat dari benda suci tidak ditemukan dan benda najis dapat menggantikannya,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, Beirut, Darul Fikr, cetakan kedua, 1985 M/1405, juz I, halaman 160).

Kalau mau diperjelas, kita dapat mencari tahu alasan empat madzhab ini ke dalam dua pandangan yang berbeda. Ibnu Rusyd mencoba memetakan persoalan yang melahirkan dua pandangan berbeda. Ia mengidentifikasi dua sebab yang memicu perbedaan tajam di kalangan ulama perihal status najis kotoran dan air kencing unta sebagai berikut:

وسبب اختلافهم شيئان: أحدهما اختلافهم في مفهوم الإباحة الواردة في الصلاة في مرابض الغنم وإباحته عليه الصلاة والسلام للعرنيين شرب أبوال الإبل وألبانها وفي مفهوم النهي عن الصلاة في أعطان الإبل. والسبب الثاني اختلافهم في قياس سائر الحيوان في ذلك على الإنسان فمن قاس سائر الحيوان على الإنسان ورأى أنه من باب قياس الأولى والأحرى ولم يفهم من إباحة الصلاة في مرابض الغنم طهارة أرواثها وأبوالها جعل ذلك عبادة، ومن فهم من للعرنيين أبوال الإبل لمكان المداواة على أصله في إجازة ذلك قال: كل رجيع وبول فهو نجس ومن فهم من حديث إباحة الصلاة في مرابض الغنم طهارة أرواثها وأبوالها وكذلك من حديث العرنيين وجعل النهي عن الصلاة في أعطان الإبل عبادة أو لمعنى غير معنى النجاسة، وكان الفرق عنده بين الإنسان وبهيمة الأنعام أن فضلتي الإنسان مستقذرة بالطبع وفضلتي بهيمة الأنعام ليست كذلك جعل الفضلات تابعة للحوم والله أعلم.


Artinya, “Sebab perbedaan pandangan mereka terdiri atas dua hal. Pertama, perbedaan mereka dalam memahami status mubah shalat Rasulullah SAW di kandang kambing, izin Rasulullah SAW kepada Uraniyin untuk meminum susu dan air kencing unta, dan larangan Rasul untuk shalat di kandang unta. Kedua, perbedaan mereka dalam menganalogi semua jenis hewan dalam konteks air kencing dengan jenis manusia. Ulama yang menganalogi semua jenis hewan dalam konteks air kencing dengan jenis manusia dan memandangnya dari qiyas aulawi atau lebih-lebih lagi utama–, dan tidak memahami dari status mubah shalat di kandang kambing sebagai kesucian kotoran dan kencingnya di mana itu menjadi ibadah–, dan orang yang memahami izin meminum air kencing unta sebagai kepentingan pengobatan, akan berpendapat bahwa semua kotoran dan kencing makhluk hidup dari jenis apapun adalah najis. Sedangkan ulama yang memahami kesucian kotoran dan kencing kambing dari hadits yang membolehkan shalat di kandang kambing, dari hadits masyarakat Uraniyin, atau larangan shalat di kandang unta sebagai makna lain selain najis, di mana baginya jelas perbedaan antara jenis manusia dan jenis hewan di mana kotoran sisa dari manusia dianggap kotor secara alamiah, tidak berlaku pada kotoran sisa dari jenis hewan, memandang status kotoran sisa jenis makhluk apapun sesuai dengan kategori daging tersebut (halal atau haram di makan). Wallahu a‘lam,” (Lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan kelima, 2013 M/1434 H, halaman 79-80).

Lalu bagaimana kita menyikapi perbedaan pandangan ulama dan hadits yang memperbolehkan meminum air kencing unta?

Kita dianjurkan untuk bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat di kalangan ulama. dengan kata lain, kita harus menghargai hasil ijtihad para ulama dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka.

Adapun perihal sikap kita terhadap hadits yang memperbolehkan meminum air kencing unta, kita sebaiknya hati-hati. Kita boleh mengikuti pandangan yang mana saja tanpa harus menyalahkan pandangan orang lain yang berbeda dengan kita.

Sedangkan dalam hemat kami, kita perlu melihat hadits tersebut dalam kaitannya misalnya dengan pengobatan. Dalam konteks ini, kita bisa melihat kembali bagaimana para ulama ushul fikih memetakan perbuatan rasul ke dalam dua bagian besar yaitu, pertama perbuatan yang disyariatkan, yaitu shalat, puasa, zakat, haji, jual beli, dan seterusnya yang perlu diikuti soal sah dan tidaknya. Kedua, perbuatan rasul yang tidak disyariatkan sehingga tidak wajib diikuti.

Ulama ushul fikih merinci perbuatan rasul jenis kedua yang bukan termasuk bagian dari syariat menjadi tiga kategori. Pertama, perbuatan rasul sebagai makhluk hidup yaitu makan, minum, tidur, diri, duduk, jalan. Kedua, perbuatan rasul sebagai makhluk budaya (pengalaman dan eksperimen dalam soal keduniaan, bisa ditiru dan bisa dikoreksi) yaitu perdagangan, pertanian, strategi perang, pengaturan tentara, soal pengobatan, dan bidang lainnya. Rasulullah pernah dikoreksi oleh petani kurma Madinah yang gagal panen karena mempraktikkan teknik pertanian yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW juga pernah dikoreksi oleh salah seorang sahabat yang lebih berpengalaman dalam hal perang perihal penempatan pasukan di lokasi tertentu. Ketiga, perbuatan rasul yang bersifat khusus (haram ditiru) yaitu beristri lebih dari empat orang, memutuskan perkara dengan seorang saksi, puasa wishal, kewajiban shalat dhuha, tahajud, witir.

Terlepas dari perbedaan pendapat empat madzhab, hadits yang memperbolehkan minum air kencing unta untuk kepentingan pengobatan dapat dipahami berdasarkan kategori kedua. Artinya, meminum air kencing unta dapat dibenarkan untuk kepentingan pengobatan dengan catatan, pertama tidak ada lagi obat lain selain air kecing unta, kedua air kencing unta terbukti secara klinis mutakhir merupakan obat atas penyakit tersebut. Artinya, pertimbangan ilmu pengetahuan medis paling mutakhir perlu menjadi pertimbangan utama dalam hal ini. Jangan sampai justru mendatangkan bakteri, membuat mudharat baru secara medis, atau tidak memberikan efek positif apapun sementara kotoran binatang itu terlanjur masuk ke tubuh kita.

Demikian jawaban kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,
Wassalamu ’alaikum wr. wb.

Sumber:http://www.nu.or.id/post/read/85017/hukum-meminum-air-kencing-unta

Pesan Mbah Kanjeng Sunan Giri Bin Syeikh Mawlana Ishaq..Al-Fatihah...

*Diantara Pesan Mbah Kanjeng Sunan Giri Bin Al-Syeikh Mawlana Ishaq*:
==============
Diriwayatkan bhw dulu sunan Bonang, sunan kalijaga, sunan giri dan syekh saluki sedang duduk bersama. Syekh saluki bertanya kepada kanjeng sunan giri mengenai arti dari syariat, tariqot, haqiqot dan makrifat. Setelah beliau jelaskan mengenai ke empat ilmu tersebut kanjeng sunan kalijaga bertanya kepada sunan giri " duhai tuan kanjeng sunan giri saya hendak bertanya setiap hari jumat anda selalu sholat di mekkah, siapakah anda sebenarnya (keturunan siapa? Red)" maka kanjeng sunan giri menjawab, "Kulo Niki teddak kanjeng nabi Muhammad saw" lalu belia dawuh lagi ke syeh saluki " barang siapa orang yang hendak menulis silsilah leluhurku hingga anak cucuku" lalu beliau dawuh barang siapa yang memuliakan leluhurku hingga anak cucuku atau menulisnya atau menyimpan nya atau menceritakan nya atau menjelaskan tentang leluhurku hingga anak cucuku maka saya doakan semoga Allah menjaga orang itu dari cobaan yang paling besar dan di selamatkan dari lemahnya islam atau godaan Iin dan setan. Dan anda harus tau ratunya jin itu ".
Semoga dengan memuliakan leluhurku hingga anak cucuku atau menulisnya atau menyimpan nya atau menceritakan tentang leluhurku hingga anak cucuku mendapat pahala yang besar, tapi jangan di ceritakan kepada orang yang tidak mau baca alquran atau orang yang suka berbohong atau orang yang tidak solat lima waktu karena mereka bukanlah keturunanku.
(Sumber/ Maroji': *Kitab silsilah di Bangkalan*)

Al-Fatihah...

Jumat, 05 Januari 2018

INDAH DAN MERDUNYA SUARA BAGINDA NABI SAW

_*BAGAIMANA SUARA BAGINDA NABI SAW?🌺*_

_Suara nabi sangat indah sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits._

Sahabat Anas RA mengatakan :

مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيّاً إِلَّا حَسَنَ الْوَجْهِ، حَسَنَ الصَّوْتِ، وَكَاَن نَبِيُّكُمْ أَحْسَنَهُمْ وَجْهاً، وَأَحْسَنَهُمْ صَوْتاً.

Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali tampan parasnya bagus suaranya. Dan Nabi kalian adalah yang paling tampan parasnya dan paling indah suaranya.
*(HR. Turmudzi dalam Syamail)*

Keindahan rupa dan suara Nabi SAW menunjukkan indahnya batin beliau SAW. Sebab zahir adalah tanda batin.

_Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi SAW lebih tampan dari Nabi Yusuf AS dan lebih indah suaranya dari Nabi Dawud AS._

*Mengenai suara beliau yang indah, Sahabat Baro mengatakan :*

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ فِي الْعِشَاءِ وَمَا سَمِعْتُ أَحَدًا أَحْسَنَ صَوْتًا مِنْهُ أَوْ قِرَاءَةً

Aku mendengar Nabi SAW membaca Surat at Tin di dalam Shalat Isya. Dan aku tidak pernah mendengar seorang pun yang lebih indah suaranya dari Beliau.
*(HR. Bukhari-Muslim)*

_Suara Nabi SAW keras sehingga dapat menjangkau apa yang tidak dapat dijangkau suara orang lain._

Sahabat Baro RA mengatakan :

خَطَبَنَا رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَسْمَعَ الْعَوَاتِقَ فِي خُدُورِهِنّ.

Rasulullah SAW berkhutbah kepada kami sampai-sampai para gadis pingitan dapat mendengarnya di dalam pingitan mereka.
*(HR. Baihaq dalam Dalail)*

Rabu, 03 Januari 2018

IQRO' YA MUHAMMAD". Lalu NABI SAW MENJAWAB: "MA ANA BIQORI'."

MALAIKAT JIBRIL:"IQRO' YA MUHAMMAD". Lalu NABI SAW MENJAWAB: "MA ANA BIQORI'.".......:
=========
Aisyah -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Jabir bin Abdullah Al Anshari bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abdullah bin Yusuf dan Abu Shalih juga oleh Hilal bin Raddad dari Az Zuhri. Dan Yunus berkata; dan Ma'mar menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri. (HR. Bukhari: 3) - http://hadits.in/bukhari/3

Upaya Keras Al-Imam AlHabib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi Shohibul Mawlid Dalam Berjumpa Nabi Muhammad SAW

#Copas.

Edisi Menjelang Haul Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi
.Simthud Duhrar

Wahai saudaraku bacalah sebuah cerita ini pakai hati kalian, dan jika kalian ingin menangis, maka maka menangislah karena suatu kerinduan kepada Al Musthofa Nabiyunna Muhammad SAW
-----------------------------
Habib Ali Alhabsyi
Di waktu umur Habibana 'Ali bin Muhammad al-Habsyi 7 tahun, ibunda beliau memanggil beliau dan berkata,

"Yaa 'Ali, engkau mau dapat ridho ku di dunia dan akhirat ..?" "Iya, ya ummii .." Jawab beliau.

"Kalau engkau mau dapat ridho dariku, ada syaratnya .. !!" Kata ibu Habib 'Ali. "Apa syaratnya, ummi .. ??"

"Hmm .. Engkau harus bertemu dengan datukmu, Rosul Allah SAW." Jawab ummi dia.

Habib 'Ali al-Habsyi yang masih kecil bingung. Dia tidak mengetahui bagaimana cara untuk bertemu dengan kakeknya. Mulailah ia mencari tahu dan belajar dengan guru-gurunya. Pergilah ia ke salah satu tempat majelis Ulama, kemudian dia berkisah tentang permasalahannya untuk mendapat ridlo ibunya dengan cara seperti tadi. Lalu gurunya berkata,

"Yaa 'Ali, kalau engkau ingin bertemu dengan Rasul Allah SAW maka engkau harus mencintai Beliau SAW dahulu dan tak akan ada rasa cinta jika engkau tak kenal dengan yang di cinta."

Belajarlah beliau tentang sejarah Baginda Nabi SAW. Tidak hanya itu, setiap orang alim yang ada selalu di tanya tentang masalah ini. Walhasil, banyaklah guru beliau. Ada yang berkisah kalau guru beliau mencapai ribuan orang.

Nah .. seiring waktu berjalan, bertambahlah umur beliau sampai mencapai usia kurang lebih 20 tahun, beliau akhirnya bermimpi bertemu kakeknya Nabi SAW. Begitu terbangun dari tidurnya, dia langsung memberitahu ibunya.

"Yaa ummii ... 'Ali sudah bertemu Baginda Rasul Allah SAW." Kata al-Habib' Ali sambil menangis haru. Tapi, apa jawab ibunda beliau .. !!! ??

"Yaa 'Ali, dimana engkau bertemu Dia?"

"Di dalam mimpiku, Ummii." Kata al-Habib 'Ali.

"Yaa 'Ali, pergi engkau dari hadapanku. Engkau bukan anakku ... !!!! "

Menangislah beliau ... Keinginan hati untuk memberikan sang ibu pupus sudah.

Dalam kegelisahannya, ia kembali bertanya kepada guru-gurunya, namun tak satupun dapat menjawabnya. Mengapa ibu dia justru marah setelah mendapat laporannya tentang mimpinya.

Pada suatu malam ia kembali bermunajah untuk dapat bertemu kakeknya Nabi SAW. Larut dalam tangisan tengah malam, al-hasil tidurlah ia. Dan al-Hamdulillah beliau kembali bertemu dengan kakeknya Nabi SAW.

"Yaa Jiddy (Kakek ku), Yaa Rasul Allah SAW .. Anakmu ini ingin menanyakan tentang perihal ummii." Kata al-Habib 'Ali kepada Rasul Allah SAW.

"Duhai 'Ali anakku, sampaikan salamku kepada ibumu .." Jawab Rasul Allah SAW di dalam mimpinya al-Habib' Ali.

Begitu bangun, dia langsung mengetuk pintu kamar umminya sambil menangis tersedu-sedu.

"Duhai Ummii, anakmu telah bertemu lagi dengan Baginda Rasul Allah SAW dan Beliau kirim salam kepada Ummii." Kata al-Habib 'Ali.

Tiba-tiba dari kamar, ibunda beliau keluar dan berkata,

"Yaa 'Ali, kapan dan dimana engkau bertemu datukmu Nabi SAW .. ??" Tanya ibu al-Habib' Ali

"Aku bertemu beliau di dalam mimpiku." Jawab al-Habib 'Ali dengan tangisan yang tak putus-putus.

"Pergi dari hadapanku ya 'Ali ... !!! Engkau bukan anakku .. !! "Jawabnya. Jawaban sang ibu benar-benar meruntuhkan hati al-Habib 'Ali. Kemudian pintu kamar ibu al-Habib 'Ali al-Habsyi tertutup lagi, meninggalkan dia seorang diri.

Esok harinya ia mengeluh kembali kepada guru-gurunya namun tak satupun dari mereka yang dapat menenangkan hati beliau. Semakin hari kegelisahannya semakin menjadi-jadi, setiap detik setiap saat dia terus-terusan mengeluh dan bermunajah serta bertawajjuh kepada Allah dan Rasul Allah SAW. Tibalah suatu malam, ia hanyut jauh ke dalam lautan munajah dan mahabbah yang amat sangat dahsyat kepada Nabi SAW. Kemudian beliau sujud yang sangat lama, tiba-tiba dalam kondisi sujud beliau mendengar suara yang lemah lembut,

"Yaa 'Ali, angkat kepalamu .. !!! Datukmu ada di mata zhohirmu. "Begitu al-Habib 'Ali al-Habsyi mengangkat kepalanya seraya membuka kedua pelupuk matanya perlahan-lahan, bergetarlah seluruh tubuh Habibana' Ali. Dia menangis dan berkata,

"Marhaba bikum Yaaa Jiddii, Yaa Rasul Allah .."

Ternyata sosok tersebut adalah Rasul Allah SAW berada di hadapan al-Habib 'Ali. Kemudian Nabi SAW berkata, "Duhai anakku, sampaikan salamku kepada ummi-mu dan katakan kepadanya kalau aku menunggunya di sini .. !!"

Seolah-olah gempa. Bergetar sekujur tubuh al-Habib 'Ali al-Habsyi, ia merangkak ke kamar ibundanya.

"Yaa 'Ummi, aku telah bertemu kembali dengan Nabi SAW dengan mata zhohirku dan Beliau menunggu Ummi di kamar' Ali .."

Ibunda beliau membuka pintu kamarnya seraya berkata, "Ini baru anakku engkau telah mendapat ridlo dari ku."

Masya Allah .. Inilah didikan dari seorang ibu kepada anaknya untuk mencintai Nabi SAW.
Semoga kita di beri taufiq oleh Allah SWT untuk meniru dan mengikutinya.

Allahuma Sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim