ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Minggu, 31 Desember 2017

Sejarah Tahun Baru 1 Januari

Sejarah Tahun Baru 1 Januari

Jika kita buka The World Book Encyclopedia tahun 1984, volume 14, halaman 237 tentang Tahun Baru, dikatakan:
"Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM*.
Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu).
Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah - sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu."

Siapa sosok Dewa Janus?
Dalam mitologi Romawi Dewa Janus adalah sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama bernama Dewa Chronos.
Kaum Pagan, atau dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala,* hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikuti mereka.

Sejarah pelestarian budaya Pagan (penyembahan berhala) sudah ada semenjak zaman Hermaic (3600 SM) di Yunani, dan dikawal oleh sebuah persaudaraan rahasia yang disebut sebagai Freemasons.
Freemasons sendiri adalah kaum yang memiliki misi untuk melenyapkan ajaran para Nabi dari dunia ini.

Bulan Januari (bulannya Janus) juga ditetapkan setelah Desember dikarenakan Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari kaum pagan penyembah matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. *Puncak Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember*, dan inilah salah satu dari sekian banyak *pengaruh Pagan pada budaya Kristen selain penggunaan lambang salib.* Tanggal 1 Januari sendiri adalah seminggu setelah pertengahan Winter Soltice, yang juga termasuk dalam bagian ritual dan perayaan Winter Soltice dalam Paganisme.

Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama.* Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.

Terompet Yahudi

Masyarakat pagan kuno mempercayai tiap 2150 tahun akan terjadi perubahan era. Era Taurus terjadi pada 3400 SM hingga 2150 SM.
Era Taurus disimbolkan dengan kerbau/sapi, menurut Bibel-Perjanjian Lama di tahun inilah terjadi penyembahan kerbau/sapi oleh umat Nabi Musa.

Dan masa penyembahan tersebut berakhir ketika memasuki masa era Aries 2150 SM hingga 1 Masehi.
Aries disimbolkan dengan seekor domba dengan tanduk melintir. Karena itulah hingga saat ini *umat Yahudi ortodoks memelihara kuncir di camping telinga* yang menyerupai tanduk melintir dan mereka juga menggunakan terompet berbentuk tanduk domba.

Budaya tiup terompet ini diikuti dari budaya Yahudi “Rosh Hashanah” (bahasa Ibrani: ראש השנה) atau tahun baru dalam penanggalan Yahudi.

Dahulu kaum muslimin saat datang ke Madinah, mereka berkumpul seraya memperkirakan waktu sholat yang (saat itu) belum di-adzani.
Di suatu hari, mereka pun berbincang-bincang tentang hal itu. Sebagian orang diantara mereka berkomentar, “Buat saja lonceng seperti lonceng orang-orang Nashoro”. Sebagian lagi berkata, “Bahkan buat saja terompet seperti terompet kaum Yahudi”.
Umar pun berkata, “Mengapa kalian tak mengutus seseorang untuk memanggil (manusia) untuk sholat”.
Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, “Wahai Bilal, bangkitlah lalu panggillah (manusia) untuk sholat”. [HR. Al-Bukhoriy (604) dan Muslim (377)]

Topi Kerucut

Sebagaimana yang telah saya tulis dalam buku Menyingkap Fitnah & Teror.
Topi kerucut mempunyai Sejarah yang bermula pada masa Muslim Andalusia. Saat itu terjadi pembantaian Muslim Andalusia yang dilakukan oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabela yang dikenal dengan peristiwa Inkuisisi Spanyol. Inkuisisi dimulai semenjak tahun 1492 dikeluarkannya Dekrit Alhambra yang mengharuskan semua non-Kristen untuk keluar dari Spanyol atau memeluk Kristen. Muslim yang memilih tetap tinggal dilumpuhkan secara ekonomi dan diisolasi dalam kampung-kampung tertutup yang disebut Gheto untuk memudahkan pengawasan terhadap aktifitas Muslim.

Tidak cukup hanya diisolasi, tapi Muslim Andalusia harus menggunakan pakaian khusus berupa rompi dan topi kerucut yang disebut Sanbenito.
Maka untuk membedakan mana yang sudah murtad dan mana yang belum adalah ketika seorang muslim menggunakan baju seragam dan topi berbentuk kerucut dengan nama Sanbenito. Jadi, Sanbenito adalah sebuah tanda berupa pakaian khusus untuk membedakan mana yang sudah di-converso (murtad) dan mengikuti agama Ratu Isabela.

Topi itu digunakan saat keluar rumah, termasuk ketika ke pasar. Dengan menggunakan sanbenito, mereka aman dan tidak dibunuh.

*Ketika orang Barat menggunakan topi ini dalam pesta-pesta mereka, sejatinya mereka merayakan kemenangan atas jatuhnya Muslim Andalusia dan keberhasilan Inkuisisi Spanyol*. Masa demi masa berlalu *topi kerucut ini kemudian menjadi budaya yang digunakan oleh umat Islam dalam merayakan tahun baru masehi dan ulang tahun.*


Sabtu, 30 Desember 2017

Kisah SEDEKAH yang Tak Terlupakan

Bismillah... Kisah SEDEKAH yang Tak Terlupakan
.
Seorang isteri ditinggal suaminya kerja.. Suami pulang sabtu dan minggu.. Saat ditinggal kerja.. ditinggal uang buat kebutuhan seminggu..!! Saat itu hari sabtu pagi.. Suaminya pulang sabtu siang... Uang tinggal 25 ribu... Rencananya mau dibelanjakan memasak kesukaan suami... Tetapi tiba-tiba ada seorang nenek tua yang bawa pisang.., Nenek itupun menawarkan,
"Bu dibeli pisang ini.. terserah berapa, yang penting saya ada ongkos buat naik bis pulang..!!!" Wanita itu bingung.. Uang tinggal 25 rb, dan dia tidak suka pisang, juga suaminya tidak suka pisang.. tapi hatinya ingin memberi..!! Dengan BISMILLAH.. diberikan Uang 25 ribu.., dan pisangnya suruh bawa daripada tidak kemakan..!! Nanti suami masakkanlah seadanya di dapur..," pikirnya..!! Sampai di dapur, ternyata beras habis, kulkas tida ada isinya.. telur satupun tidak ada.. kopi habis.. Gula habis.. dia nangis krn tidak bisa masak... Mau pinjam paling , ntar dimarahin suaminya juga.. dan tidak ada bukti pisang untuk alasannya.., dia tidak bisa belanja hari ini.. sangat bingung.., takut dan tidak tahu mau ke mana..!!! Yang bisa dilakukan hanya wudhu dan sholat...
.
"YA ALLAH SAYA TIDAK BERBUAT SALAH MENURUT SAYA... YA ALLAH SAYA PASRAH... SEMOGA SAYA SABAR DAN KUAT JIKA NANTI SUAMIKU MARAH TIDAK ADA MAKANAN DAN KOPI..!!!"
Dan ternyata jam 11 suaminya datang... Keringat dingin bercucuran.. muka pucat.. tidak berani menatap suaminya... Senyum terpaksa... dan menahan tangis... hanya bisa sambut dengan air putih... itupun dengan gemetar memberikannya.., suami tanya,"Kamu sakit Bu..? Koq pucat..?" Isterinya menjawab, "Tidak."
.
Dan buru-buru ke belakang.., Suaminya pun memanggil.. Si isteri makin gemetar.. "BU..!!" Serasa mau pingsan si isteri menghampiri suami..!! Suamipun menyapa, "Duduk Bu.." Isteri merasa langit seakan runtuh... Suami bertanya, "Belum masak ya..??" Tangis isteri tidak bisa dibendung lagi... Maafkan aku Pak... Aku salah... aku tidak minta izin dulu... karena saya iba sama nenek itu... jadi aku kasihkan.., tiba tiba suaminya memotong pembicaraan isterinya.., "Apaan sihhh..."
Tangis isteri makin menjadi dan tidak bisa ditanyain..!!! Suaminya bertanya, "Kamu kenapaaa nangis.. sakit?.. nenek siapa..?? Maksud aku.. Kalau belum masak.. Kebetulan, aku beli nasi dan ayam goreng lengkap dengan urap dan lalapan.., anak anak pasti suka.. oh iya aku belikan soto juga kesukaanmu... Ini Uang 25 juta.. Proyek bapak yang bulan lalu selesai penghitungannya.., yang 10 juta tak bawa.. buat servis motor, benarin kamar mandi.., tidak apa-apa kan tidak semuanya ke ibu..?? Tanya sang bapak..!!!
.
Si isteri makin menjadi nangisnya.. dan turun sujud syukur..
Setelah itu mendekap di pangkuan suaminya...
Isteri berkata ,"Saya keluarkan 25 ribu..
selang tiga jam diganti sama ALLAH 25 juta.."
ALLAHUAKBAR..!!! Ini cerita nyata..!!
INDAHNYA SEDEKAH..!!! Dan barangkali yg membaca tulisan ini juga menangis. 😅😢😭👍
Semoga menjadi inspirasi buat kita semua, Aamiin..!!!
.
Do'a : Yaa Allah jadikanlah saudaraku Semuslim Dermawan,
Yakinlah Rezeki Itu Jaminan Allah SWT
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikan-nya rezeki dari jalan yang tidak di sangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan keperluannya." (Surah At-Talaq ayat 2-3)
Aamiin 😇
.
Silahkan Di Share Ya...Semoga yang Klik Suka dan Share Akan Ditambahkan Rezekinya, Dan Diangkat Penyakitnya...Aamiin
.
Ya Allah...
😊✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini
😊✔ Lapangkanlah hatinya
😊✔ Bahagiakanlah keluarganya
😊✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
😊✔ Mudahkan segala urusannya
😊✔ Kabulkan cita-citanya
😊✔ Jauhkan dari segala Musibah
😊✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar
😊✔ Dan semoga yg me-LIKE, komen Aamiin dan membagikan status ini rezekinya berlimpah aamiin..
.
Boleh di SHARE sebanyak mungkin!!
.

Renungan Tahun 2017 Menyongsong Tahun 2018

🙏🏻Bismillah WalHamdu Lillah WasSholatu Wassalamu 'Ala Rosulillah Wa 'Ala Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalahu:🙏🏻
♡ *TAK TERASA TAHUN 2017 TINGGAL  Se-HARI . KITA AKAN JELANG TAHUN BARU 2018*.

♡ *BUAT KELUARGAKU*. Kamulah yang terpenting dalam hidupku.

♡ *BUAT YG KU SAYANGI*   
Aku minta maaf atas sikap dan tindak tandukku yg menyakitkan hatimu.

♡ *BUAT KAWAN -KAWANKU* ♡ Maafkan aku pernah khilaf & salah padamu.
     
♡ *BUAT SAHABATKU* ♡       
jangan lupakan aku bila suatu masa nanti kita terpisah
   
♡ *BUAT YG TAK SEPENDAPAT* Maafkanlah bila selama ini saya selalu salah dimatamu.
     
☆ *BUAT YG SAYANG PADAKU* ☆
Aku juga sangat menyayangimu

♡ *BUAT YG TAK KENAL DENGAN KU*.
Salam kenal semoga kita bs menjadi sahabat yg baik
       
☆ *TERIMA KASIH*
BUAT SEMUANYA KARENA TELAH MENGHIASI HIDUPKU DI TAHUN YG LALU, SEMUA ITU AKAN MENJADI KENANGAN YG SANGAT *BERMAKNA* BAGI KU

♡ *DO'A & HARAPAN KU*
SEMOGA KITA SEMUA BESERTA KELUARGA DI TAHUN 2018 DIKARUNIAI OLEH TUHAN YANG MAHA ESA ANUGERAH&KARUNIANYA UNTUK SENANTIASA TERCUKUPI ILMU, IBADAH&RIZQI BERLIMPAH UNTUK TA'AT PADA ALLOH WA ROSULULLOH MENJADI LEBIH BAIK & LEBIH BAROKAH DALAM SEGALANYA DARI TAHUN SEBELUMNYA DENGAN MEMPEROLEH RIDLONYA SWT.. امين امين امين يارب العالمين

*Allohumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Aalihi Wa Shohbihi Wa Dzurriyyatihi Wa Alba'ihi Wa Barik Wa Sallim 'Adada in'amillah Wa ifdlolih*

Selalu berbaik sangka dgn AllOH SWT

*"Selalu berbaik sangka dgn AllOH SWT"*

Di suatu malam seorang ayah membacakan cerita utk anak perempuannya. Stlh membacakan cerita, si ayah bertanya kpd anaknya : "Nak, apa kamu sayang Ayah?" Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Ayah" Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Jika begitu, boleh Ayah minta kalungmu?" Lalu si anak menjwb, "Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku jg sayang sama kalung ini" Lalu Ayahnya berkata, "Ya sudah tidak apa2, Ayah hanya bertanya saja"
Si ayah lalu pergi. Di malam berikutnya selama 3 hari berturut2, ayahnya menanyakan hal yg sama & si anak pun menjwb dgn kata2 yg sama. Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, "Kenapa tiba2 Ayah mau kalung ini? Ini kalung yg paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga". Malam berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, "Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah & jg kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah" Si anak memberikan kalungnya & Ayahnya mengambilnya dgn tngn kiri, lalu Ayahnya memasukkan tngn kanannya ke saku kanan & mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya, "Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu & Ayah gantikan dgn yg lebih baik & indah" Si anakpun menangis terharu.
Seringkali kita merasa اَللّهُ  tidak adil. Dia yg memberikan tapi kenapa Dia jg yg mengambilnya, kadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tapi tidakkah kita tahu, di saat اَللّهُ mengambil sesuatu yg berharga dr kita, ternyata اَللّهُ  punya rencana lain. Dia mau menggantikannya dgn yg LEBIH BAIK lagi dari apa yg sudah kita miliki skrg. Jadi,
* Terimalah apapun yg kita alami (bersabar),
* Berilah apa yg harus kita berikan (beramal),
* Kembalikanlah apa yg diminta oleh اَللّهُ  (ikhlas), dan ttp bersyukur
mka rejeki akan اَللّهُ lipat gandakan..keep istiqomah...Semoga Bermanfa'at.

*Allohumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Alaa Aaali Sayyidina Muhammad*

Al-Syeikh Ibnu Hajar Al-Haitamy RA Menimba Emas Dari Sumur Untuk Istrinya

*MENIMBA EMAS TIGA TIMBA DARI SUMUR UNTUK SANG ISTRI*
*Kisah Syekh Ibnu Hajar Al Haitami dan Istrinya*

Istrinya Syeh Ahmad Bin Hajar hendak ke pemadian air panas sekali, Syeh Ibnu Hajar berkata kepadanya :
" sabar dulu ya, saya kumpulkan uang dulu untuk ongkos masuk ke sana."
Biasanya ketika Allah membukakan rizki kepada beliau, maka disisakan sedikit sampai terkumpul setengah Riyal, lalu di berikan kepada istrinya.

Sang istri pergi ke pemandian air panas, ketika sampai disana dia meminta penjaganya utk membukakan pintu utknya tapi di tolak.
penjaga berkata : "Hari ini saya tidak akan membukakan pintu ini utk siapapun, karena istrinya Syeh Al 'Alim Al Faqih Muhammad Ar Romli sedang berada di dalam bersama para sahabatnya. beliau berpesan untuk tidak membukakan pintu ini untuk siapapun pada hari ini dan beliau telah memberi kepada kami semua ongkos yg biasa masuk kepada kami setiap harinya, yaitu 25 riyal. Jika engkau ingin masuk ke pemandian datanglah besok pagi, kalo hari ini tidak bisa."

Istrinya Syeh Ibnu Hajar pulang menemui suaminya sambil mengembalikan uang setengah riyal dia berkata :
"Sekarang ini yg mempunyai ilmu adalah Syeh Muhammad Ar Romli yg istrinya hari ini masuk ke pemadian air panas dengan membayar 25 riyal dan tidak mengizinkan seorangpun untuk masuk kesana. Lalu mana ilmumu ? sudah fakir, kesulitan, susah payah sendiri dan tidak mendapat sesuatupun dari ilmumu !
Ambillah uangmu yg kau kumpulkan berhari-hari ini !"

Ketika Syeh Ibnu Hajar mendengar ucapan istrinya, beliau berkata :
" Aku ini tidak menghendaki dunia dan ridlo atas apa yg Allah tetapkan kepadaku di dalamnya , sedangkan engkau jika menginginkan dunia, mari kita ke sumur zam-zam ."

Keduanya pergi kesumur zamzam, ketika sampai disana, Syeh menimba sekali, ternyata satu timba isinya penuh dengan uang dinar.
beliau berkata : "apakah segini cukup ?"
istrinya berkata : "kurang."
Syeh menimba utk kedua kalinya, ternyata isinya penuh dengan uang dinar lagi.
beliau berkata : "apakah segini cukup?"
istrinya berkata : "aku ingin tiga timba."
Syeh menimba utk yg ketiga kalinya dan isinya juga sama dengan sebelumnya.

Syeh Ibnu Hajar berkata kepada istrinya :
" Aku suka keadaan fakir berdasarkan pilihanku sendiri, kupilih untuk diriku sendiri apa yg ada di sisi Allah, adapun dunia maka semuanya sama bagiku, dunia lewat, umurnya pendek dan kehidupannya hina.
dan sekarang ini aku punya dua pilihan untukmu :
1. kembalikan semua uang emas ini ke dalam sumur zam-zam dan engkau masih bersamaku, atau
2. kau bawa semua uang emas ini, kau pulang kerumah keluargamu dan kau ambil talakmu dariku, karena aku tidak menginginkan dunia. "

Istrinya berkata :
" Bagaimana kalau kita nikmati saja semua uang ini seperti yg dilakukan oleh orang-orang ."
Syeh berkata : " Tidak mau."
Istrinya berkata : " Bagaimana kalau kita kembalikan satu timba saja ke dalam sumur ."
Syeh berkata : " Tidak mau."
Istrinya bekata : " Bagaimana kalau kita kembalikan dua timba dan yg satu timba kita simpan."
Syeh berkata : "Tidak mau."
Istrinya berkata : " kita ambil satu dinar saja untuk bersenang-senang hari ini."
Syeh berkata : "Tidak mau, kau kembalikan semua emasnya ke dalam sumur atau kau ambil semuanya, bawa pulang ke rumah keluargamu dan ambil talakmu."

Istrinya berkata :
"kita kembalikan semuanya ke dalam sumur, aku tidak ingin berpisah denganmu karena kita sudah bersama-sama selama bertahun-tahun.
engkau telah memperlihatkan karomah ini dan kita berpisah di hari ini ? tidak mau, aku memilih untuk bersabar saja ."

Wallohu a'lam.

copas fb 👍🏻👍🏻👍🏻

*(Tuhfatul Asyrof)*

Jumat, 29 Desember 2017

Ya Sayyidatana Siti Fathimah Al_Zahro' Al_Batul.... ```Putri nabi Muhammad


Ya Sayyidatana Siti Fathimah Al_Zahro' Al_Batul....
```Putri nabi Muhammad
Sayyidatuna Fatimah
Putri sayyidah Khodijah
Sayyidatuna Fatimah
Istri sayyidina Ali
Sayyidatuna Fatimah
Ibu sayyid Hasan & Husain
Sayyidatuna Fatimah

Putri Nabi yang terakhir
Sayyidatuna Fatimah
Putri Nabi tercinta
Sayyidatuna Fatimah
Putri Nabi yamg sangat dekat
Sayyidatuna Fatimah
Putri Nabi yamg termirip
Sayyidatuna Fatimah

Yang di juluki أم ابيها
Sayyidatuna Fatimah
Yang di juluki Albatul
Sayyidatuna Fatimah
Yang di juluki Azzahro
Sayyidatuna Fatimah
Yang di juluki Arrodiyah
Sayyidatuna Fatimah

Wanita yang tak dilihat laki
Sayyidatuna Fatimah
Yang tak melihat laki
Sayyidatuna Fatimah
Yang tertutup rapat
Sayyidatuna Fatimah
Wanita yang bajunya panjang
Sayyidatuna Fatimah

Wanita ahli syurga, sayyidatuna Fatimah
Pemimpin wanita di syurga
Sayyidatuna Fatimah
Tubuhnya beraroma syurga
Sayyidatuna Fatimah
Wanita syurga dunia
Sayyidatuna Fatimah

Wanita paling sabar
Sayyidatuna Fatimah
Wanita yang paling Qona'ah
Sayyidatuna Fatimah
Wanita yang sangat pemalu
Sayyidatuna Fatimah
Wanita yang sangat tegar
Sayyidatuna Fatimah

Yang seperti Ayahandanya
Sayyidatuna Fatimah
Yang seperti Ibundanya
Sayyidatuna Fatimah
Yang melahirkan keturunan Nabi
Sayyidatuna Fatimah
Yang menyambung nasab Nabi
Sayyidatuna Fatimah

Yang hidup lama bersama Nabi
Sayyidatuna Fatimah
Yang berjuang bersama Nabi
Sayyidatuna Fatimah
Yang berkorban untuk Nabi
Sayyidatuna Fatimah
Yang meninggal setelah Nabi
Sayyidatuna Fatimah

Wanita yang kucinta
Sayyidatuna Fatimah
Wanita idolaku
Sayyidatuna Fatimah
Wanita yang kupuja
Sayyidatuna Fatimah
Wanita panutanku
Sayyidatuna Fatimah

Ya Allah berikan kami
Mimpi sayyidah Fatimah
Ya Allah berikan kami
Pandang sayyidah Fatimah
Ya Allah izinkan kami
Kecup sayyidah Fatimah
Ya Allah izinkan kami
Peluk sayyidah Fatimah

Ya Allah ampuni kami
Bi jaahi Sayyidah Fatimah
Ya Allah rahmati kami
Bi jaahi sayyidah Fatimah
Ya Allah cintai kami
Bi jaahi sayyidah Fatimah
Ya Allah ridhoi kami
Bi jaahi sayyidah Fatimah

Ya Allah kumpulkan kami
Dengan sayyidah Fatimah
Ya Allah dudukkan kami
Dengan sayyidah fatimah
Ya Allah dekatkan kami
Dengan sayyidah Fatimah
Ya Allah jalankan kami
Di belakang sayyidah Fatimah```



. ☆ *Al-Fatihah....* ☆
☆☆☆☆☆☆☆

Pentingnya Adab & Akhlaq Murid Kepada Guru

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Atthas mengatakan :
ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ
" Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu ".
(al Manhaj as Sawiy : 217).

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, " Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ".
(Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155).
Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ
" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".

Habib Abdullah al Haddad mengatakan " Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ".
(Adaab Suluk al Murid : 54).

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khidhir. Maka nabi Khidhir berkata, " Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".
Nabi Khidhir, " kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".
Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu ".
(Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78).

Al Habib Abdullah al Haddad berkata, " Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya ".
(Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177).

Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya ".
(Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56).

Para ulama hakikat mengatakan, " 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan ( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya ".
Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita, Aamiin...

Kamis, 28 Desember 2017

Mawlana AlHabib KH. M.Luthfy Bin Yahya: Kabar Gembira dari Nabi Muhammad SAW

Kabar Gembira dari Nabi Muhammad SAW

Rabu, 27 Desember 2017

DutaIslam.Com - Ada seorang tamu yang bertanya kepada Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, “Habib, Saya minta diceritakan kisah Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam walaupun sedikit saja”. Maulana Habib Luthfi terdiam.

Kemudian tamu bertanya kembali, Apakah perasaan rindu kepada Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam nyata atau halusinasi? Maulana Habib Luthfi menjawab, perasaan itu nyata, itu hubungan antara Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam dengan umatnya. Bukan halusinasi.

Kemudian sambil terisak menahan tangis, bertanya kepada Habib Luthfi bin Yahya, “Apakah Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tahu dinamika dan detail kehidupan yang dijalani oleh umatnya?”.

Maulana Habib Luthfi bin Yahya menjawab, “Kalau tidak tahu, dunia ini akan hancur. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam dengan ijin Allah menjaga kehidupan umat manusia, menjaga bumi ini. Jangankan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, para walipun tahu. Oleh sebab itu, para wali senantiasa memohon kepada Allah untuk menghindarkan musibah dari manusia dan memberikan segala kebaikan bagi kehidupan manusia di bumi”.

Maulana Habib Luthfi bin Yahya melanjutkan, “Karena kasih sayang Nabi kepada umatnya, umat mudah sekali bertemu dengan Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam (melalui mimpi maupun secara langsung). Bahkan, lebih mudah bertemu Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam daripada bertemu para wali, wakil-wakil Nabi di bumi ini”.

Kemudian Maulana Habib Luthfi bin Yahya membaca beberapa bagian dari kitab Sa’adat Darain, yang disusun oleh Syeikh Yusuf bin Ismail al-Nabhani.

“Diantara manfaat terbesar membaca Shalawat kepada Nabi Saw adalah dapat melihat Nabi saw dalam mimpi. Dan akan terus meningkat kualitas mimpinya seiring semakin banyaknya shalawat yang dibaca, sampai bisa melihat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam dalam keadaan terjaga. Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda,

من رانى فى المنام فقد رأني حقا

“Siapa saja yang melihatku dalam mimpi, maka ia telah melihatku secara nyata (hak)”.

Jika ingin bertemu Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam maka hidupkanlah waktumu dengan memperbanyak shalawat. Ada beberapa hadits lain tentang mimpi bertemu Nabi, yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:

من رأنى فى المنام فقد رأنى فأن الشيطان لا يتمثل بي

“Siapa saja yang melihatku dalam mimpi, maka ia telah melihatku secara nyata, karena sesungguhnya syaithan tidak dapat menyerupaiku”.

Dalam hadits lain riwayat Abu Hurairah,

من رانى فى المنام فقد رأنى فان الشيطان لايتصور أو قال لا يتشبه بي.

“Siapa saja yang melihatku dalam mimpi, maka ia telah melihatku secara nyata, karena sesungguhnya syaithan tidak dapat menyerupaiku”.

Hadits ketiga diriwayatkan oleh Thariq bin Asyim RA, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda,

من رأنى فى المنام فقد رأنى

Dalam hadits lain disebutkan,

من رأنى فى المنام فسيرانى فى اليقظة ولا يتمثل بي

“Siapa saja yang melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku dalam keadaan terjaga, dan Syaithan tidak dapat menyerupaiku.

Menurut ulama, hadits ini berlaku secara umum, baik dahulu ketika Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam masih hidup, maupun saat ini, ketika Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam sudah wafat. Lalu apakah ini berlaku bagi mukmin ahli maksiat yang bermimpi melihat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam?

Menurut ulama, berlaku secara umum baik yang bermimpi orang yang taat maupun mukmin yang tidak taat. Mukmin yang tidak taat yang bermimpi bertemu Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam menjadi pertanda ia akan mendapatkan petunjuk untuk melakukan ketaatan. Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda, “Kalian yang akan dimasukan ke dalam surga, akan diberi taufiq untuk beramal baik, meskipun hanya tinggal selangkah lagi ke neraka”.

Hadits-hadits ini menjadi kabar baik dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam untuk umatnya di akhir zaman. Sebagaimana disampaikan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, di akhir zaman kelak ada umatnya yang secara suka cita mengeluarkan sedekah, dan beramal kebaikan dengan harapan bisa bertemu Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Nah, hadits-hadits tadi menjadi pelipur lara bagi umat yang ingin melihat Nabi. Dan Nabi menyatakan, bahwa mereka yang melihat Nabi dalam mimpi, akan berjumpa dengan Nabi dalam keadaan terjaga.

Dikisahkan suatu ketika, Ibn Abbas bermimpi bertemu Nabi, Ibn Abbas ingat sabda Nabi tentang orang yang melihat Nabi dalam mimpi. Kemudian Ibnu Abbas menceritakan mimpinya kepada Shafiyah istri Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Shafiyah memberikan jubah dan cermin yang pernah digunakan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Pada saat Ibn Abbas bercermin, yang nampak dalam cermin adalah wajah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, bukan wajahnya.

Habib Luthfi menambahkan, melihat Nabi secara langsung bisa dengan dua kondisi, bisa dengan yaqdztan, bisa dengan thariq kasyf. Melihat Nabi dengan thariq kasyf, terjadi seketika, seperti saat berhadapan dengan orang lain, saudara, guru, atau orang lainnya, tiba-tiba yang tampak dari wajah orang lain itu adalah wajah mulia Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Seperti kasus, Ibnu Abbas bercermin dengan cermin Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, akan tetapi yang tampak dalam cermin bukan wajah Ibnu Abbas melainkan wajah mulia Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.

Terakhir Maulana Habib Luthfi mengatakan, untuk menjaga hubungan dengan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam adalah dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi. Dan shalawat adalah tali silaturahim kita kepada Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'ala 'alihi wa shohbihi wa salim.

Panca Pesan Mawlana Al-Mursyid AlHabib KH.Muhammad Luthfy Bin Yahya

*Panca Pesan Mawlana Al-Mursyid AlHabib KH.Muhammad Luthfy Bin Yahya*
Inilah 5 Pesan Habib Luthfi bin Yahya Agar Selamat Agama, Dunia, dan Akhirat di Akhir Zaman

Ribuan umat senantiasa datang meminta nasihat kepada Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. Diantara nasihat yang disampaikan beliau adalah seseorang itu harus memegang teguh beberapa prinsip agar mendapatkan keselamatan di dalam agama, dunia dan akhirat insya Allah.

Pertama, pegang teguh teladan salaf shalihin baik itu thariqahnya, akhlaknya, maupun amal shalehnya. Pegang teguh dengan kuat dan mantap. Walaupun sampai sulit dan kere (miskin) tetaplah teguh memegang teladan Salaf Shalihin. Gigit kuat dengan gerahammu, jangan dilepas jika kamu ingin selamat dan mendapat ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kedua, jadikanlah keimanan sebagai Imam bukan akal yang menjadi ujung tombaknya. Hati-hati di akhir zaman ini akan dan sudah banyak muncul paham dan orang-orang yang lebih mengedepankan akal-rasio-logika dibandingkan imannya. Seharusnya iman menjadi imamnya, sedangkan akal dan logika menjadi makmumnya, mengikuti iman. Tinggalkan pendapat orang-orang yang mengedapankan akalnya dibanding imannya. Percuma dan sia-sia waktumu jika menanggapi orang-orang yang demikian, kamu akan rugi dunia akhirat. Karena bagaimana mungkin akal manusia bisa menerima seluruh kebesaran khazanah kerajaan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Hanya keimanan lah yang dapat menerima kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yang ketiga, ziarah shalihin atau mengunjungi orang-orang shaleh baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup, dan kuatkan tali ikatan silaturahim. Berziarah (mengunjungi) kaum shalihin jangan hanya ketika ada maunya, kalau ada perlunya saja. Hal itu baik tidak terlarang, tetapi kurang kemanfaatannya untuk jangka panjang. Hanya untuk kebutuhan manfaat sesaat belaka, sungguh sangat disayangkan. Tetapi alangkah baiknya kita berziarah shalihin itu karena mahabbah ilaa mahbub, kecintaan kepada yang dicintai. Kalau hal ini dijalin dengan baik maka ia akan mendapat limpahan madad (pertolongan), sirr asrar (rahasia) dan jaah (essence, intisari) dari ziarahnya. Dan sering silaturahmi itu menimbulkan kecintaan dan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada orang yang menjalin hubungan silaturahmi, sehingga rahmat dan berkah serta maghfirah Allah Subhanahu wa Ta’ala terlimpah kepadanya. Jauh dari bala’, musibah, penyakit dan diberi kelancaran rezeki. Insya Allah.



Yang keempat, jangan suka membeda-bedakan. Ini penyakit yang timbul dan tumbuh di akhir zaman ini. Jangan beda-bedakan itu suku apa, kabilah apa, bangsa apa, partainya apa, thariqahnya apa, madzhabnya apa dan sebagainya. Itu urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita ini manusia, hambaNya, makhluk ciptaanNya, jangan suka usil ikut campur urusannya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya sekarang berbagai macam bala’ dan musibah bertubi-tubi datang karena ulah manusia itu sendiri. Yang suka sok tahu, sok jago, sok suci, sok pintar. Bukan kembali kepada Allah dan RasulNya, malah ikut campur urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana lagi Maha Berkehendak, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan menghukumi, menentukan secara mutlak kelak di pengadilan Ilahi Yang Maha Adil bagi seluruh makhlukNya. Segala sesuatu misal pengadilan itu semua adalah bentuk ikhtiar manusia belaka di muka bumi ini secara syariat. Ketentuan yang mutlak benar dan salah adalah di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala di Hari Kemudian. Keyakinan dan keimanan ini harus ditanam kuat dan kokoh dilubuk sanubari keimanan kita.

 Dan yang terakhir atau kelima, jangan tinggalkan setiap harinya untuk membaca Al-Qur’an, shalawat kepada Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, taat kepada guru/ syaikh/ mursyid, dan birul walidain (berbakti kepada orangtua). Jadikan hal ini semua awradmu. Jangan tinggal hal tersebut. Membaca Al-Qur’an walau satu ayat setiap harinya. Memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Jadikan hal ini semua awrad (wirid yang dilakukan istiqomah) bagi diri kita demi menggapai kebahagian dan keselamatan di dalam agama, dunia dan akhirat.

Cukup sudah lima hal ini kamu pegang erat-erat, Insya Allah Taufik, Hidayah dan Inayah Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpah dan turun kepadamu.

Oleh: Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan, Rais Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), yang dialihtuliskan oleh Fidri Beno dalam web habiblutfi.net.

Khutbah Nikah Versi Syaikhona Muhammad Kholil Bin Syeikh Abful Latif Al-Bangkalany...Al-Fatihah...


خطبة النكاح على كياهي محمد خليل الحاج البغكلانى

اَلْحَمْدُ للهِ الْمُصَوِّرِ اْلاَجِنَّةِ فِي ظُلَمِ اْلاَرْحَامِ . جَاعِلِ النِّكاَحِ سَبَبًا لِبَقَاءِ نَسْلِ اْلاَنَامِ . وَوَسِيْلَةً اِلىَ اشْتِبَاقِ الشُّعُوْبِ وَاْلاَقْوَامِ . نَاظِمِ عِقْدِ اْلاُلْفَةِ بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ اَحْسَنَ نِظَامٍ . وَجَاعِلِ نِظَامِ العَالَمِ مَرْبُوْطًا بِهَذَا اْلاِنْتِظَامِ . اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلىَ هَذِهِ النِّعَمِ العِظَامِ . وَاَشْكُرُهُ عَلىَ مَا اَوْلاَناَ مِنْ بَدَائِعِ اْلاِكْرَامِ . واَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ . شَهَادَةً مُوَصِّلَة ً اِلىَ دَارِ السَّلاَمِ . وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ اْلقَائِلُ : حُبِّبَ اِلَيَّ مِنْ دُنْياَكُمْ ثَلاَثٌ . اَلنِّسَاءُ وَالطِّيْبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلاَةِ .صَلَّى الله ُ عَلَى سيّدنا محمّد  وعلى َآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمن وّالاه . اَمَّابَعْدُ : فَإِنَّ النِّكاَحَ سُنَّةٌ مَرْغُوْبَةٌ وَطَرِيْقَةٌ مَحْبُوْبَةٌ . لأِنَّ بِهِ بَقَاءَ التَّنَاسُلِ وَدَوَامَ التَّوَاصلِ
. وَ قَالَ تَعَالىَ: وَمِنْ اَياَتِهِ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوْا اِلَيْهاَ وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً .وقال ايضا وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَقَالَ رَسُوْلُهُ اْلاَكْرَمُ وَحَبِيْبُهُ اْلاَعْظَمُ صَلىَّ الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تناكحوا تناسلوا، فإني مباهٍ بكم الأممَ يوم القيامة. وَهَذَا عَقْدٌ مُباَرَكٌ مَيْمُوْنٌ . وَاجْتِمَاعٌ عَلىَ حُصُوْلِ خَيْرٍ يَّكُوْنُ فِيْهِ عَقْدُ  ........ بِنْ ......... عَلىَ .......... بِنْتِ ............ فَاَسْأَلُ الله َ اَنْ يُلْقِيَ بَيْنَهُمَا اْلمَحَبَّةَ وَالْوِدَادَ وَاَنْ يَرْزُقَهُمَا النَّسْلَ الصَّالِحَ مِنَ اْلبَنَاتِ وَاْلاَوْلاَدِ حتى يرون الاسباط والاحفاد . ويوسّعَ عليهما الرّزق ويحفظَهما من مكائد الدنيا والخلق. 
اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ الله َ اْلعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِساَئِرِ اْلمـُسْلِمِيْنَ وَاْلمـُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ : اَسْتَغْفِرُ الله  اْلعَظِيْمَ . اَلَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ :اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله ُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
 اُوْصيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى الله:
 اُزَوِّجُكَ عَلىَ مَا اَمَرَ الله ُ تَعَالىَ بِهِ مِنْ اِمْسَاكٍ بِمَعْرُوْفٍ اَوْتَسْرِيْحٍ بِاِحْسَانٍ : ياَ اَخِيْ ........... بِنْ ............ اَنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ : .......... بِنْتِ ............ مُوَكِّلِيْ بِمَهْرِ : {ثِيَابِ الصَّلاِةِ اَوْ ثِياَبِ المَرْءَةِ اْلمُسْتَمِلَةِ لِلصَّلاَةِ} حَالاً
[1] .قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِالْمَهْرِ اْلمَذْكُوْرِ ِ

الدعاء بعد خظبة النكاح على كياهي محمد خليل الحاج البغكلانى
بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ والصلاة والسلام على سيد المرسلين سيدنا و مولانا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. اللهم بفضلك عمنا, و بفضلك حفنا, واجعل هذا العقد مباركا معصوما, والق بينهما الفة وقرارا دائما, ولا تجعل بينهما فرقة وفرارا وخصاما, واكفهما مؤنة الدنيا والاخرة, وصَلَّى الله ُ عَلَى سيّدنا محمّد  وعلى َآلِهِ وَصَحْبِهِ وسلم و الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
[2]
AlFatihah....




[1] Syeikh Muhammad Kholil: As-Silah, Hal 8-9
[2] Syeikh Muhammad Kholil: As-Silah, Hal 10

Rabu, 27 Desember 2017

Perjumpaan Mawlana Al-Habib Luthfy Bin Yahya Dengan Gurunya Mbah KH. Muhammad Abdul Malik

Dulu Di Jabal Abi Qubeis Mekkah...... Seorang Guru Nan Arif Bijaksana Mengumpulkan Murid-Muridnya, Masing-Masing Di Beri Segelas Air Putih Dan Di Perintahkan Membacakan Sholawat Ke Air Putih Tersebut Seraya Berujar :
"Siapa Pun Yang Air Di Gelasnya Paling Wangi Dialah Yang Paling Tinggi Cintanya Kepada Nabi Muhammad SAW"
Maka Dari Sekian Banyak Gelas Hanya Satu Yang Paling Harum, Yaitu Milik Mbah Malik.......
[ Al Habib M Lutfi Yahya Bersama Mbah Malik ]......
Pertamakali Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya berjumpa dengan Mbah Malik saat Habib Luthfi masih mondok di Kiai Bajuri Indramayu. Kiai Bajuri adalah sosok yang sangat luas ilmunya, khususnya dalam bidang fiqih.
Setiapkali Kiai Bajuri menjawab permasalahan dalam ilmu fiqih, beliau menjelaskannya dengan empat madzhab sekaligus.
Dan hampir tidak terlihat perbedaan antar empat madzhab setiap kali beliau menjelaskan permasalahan, karena saking luasnya ilmu dan kepandaian beliau dalam menempatkan persoalan fiqih.
Begitu juga maqam (derajat) kewaliian Kiai Bajuri sangat tinggi. Beliau adalah termasuk wali autad, dalam dunia tasawuf wali autad hanya ada 4 dalam 1 abad.
Seminggu sebelum Kiai Bajuri wafat, kaki beliau tertusuk oleh paku hingga tembus ke atas. Dan beliau dawuh kepada Habib Luthfi : "Anu Yik (Habib), setiap orang dapat rizkinya berbeda-beda."
Sontak perkataan Kiai Bajuri itu membuat Habib Luthfi kaget :
"Orang tertusuk paku kok dibilang rizki?"
"Tapi tidak usah khawatir Yik, nanti ada guru yang lebih hebat dari saya. Beliau adalah guru saya, namanya Mbah Malik. Tapi jangan kaget ya Yik, beliau orangnya berambut gondrong," kata Kiai Bajuri.....
Setelah wafatnya Kiai Bajuri, Habib Luthfi langsung menuju ke tempat Mbah Malik di Kedung Paruk, Purwokerto. Sesampainya di sana Habib Luthfi disambut oleh Mbah Malik. Dengan tersenyum Mbah Malik bertanya kepada Habib Luthfi, "Bagaimana Yik dengan Kiai Bajuri?"
Lagi-lagi Habib Luthfi dibuat kaget, dalam hati berkata, "Kedua orang ini kapan ketemunya, dan kapan ngobrolnya?"
Selama Habib Luthfi bin Yahya mondok di Kedung Paruk beliau lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkhidmah kepada gurunya, Mbah Malik.

Mengajarkan Satu Ayat Al-Qur'an & Pembebasan Dari Neraka

*Agungnya Ayat Al-Qur'an, Sehingga Pahala Mengajar&Mempelajarinya juga Agung, Bahkan Mengajarkan Satu Ayat Al-Qur'an Dapat Membebaskan Dari Neraka*
Mau’idzoh Hasanah Romo *KH Muhammad Ulin Nuha Arwani* dalam Acara Peresmian Gedung SMPQT Yanbu’ul Qur’an 1 Pati (6 Juli 2017)

_Assalamu’alaikum Wr. Wb._

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wabihi nasta’inu ‘ala umurid dunya wad-din was-sholatu was-salamu ‘ala asyrofil mursalin, sayyidina wa maulana muhammadin, wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in, amma ba’du.

Dumateng ingkang minulya, Bapak Bupati Pati lan sedaya tamu-tamu undangan ingkang kawula boten saged nyebat setunggal-setunggalipun. Langkung rumiyin, kita tasyakur dumateng Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ingkang sampun paring pinten-pinten ni’mat, rahmat, fadhal kanugrahan dumateng kita sedaya, ingkang antawisipun kita kaparingan ni’mat shihah wal afiyah, sahingga kanthi pinten-pinten ni’mat kasebat, wonten ing wekdal enjang menika, kita saged sareng-sareng ndherekaken upacara peresmian/pembukaan Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 1 lan SMPQT 1 Pati, ingkang mugi-mugi wontenipun pendidikan menika dipun paringi berkah manfaat dening Allah SWT. Amin allahumma amin.

Kepareng matur, Rasulullah SAW dhawuh:
مَنْ عَلَّمَ وَلَدَهُ أَيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ، كَانَ لَهُ أَجْرُهَا حَيْثُ مَا تُلِيَتْ، وَكُتِبَ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَكَذَا الْمُؤَدِّبُ الَّذِيْ عَلَّمَهُ إِيَّاهَا
Ingkang surahosipun: “Sapane wong muru’i sak ayat wae sangka kitab al-Qur’an, mangka wong mau diparingi ganjarane ayat al-Qur’an sing dipun pelajari. Lan dheweke dibebasake sangka geni neraka. Semono uga pendidik/gurune sing mulang ayat-ayat al-Qur’an maring bocah sing ngaji mau.”

Artosipun, dados menawi wonten tiyang sepuh ingkang purun mucal putranipun piyambak sak ayat saking kitab al-Qur’an, menika menawi saged mucal piyambak, dene boten saged mucal piyambak dhateng putrane, senahosa namung sak ayat saking al-Qur’an, selajeng dipun wakilaken dhateng guru ingkang saged mucal al-Qur’an, menika inggih sami “man ‘allama waladahu ayatan min kitabillah”. Lha menawi wonten tiyang sepuh purun muru’i, mucal dhateng putrane, utawi makilaken mucal putranipun, dipun purih ngaos ayat-ayat al-Qur’an, menika dipun paringi ganjarane ayat-ayat al-Qur’an ingkang dipun pelajari dening putranipun kala wau. Lha nek pancen boten saged mucal piyambak, dipun wakilake dhateng guru ingkang mucal al-Qur’an, semanten ugi guru ingkang makili mucal putranipun sedherek kala wau inggih dipun paringi ganjarane ayat-ayat al-Qur’an ingkang dipun pelajari kala wau. Ganjarane napa? Ganjaranipun ayat-ayat al-Qur’an inggih menika dipun paringi istilahe wonten hadits menika “hasanah”  (kesaenan).

مَنْ قَرَأَ أَيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ، كَانَ لَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا. لَا أَقُوْلُ أَلـَـمَّ حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَ لَامٌ حَرْفٌ، وَ مِيْمٌ حَرْفٌ.
Ingkang surahosipun: “Sapane wong sing gelem ngaji ayat-ayat al-Qur’an, mangka wong mau diparingi ganjaran siji hasanah, padahal ganjaran siji iku ora namung apa anane setunggal kala wau diparingake, namung dipun ditikelake sedasa tikelan. Terasipun dhawuhe kanjeng Nabi, aku ora matur nek ayat alif lam mim iku namung sak huruf, tapi alif lam mim iku alif sak huruf, lam sak huruf, mim sak huruf.

Dados ngaos ayat alif lam mim menika berarti maos ayat al-Qur’an tigang huruf. Ing mangka setunggal huruf kala wau dipun paringi tikelan sedasa kali kesaenan, dados ganjarane maos/ngaos ayat alif lam mim menika tigang dasa tikelan. Menika kemurahanipun Allah SWT ingkang paring piwales kesaenan dhateng tiyang ingkang purun ngaos. Padahal alif lam mim menika menawi cara tajwid (tajwid menika ngilmu carane maca al-Qur’an) menawi wonten kalimah alif lam mim menika anggenipun maos kedah dipun waos mad (dipun waos panjang). Dados alif lam mim dipun waos panjang, lam-e panjang, mim-e panjang. Padahal menawi dipun itung secara tiyang ahli matematika, nek sami-sami ngumpulake ganjaran, inggih wau alif-e sampun dipun tikelake sedasa, lam-e menika sedasa, dipun waos tigang alif berarti tigang dasa, tigang dasa kali tigang dasa, mim-e inggih semanten ugi, lajeng jumlahe pinten, kula boten ahli matematika terus boten saged njumlah. Mangga niku jumlah. Niku nembe sak ayat saking kawitan surat yang kedua dari kitab al-Qur’an. Napa malih menawi purun ngaos kalih ayat, tigang ayat, sekawan ayat ngantos sak khatamipun. Jane nggih ngaos al-Qur’an menika boten ngganggu wekdal mestinipun. Kula nek maos al-Qur’an sak juz niku seprapat jam, umpami didamel glathuk-glathuk sakjuz niku sakjam upami, ‘kan tesih 23 jam. Kangge ngantor 6 jam ngoten ‘kan tesih turah kathah kangge maos Qur’an. Lha niki faidahe tiyang ingkang purun ngaos al-Qur’an.

Kejawi mekaten, wau dipun lajengake teng nggene hadits dhawuhe Rasulillah “wa kutibalahu baro’atun minannar,”  tiyang ingkang purun mucal putrane ngaos al-Qur’an, utawi guru ingkang makili mucal al-Qur’an dhateng putrane tiyang sepuh ingkang makilake ngaos kala wau, ditetepake wilujeng sangking geni neraka. Ing mangka benjang teng nggene akhirat menika boten wonten panggenan kecuali namung werni kalih, nek boten teng neraka, nggih teng suwarga. Boten saged separo teng neraka separo teng suwarga. Nek mpun dipanggenake Allah teng nggene suwarga, nggih mboten badhe teng neraka. Tiyang ingkang purun mucal putrane utawi makilake mucal putrane menika dipun tetepake wilujeng saking geni neraka. Berarti otomatis benjang munggah teng suwarga. Kepinuke ngoten kok ngaji namung seprapat jam mawon kok roso-roso.

Jam kantor niku paling jam 7 nggih. Jenengan ngaos sak ayat mawon seprapat jam umpami, kangge tindak teng nggene kantor tigang prapat jam dak mpun dugi. Napa malih sakniki kan mesti wonten mobil dinas, kan boten usah mlampah. Nek ndhek riyin nalika Kanjeng Nabi berjuwang ngoten nika nggih, nek boten mlampah nggih numpak unta. Tiyang menawi nitih unta kan glathuk-glathuk boten tutug-tutug. Seprapat jam boten saged dugi kantor.

Mila saking menika mangga putra-putra santri ingkang siap badhe ngaos ampun alit manah. Semanten ugi tiyang sepuhipun ingkang kepingin ngaosaken putranipun teng pondok pesantren niki ampun alit manah. Menika dhawuh ingkang kula aturake dhawuhe Gusti Rasul. Gusti Rasul menika shodiqul mashduq, boten mbodhoni utawi boten ngapusi, ingkang leres tur dipun leresake dhawuhipun. Mila dhateng calon santri utawi wali-wali santri ampun alit manah. Saged ta ingkang saestu anggenipun belajar, anggenipun sinahu, sahingga mangke kejawi sampun saged rampung ngaos al-Qur’anipun, saged dipun lajengaken pendidikan-pendidikan ilmu-ilmu yang lain.

Teng Kudus, teng pondok anak-anak niku dalam jangka 2 tahun wonten ingkang sampun khatam. Lha niki kan boten dangu wekdalipun. Napa malih Allah SWT sampun jamin,
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Ingkang surahosipun: “yekti temen wus tak gampangake al-Qur’an kanggo ginawe ngaji, kari sopo sing gelem ngaji”

Monggo niki Allah SWT sampun jamin. Allah SWT boten badhe mbodhoni. Mila saking menika kula wangsuli malih dhateng putra-putra santri lan wali-wali santri ingkang badhe ngaosaken putranipun ampun alit manah.

Wong Qur’an semono kandele 30 juz kok dikon ngaji, iku pirang tahun khatame. Ampun ngantos kuwatos kados ngoten. Allah SWT menjamin, Gusti Rasul ugi sampun njamin. Sampeyan ngandel boten ngandel niku pancen Nabi panjenengan, Pengeran panjenengan, nggih panjenengan piyambak sing boten ngandel.

Menika ingkang saged kula aturake, keranten napa menika suwara kula serak kados ngeten menika ketelasan suwanten napa pancen suwara speker ingkang kirang sae, wallahu a’lam.

Pramila saking menika kula cekapaken. Mugi-mugi senahosa namung sak kalimah kalih kalimah wonten berkah lan manfaatipun. Ing wasana wallahul muwaffiq illa aqwamit-thariq.

_Wassalamu’alaikum Wr. Wb._

*SMPQTYQ* _1 Pati, 21 November 2017_
Dinarasikan oleh:
*Ustadz Suwandi* _(Tata Usaha Milenial)_

Imam Abu Hanifah memberi hadiah guru ngaji Al-Fatihah anaknya sebesar 500 dirham

*Imam Abu Hanifah memberi hadiah guru ngaji Al-Fatihah anaknya sebesar 500 dirham*
=========
Imam Abu Hanifah memilik putra yang bernama Hammad. Saat Hammad kecil bisa mengkhatamkan surat al Fatihah dihadapan guru ngajinya, Imam Abu Hanifah pun memberi hadiah guru ngaji tersebut sebesar 500 dirham. Saat itu, satu dirham sudah bisa dibuat membeli satu kambing (wow sekali!). Karena merasa hanya mengajarkan surat al Fatihah saja, sang guru ngaji merasa pemberian tersebut terlalu banyak. Imam Abu Hanifah pun menjawab: "Janganlah Anda merendahkan apa yang telah Anda ajarkan kepada anak saya. Andai kami ada uang lebih dari itu, maka akan kami hadiahkan juga kepada Anda sebagai ta'zhim kami kepada al Qur'an".
Dari kitab Fath Babil 'Inayah hal. 19.

صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلـَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Selasa, 26 Desember 2017

Belajar tanpa guru maka gurunya adalah syetan

*Belajar tanpa guru maka gurunya adalah syetan*

Ada maqolah ulama yang berbunyi :

مَنْ تَعَلَّمَ اْلعِلْمَ وَلَيْسَ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ شَيْطَانٌ

Barang siapa yang belajaar ilmu namun tidak berguru, maka gurunya adalah setan

Bahkan Imam Bukhari yang terkenal ahli hadits itu jumlah gurunya sampai 1.080 orang.

Oleh karena itu banyak ulama yang berkaata tentang pentingnya berguru dalam mempelajari ilmu bagi penuntut ilmu tingkat dasar dan menengah, diantaranya adalah :

1. Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, beliau berkata :

فَاعْلَمْ أَنَّ الْأُسْتَاذَ فَاتِحٌ وَمُسَهِّلٌ، وَالتَّحْصِيْلُ مَعَهُ أَسْهَلُ وَأَرْوَحُ

Ketahuilah olehmu, bahwasanya guru itu adalah pembuka (yang tertutup) dan memudahkan (yang rumit). Mendapatkan ilmu dengan adanya bimbingan guru akan lebih mudah dan lebih menyenangkan. (Minhajul 'Abidin ilaa Janhati Rabbil 'Alamiin, halaman 8)

2. Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqaf, beliau berkata :

إِنَّ الْمَشِيْخَةَ شَأْنُهَا عَظِيْمٌ وَأَمْرُهَا عَالٍ جَسِيْمٌ

Sesungguhnya guru itu kedudukannya sangat penting dan peranannya amat tinggi lagi besar (Kitab Al-Fawaaidul Makkiyyah, halaman 25)

3. Syekh Zarnuji, beliau mengemukakan sebuah syair ciptaan sayyidina Ali

أَلَا لَا تَنَالُ اْلعِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ  #  سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانِ

ذَكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍ وَبُلْغَةٍ   #  وَإِرْشَادِ أُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ

Ingatlah, kamu tidak akan meraih ilmu melainkan dengan enam perkara (syarat yang harus dipenuhi). # Aku akan ceritakan kepadamu semua itu dengan sejelas-jelasnya

Cerdas, semangat tinggi, ulet dan tabah, punya biaya # bimbingan guru dan waktunya lama. (Kitab Ta'lim Muta'allim, halaman 14)

4. Al-Habib Ahmad bin Abi Bakar Al-Hadhrami, beliau berkata :

إِنَّ اْلأَخْذَ مِنْ شَيْخٍ لَهُ تَمَامُ الْإِطِّلَاعِ مِمَّا يُتَعَيَّنُ عَلَى طَالِبِ الْعِلْمِ، وَأَمَّا مُجَرَّدُ اْلمُطَالَعَةِ بِغَيْرِ شَيْخٍ إِتِّكَالًا عَلَى اْلفَهْمِ فَقَلِيْلَةُ الْجَدْوَى إِذْ لَابُدَّ أَنْ تَعْرِضَ عَلَيْهِ مُشْكِلَاتٌ تَتَّضِحُ لَهُ إِلَّا إِنْ حَلَّهَا شَيْخٌ

Bahwasanya mengambil ilmu dari seseorang guru yang sempurna penelaahannya itu dipandang penting bagi orang yang menuntut ilmu. Dan adapun semata-mata muthala'ah tanpa ada bimbingan dari guru karena mengandalkan pemahaman sendiri saja, maka sedikit hasilnya. Karena jika dia menemukan kerumitan-kerumitan, tidak akan jelas baginya kecuali adanya uraian dari guru. (Kitab manhalul Wurraadi min  Faidhil Imdaadi, halaman 102)

Dlam kitab Al-Fawaaidul Makkiyyah, halaman 25 dan kitab Taudhihul Adillah, juz III, halaman 147, terdapat syair :

مَنْ يَأْخُذِ الْعِلْمَ عَنْ شَيْخٍ مُشَافَهَةً # يَكُنْ عَنِ الزَّيْغِ وَالتَّحْرِيْفِ فِى حَرَمٍ

Barang siapa yang mengambil ilmu dari seorang guru secara langsung bergadap-hadapan # niscaya akan terjagalah dia dari kesesatan dan kekeliruan

وَإِنَّ بْتِغَاءَ اْلعِلْمِ دُوْنَ مُعَلِّمٍ # كَمُوْقِدِ مِصْبَاحٍ وَلَيْسَ لَهُ دُهْنٌ

Dan bahwasanya menuntut ilmu tanpa ada bimbingan dari guru # Laksana seseorang yang menyalakan pelita, padahal pelita itu tidak berminyak

كُلُّ مَنْ يَطْلُبُ اْلعُلُوْمَ فَرِيْدًا # دُوْنَ شَيْخٍ فَإِنَّهُ فِى ضَلَالٍ

Setiaporang yang menuntut ilmu secara tersendiri  tanpa guru, maka sesungguhnya dia berada dalam kesesatan..!!

Istri - Istri Akhir Zaman Oleh: Sulthonul ilmi Al Habib Salim Bin Abdullah Assyatiry Rubbath Tareem.

Istri - Istri Akhir Zaman

Oleh: Sulthonul ilmi Al Habib Salim Bin Abdullah Assyatiry
Rubbath Tareem.

“Inilah yang terjadi pada istri-istri pada akhir zaman ini.
Ketika mereka berada dirumahnya :
•Dihadapan suaminya mereka berpakaian seadanya
•Rambut acak-acakan dan aroma badannyapun
dibiarkan tak sedap
•Kalo bicara dengan suara keras dan tinggi.
Tetapi ketika keluar dari rumahnya :
•Didepan khalayak ramai bahkan didepan laki-laki lain
mereka memakai pakaian-pakaian yang bagus
•Berdandan cantik dan memakai parfum
•Kalo bicara dengan suara yang dilemah lembutkan.
•Mereka bebas keluar dari rumahnya tanpa ada
keberanian dari sang suami untuk menegur tetapi
kebalikanya ketika suami terlambat pulang sedikit saja
langsung dibentak dan dinterogasi.

Wahai saudariku…
Inilah kenyataan yang terjadi pada rumah tangga kaum muslimin. Dimana yang memegang kendali dalam rumah tangga adalah ISTRI. Bahkan terkadang suaminya adalah seorang yang abid (Ahli ibadah), tapi dia telah membiarkan istrinya durhaka terhadapnya dengan tidak memberikan pendidikan terhadap istri-istrinya.
Dalam hadits Nabi Rasullullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :
“Sebaik-baik istri yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu lihat, taat kepadamu ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi.“
(HR.Thabarani)

Siapakah wanita yang paling baik…?
Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.”
(HR. An-Nasai dan Ahmad)

Abdullah bin Abbas radhiallahuanhu,berkata :
“Sesungguhnya aku selalu berhias untuk istriku seperti berhiasnya dirinya untukku.”

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammadin Wa ‘Ala Ali Sayyidina Muhammad.

_*KEUTAMAAN_WANITA*_

1. Doa seorang isteri yg taat memiliki kekuatan 70 wali

2. Isteri yg membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Qur'an.

3. Masakan isteri yg dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do'a suami yg memakan masakannya menjadi do'a yg diijabah.

4. isteri yg membangunkan suami untuk sholat atau mengingatkan sholat berjamaah di masjid pahalanya 27+1

5. Isteri yg kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur

6. Seorang ibu yg menyusui setiap tetes susunya senilai 200 x sholat khusu dan doanya di ijabah' (fadilah wanita)

7. burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama Isteri dalam keridhoan suami.

8. bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad.

9. bila seorang wanita hamil sholatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yg tidak hamil.

10. bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun sholat dan 70 tahun puasa.

11. wanita yg mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat.

12. Wanita yg menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA wajib bagi nya".

13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya.

14. apabila ia membaca pd hr pertama keluar haid "Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zanbi" Maka Allah Swt akan membebaskannya dr jahanam, shirat & adzab.

15. Setiap hari dari haidnya, Allah tinggikan dia dgn pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.

SUBHANALLAAH...betap sayangnya Allah Swt terhadap kaum wanita.

Dan semoga kita mendapat pasangan hidup yang soleh dan solehah #Amin_yarobbalalamin

Jika ada orang yang menerima dan mengamalkannya,mengajarkan pada orang lain, anda akan menimba pahala sebagai ilmu yang bermanfaat.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammadin Wa ‘Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Senin, 25 Desember 2017

Kisah Tentang Gus Dur Dan Bu Shinta

*DARI KIAI AGUK IRAWAN MN*
https://www.facebook.com/aguk.mn/posts/10211330424160984

29 Desember 2009.
Gus Dur meminta Pak Acun untuk mencarikan karpet. “Ukurannya 2 x 1 meter. Carilah, dan bawa ke sini. Bawa uang 300ribu, Pak.”
Pak Acun mengangguk.
Pak Acun menuruti perintah Gus Dur.
Segera saja Pak Acun berkeliling Jakarta, dari satu pusat perbelanjaan ke pusat perbelanjaan berikutnya. Ia mencari karpet berukuran 2 x 1 meter, sebagaimana permintaan Gus Dur.
Setelah berkeliling ke sana ke mari, Pak Acun gagal menemukan karpet berukuran tersebut. Ia kembali ke hadapan Gus Dur dan melaporkan kegagalannya.
“Cari lagi, hingga ketemu!” pinta Gus Dur.
Pak Acun pun mengangguk lagi. Berusaha memenuhi permintaan Gus Dur kembali.
Sementara itu, kondisi Gus Dur semakin kritis. Para tamu tidak lagi diperbolehkan untuk menjenguknya. Di ruang itu, yang tinggal hanyalah istri tercinta dan putri-putrinya. Gus Dur masih bisa berbicara, memberikan nasihat-nasihat dan petuah-petuah para putri-putrinya yang terkasih.
“Jadilah orang yang sabar. Cintailah semua orang. Jangan biarkan dirimu digoda untuk menilai seseorang berdasarkan sukunya, warna kulitnya, jenis kelaminnya, bangsanya, dan agamanya. Pandanglah semua orang sebagai sesama manusia, sebagai hamba Tuhan yang layak untuk dicinta.”
***
Detik demi detik rasanya semakin cepat berlalu. Menit menyorong jam, dan jam mengirim siang menuju malam. Hingga uang 300ribu yang seharusnya dipergunakan untuk membeli karpet itu habis untuk ongkos mencari karpet, ternyata Pak Acun tetap saja tidak menemukan karpet berukuran 2 x 1 meter itu. memang, sebenarnya ada karpet yang hampir berukuran itu, tetapi karpet harus dipotong untuk memperoleh ukuran yang persis.
Gus Dur tidak mau.
Pak Acun penasaran, sesungguhnya untuk apakah karpet ini. Gus Dur menjawab, “Untuk kau gunakan berbaring, menemaniku, di sampingku...”
Pak Acun hanya bisa menundukkan kepala.
Malam semakin larut. Putri-putri tercinta telah tertidur. Pak Acun sendiri berjaga-jaga di luar. Kini, hanya Gus Dur dengan wajah yang pucat dan nafas turun naik tidak teratur itu, hanya bisa memandangi wajah sang istri yang masih tetap terjaga.
Entah sudah berapa banyak air mata yang tumpah di pipi Sinta. “Seandainya air mataku cukup untuk menyehatkanmu, aku akan tumpahkan semua air mata ini untukmu.” Ucap Sinta pelan dan lirih.
“Kau masih seperti dulu, Sinta. Kau selalu seperti ini. tak ada wanita yang terindah dalam hidupku, kecuali engkau. Dalam suka kau temani aku. Dalam sedih kau hibur diriku. Ketika orang-orang datang menyanjung-nyanjungku, hanya melalui dirimu hatiku berbunga-bunga sebab sanjunganmu. Saat orang-orang mengkritikku, menghujatku, mencaci-maki aku, hanya kaulah yang tetap menyanjungku. Cintamu, Sinta, adalah jiwaku.”
“Begitupun cintamu, mas. Aku hidup dengan cintamu. Dan aku ingin selamanya kita bisa bersama.”
“Kita tetap akan bersama, walau alam memisahkan kita, Sinta. Hidupku tinggal sebentar lagi. Dan kematian hanyalah pintu agar aku bisa segera bertemu dengan semua orang yang kucintai.”
“Lalu kau akan meninggalkanku di luar pintu itu?”
“Tidak, Sinta. Di pintu surga aku menunggumu...”
“Mas, jangan berkata begitu. Aku takut....”
“Jagalah anak-anak. Jaga mereka dengan kesabaranmu.”
“Aku bisa menjaga mereka, tetapi bagaimana aku bisa menjaga diriku sebab aku masih membutuhkanmu, mas?”
“Kau kuat. Teruskan perjuangan kita.”
“Ummat membutuhkan kita, dan aku membutuhkanmu.”
“Raga kita bisa berpisah, tetapi cinta kita tak akan berpisah.”
Sinta menangis.
Isak tangisnya menyesakkan dada.
Dengan sepenuh lembut dan lemas, tangan kanan Gus Dur mengelus-elus punggung sang istri itu, dan itulah elusan terakhir yang bisa dilakukan oleh Gus Dur kepada istrinya tercinta.

***
Iya, tanggal 30 Desember 2009.
Gus Dur tidak lagi sanggup untuk berkata-kata lagi. Para dokter tengah berusaha keras untuk mengangkat sakitnya. Tetapi, komplikasi itu memang sangatlah ganas. Manusia hanya bisa berusaha semampu mungkin, toh pada akhirnya semua kembali kepadanya. Pada pukul 18.45 menit, sang guru bangsa, sang suami setia dan penuh cinta dan kasih itu, menghembuskan nafasnya yang terakhir. Gus Dur berpulang ke rahmatullah.
Di ruangan itu, hanya Sinta dan putri-putrinya saja yang berada. Sang putri bungsu, lemas tergolek di atas kursi. Kakak-kakanya pun hanya bisa terisak di tempat duduknya masing-masing, sementara Sinta, menangis terisak di atas kursi rodanya, memandangi tubuh sang suami yang telah tak bergerak sama sekali itu....
Takdir memang menyatukan dua hati.
Tapi takdir pula yang memisahkan keduanya.
Kekasih tercinta, suami terkasih, kini telah berangkat ke surga....
TAMAT
Alhamdulillah washalatu wassalam ala rusillah.
Selasa, 18.45, 30 Desember 2014

Kisah nyata, Gus Dur saat dilengserkan, dan saat Beliau Wafat ( Diceritkan oleh Bp. Mahfud MD )

Kisah nyata, Gus Dur saat dilengserkan, dan saat Beliau Wafat  ( Diceritkan oleh Bp. Mahfud MD )
===========================================

TENTANG LENGSERNYA GUS DUR

Saya ( Mahfud MD), adalah seorang saksi, ketika Gus Dur mau dijatuhkan dari jabatan Presiden. Kalau Gus Dur mau tidak jatuh, kalau Beliau mau tetap menjabat sebagai Presiden, Beliau "BISA".
Karena pada waktu itu,karena saya adalah salah satu orang yang diutus menemui tokoh-tokoh penting di negeri ini untuk mencari penyelesaian politik. Lalu pada saat itu ada PENAWARAN BISA....dan Gus Dur akan selamat dari jabatan itu dan TIDAK AKAN JATUH asal Gus Dur mau MEROMBAK
kabinet, memberi jabatan ini pada ini...jabatan menteri ini pada si B, jabatan ini pada si A.

Masalah itu,Saya sampaikan pada Gus Dur pada waktu itu,
"Ini masalah akan selesai pada kemelut ini, jika Bapak segera reshuffle kabinet, lalu jabatan menteri ini diberikan ini, jabatan ini pada ini, nanti akan aman, di DPR tidak akan
ada lagi protes-protes".

Tapi pada waktu itu Gus Dur menjawab :
"SAYA TIDAK AKAN MEMPERTAHANKAN JABATAN KALAU MENGORBANKAN PRINSIP ", Demokrasi dan konsitusi
 bukan pasar  dan bukan tempat jual beli jabatan ".
  Oleh karena itu,kalau saya mempertahankan prinsip ini harus berhenti jadi Presiden maka, saya memilih BERHENTI jadi Presiden ". Begitu kata Beliau.

TENTANG MENINGGALNYA GUS DUR

Beliau Gus Dur, pantas mendapat doa dari begitu banyaknya umat islam rakyat indonesia dan bukan hanya dari kalangan islam saja.
Karena Gus Dur, memang orang yg penuh pengorbanan untuk kita, untuk indonesia, untuk umat islam, khususnya keluarga besar NU.Dengan Gus Dur , warga NU bisa tampil mempunyai KEPERCAYAAN DIRI dan o pantas  berkiprah. Misal bekiprah ditengah masyarakat dan bernegara.

Gus Dur telah memperkenalkan pula ISLAM YANG RAMAH ke seluruh dunia,sehingga dunia mengenal Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan paling MODERAT. Kita sebagai
umat islam diajak untuk PERCAYA DIRI dan menunjukkan pada dunia bahwa kita BISA.

Dan kita juga diajarkan sifat toleran.Dengan TOLERAN, tidak membuat orang lain takut,
tapi TIDAK MENGURANGI KEYAKINAN, tanpa MENGURANGI AKIDAH. Dan menunjukkan akidah kita
bahwa Islam agama yang benar.Islam agama yang diyakini sepenuhnya tanpa membuat orang lain takut.

Oleh sebab itu, saya meyakini bahwa seabad atau sepanjang  abad yang lalu sampai sekarang, dan mungkin mulai sekarang sampai satu abad ke depan...mungkin tidak ada orang yang sekaliber Gus Dur, dimana wafatnya, lalu diantarkan dan ditangisi sampai berjuta-juta orang sampai berhari-hari.Di Mesir juga belum pernah ada, Di Luar Negeri mungkin baru terjadi di India, ketika Mahatma Gandhi meninggal.

Begitulah , cerita singkat yang disampaikan Bapak Mahfud MD pada acara memperingati
40 hari wafatnya Gus dur.

Dari saya :
Terima kasih Gus Dur, yang telah memberi pencerahan tentang Islam pada negeri ini dan dunia.
 dan terima kasih pula telah membawa warga NU lebih baik.
Allohumma firlahu,warkhamhu, wa'fu 'anhu, waridho'anhu. Aamiin..Yaa Kariim.
Lahul Fatihah.

_Tahun Masehi Adalah Tahun Milik Umat Islam Bukan Umat Nasrani

*_Tahun Masehi Adalah Tahun Milik Umat Islam Bukan Umat Nasrani_*

Banyak orang menganggap tahun Masehi itu tahun Kristen. Padahal perhitungan tahun matahari tidak ada dituliskan di kitab INJIL. Tapi justru ada di Al Quran. Kita menyebutkannya tahun SYAMSIYAH. Lihat surat Al Isra’ ayat 12:


(وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا)

“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas”. (Quran Surat Al-Isra: 12)


Tahun baru Masehi disebut tahun baru Syamsiyah ada ditulis Allah di Al Quran. Dan tiang agama kita sekaligus rukun islam, yakni sholat justru diperhitungkan pakai waktu matahari. Sungguh sebuah kesalahan pandang akibat pemikiran yang kurang luas dan menjadi kerugian besar bagi umat Islam jika menyerahkan tahun Masehi alias Syamsiyah pada Kristen (Nasrani). Padahal di Injil tidak dituliskan tahun itu.


Maka mengisi ibadah di awal tahun Syamsiah diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menyaingi majelis-majelis lalai di pergantian tahun.


(Sumber: KH Drs R.Mohammad Taufik, MPdI,Ketua DMI,MUI Kajian dan Penelitian Kota Probolinggo.).

Diantara Wasiyat Imam Syadzili RA

من نصائح سيدى أبو الحسن الشاذلى ❤❤

* إن أردت الصدق في القول فداوم على قراءة * إنّا أنزَلناه في ليلةِ القدرِ
* وإن أردت الرزق كالمطر فداوم على قراءة " قُلْ أعوذُ بربّ الفلقِ
* وإن أردت السلامة من شرّ الناس وغدرهم فداوم على قراة " قلْ أعوذُ بربّ الفلقِ ، الناسِ
وقل اللهم إنا نجعلك في نحورهم ونعوذ بك من شرورهم
* وإن أردت الستر من الناس فداوم على قول " اللهم استرني بسترك الجميل الذي سترت به نفسك فلا عين تراك " .
* وإن أردت أن توفق للخضوع والخشوع فاترك فضول النظر .
* وإن أردت أن توفق لحلاوة العبادة فاترك فضول الطعام ، وعليك بالصوم وقيام الليل والتهجد فيه .
* وإن أردت أن توفق للهيبة فاترك المزح والضحك فإنهما يسقطان الهيبة .
* وإن أردت أن توفق للجنة فاترك فضول الرغبة في الدنيا .
* وإن أردت أن توفق للخشية فاترك التوهم في كيفيات ذات الله تعالى تسلم من الشك والنفاق .
* وإن أردت أن توفق للسلامة من كل سوء فاترك الظن السيء بكل الناس .
* وإن أردت أن لا يموت قلبك فقل كل يوم أربعين مرة " ياحي ياقيوم لا إله إلا الله.

 اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد النور الذاتي السر الساري في سائر الاسماء والصفات وعلى اله وصحبه وسلم

Bolehkah Mengucapkan selamat Natal dan ucapan selamat pada nonmuslim lainnya

*PENDAPAT ULAMA DAN DALIL DASAR ARGUMEN*


Berikut rujukan dan dasar dari pendapat ulama seputar mengucapkan selamat Natal dan ucapan selamat pada nonmuslim lainnya.


FATWA WAHBAH ZUHAILI SOAL NATAL

1. Pendapat Wahbah Zuhayli yang membolehkan).
Zuhaili mengatakan:

لا مانع من مجاملة النصارى في رأي بعض الفقهاء في مناسباتهم على ألا يكون من العبارات ما يدل على إقرارهم على معتقداتهم.

Artinya: Tidak ada halangan dalam bersopan santun (mujamalah) dengan orang Nasrani menurut pendapat sebagian ahli fiqh berkenaan hari raya mereka asalkan tidak bermaksud sebagai pengakuan atas (kebenaran) ideologi mereka. (Sumber)


FATWA YUSUF QARDHAWI SOAL NATAL

Syekh Yusuf Qardhawi (lahir 9 September 1926) adalah ketua Persatuan Ulama Muslim Dunia (الاتحاد العالمي لعلماء المسلمين). Penulis dari 120 buku lebih antara lain Al-Halal wal Haram fil Islam (Halal Haram dalam Islam), Fiqh Al-Zakat, dan Fiqh Al-Jihad. Keahlian khusus: fiqih

Syaikh Yusuf Qardhawi membolehkan mengucapkan Selamat Natal pada hari raya umat Nasrani dan hari-hari raya nonmuslim lain. Berikut pendapat Yuruf Qaradawi:

يرى جمهور من العلماء المعاصرين جواز تهنئة النصارى بأعيادهم ومن هؤلاء العلامة د.يوسف القرضاوي حيث يرى ان تغير الاوضاع العالمية هو الذي جعله يخالف شيخ الاسلام ابن تيمية في تصريحه بجواز تهنئة النصارى وغيرهم بأعيادهم واجيز ذلك اذا كانوا مسالمين للمسلمين وخصوصا من كان بينه وبين المسلم صلة خاصة، كالأقارب والجيران في السكن والزملاء في الدراسة والرفقاء في العمل ونحوها، وهو من البر الذي لم ينهنا الله عنه، بل يحبه كما يحب الإقساط إليهم (ان الله يحب المقسطين) ولاسيما اذا كانوا هم يهنئون المسلمين بأعيادهم والله تعالى يقول (وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها)».

ويرى د.يوسف الشراح انه لا مانع من تهنئة غير المسلمين بأعيادهم ولكن لا نشاركهم مناسبتهم الدينية ولا في طريقة الاحتفالات، ويبقى الأمر ان نتعايش معهم بما لا يخالف شرع الله، فلا مانع اذن من ان يهنئهم المسلم بالكلمات المعتادة للتهنئة والتي لا تشتمل على اي اقرار لهم على دينهم أو رضا بذلك انما هي كلمات جاملة تعارفها الناس.

Artinya: Mayoritas ulama kontemporer membolehkan mengucapkan selamat Natal pada umat Nasrani termasuk di antaranya adalah Dr. Yusuf Qardhawi di mana dia mengatakan bahwa perbedaan situasi dan kondisi dunia telah membuat Qardhawi berbeda pendapat dengan Ibnu Taimiyah atas bolehnya mengucapkan selamat pada hari raya Nasrani. Ucapan selamat dibolehkan apabila berdamai dengan umat Islam khsusnya bagi umat Kristen yang memiliki hubungan khusus dengan seorang muslim seperti hubungan kekerabatan, bertetangga, berteman di kampus atau sekolah, kolega kerja, dan lain-lain. Mengucapkan selamat termasuk kebaikan yang tidak dilarang oleh Allah bahkan termasuk perbuatan yang disenangi Allah sebagaimana sukanya pada sikap adil (Allah memyukai orang-orang yang bersikap adil). Apalagi, apabila mereka juga memberi ucapan selamat pada hari raya umat Islam. Allah berfirman: Apabila kalian dihormati dengan suatu penghormatan, maka berilah penghormatan yang lebih baik.

Qardhawi juga menjelaskan bahwa tidak ada hal yang mencegah untuk mengucapkan selamat pada perayaan non-muslim akan tetapi jangan ikut memperingati ritual agama mereka juga jangan ikut merayakan. Kita boleh hidup bersama mereka (nonmuslim) dengan melakukan sesuatu yang tidak bertentangan dengan syariah Allah. Maka tidak ada larangan bagi muslim mengucapkan selamat pada nonmuslim dengan kalimat yang biasa yang tidak mengandung pengakuan atas agama mereka atau rela dengan hal itu. Ucapan selamat itu hanya kalimat keramahtamahan yang biasa dikenal.

Lebih detail lihat: Lebih detail


FATWA ALI JUMAH SOAL UCAPAN SELAMAT NATAL

Syeikh Ali Jumah adalah Mufti Besar Mesir periode 28 September 2003 - 11 February 2013. Ahli fiqih pengikut madzhab Syafi'i dan berakidah Asy'ariyah.

Pada 2008 ia mengeluarkan fatwa terkait mengucapkan selamat pada perayaan non-Muslim. Intinya: ucapana selamat itu boleh dan baik. Berikut teks Arabnya yang dibuat dalam bentuk reporting seperti dimuat dalam Islamonline.net pada 12 Januari 2008:
مفتي مصر: تهنئة غير المسلمين بأعيادهم بر جائز

القاهرة- أكد الدكتور علي جمعة مفتي مصر أن تهنئة النصارى وغيرهم من أهل الكتاب بأعيادهم جائزة، معتبرا أنها "من البر" الذي لم ينه الله عنه، شريطة ألا يشارك مقدم التهنئة فيما تتضمنه الاحتفالات بتلك الأعياد من "أمور تتعارض مع العقيدة الإسلامية".

وردا على سؤال في هذا الشأن لـ"إسلام أون لاين.نت" قال الدكتور جمعة: "إن تهنئة غير المسلمين بالمناسبات الاجتماعية والأعياد الدينية الخاصة بهم، كعيد ميلاد السيد المسيح، ورأس السنة الميلادية جائز... باعتبار أن ذلك داخل في مفهوم البر، وتأليف القلوب".

واعتبر أن هذه التهنئة داخلة في قول الله تعالى: {لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ}
Artinya:

Mufti Mesir: Ucapan Selamat pada Hari Raya Non-Muslim itu Boleh dan Baik

Kairo (Mesir) - Mufti Mesir Dr. Ali Jum'ah menegaskan bahwa mengucapkan selamat pada umat Kristiani dan ahli kitab lain itu boleh. Bahkan menganggap itu hal yang baik yang tidak dilarang oleh Allah dengan syarat tidak ikut bergabung dalam perayaannya terutama yang terkait dengan perkara yang bertentangan dengan akidah Islam.

Menjawab pertanyaan dari islam-online.net, Ali Jumah berkata: "Mengucapkan selamat pada non-muslim berkenaan dengan perayaan sosial dan agama mereka seperti Natal Nabi Isa dan Tahun Baru masehi itu boleh." Hal itu masuk dalam kategori baik dan melunakkan hati.

Ali Jumah menganggap mengucapkan selamat termasuk dalam firman Allah dalam QS Al-Mumtahanah 60:8 (yang artinya): "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." Lebih detail


FATWA DR. SYARAF QUDHAT AHLI HADITS YORDANIA

Syaraf Qudhat adalah ahli hadits Fakultas Syariah di Universitas Yordania. Dalam fatwanya pada 22 Desember 2011 yang berjudul "Ucapan Selamat pada Hari Raya Kristen". Berikut detailnya dalam bahasa Arab:
تهنئة المسيحيين بأعيادهم

"يكثر السؤال في هذه الأيام عن حكم تهنئة المسيحيين بأعيادهم، وللجواب عن ذلك أقول: إن الأصل في هذا الإباحة، ولم يرد ما ينهى عن ذلك، وكل ما سمعته أو قرأته لمن يحرمون هذه التهنئة أن في التهنئة إقرارًا لهم على دينهم الذي نعتقد أنه محرف، ولكن الصحيح أنه لا يوجد في التهنئة أي إقرار، لما يلي:

1- لأننا لا نَعُدُّ تهنئتهم لنا بأعيادنا إقرارًا منهم بأن الإسلام هو الصحيح، فالمسلم لا يقصد بالتهنئة إقرارًا على الدين، ولا هم يفهمون منا ذلك.

2- لأن الله تعالى أمرنا بمعاملتهم بالحسنى، فقال تعالى: (لا يَنْهَاكُمْ اللَّهُ عَنْ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8))(الممتحنة) والبر هو الخير عمومًا، فقد أمرنا الله تعالى بمعاملتهم بالخير كله، فتكون معاملتهم بالخير ليست جائزة فقط بل هي مستحبة، فكيف يحرم بعد ذلك تهنئتهم بنحو قولك: كل عام وأنتم بخير، فإننا لا شك نحب لهم الخير، وقد أمرنا الله بذلك.

3- لأن الله تعالى شرع لنا التحالف معهم كما فعل النبي صلى الله عليه وسلم لما قدم المدينة المنورة.

4- لأن الله تعالى شرع لنا زيارتهم في بيوتهم واستقبالهم في بيوتنا، والأكل من طعامهم، بل والزواج منهم، مع ما في الزواج من مودة ورحمة، ولا يقال: إن في ذلك كله نوعًا من الإقرار لهم بأن دينهم هو الحق، فكيف يجوز ذلك كله ولا تجوز تهنئتهم!!!".

Artinya: Banyak pertanyaan akhir-akhir ini tentang hukum mengucapkan selamat (tahniah) pada hari raya umat Kristiani, sebagai jawaban dari hal tersebut inilah jawaban saya: Hukum asal dalam hal ini adalah boleh. Tidak ada dalil teks (Quran dan hadits Nabi) yang melarang hal itu. Seluruh pendapat yang saya dengar dan baca dari mereka yang melarang ucapan selamat Natal bahwa dalam ucapan selamat itu terkandung pengakuan pada agama mereka. Padahal yang benar adalah bahwa dalam ucapan selamat tidak terkandung pengakuan apapun dengan dasar sebagai berikut:

Pertama, karena kita tidak pernah menganggap ucapan selamat Hari Raya mereka pada kita sebagai pengakuan mereka atas kebenaran Islam. Ucapan selamat Natal seorang Muslim tidak bermaksud sebagai pengakuan yang terkait agama. Juga bukan berarti mereka faham pada agama kita.

Kedua, karena Allah menyuruh kita untuk memperlakukan mereka dengan baik seperti tersebut dengan jelas dalam QS Al-Mumthanah 60:8. Makna al-birr adalah berbuat baik secara umum. Artinya, Allah memerintahkan kita untuk memperlakukan mereka dengan kebaikan. Maka, perlakukan baik kepada non-Muslim bukan hanya boleh bahkan dianjurkan. Bagaimana mungkin mengucapkan selamat saja dilarang? Sudah pasti kita berharap mereka dalam keadaan baik-baik saja. Dan Allah menyuruh kita melakukan hal itu.

Ketiga, karena Allah mensyariatkan kita untuk tahaluf (berkoalisi) dengan mereka sebagaimana yang dilakukan Nabi saat beliau datang ke Madinah Al-Munawwaroh.

Keempat, karena Allah memerintahkan kita untuk mengunjungi rumah mereka dan menyambut kedatangan mereka di rumah kita. Memakan makanan mereka dan menikahi perempuan mereka padahal dalam perkawinan terdapat mawaddah wa rahmah (rasa kasih dan sayang). Tidak ada yang mengatakan hal itu sebagai ikrar atau pengakuan bahwa agama mereka itu benar. Bagaimana semua hal itu dibolehkan sedangkan mengucapkan selamat saja dilarang?


HABIB UMAR BIN HAFIDZ, ULAMA YAMAN

Habib Umar bin Hafidz (lahir 1963M) adalah ulama madzhab Syafi'i kharismatik dan pendiri pesantren Darul Mustafa Tarim, Yaman. Ia dikenal di Indonesia sebagai guru para ulama muda Indonesia seperti Habib Mundzir Al-Musawa pendiri Majelis Rasulullah, Habib Jamal Baaqil Batu Malang, Buya Yahya dan banyak para ulama muda Indonesia lainnya. Ia juga sering melakukan daurah (tur) di Indonesia dan negara lain di berbagai belahan dunia untuk berdakwah. Berikut pendapatnya tentang ucapan Natal sebagaimana diberitakan oleh nu.or.id 27 Desember 2015.

    Boleh Ucapkan Selamat Natal

    Dalam kesempatan itu, Habib Umar bin Hafidz juga menerima pertanyaan dari peserta diskusi soal hukum mengucapkan selamat (tahni’ah) Natal kepada umat Kristiani. Ia menjawab bahwa ucapan tersebut boleh selama tak disertai pengakuan (iqrar) terhadap hal-hal yang bertentangan dengan pokok akidah Islam, seperti klaim Isa anak Tuhan dan keikutsertaan dalam kemaksiatan.

    Kebolehan ini, tutur Habib Umar, karena memuliakan para utusan Allah, termasuk Nabi Isa, adalah di antara hal yang pasti diakui dalam Islam (min dharuriyyati hadza ad-din).

(lebih detail)


FATWA ABDULLAH BIN BAYYAH

Abdullah bin Bayyah adalah Ketua Majelis Ulama Eropa (Al-Majlis Al-Urubi lil-Ifta)

Bin Bayyah membolehkan ucapan selamat Natal. Menurut Syaikh Bin Bayyah, Ibnu Taimiyah juga membolehkan ucapan selamat pada perayaan non-Muslim pada salah satu fatwanya.


قد يكون من المناسب أن نضيف هنا أن تهنئة غير المسلمين مختلف فيها بين العلماء وفي مذهب الإمام أحمد ثلاث روايات بالمنع والكراهة والجواز وهذه الرواية الأخيرة هي اختيار الشيخ تقي الدين ابن تيمية لما في ذلك من المصلحة وهي التي نختارها فتجوز تهنئتهم وتعزيتهم وعيادة مرضاهم نص على هذه الروايات في هذه الحالات كلها المرداوي في الإنصاف وما يذكر عن ابن تيمية في بعض الكتب الأخرى قد لا يتفق مع اختياراته الموثقة. والله ولي التوفيق.

Artinya: Mengucapkan selamat pada non-muslim terjadi perbedaan ulama. Dalam madzhab Hanbali ada tiga pendapat yaitu haram, makruh dan boleh. Riwayat terakhir (yang membolehkan) adalah pilihan Ibnu Taimiyah karena ada unsur maslahah. Ini pendapat yang juga kami pilih. Maka, boleh mengucapkan selamat pada perayaan non-muslim, takziyah (pada yang mati), iyadah (pada yang sakit) ini berdasarkan pada pendapat Al-Mardawi dalam Al-Inshaf dan disebut dari Ibnu Taimiyah dalam beberapa kitab yang lain ia tidak sepakat atas pendapatnya. (Lebih detail)


DR. MUSTOFA ZARQA

Mustafa Al-Zarqa lahir di Aleppo, Suriah pada 1904 dan wafat di Riyadh 3 Juli 1999. Keahlian khusus: Fiqih (Syariah Islam)


إنّ تهنئةَ الشّخص المُسلِم لمعارِفه النّصارَى بعيدِ ميلاد المَسيح ـ عليه الصّلاة والسلام ـ هي في نظري من قَبيل المُجاملة لهم والمحاسَنة في معاشرتهم. وإن الإسلام لا ينهانا عن مثل هذه المجاملة أو المحاسَنة لهم، ولا سيّما أنّ السيد المَسيح هو في عقيدتنا الإسلاميّة من رسل الله العِظام أولي العزم، فهو مُعظَّم عندنا أيضًا، لكنهم يُغالُون فيه فيعتقدونَه إلهًا، تعالى الله عما يقولون عُلُوًّا كبيرًا.

ومن يتوهَّم أنّ هذه المُعايَدةَ لهم في يوم ميلاده ـ عليه السلام ـ حَرام؛ لأنّها ذات عَلاقة بعقيدتِهم في ألوهيّته فهو مُخطئ، فليس في هذه المجامَلة أي صِلة بتفاصيلِ عقيدتِهم فيه وغُلُوِّهم فيها

Artinya: Ucapan selamat natal seorang muslim pada temannya yang Nasrani menurut pendapat saya termasuk dalam kategori mujamalah (sopan santun) pada mereka dan muhasanah (berbaikan) dalam pergaulan. Islam tidak melarang kita untuk bermujamalah dan muhasanah dengan mereka. Apalagi Nabi Islam dalam akidah Islam termasuk Rasul Allah yang agung dan ulul azmi. Nabi Isa diagungkan juga dalam Islam. Hanya saja mereka, Nasrani, berlebihan pada Nabi Islam dan menganggapnya tuhan. Maha Luhur Allah dari apa yang mereka katakan.

Barangsiapa yang mengira bahwa ucapan selamat ini haram dengan alasan karena ada kaitannya dengan akidah mereka dari segi ketuhanan maka itu salah. Mujamalah seperti ini tidak ada kaitannya dengan urusan akidah dan kesalahan mereka. (Lebih detail)


MUHAMMAD RASHID RIDHA

Rasyid Ridha adalah ahli tafsir Mesir yang menulis Tafsir Al-Manar


وظاهر أن مصالح أهل الوطن الواحد مرتبطة بمحاسنة أهل بعضهم بعضًا ، وأن الذي يسيء معاملة الناس يمقته الناس فتفوته جميع المصالح ، لا سيما إذا كان ضعيفًا وهم أقوياء ، وإذا أسند سوء المعاملة إلى الدين ، يكون ذلك أكبر مطعن في الدين ؛ فلك أيها السائل ولغيرك من المسلمين أن تزوروا النصارى في أعيادهم ، وتعاملوهم بمكارم الأخلاق أحسن مما يعاملونكم ، ولا تعدوا هذا من باب الضرورة ؛ فإنه مطلوب لذاته مع حسن النية واتقاء مشاركتهم في المحرمات كشرب الخمر مثلاً

Artinya: Kemaslahatan bangsa terkait dengan keharmonisannya satu sama lain. Orang yang buruk pergaulannya tidak akan disukai sesama maka hilanglah seluruh kebaikan. Terutama apabila ia (muslim) lemah sedang mereka kuat. Apabila keburukan cara bergaul itu dikaitkan pada agama maka akan semakin memperburuk reputasi agama. Maka, kalian boleh berkunjung ke kaum Nasrani saat perayaan mereka dan bergaullah dengan mereka dengan akhlak mulia yang lebih baik dari cara mereka memperlakukan kalian. Jangan menganggap ini sebagai darurat. Ini justri diperintahkan asal niatnya baik dan menjaga diri dari perkara haram seperti minum alkohol misalnya. (Lebih detail)


FATWA DR. ABDUL LATIF AL-BANNA


وإزاء ما سبق لا أجد حرجا في التهنئة، خاصة لزملاء العمل، أو الجيران أو من تربطهم علائق خاصة كالمصاهرة وغير ذلك، ولكن بشروط خاصة وهي عدم الاعتقاد مثلهم، أو الرضا بشيء من دينهم، أو شرائعهم المحرمة علينا كما في بعض الأطعمة والأشربة، ولا يصح الاختلاط المذموم، ولا الخلوة بين رجل وامرأة لا تحل له، فضلا عن مس شيء منها.

Artinya: Tidak ada masalah dalam mengucapkan selamat (pada perayaan nonmuslim) khususnya pada kolega kerja, tetangga, atau orang nonmuslim yang ada hubungan khusus seperti mertua dan lainnya. Dengan syarat, tidak berkeyakinan seperti mereka atau rela dengan agama mereka atau syariat mereka yang diharamkan bagi kita sebagaimana pada sebagian makanan dan minuman. Dan tidak sah percampuran (lawan jenis) yang tercela dan kholwat antara pria wanita

Minggu, 24 Desember 2017

AL HABIB ZEIN BIN SUMAITH AGAR RASULULLAH SAW HADIR SAAT DIAMBILNYA RUH KITA (SAKARATUL MAUT)

"SILAHKAN UCAPKAN QOBILTU"

 Bagi yang ingin mengamalkan IJAZAH ini dari AL HABIB ZEIN BIN SUMAITH AGAR RASULULLAH SAW HADIR SAAT DIAMBILNYA RUH KITA (SAKARATUL MAUT)

ﺃﻓﺎﺩﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻴﺪﺭﻭﺱ ﺍﻟﻌﻴﺪﺭﻭﺱﻧﻔﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ، ﺃﻥ ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻦ ﺍﻻﺫﻛﺎﺭ ﺍﺫﺍ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥﻛﻞ ﻳﻮﻡ( 116 ﻣﺮﺓ ‏) ﻟﻢ ﻳﺘﻮﻝ ﻗﺒﺾ ﺭﻭﺣﻪ ﺍﻻﺍﻟﺤﺒﺒﺐ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻲ ﻫﺬﻩ ; ﺍﻻﻭﻝ :ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻞﺣﻴﻠﺘﻰ ﺃﺩﺭﻛﻨﻰ ‏( 166 ‏) ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻳﻬﺎﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ‏( 166 ‏) ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ : ﺍﻧﺎ ﻓﻲﺟﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ‏( ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺍﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ 116 )

 Nabi Muhammad Sallallahu' Alaii Wasallam akan hadir saat mencabut nyawa kita . para ulama-ulama yg shalih adalah orang orang yang terbimbing perilaku dan ucapannya dgn hidayah dari Allah Ta'ala sehingga mereka sangat takut kepada Allah Ta'ala untuk berbohong , bahkan kepada binatang pun mereka tdk mau berbohong apalagi berdusta atas nama Nabi Muhammad Sallallahu Alaiji Wasallam.

  Dalam islam sangat banyak para ulama-ulama sholihin yang bermimpi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan mendapatkan petunjuk atau isyarat untuk melakukan atau berucap hal-hal tertentu .(seperti dzikir , shalawat , doa dll ).

 Ada riwayat hadits yang membenarkan ( haq ) bagi siapa yang bermimpi Nabi bahwa mimpi itu adalah sebuah kbenaran/kenyataan dan benar- benar batinnya melihat Beliau karena syaitan tdk diizinkan oleh Allah untuk datang dlm mimpi seseorang dgn mengaku sebagai Nabi Muhammad .ditambah dengan riwayat lain yg Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa sebagian mimpi org mukmin itu adalah bagian kecil dari bagian-bagian wahyu Allah.

 Allah juga sering mengilhami seseorang akan hal-hal tertentu sebagaimana dalam Al Qur'an yg suci seperti halnya dibawah ini ada riwayat dari
AL-IMAM AL HABIB ABDULLAH BIN IDRUS AL AYDRUS Beliau berkata :
Ada tiga jenis dzikir yg jika seorang mukmin membacanya setiap hari ( dengan istiqomah ) masing masing sbnyak 116x maka Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam akan hadir saat pencabutan nyawanya(sakaratul maut )

Pertama :
ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺖ ﺣﻴﻠﺘﻲ ﺍﺩﺭﻛﻨﻲ (116 x)
Assalatu was salamu alaika ya Sayyidi Ya Rasulallah qallat hiilaty adrikni

Kedua :
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎته
 (116x)

Assalamu alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ketiga :
ﺍﻧﺎﻓﻲ ﺟﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
(116x)
Ana fi jaahi Rasulillah shalallahu alaihi wa alihi wa sallam.

Hal ini disebutkan oleh Al Allamah Al Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith Madinah Al Munawwarah dalam kitab ANNUJUMUS ZAHIRAH

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍَﺟﻤَﻌِﻴﻦ

Keramat-Keramat Syaikhona Kholil Al-Bangkalany...Al-Fatihah...

Karomah Kyai Kholil Bangkalan

Karomah Mbah Kholil
Ulama besar yang digelar oleh para Kyai sebagai “Syaikhuna” yakni guru kami, karena kebanyakan Kyai-Kyai dan pengasas pondok pesantren di Jawa dan Madura pernah belajar dan nyantri dengan beliau. Pribadi yang dimaksudkan ialah Mbah Kholil. Tentunya dari sosok seorang Ulama Besar seperti Mbah Kholil mempunyai karomah.
Istilah karomah berasal dari bahasa Arab. Secara bahasa berarti mulia, Syeikh Thahir bin Shaleh Al-Jazairi dalam kitab Jawahirul Kalamiyah mengartikan kata karomah adalah perkara luar biasa yang tampak pada seorang wali yang tidak disertai dengan pengakuan seorang Nabi.
Adapun karomah Mbah Kholil diantaranya:
a. Tertawa Keras didalam Sholat
          Pada suatu hari, didalam sholat jemaah yang dipimpin oleh kyai disebuah pesantren tempat kyai Kholil mencari ilmu, Kyai Kholil muda tertawa cukup keras sehingga teman-temannya takut kalau-kalau kyai akan marah karna sikapnya itu.
          Dugaan mereka tidak keliru,setelah selesai sholat sang kyai menegur Kyai Kholil muda dengan sikapnya yang tertawa cukup keras waktu solat tersebut yang memang dilarang dalam Islam. Ternyata, Kyai Kholil muda masih terus tertawa meskipun kyai sangat marah terhadapnya.
          Akhirnya Kyai Kholil menjawab bahwa ketika sholat berjamaah berlangsung dia melihat sebuah berkat(wadah nasi waktu kenduri) diatas kepala sang Kyai. Mendengar jawaban tersebut, sang kyai menjadi sadar dan merasa malu atas sholat yang ia pimpin tersebut. Karena sang kyai ingat bahwa selama sholat berlangsung, dia memang merasa tergesa-gesa untuk menghadiri kenduri sehingga mengakibatkan solatnya tidak khusyuk.
b.  Debat kepiting dan Rajungan
    Pada suatu hari, para ulama Mekah berkumpul di Masjidil Haram untuk berdiskusi membahas masalah dan hukum Islam yang sedang terjadi di Makah. Semua persoalan didiskusikan tanpa hambatan dan selalu mendapatkan solusi dan kesepakatan semua Ulama tersebut. Akan tetapi pada masalah mengenai halal atau haramnya kepiting dan rajungan terjadi banyak pendapat dan tidak menemukan solusi.
    Kyai Kholil pada waktu itu berada diantara peserta diskusi sambil mendengarkan dengan tekun sambil sekali-sekali tersenyum melihat silang pendapat para peserta diskusi. Melihat jalan buntu permasalahan yang ada dihadapnya, Kyai Kholil minta izin untuk menawarkan solusi untuk masalah tersebut. Akhirnya Kyai Kholil dipersilahkan untuk naik ke atas mimbar oleh pimpinan diskusi.
    Setelah tiba diatas mimbar, Kyai Kholil berkata, “ Saudara sekalian, ketidaksepakatan kita dalam menentukan hukum kepiting dan rajungan ini menurut saya disebabkan karena saudara sekalian belum melihat secara pasti wujud kepiting dan rajungan” ujar kyai Kholil. Semua ulama yg hadir dalam diskusi tersebut menyetujui keterangan kyai Kholil tersebut.
    “ saudara sekalian, adapun wujud kepiting seperti ini” ucap kyai Kholil sambil memegang kepiting yang masih basah. “sedangkan yang rajungan seperti ini” lanjut Kyai Kholil sambil memegang rajungan yang masih basah, seakan baru mengambil dari laut. Semua hadirin merasa terpana dan suasana menjadi gaduh karna keanehan tersebut. Mereka hanya bisa merasa heran dan bingung dari mana sang Kyai Kholil mendapatkankepiting dan rajungan dengan sekejap saja. Maka setelah kejadian tersebut, masalah halal atau haramnya kepiting dan rajungan telah menemukan solusinya. Sejak kejadian itu, Kyai Kholil menjadi ulama yg disegani di antara ulama Masjidil Haram.
c.  Ke Makkah Naik Kerocok (sejenis daun aren yg dapat mengapung di air)
    Pada suatu sore di pinggir pantai daerah Bangkalan, Kyai Kholol hanya ditemani oleh Kyai Syamsul Arifin, salah seorang murid dan sahabatnya. Mereka membicarakan perihal urusan pesantren dan persoalan umat, tak terasa waktu sudah berlangsung lama dan matahari hampir terbenam.
    “ kita belum solat Ashar kyai” kata Kyai Syamsul Arifin.
    “ Astaghfirullah ” kata kyai Kholil menyadari Kekhilafannya. “ waktu ashar hampir habis, kita tidak mungkin sholat secara sempurna Kyai” ucap Kyai syamsul Arifin.
    “ kalau begitu, ambil kerocok untuk kita pakai ke Makkah ” kata Kyai Kholil. Setelah mendapatkan kerocok, mereka menumpanginya di atas kerocoktersebut. Beberapa saat ketika Kyai Kholil menatap ke Makkah, tiba-tiba kerocok yang ditumpanginya melesat dengan cepat ke arah Makkah. Sesampainya ke Makkah, Azan solat ashar baru saja dikumandangkan dan mereka mendapatkan Shaf pertama sholat Ashar berjamaah di Masjidil Haram.
d.      Mengubah Arah Kiblat Masjid
          Pada suatu hari, Kyai Kholil sedang melihat masjid yang sedang dibangun oleh menantu beliau yaitu Kyai Muntaha. Ketika melihat arah kiblat pada masjid tersebut, Kyai Kholil menegur sang menantu yang alim itu untuk membetulkan arah kiblat masjid yang sedang dibangunnya itu. Sebagai orang yg alim, Kyai Muntaha mempunyai alasan dalam menentukan arah kiblat tersebut, beberapa argumen ditunjukan kepada Kyai Kholil dalam penentuan arah kiblat tersebut.
Melihat menantunya tidak ada tanda-tanda untuk mendengar nasihatnya, Kyai Kholil tersenyum sambil berjalan kearah tempat pengimaman di ikuti sang menantu. Kyai Kholil mengambil sebuah kayu untuk melubangi dinding tembok arah kiblat dan menyuruh Kyai Muntaha untuk melihat lubang pada dinding masjid di tempat pengimaman. Betapa kagetnya Kyai Muntaha setelah melihat lubang itu, sang menantu melihat dalam lubang kecil itu terlihat Ka’bah yang berada di Makkah dengan sangat jelas. Dengan penglihatan itu, Kyai Muntaha heran dan sadar bahwa arah kiblat yang menjadi kiblat bangunan masjidnya salah. Arah kiblat bangunan masjid  terlalu miring dan terbukti benar apa yang di koreksi Kyai Kholil.
e. Membelah Diri
Kesaktian lain dari Mbah Kholil, adalah kemampuannya membelah diri. Dia bisa berada di beberapa tempat dalam waktu bersamaan. Pernah ada peristiwa aneh saat beliau mengajar di pesantren. Saat berceramah, Mbah Kholil melakukan sesuatu yang tak terpantau mata. ”Tiba-tiba baju dan sarung beliau basah kuyup,” Cerita KH. Ghozi.
Para santri heran. Sedangkan beliau sendiri cuek, tak mau menceritakan apa-apa. Langsung ngeloyor masuk rumah, ganti baju.
Teka-teki itu baru terjawab setengah bulan kemudian. Ada seorang nelayan sowan ke Mbah Kholil. Dia mengucapkan terimakasih, karena saat perahunya pecah di tengah laut, langsung ditolong Mbah Kholil.
”Kedatangan nelayan itu membuka tabir. Ternyata saat memberi pengajian, Mbah Kholil dapat pesan agar segera ke pantai untuk menyelamatkan nelayan yang perahunya pecah. Dengan karomah yang dimiliki, dalam sekejap beliau bisa sampai laut dan membantu si nelayan itu,” Papar KH. Ghozi yang kini tinggal di Wedomartani Ngemplak Sleman ini.
f. Menyembuhkan Orang Lumpuh Seketika
Dalam buku yang berjudul “Tindak Lampah Romo Yai Syeikh Ahmad Jauhari Umar” menerangkan bahwa Mbah Kholil Bangkalan termasuk salah satu guru Romo Yai Syeikh Ahmad Jauhari Umar yang mempunyai karomah luar biasa. Diceritakan oleh penulis buku tersebut sebagai berikut:
“Suatu hari, ada seorang keturunan Cina sakit lumpuh, padahal ia sudah dibawa ke Jakarta tepatnya di Betawi, namun belum juga sembuh. Lalu ia mendengar bahwa di Madura ada orang sakti yang bisa menyembuhkan penyakit. Kemudian pergilah ia ke Madura yakni ke Mbah Kholil untuk berobat. Ia dibawa dengan menggunakan tandu oleh 4 orang, tak ketinggalan pula anak dan istrinya ikut mengantar.
Di tengah perjalanan ia bertemu dengan orang Madura yang dibopong karena sakit (kakinya kerobohan pohon). Lalu mereka sepakat pergi bersama-sama berobat ke Mbah Kholil. Orang Madura berjalan di depan sebagai penunjuk jalan. Kira-kira jarak kurang dari 20 meter dari rumah Mbah Kholil, muncullah Mbah Kholil dalam rumahnya dengan membawa pedang seraya berkata: “Mana orang itu?!! Biar saya bacok sekalian.”
Melihat hal tersebut, kedua orang sakit tersebut ketakutan dan langsung lari tanpa ia sadari sedang sakit. Karena Mbah Kholil terus mencari dan membentak-bentak mereka, akhirnya tanpa disadari, mereka sembuh. Setelah Mbah Kholil wafat kedua orang tersebut sering ziarah ke makam beliau.
g. Kisah Pencuri Timun Tidak Bisa Duduk
Pada suatu hari petani timun di daerah Bangkalan sering mengeluh. Setiap timun yang siap dipanen selalu kedahuluan dicuri maling. Begitu peristiwa itu terus-menerus, akhirnya petani timun itu tidak sabar lagi. Setelah bermusyawarah, maka diputuskan untuk sowan ke Mbah Kholil. Sesampainya di rumah Mbah Kholil, sebagaimana biasanya Kyai tersebut sedang mengajarkan kitab Nahwu. Kitab tersebut bernama Jurumiyah, suatu kitab tata bahasa Arab tingkat pemula.
“Assalamu’alaikum, Kyai,” Ucap salam para petani serentak.
“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,“ Jawab Mbah Kholil.
Melihat banyaknya petani yang datang. Mbah Kholil bertanya: “Sampean ada keperluan, ya?”
“Benar, Kyai. Akhir-akhir ini ladang timun kami selalu dicuri maling, kami mohon kepada Kyai penangkalnya,” Kata petani dengan nada memohon penuh harap.
Ketika itu, kitab yang dikaji oleh Kyai kebetulan sampai pada kalimat “qoma zaidun” yang artinya “zaid telah berdiri”. Lalu serta-merta Mbah Kholil berbicara sambil menunjuk kepada huruf “qoma zaidun”.
“Ya.., Karena pengajian ini sampai ‘qoma zaidun’, ya ‘qoma zaidun’ ini saja pakai sebagai penangkal,” Seru Kyai dengan tegas dan mantap.
“Sudah, Pak Kyai?” Ujar para petani dengan nada ragu dan tanda tanya.
“Ya sudah,” Jawab Mbah Kholil menandaskan.
Mereka puas mendapatkan penangkal dari Mbah Kholil. Para petani pulang ke rumah mereka masing-masing dengan keyakinan kemujaraban penangkal dari Mbah Kholil.
Keesokan harinya, seperti biasanya petani ladang timun pergi ke sawah masing-masing. Betapa terkejutnya mereka melihat pemandangan di hadapannya. Sejumlah pencuri timun berdiri terus-menerus tidak bisa duduk. Maka tak ayal lagi, semua maling timun yang selama ini merajalela diketahui dan dapat ditangkap. Akhirnya penduduk berdatangan ingin melihat maling yang tidak bisa duduk itu, semua upaya telah dilakukan, namun hasilnya sia-sia. Semua maling tetap berdiri dengan muka pucat pasi karena ditonton orang yang semakin lama semakin banyak.
Satu-satunya jalan agar para maling itu bisa duduk, maka diputuskan wakil petani untuk sowan ke Mbah Kholil lagi. Tiba di kediaman Mbah Kholil, utusan itu diberi obat penangkal. Begitu obat disentuhkan ke badan maling yang sial itu, akhirnya dapat duduk seperti sedia kala. Dan para pencuri itupun menyesal dan berjanji tidak akan mencuri lagi di ladang yang selama ini menjadi sasaran empuk pencurian.
Maka sejak saat itu, petani timun di daerah Bangkalan menjadi aman dan makmur. Sebagai rasa terima kasih kepada Mbah Kholil, mereka menyerahkan hasil panenannya yaitu timun ke pondok pesantren berdokar-dokar. Sejak itu, berhari-hari para santri di pondok kebanjiran timun, dan hampir-hampir di seluruh pojok-pojok pondok pesantren dipenuhi dengan timun.
h. Kisah Ketinggalan Kapal Laut
Kejadian ini pada musim haji. Kapal laut pada waktu itu, satu-satunya angkutan menuju Mekkah. Semua penumpang calon haji naik ke kapal dan bersiap-siap, tiba-tiba seorang wanita berbicara kepada suaminya: “Pak, tolong saya belikan anggur, saya ingin sekali,” Ucap istrinya dengan memelas.
“Baik, kalau begitu. Mumpung kapal belum berangkat, saya akan turun mencari anggur,” Jawab suaminya sambil bergegas ke luar kapal.
Suaminya mencari anggur di sekitar ajungan kapal, nampaknya tidak ditemui penjual buah anggur seorangpun. Akhirnya dicobanya masuk ke pasar untuk memenuhi keinginan istrinya tercinta. Dan meski agak lama, toh akhirnya anggur itu didapat juga. Betapa gembiranya sang suami mendapatkan buah anggur itu. Dengan agak bergegas, dia segera kembali ke kapal untuk menemui isterinya. Namun betapa terkejutnya setelah sampai ke ajungan, kapal yang akan ditumpangi semakin lama semakin menjauh. Sedih sekali melihat kenyataan ini. Ia duduk termenung tidak tahu apa yang mesti diperbuat.
Di saat duduk memikirkan nasibnya, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang menghampirinya. Dia memberikan nasihat: “Datanglah kamu kepada Mbah Kholil Bangkalan, utarakan apa musibah yang menimpa dirimu!” Ucapnya dengan tenang.
“Mbah Kholil?” Pikirnya. “Siapa dia, kenapa harus ke sana, bisakah dia menolong ketinggalan saya dari kapal?” Begitu pertanyaan itu berputar-putar di benaknya.
“Segeralah ke Mbah Kholil minta tolong padanya agar membantu kesulitan yang kamu alami, insya Allah,” Lanjut orang itu menutup pembicaraan.
Tanpa pikir panjang lagi, berangkatlah sang suami yang malang itu ke Bangkalan. Setibanya di kediaman Mbah Kholil, langsung disambut dan ditanya: “Ada keperluan apa?”
Lalu suami yang malang itu menceritakan apa yang dialaminya mulai awal hingga datang ke Mbah Kholil. Tiba-tiba Kyai itu berkata: “Lho, ini bukan urusan saya, ini urusan pegawai pelabuhan. Sana pergi!”
Lalu suami itu kembali dengan tangan hampa. Sesampainya di pelabuhan sang suami bertemu lagi dengan orang laki-laki tadi yang menyuruh ke Mbah Kholil, lalu bertanya: ”Bagaimana, sudah bertemu Mbah Kholil?”
“Sudah, tapi saya disuruh ke petugas pelabuhan,” Katanya dengan nada putus asa.
“Kembali lagi, temui Mbah Kholil!” Ucap orang yang menasehati dengan tegas tanpa ragu.
Maka sang suami yang malang itupun kembali lagi ke Mbah Kholil. Begitu dilakukannya sampai berulang kali. Baru setelah ketiga kalinya, Mbah Kholil berucap: “Baik kalau begitu, karena sampeyan ingin sekali, saya bantu sampeyan.”
“Terima kasih Kyai,” Kata sang suami melihat secercah harapan.
“Tapi ada syaratnya,” Ucap Mbah Kholil.
“Saya akan penuhi semua syaratnya,” Jawab orang itu dengan sungguh-sungguh.
Lalu Mbah Kholil berpesan: “Setelah ini, kejadian apapun yang dialami sampeyan jangan sampai diceritakan kepada orang lain, kecuali saya sudah meninggal. Apakah sampeyan sanggup?” Seraya menatap tajam.
“Sanggup Kyai,“ Jawabnya spontan.
“Kalau begitu ambil dan pegang anggurmu pejamkan matamu rapat-rapat,” Kata Mbah Kholil.
Lalu sang suami melaksanakan perintah Mbah Kholil dengan patuh. Setelah beberapa menit berlalu dibuka matanya pelan-pelan. Betapa terkejutnya dirinya sudah berada di atas kapal tadi yang sedang berjalan. Takjub heran bercampur jadi satu, seakan tak mempercayai apa yang dilihatnya. Digosok-gosok matanya, dicubit lengannya. Benar kenyataan, bukannya mimpi, dirinya sedang berada di atas kapal. Segera ia temui istrinya di salah satu ruang kapal.
“Ini anggurnya, dik. Saya beli anggur jauh sekali,” Dengan senyum penuh arti seakan tidak pernah terjadi apa-apa dan seolah-olah datang dari arah bawah kapal.
Padahal sebenarnya dia baru saja mengalami peristiwa yang dahsyat sekali yang baru kali ini dialami selama hidupnya. Terbayang wajah Mbah Kholil. Dia baru menyadarinya bahwa beberapa saat yang lalu, sebenarnya dia baru saja berhadapan dengan seseorang yang memiliki karomah yang sangat luar biasa.
i. Kyai Kholil dipenjara oleh Penjajah
Masa hidup Kiai Kholil, tidak luput dari gejolak perlawanan terhadap penjajah. Tetapi, dengan caranya sendiri Kiai Kholil melakukan perlawanan; pertama, ia melakukannya dalam bidang pendidikan. Dalam bidang ini, Kiai Kholil mempersiapkan murid-muridnya untuk menjadi pemimpin yang berilmu, berwawasan, tangguh dan mempunyai integritas, baik kepada agama maupun bangsa. Ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin umat dan bangsa yang lahir dari tangannya; salah satu di antaranya: Kiai Hasyim Asy’ari, Pendiri Pesantren Tebuireng.
Cara yang kedua, Kiai Kholil tidak melakukan perlawanan secara terbuka, melainkan ia lebih banyak berada di balik layar. Realitas ini tergambar, bahwa ia tak segan-segan untuk memberi suwuk (mengisi kekuatan batin, tenaga dalam) kepada pejuang, pun Kiai Kholil tidak keberatan pesantrennya dijadikan tempat persembunyian.
Ketika pihak penjajah mengetahuinya, Kiai Kholil ditangkap dengan harapan para pejuang menyerahkan diri. Tetapi, ditangkapnya Kiai Kholil, malah membuat pusing pihak Belanda; karena ada kejadian-kejadian yang tidak bisa mereka mengerti; seperti tidak bisa dikuncinya pintu penjara, sehingga mereka harus berjaga penuh supaya para tahanan tidak melarikan diri.
Di hari-hari selanjutnya, ribuan orang datang ingin menjenguk dan memberi makanan kepada Kiai Kholil, bahkan banyak yang meminta ikut ditahan bersamanya. Kejadian tersebut menjadikan pihak Belanda dan sekutunya merelakan Kiai Kholil untuk di bebaskan saja.
j.  Kyai kholil berguru ke kyai pasuruan
Ketika Kiai Kholil masih muda, dia mendengar bahwa di Pasuruan ada se­orang kiai yang sangat sakti mandra­guna. Namanya Abu Darin. Kholil muda ingin sekali belajar kepada Abu Darin. Sema­ngat untuk menimba ilmu itu begitu meng­gebu-gebu pada dirinya sehingga jarak tempuh yang begitu jauh dari Bang­kalan di Pulau Madura ke Pasuruan di Pulau Jawa tidak dianggapnya sebagai rintang­an berarti, meski harus berjalan kaki.
Namun apa daya, sesampainya Kholil muda di Desa Wilungan, Pasuruan, tem­pat kiai Abu Darin membuka pesantren, ternyata Kiai Abu Darin sudah wafat. Dia meninggal hanya beberapa hari sebelum kedatangan Kholil muda. Habislah ha­rapannya untuk mewujudkan cita-cita­nya berguru kepada kiai yang mempu­nyai ilmu tinggi tersebut.
Dengan langkah gontai karena capai fisik dan penat mental, hari berikutnya Kho­lil berta’ziyah ke makam Kiai Abu Da­rin. Di depan pusara Kiai Darin, Kholil membaca Al-Qur’an hingga 40 hari. Dan pada hari yang ke-41, ketika Kholil te­ngah ketiduran di makam, Kiai Abu Darin hadir dalam mimpinya.
Dalam kesempatan itu almarhum mengatakan kepada Kholil, “Niatmu untuk belajar sungguh terpuji. Telah aku ajarkan ke­padamu beberapa ilmu, maka peliharalah.” Kholil lalu terbangun, dan serta merta dia sudah hafal kandungan kitab Imrithi, Asymuni, dan Alfiyah, kitab utama pe­santren itu. Subhanallah.
k. Melindungi calon santrinya dari musibah
Pada kisah yang lain, Kiai Kholil ber­usaha melindungi calon santrinya dari musibah, padahal dia berada di Bang­kalan, sementara si calon santri di te­ngah Alas Roban, Batang, Pekalongan.
Menurut cerita si calon santri yang ber­nama Muhammad Amin, ia berang­kat dari Kempek, Cirebon, bersama lima orang temannya, menuju Bangkalan, Ma­dura, untuk berguru kepada Kiai Kho­lil. Mereka tidak membawa bekal apa-apa kecuali beberapa lembar sarung, baju, dan celana untuk tidur, parang, ser­ta thithikan, alat pemantik api yang ter­buat dari batu.
Setelah berjalan kaki berhari-hari, menerobos hutan dan menyeberangi sungai, mereka sampai di tepi Hutan Roban di luar kota Batang, Pekalongan.
Hutan itu terkenal angker, sehingga tidak ada yang berani merambahnya. Pohon-pohon yang ada di hutan itu be­sar-besar, semak belukar sangat tinggi, banyak binatang buas di dalamnya. Na­mun yang lebih menyeramkan, banyak perampok yang berkeliaran di tepi hutan itu. Mereka perampok yang kejam dan tidak segan-segan membantai mangsa­nya kalau melawan.
Menjelang malam, tatkala enam orang calon santri itu sedang mencari tem­pat untuk tidur, tiba-tiba muncul se­sosok laki-laki. Namun karena tampang­nya biasa-biasa saja, mereka tidak me­naruh curiga. Bahkan orang itu kemudi­an bertanya apa mereka punya thithikan, karena ia akan menyulut rokok.
Namun setelah benda itu dipegang­nya, ia mengatakan bahwa batu itu ter­lalu halus sehingga sulit dipakai untuk membuat api. “Masih perlu dibikin kasar sedikit,” kata orang itu sambil memasuk­kan batu tersebut ke mulutnya lalu meng­gigitnya se­hingga pecah menjadi dua.
Terbelalak mata enam orang calon santri itu menyaksikan kekuatan mulut laki-laki itu. Mereka gemetar ketakutan. “Serahkan barang-barang kalian,” hardik orang itu. Amin, yang paling berani di antara me­reka, menjawab, “Kalau barang-ba­rang kami diambil, kami tidak bisa me­lanjutkan perjalanan ke Bangkalan.” Mendengar kata “Bangkalan”, orang itu tampak waswas. “Mengapa kalian ke sana?” dia balik bertanya. “Kami mau berguru kepada Mbah Kholil,” jawab Amin.
Tersentak laki-laki itu, seperti pem­buru tergigit ular berbisa. Wajahnya pu­cat pasi,  bibirnya menggigil. “Jadi kalian mau nyantri sama Kiai Kholil?” “Betul,” sahut enam calon santri itu ber­samaan. Mereka gembira karena me­rasa tidak akan dirampok. Tapi dugaan itu meleset. “Kalau begitu, serahkan semua ba­rangmu kepadaku,” kata lelaki itu. “Kali­an tidur saja di sini, dan aku akan men­jaga kalian semalaman.”
Makin ketakutan saja para remaja itu. Mereka kemudian memang membaring­kan badan tapi mata tidak bisa diajak tidur sema­laman. Maut seakan sudah dekat saja. Keesokan harinya, selepas mereka shalat Subuh, lelaki itu mengajak mereka pergi. “Ayo kita berangkat,” ujarnya. “Ke mana ?” tanya para calon santri. “Akan kuantar kalian ke luar dari hu­tan ini agar tidak diganggu oleh peram­pok lain,” jawabnya tampak ramah.
Dalam hati mereka bertanya-tanya, apa maunya orang ini. Namun sebelum pertanyaan itu terjawab, orang itu ber­kata. “Sebenarnya kalian akan aku ram­pok, dan menjual kalian kepada onder­neming untuk dijadikan kuli kontrak di luar Jawa. Tapi ilmu saya akan berbalik mencelakakan diri saya kalau berani mengganggu para calon santri Kiai Kholil. Sebab guru saya pernah dikalah­kan Kiai Kholil dengan ilmu putihnya.”
Maka enam remaja dari Kempek itu kian mantap untuk nyantri ke Bangkalan. Terlebih lagi baru di perjalanan saja un­tuk menuju pesantren Kiai Kholil mereka telah memperoleh karamah dari pemim­pin pesantren tersebut.
l. Kedatangan macan
Suatu hari di bulan Syawal. Kiai Kholil tiba-tiba memanggil santrinya. Anak-anakku, sejak hari ini kalian harus memperketat penjagaan pondok pesantren. Pintu gerbang harus senantiasa dijaga, sebentar lagi akan ada macan masuk ke pondok kita ini.” Kata Syeikh Kholil agak serius. Mendengar tutur guru yang sangat dihormati itu, segera para santri mempersiapkan diri. Waktu itu sebelah timur Bangkalan memang terdapat hutan-hutan yang cukup lebat dan angker. Hari demi hari, penjagaan semakin diperketat, tetapi macan yang ditungu-tunggu itu belum tampak juga. Memasuki minggu ketiga, datanglah ke pesantren pemuda kurus, tidak berapa tinggi berkulit kuning langsat sambil menenteng kopor seng.
Sesampainya di depan pintu rumah SyeikhKholil, lalu mengucap salam. Mendengar salam itu, bukan jawaban salam yang diterima, tetapi Kiai malah berteriak memanggil santrinya ; Hey santri semua, ada macan….macan.., ayo kita kepung. Jangan sampai masuk ke pondok.” Seru Syeikh Kholil bak seorang komandan di medan perang. Mendengar teriakan Syeikh kontan saja semua santri berhamburan, datang sambil membawa apa yang ada, pedang, clurit, tongkat, pacul untuk mengepung pemuda yang baru datang tadi yang mulai nampak kelihatan pucat. Tidak ada pilihan lagi kecuali lari seribu langkah. Namun karena tekad ingin nyantri ke Syeikh Kholil begitu menggelora, maka keesokan harinya mencoba untuk datang lagi. Begitu memasuki pintu gerbang pesantren, langsung disongsong dengan usiran ramai-ramai. Demikian juga keesokan harinya.
Baru pada malam ketiga, pemuda yang pantang mundur ini memasuki pesantren secara diam-diam pada malam hari. Karena lelahnya pemuda itu, yang disertai rasa takut yang mencekam, akhirnya tertidur di bawah kentongan surau. Secara tidak diduga, tengah malam Syeikh Kholil datang dan membantu membangunkannya. Karuan saja dimarahi habis-habisan. Pemuda itu dibawa ke rumah Syeikh Kholil. Setelah berbasa-basi dengan seribu alasan. Baru pemuda itu merasa lega setelah resmi diterima sebagai santri Syeikh Kholil. Pemuda itu bernama Abdul Wahab Hasbullah. Kelak kemudian hari santri yang diisyaratkan macan itu, dikenal dengan nama KH. Wahab Hasbullah, seorang Kiai yang sangat alim, jagoan berdebat, pembentuk komite Hijaz, pembaharu pemikiran. Kehadiran KH Wahab Hasbullah di mana-mana selalu berwibawa dan sangat disegani baik kawan maupun lawan bagaikan seekor macan, seperti yang diisyaratkan Syeikh Kholil.
m.  Santri yang tidak ikut jamaah
Dan diantara karomahnya, pada suatu hari menjelang pagi, santri bernama Bahar dari Sidogiri merasa gundah, dalam benaknya tentu pagi itu tidak bisa sholat subuh berjamaah. Ketidak ikutsertaan Bahar sholat subuh berjamaah bukan karena malas, tetapi disebabkan halangan junub. Semalam Bahar bermimpi tidur dengan seorang wanita. Sangat dipahami kegundahan Bahar. Sebab wanita itu adalah istri Kiai Kholil, istri gurunya. Menjelang subuh, terdengar Kiai Kholil marah besar sambil membawa sebilah pedang seraya berucap:“Santri kurang ajar.., santri kurang ajar…..Para santri yang sudah naik ke masjid untuk sholat berjamaah merasa heran dan tanda tanya, apa dan siapa yang dimaksud santri kurang ajar itu.
Subuh itu Bahar memang tidak ikut sholat berjamaah, tetapi bersembunyi di belakang pintu masjid. Seusai sholat subuh berjamaah, Kiai Kholil menghadapkan wajahnya kepada semua santri seraya bertanya ; Siapa santri yang tidak ikut berjamaah?” Ucap Kiai Kholil nada menyelidik. Semua santri merasa terkejut, tidak menduga akan mendapat pertanyaan seperti itu. Para santri menoleh ke kanan-kiri, mencari tahu siapa yang tidak hadir. Ternyata yang tidak hadir waktu itu hanyalah Bahar. Kemudian Kiai Kholil memerintahkan mencari Bahar dan dihadapkan kepadanya. Setelah diketemukan lalu dibawa ke masjid. Kiai Kholil menatap tajam-tajam kepada bahar seraya berkata ; Bahar, karena kamu tidak hadir sholat subuh berjamaah maka harus dihukum. Tebanglah dua rumpun bambu di belakang pesantren dengan petok ini Perintah Kiai Kholil. Petok adalah sejenis pisau kecil, dipakai menyabit rumput.
Setelah menerima perintah itu, segera Bahar melaksanakan dengan tulus. Dapat diduga bagaimana Bahar menebang dua rumpun bambu dengan suatu alat yang sangat sederhana sekali, tentu sangat kesulitan dan memerlukan tenaga serta waktu yang lama sekali. Hukuman ini akhirnya diselesaikan dengan baik. Alhamdulillah, sudah selesai, Kiai Ucap Bahar dengan sopan dan rendah hati. Kalau begitu, sekarang kamu makan nasi yang ada di nampan itu sampai habis, Perintah Kiai kepada Bahar.Sekali lagi santri Bahar dengan patuh menerima hukuman dari Kiai Kholil. Setelah Bahar melaksanakan hukuman yang kedua, santri Bahar lalu disuruh makan buah-buahan sampai habis yang ada di nampan yang telah tersedia. Mendengar perintah ini santri Bahar melahap semua buah-buahan yang ada di nampan itu. Setelah itu santri Bahar diusir oleh Kiai Kholil seraya berucap ; Hai santri, semua ilmuku sudah dicuri oleh orang ini ucap Kiai Kholil sambil menunjuk ke arah Bahar. Dengan perasaan senang dan mantap santri Bahar pulang meninggalkan pesantren Kiai Kholil menuju kampung halamannya.
Memang benar, tak lama setelah itu, santri yang mendapat isyarat mencuri ilmu Kiai Kholil itu, menjadi Kiai yang sangat alim, yang memimpin sebuah pondok pesantren besar di Jawa Timur. Kia beruntung itu bernama Kiai Bahar, seorang Kiai besar dengan ribuan santri yang diasuhnya di Pondok Pesantren Sido Giri, Pasuruan, Jawa Timur.
n. Kedatangan habib
Suatu hari menjelang sholat magrib. Seperti biasanya Kiai Kholil mengimami jamaah sholat bersama para santri Kedemangan. Bersamaan dengan Kiai Kholil mengimami sholat, tiba-tiba kedatangan tamu berbangsa Arab. Orang Madura menyebutnya Habib. Seusai melaksanakan sholat, Kiai Kholil menemui tamunya, termasuk orang Arab yang baru datang itu. Sebagai orang Arab yang mengetahui kefasihan Bahasa Arab. Habib menghampiri Kiai Kholil seraya berucap ; Kiai, bacaan Al- Fatihah antum (anda) kurang fasih tegur Habib. Setelah berbasa-basi beberapa saat. Habib dipersilahkan mengambil wudlu untuk melaksanakan sholat magrib. Tempat wudlu ada di sebelah masjid itu. Silahkan ambil wudlu di sana ucap Kiai sambil menunjukkan arah tempat wudlu.
Baru saja selesai wudlu, tiba-tiba sang Habib dikejutkan dengan munculnya macan tutul. Habib terkejut dan berteriak dengan bahasa Arabnya, yang fasih untuk mengusir macan tutul yang makin mendekat itu. Meskipun Habib mengucapkan Bahasa Arab sangat fasih untuk mengusir macan tutul, namun macan itu tidak pergi juga. Mendengar ribut-ribut di sekitar tempat wudlu Kiai Kholil datang menghampiri. Melihat ada macan yang tampaknya penyebab keributan itu, Kiai Kholil mengucapkan sepatah dua patah kata yang kurang fasih. Anehnya, sang macan yang mendengar kalimat yang dilontarkan Kiai Kholil yang nampaknya kurang fasih itu, macan tutul bergegas menjauh. Dengan kejadian ini, Habib paham bahwa sebetulnya Kiai Kholil bermaksud memberi pelajaran kepada dirinya, bahwa suatu ungkapan bukan terletak antara fasih dan tidak fasih, melainkan sejauh mana penghayatan makna dalam ungkapan itu.
o. Berselisih
Suatu Ketika Habib Jindan bin Salim berselisih pendapat dengan seorang ulama, manakah pendapat yang paling sahih dalam ayat ‘Maliki yaumiddin’, maliki-nya dibaca ‘maaliki’ (dengan memakai alif setelah mim), ataukah ‘maliki’ (tanpa alif).Setelah berdebat tidak ada titik temu. Akhirnya sepakat untuk sama-sama datang ke Kiyahi Keramat; Kiyahi Kholil bangkalan.
Ketika itu Kiyahi yang jadi maha guru para kiyahi pulau Jawa itu sedang duduk didalam mushala, saat rombongan Habib Jindan sudah dekat ke Mushola sontak saja kiyahi Kholil berteriak. Maaliki yaumiddin ya Habib, Maaliki yaumiddin Habib, teriak Kiyahi Kholil bangkalan menyambut kedatangan Habib Jindan.
Tentu saja dengan ucapan selamat datang yang aneh itu, sang Habib tak perlu bersusah payah menceritakan soal sengketa Maliki yaumiddin ataukah maaliki yaumiddin itu. Demikian cerita Habib Lutfi bin Yahya ketika menjelaskan perbendaan pendapat ulama dalam bacaan ayat itu pada Tafsir Thabari.
p. Didatangi tamu
Di Bangkalan Madura, hidup sepasang suami-isteri yang cukup bahagia. Pada suatu hari, sang suami berkata kepada isterinya. “Bu, saya ingin sekali sowan (berkunjung) ke Kyai Kholil,” katanya pada suatu pagi. “Itu bagus sekali Pak, tetapi apa yang akan kita bawa sebagai oleh-oleh kepada Kyai Kholil, kita tidak mempunyai apa-apa kecuali sebuah bentul,” jawab isterinya. “Tidak apa-apa, bentul itu saja yang kita bawa. Asalkan kita ikhlas, Insya Allah akan diterima,” tegas sang suami meyakinkan isterinya.
Maka berangkatlah suami isteri tersebut ke Kyai Kholil. Dengan berbekal tawakkal dan sebuah bentul, mereka yakin akan diterima Kyai Kholil dengan baik. Bentul adalah makanan sangat sederhana sejenis talas. Sesampainya di kediaman Kyai Kholil kedatangannya sudah ditunggu. Mereka disambut dengan hangat. “Kyai, saya tidak membawa apa-apa, hanya sebuah bentul ini yang bisa kami haturkan untuk Kyai.” ucap sang suami rada malu-malu.
“Wah kebetulan, saya memang ingin makan bentul,” jawab Kyai Kholil menghibur. Kemudian Kyai Kholil memanggil beberapa santri dan menyuruhnya untuk merebus bentul yang baru diterimanya itu. Tak lama setelah itu, santri datang membawa bentul yang sudah direbus itu. Kyai Kholil kelihatan sangat senang dan suka terhadap bentul itu, lalu dimakannya sampai habis.
Suami-isteri yang sowan ke Kyai Kholil itu merasa senang, sebab apa yang dikhawatirkan selama ini menjadi kegembiraan. Beberapa hari kemudian, suami-isteri itu ingin sowan kembali ke kyai Kholil. Masih segar di ingatan suami isteri itu akan kesukaan Kyai Kholil. Kali ini, tidak seperti terdahulu. Mereka membawa oleh-oleh bentul sebanyak-banyaknya dengan harapan Kyai Kholil sangat senang menerimanya. Maka berangkatlah suami isteri tersebut ke ulama karismatik itu. Tidak seperti dahulu, dugaan mereka meleset. Mereka disambut dingin. Begitu juga dengan oleh-oleh yang banyak itu. Kyai Kholil tidak menerima oleh-olehnya dan disuruh bawa pulang kembali.
Pada saat mereka pulang disadarinya apa yang telah mereka lakukan selama ini. Ternyata, oleh-oleh bentul yang pertama diniatkan semata-mata karena keikhlasan dan tawakkal kepada Allah, sedangkan sowan yang kedua tidak dilanda ikhlas, tetapi rasa pamrih. Mereka meyakini atas kekuatannya sendiri dan merasa dirinya mampu membawa oleh-oleh kepada kyai. Dan itu sangat tidak disukai Kyai Kholil.
q. Hanya disuruh perbanyak baca istighfar
Suatu hari Kyai Kholil kedatangan tiga tamu yang menghadap secara bersamaan. Sang kyai bertanya kepada tamu yang pertama: “Sampeyan ada keperluan apa?” “Saya pedagang, Kyai. Tetapi hasil tidak didapat, malah rugi terus-menerus,” ucap tamu pertama. Beberapa saat Kyai Kholil menjawab, “Jika kamu ingin berhasil dalam berdagang, perbanyak baca istighfar,” pesan kyai mantap. Kemudian kyai bertanya kepada tamu kedua:“Sampeyan ada keperluan apa?” “Saya sudah berkeluarga selama 18 tahun, tapi sampai saat ini masih belum diberi keturunan,” kata tamu kedua. Setelah memandang kepada tamunya itu, Kyai Kholil menjawab, “Jika kamu ingin punya keturunan, perbanyak baca istighfar,” tandas kyai.
Kini, tiba giliran pada tamu yang ketiga. Kyai juga bertanya, “Sampeyan ada keperluan apa?” “Saya usaha tani, Kyai. Namun, makin hari hutang saya makin banyak, sehingga tak mampu membayarnya, ” ucap tamu yang ketiga, dengan raut muka serius. “Jika kamu ingin berhasil dan mampu melunasi hutangmu, perbanyak baca istighfar,” pesan kyai kepada tamu yang terakhir.
Berapa murid Kyai Kholil yang melihat peristiwa itu merasa heran. Masalah yang berbeda, tapi dengan jawaban yang sama, resep yang sama, yaitu menyuruh memperbanyak membaca istighfar.
Kyai Kholil mengetahui keheranan para santri. Setelah tamunya pulang, maka dipanggillah para santri yang penuh tanda tanya itu. Lalu, Kyai Kholil membacakan al-Qur’an Surat Nuh ayat 10-12.
Mendengar jawaban kyai ini, para santri mengerti bahwa jawaban itu memang merupakan janji Allah bagi siapa yang memperbanyak baca istighfar. Memang benar. Tak lama setelah kejadian itu, ketiga tamunya semuanya berhasil apa yang dihajatkan.
#Ketika anda tidak sampai kehadirat-Nya sudah pasti anda sangat heran dengan ucapan orang-orang yang sudah bermakrifat, bisa berjumpa dengan Malaikat, berjumpa dengan Rasulullah SAW dan melihat Allah SWT, dan anda menganggap itu sebuah kebohongan dan sudah pasti anda mengumpulkan lagi puluhan bahkan ratusan dalil untuk membantah ucapan para ahli makrifat tersebut dengan dalil yang menurut anda sudah benar, padahal kadangkala dalil yang anda berikan justru sangat mendukung ucapan para Ahli Makrifat cuma sayangnya matahati anda dibutakan oleh hawa nafsu, dalam Al-Qur’an disebuat Khatamallahu ‘ala Qulubihim (Tertutup mata hati mereka) itulah hijab yang menghalangi anda menuju Tuhan.
-Salam ta’dzim-