ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Rabu, 28 Juni 2017

AL-SYEIKH NAWAWI AL-BANTANY: MENGHORMATI & MENJAMU TAMU SEBAGAI CABANG IMAN KE-68

Memuliakan tamu

Memuliakan tamu artinya berbuat baik dalam menyambut tamu yang datang dengan muka berseri-seri dan ucapan yang bagus, cepat-cepat memberi jamuan yang ada dan melayaninya sendiri, sebagaimana Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan Umar bin Abdul Aziz melayani tamu dengan pribadi beliau sendiri. Kewajiban memberi makan tamu adalah selama tiga hari menurut kadar kemampuannya. 
Seyogyanya seseorang tidak perlu memaksakan diri untuk memberi jamuan kepada tamu dengan mengusahakan sesuatu yang tidak dimiliki. Ia cukup menjamu tamu dengan sesuatu yang sudah ada dengan ukuran kemampuannya, tidak perlu dengan upaya meminjam kepada orang lain atau membeli makanan dengan berhutang, berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw: 
اَنَا وَالأَتْقِيَآءُ مِنْ اُمَّتِى بُرَءَآءُ مِنَ التَّكَلُّفِ
Saya dan umatku yang bertakwa adalah orang-orang yang membebaskan diri dari memaksakan diri. 
Rasulullah saw bersabda: 
لاَ تَتَكَلَّفُوْا لِلضَّيْفِ فَتَبْغَضُوْهُ فَاِنَّهُ مَنْ اَبْغَضَ الضَّيْفَ فَقَدْ اَبْغَضَ اللهَ وَمَنْ اَبْغَضَ اللهَ اَبْغَضَهُ اللهُ
Janganlah kamu sekalian memaksakan diri untuk menyuguh tamu, sehingga kamu benci kedatangan tamu. Karena sesungguhnya barangsiapa yang membenci tamu, maka ia telah membenci Allah. Dan Barangsiapa yang membenci Allah, niscaya Allah akan membenci dia. 
Sahabat Salman al-Farisi berkata bahwa Rasulullah saw telah memerintahkan kepadanya untuk 
  1. tidak memaksakan diri dalam memberi jamuan kepada tamu dengan sesuatu yang tidak dimiliki,
  2. memberikan suguhan kepada tamu dengan sesuatu yang sudah ada padanya,
  3. tidak boleh membedakan antara tamu kaya atau fakir dalam memberikan suguhan; karena tamu yang masuk ke dalam rumah adalah membawa rahmat dan keluar bersama dosa pemilik rumah.
Dalam salah satu hadits, Rasulullah saw bersabda: 
مَا مِنْ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ يَأْتِيْهِ ضَيْفٌ فَيَنْظُرُ فِى وَجْهِهِ بِبِشَاشَةٍ اِلاَّ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النَّارِ
Seseorang beriman yang kedatangan tamu kemudian memandang muka tamu tersebut dengan wajah berseri-seri, niscaya diharamkan jasadnya masuk neraka oleh Allah. 
Diriwayatkan dari sahabat Abu Darda' dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda: 
اِذَا اَكَلَ اَحَدُكُمْ مَعَ الضَّيْفِ فَلْيُلْقِمَهُ بِيَدِهِ . فَاِذَا فَعَلَ ذلِكَ كَتَبَ اللهُ لَهُ عَمَلَ سَنَةٍ صِيَامِ نَهَارِهَا وَقِيَامِ لَيْلِهَا
Apabila salah seorang dari kamu sekalian makan bersama tamu, hendaklah dia menyuapi tamu dengan tangannya. Apabila ia melakukan demikian, maka Allah mencatat baginya amal satu tahun, yang dilakukan puasa siang harinya dan salat pada malam harinya. 
Imam Ahmad as-Suhaymi dan Ahmad bin Imad menuturkan bahwa Nabi Ibrahim as apabila ingin makan, beliau berjalan satu sampai dua mil untuk mencari tamu yang diajak makan bersama. Beliau diberi julukan bapak tamu. Beliau ingin membuat jamuan bagi umat Muhammad saw sampai hari kiamat. Lalu Allah swt berfirman kepada beliau: "Sesungguhnya engkau tidak mampu berbuat demikian!" Nabi Ibrahim berdatang sembah: "Wahai Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui keadaan hamba dan Maha Kuasa mengabulkan permohonan hamba!" Kemudian Allah mengabulkan permohonannya dan memerintahkan kepada Malaikat Jibril as untuk memberikan segenggam kapur surga kepada Nabi Ibrahim as, serta memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk naik ke atas gunung Abi Qubaisy dan meniupkan kapur tersebut ke udara. Nabi Ibrahim as melakukan petunjuk Malaikat Jibril, dan tersebarlah kapur tersebut di muka bumi. Setiap tempat yang kejatuhan sebagian dari kapur tersebut airnya berubah menjadi asin karena mengandung garam sampai hari kiamat. Dengan demikian semua garam yang ada di bumi ini adalah suguhan dari Nabi Ibrahim as. 
Adapun tatakrama dari orang yang menjadi tamu adalah cepat-cepat memenuhi keinginan tuan rumah dalam beberapa hal antara lain makan makanan dan tidak beralasan sudah kenyang dan makan semampunya. 

DATANGNYA TAMU KE RUMAHMU MEMBAWA ROHMAH & KARUNIA, SEDANG SAAT PULANGNYA DARI RUMAHMU MEMBAWA BENCANA & DOSA SANG TUAN RUMAH

*HAKEKAT RUMAH YANG SERING DIKUNJUNGI TAMU*

Diriwayatkan ada seorang lelaki yang senang kedatangan tamu..!!
*Namun isterinya menunjukkan sikap sebaliknya..!!*
Setiap kali ia membawa tamu kerumah, isterinya menunjukkan sikap yang tidak baik..!!
Orang itu mengeluhkan keadaan ini kepada Rasulullah Saw..!!

Mendengar itu, Rasulullah Saw bersabda :
*Katakan kepada isterimu, hari ini Aku dan beberapa orang sahabatku akan bertamu ke rumahmu..!!*
Rasulullah Saw berpesan kepada orang Itu :
Dan katakan kepada isterimu supaya ia memerhatikan tamu saat masuk dan keluar rumah..!!

Isteri laki-laki itu melakukan apa yang diperintahkan Rasulullah Saw.
*Pada saat tamu masuk, ia melihat mereka membawa daging dan buah-buahan yang banyak dan pada saat keluar mereka membawa keluar ular dan kala jengking yang begitu banyak..!!*

Rasulullah Saw Bersabda :
*KEDATANGAN TAMU kerumah MENDATANGKAN KURNIA YANG BANYAK ke dalam  rumah dan PADA SAAT PERGI, MEREKA MEMBAWA KELUAR BERBAGAI BENCANA..!!*

*Dengan menyaksikan hal itu, wanita itu pun berubah menjadi orang yang suka menerima tamu..!!*

Rasulullah Saw Bersabda :
*Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang, membawa rezeki untuk orang tersebut dari langit..!!*
Apabila ia memakan sesuatu, Allah Swt akan mengampuni penghuni rumah yang dikunjungi tersebut..!!

Dalam kesempatan lain, Rasulullah Bersabda :
*Setiap rumah yang tidak dikunjungi tamu, maka malaikat pun tidak akan mengunjungi rumah tersebut..!!*

Jaafar ash-Sadiq Ra Berkata :
*Barangsiapa mengunjungi sahabatnya semata-mata kerana Allah, nescaya Allah Swt mengutus 70 ribu malaikat untuk Menyertainya..!!*            

Para malaikat itu berkata :
*SYURGA UNTUK KAMU..!!*

*Sesungguhnya beruntunglah rumah rumah yang sering kedatangan tamu, *maka dari itu janganlah mengeluh jika ada orang yang bertamu..!!*. 👏

Senin, 26 Juni 2017

SILSILAH EMAS NASAB MULIA DARI SYAIKHONA KH.MUHAMMAD KHOLIL AL-BANGKALANI SAMPAI KANJENG SUNAN HINGGA KANJENG NABI MUHAMMAD SAW

Dicuplik dari buku : DARI KANJENG SUNAN SAMPAI ROMO KIAI I (SYAIKHONA MUHAMMAD KHOLIL BANGKALAN)

Penulis: KH. ALI BIN BADRI AZMATKHAN
Penerbit: IKAZHI & YAYASAN SYAIKHONA MUHAMMAD KHOLIL BANGKALAN

Asy-Syekh Kholil adalah titisan beberapa wali yang tergabung dalam "Walisongo", yaitu Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Gunung Jati dan Sunan Kudus, yang mana mereka bermarga“Azmatkhan” dan bersambung pada Sayyid Alawi Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath. Beliau juga bernasab pada keluarga"Basyaiban" yang bersambung pada Al-Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbat Al-Alawi Al-Husaini.

Berikut ini adalah silsilah nasab Syekh Syekh Kholil, terlebih dahulu saya tulis silsilah jalur laki-laki yang bersambung pada Suanan Kudus, untuk menunjukkan hak beliau dalam menggunakan nama belakang (marga/fam) “Azmatkhan Ba'Alawi Al-Husaini”, sesuai dengan adat dan istilah pernasaban bangsa Arab.

JALUR SUNAN KUDUS

1. Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.

2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.

3. Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.

4. Kiai Abdul Karim[1].

5. Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan[2].

6. Kiai Abdul Azhim[3]. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.

7. Kiai Sulasi. Dimakamkan di Petapan, Trageh, Bangkalan.

8. Kiai Martalaksana. Dimakamkan di Banyu Buni, Gelis, Bangkalan.

9. Kiai Badrul Budur. Dimakamkan di Rabesan, Dhuwwek Buter, Kuayar, Bangkalan.

10. Kiai Abdur Rahman (Bhujuk Lek-palek). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.

11. Kiai Khatib. Ada yang menulisnya “Ratib”. Dimakamkan di Pranggan, Sumenep.

12. Sayyid Ahmad Baidhawi (Pangeran Ketandar Bangkal). Dimakamkan di Sumenep.

13. Sayyid Shaleh (Panembahan Pakaos). Dimakamkan di Ampel Surabaya[4].

14. Sayyid Ja’far Shadiq (Sunan Kudus)[5]. Dimakamkan di Kudus.

15. Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung)[6]. Dimakamkan di Kudus.

16. Sayyid Fadhal Ali Al-Murtadha (Raden Santri /Raja Pandita). Dimakamkan di Gresik.

17. Sayyid Ibrahim (Asmoro). Dimakamkan di Tuban[7].

18. Sayyid Husain Jamaluddin[8]. Dimakamkan di Bugis.

19. Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin. Dimakamkan di Naseradab, India.

20. Sayyid Abdullah[9]. Dimakamkan di Naserabad, India.

21. Sayyid Abdul Malik Azmatkhan. Dimakamkan di Naserabad, India.

22. Sayyid Alawi ‘Ammil Faqih. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.

23. Sayyid Muhammad Shahib Mirbath. Dimakamkan di Zhifar, Hadramaut, Yaman.

24. Sayyid Ali Khali’ Qasam. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.

25. Sayyid Alawi. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.

26. Sayyid Muhammad. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.

27. Sayyid Alawi. Dimakamkan di Sahal, Yaman.

28. Sayyid Abdullah/Ubaidillah. Dimakamkan di Hadramaut, Yaman.

29. Al-Imam Ahmad Al-Muhajir . Dimakamkan di Al-Husayyisah, Hadramaut, Yaman.

30. Sayyid Isa An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.

31. Sayyid Muhammad An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.

32. Al-mam Ali Al-Uradhi. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.

33. Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.

34. Al-Imam Muhammad Al-Baqir. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.

35. Al-Imam Ali Zainal Abidin. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.

36. Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib. Dimakamkan di Karbala, Iraq.

37. Sayyidatina Fathimah Az-Zahra’ binti Sayyidina Muhammad Rasulillah Dimakamkan di Madinah Al-Munawwarah

Maka, dari jalur Sunan Kudus, Asy-Syekh Kholil adalah generasi ke-37 dari Rasulullah Shallahu 'alayhi wa sallam.

JALUR SUNAN AMPEL


1. Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.

2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.

3. Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.

4. Kiai Abdul Karim.

5. Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.

6. Kiai Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.

7. Nyai Tepi Sulasi (Istri Kiai Sulasi). Dimakamkan di Petapan, Trageh, Bangkalan.

8. Nyai Komala. Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.

9. Sayyid Zainal Abidin (Sunan Cendana). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.

10. Sayyid Muhammad Khathib (Raden Bandardayo)[10]. Dimakamkan di Sedayu Gresik.

11. Sayyid Musa (Sunan Pakuan). Dimakamkan di Dekat Gunung Muria Kudus. Dalam

sebagian catatan nama Musa ini tidak tertulis.

12. Sayyid Qasim[11] (Sunan Drajat). Dimakamkan di Drajat, Paciran Lamongan.

13. Sayyid Ahmad Rahmatullah[12] (Sunan Ampel). Dimakamkan di Ampel, Surabaya.

14. Sayyid Ibrahim Asmoro Tuban. Disini nasab Nyai Sulasi dan Kiai Sulasi bertemu.

Maka, melalui jalur Sunan Ampel, Asy-Syekh Kholil adalah generasi ke-34 dari Rasulullah.

JALUR SUNAN GIRI

1. Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.

2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.

3. Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.

4. Kiai Abdul Karim.

5. Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.

6. Kiai Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.

7. Nyai Tepi Sulasi (Istri Kiai Sulasi). Dimakamkan di Petapan, Trageh, Bangkalan.

8. Nyai Komala. Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.

9. Sayyid Zainal Abidin (Sunan Cendana). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.

10. Nyai Gede Kedaton (istri Sayyid Muhammad Khathib). Dimakamkan di Giri, Gresik.

11. Panembahan Kulon. Dimakamkan di Giri, Gresik.

12. Sayyid Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri). Dimakamkan di Giri, Gresik.

13. Maulana Ishaq. Dimakamkan di Pasai.

14. Sayyid Ibrahim Asmoro Tuban. Disini nasab Nyai Gede Kedaton dan Sayyid Muhammad Khathib bertemu.

Maka, melalui jalur Sunan Giri, Syekh Kholil adalah generasi ke-34 dari Rasulullah SAW.

JALUR SUNAN GUNUNG JATI


1. Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.

2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.

3. Nyai Khadijah (Istri Kiai Hamim[13]). Dimakamkan di Bangkalan.

4. Kiai Asror Karomah.

5. Sayyid Abdullah.

6. Sayyid Ali Al-Akbar[14].

7. Sayyid Sulaiman. Dimakamkan di Mojo Agung, Jombang.

8. Syarifah Khadijah.

9. Maulana Hasanuddin[15]. Dimakamkan di Banten.

10. Syarif Hidayatullah[16] (Sunan Gunung Jati). Dimakamkan di Cirebon.

11. Sayyid Abdullah Umdatuddin.

12. Sayyid Ali Nuruddin/Nurul Alam.

13. Sayyid Husain Jamaluddin Bugis. Disini nasab Nyai Khadijah dan Kiai Hamim Kholil bertemu.

Maka, melalui jalur Sunan Gunung Jati, Syekh Kholil adalah generasi ke-32 dari Rasulullah SAW.

JALUR BASYAIBAN


1. Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.

2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.

3. Nyai Khadijah (Istri Kiai Hamim). Dimakamkan di Bangkalan.

4. Kiai Asror Karomah.

5. Sayyid Abdullah.

6. Sayyid Ali Al-Akbar.

7. Sayyid Sulaiman. Dimakamkan di Mojo Agung, Jombang.

8. Sayyid Abdurrahman (Suami Syarifah Khadijah binti Hasanuddin).

9. Sayyid Umar.

10. Sayyid Muhammad.

11. Sayyid Abdul Wahhab.

12. Sayyid Abu Bakar Basyaiban.

13. Sayyid Muhammad.

14. Sayyid Hasan At-Turabi.

15. Sayyid Ali.

16. Al-Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam.

17. Saayid Ali.

18. Sayyid Muhammad Shahib Mirbat. Disini nasab keluarga Azmatkhan dan Basyaiban bertemu.

Maka, melalui jalur Sayyid Abdurrahman Basyaiban, Syekh Kholil adalah generasi ke-32 dari Rasulullah Shallahu 'alayhi wa sallam.

Demikianlah nasab Asy-Syekh Kholil dengan berbagai jalur yang saya dapatkan sampai saat ini, bisa jadi suatu hari nanti kita menemukan nama-nama baru daripada istri-istri jalur laki-laki yang ada itu.

Dalam hal pencatatan nasab, ada satu hal yang cukup membanggakan bagi Kiai-kiai Jawa dan Madura. Berkat gabungan antara adat Arab dalam menjaga silsilah dan adat Jawa/Madura yang tidak membeda-bedakan garis laki-laki dan perempuan, akhirnya Kiai-Kiai Jawa/Madura banyak yang memliki silsilah lengkap dari berbagai jalur. Saya pernah menunjukkan sebuah silsilah seperti ini pada seorang Syekh dari Yaman, beliau merasa kagum karena banyak jalur perempuan yang juga dicatat dalam silsilah itu selain jalur laki-laki, karena pada umumnya, orang Arab tidak tahu nama-nama kakek-buyutnya yang dari jalur ibu atau jalur nenek, mereka hanya mengenal yang jalur ayah keatas dengan garis laki-laki. [*]

______________
Catatan :

[1] Diambil dari catatan Syekh Kholil sendiri pada akhir terjemah beliau atas kitab “Alfiyah Ibnu Malik” pada tahun 1294 H. Beliau menulis nama beliau dengan: “Muhammad Kholil bin Hamim bin Abdul Karim bin Muharrom”. Lihat lampiran “d” Banyak orang yang tidak mencatat nama “Abdul Karim” dan “Muharrom” dalam silsilah Syekh Kholil. Padahal sudah jelas tertera pada kitab tulisan tangan Syekh Kholil. Nasab ini juga diperkuat oleh penuturan Kiai Faqih Konang (Loamer Bangkalan). Kiai Faqih meninggal pada tahun 2006 dalam usia lebih dari 120 tahun. Setahun sebelum meninggal, saya bertemu dengan beliau untuk mengambil riwayat tentang kiai-kiai keturunan Sunan Cendana Kuanyar. Kamipun berbincang-bincang selama kurang lebih empat jam dalam dua kali pertemuan, sampai membuat tamu-tamu yang lain mengantri lama di luar. Beliau sangat gembira dengan kedatagan saya, apalagi dalam rangka mengumpulkan riwayat Kiai-kiai sepuh, sehingga beliaupun memaksa untuk berbicara banyak walapun kondisi tubuh beliau sangat lemah, biasanya beliau menerima tamu hanya sekitar lima menit. Waktu itu saya ditemani oleh Kiai Khozin Bungkak. Sebagian perbincangan itu sempat saya rekam dan saya tulis. Diantara yang beliau sebutkan adalah bahwa Nyai Sulasi (cucu Sunan Cendana) dengan Kiai Sulasi memiliki putra bernama Kiai Abdul Fattah, Kiai Abdul Fattah mempunyai beberapa putra diantaranya bernama Kiai Abdul Azhim, dan diantara putra Kiai Abdul Azhim adalah Kiai Muharrom yang menurunkan Syekh Kholil Bangkalan. Sampai saat ini saya belum menemukan catatan yang mencantumkan nama “Abdul Fattah”, maka dari itu dalam silsilah ini saya tidak memasukkanya, karena saya lebih menguatkan yang ada catatannya. Malah saya punya perkiraan bahwa “Abdul Fattah” itu adalah nama asli Kiai Sulasi, barangkali saja Kiai Faqih salah dengar atau salah ucap. “Sulasi” itu bukan nama orang, melainkan nama tempat yang asalnya adalah “Selase”. Dijuluki Kiai Sulasi karena tinggal di Selase itu. Nah, mungkin saja “Abdul Fattah” adalah nama asli beliau sehingga riwayat Kiai Faqih menjadi rancu antara “Kiai Sulasi” dan “Kiai Abdul Fattah”. Riwayat Kiai Faqih tentang Kiai Muharrom ini lebih menguatkan catatan yang ada dalam kitab Syekh Kholil.

[2] Berdasarkan riwayat Kiai Faqih.

[3] Nama-nama mulai dari Kiai Abdul Azhim sampai ke Raden Santri saya dapatkan dari Kiai Fauzi Lomaer. Beliau mendapatkan dari catatan keluarga Bani Muqiman bin Hamim.

[4] Menurut catatan Kiai Fauzi, beliau inilah yang terkenal dengan julukan “Mbah Sholeh” murid Sunan Ampel.

[5] Ada yang menulis Sunan Kudus sebagai putra Sunan Ampel, terasuk Sayyid Dhiya’ Syihab dalam ta’liq kitab “Syams Azh-Zhahirah”. Namun yang saya lihat dalam banyak catatan silsilah yang dipegang Kiai-kiai di berbagai tempat adalah bahwa ibu Sunan Kudus bernama Nyai Anom Manyuran binti Nayi Ageng Manyuran binti Sunan Ampel. Sampai saat ini banyak kalangan tertentu yang terlalu fanatik dengan kitab “Syams Azh-Zhahirah” dan ta’liqnya, sehingga ada semacam pemahaman bahwa kalau tidak ada dalam kitab tersebut atau bertentangan dengan kitab tersebut berarti tidak sah. Padahal, saya lihat kitab itu banyak kelemahan riwayatnya ketika berbicara tentang Walisongo yang dari keluarga Azmatkhan. Hal itu sebenarnya dapat dimaklumi, karena kitab tersebut dutulis tidak berdasarkan kumpulan riwayat yang tersebar di berbagai tempat. penulis ta’liq kitab tersebut hanya menulis berdasarkan riwayat beberapa orang yang sempat beliau temui, karena beliau tidak banyak waktu untuk mengunjungi semua Kiai dan menanyai silsilah mereka. Namun begitu, beliau telah melakukan hal yang besar dengan memperkenalkan “Sunan-sunan” keluarga Azmatkhan pada Alawiyyin di Arab. Hanya saja, sangat disayangkan karena kemudian tidak ada dari kalangan mereka yang menindaklanjuti langkah beliau dengan menulusuri keturunan Sunan-sunan itu. Hal ini kemudian menimbulkan suatu asumsi yang tidak ilmiyah di kalangan awam mereka, yaitu dengan menganggap bahwa yang tidak tercatat dalam ta’liq “Syams Azh-Zhahirah” berarti tidak sah. Apalagi sering terdengar komentar sinis dari kalangan awam itu bahwa Sunan-sunan tidak punya keturunan laki-laki, karena anak-anak mereka yang laki-laki meninggal sebelum punya anak. Padahal, Sayyid Dhiya’ Syihab dalam ta’liq “Syams Azh-Zhahirah” jelas menulis nama-nama Kiai yang beliau ambil riwayatnya dengan mengatakan bahwa mereka masih keturunan Sunan. Demikian pula dengan Sayyid HMH Al-Hamid, dalam buku “Pembahasan Tuntas Tetang Khilafiah”, beliau juga menyatakan bahwa banyak sekali Kiai-kiai yang bernasab pada Sunan-sunan Azmatkhan dengan garis laki-laki.

[6] Dalam Taliq “Syams Azh-Zhahirah”, Sunan Ngudung ditulis sebagai putra Ali Nuruddin bin Husain Jamaluddin. Berarti Sunan Ngudung adalah saudara kandung ayah Sunan Gunung Jati. Sementara keraton Cirebon tidak mengenal nama Sunan Ngudung sebagai kerabat dekat. Seandainya Sunan Ngudung adalah paman kandung Sunan Gunung Jati, maka tentu bangsawa Cirebon akan mencatat nama beliau sebagaimana nama Falatehan yang menjadi menantu Sunan Gunung Jati. Ditambah lagi dengan riwayat masyhur dalam catatan silsilah Kiai-kiai yang menyatakan bahwa Sunan Ngudung adalah mantu cucu Sunan Ampel. Selain itu, Sunan Ngudung populer di zaman Kesultanan Demak sepeninggal Sunan Ampel, maka hitungan tahunnya lebih layak kalau Sunan Ngudung menjadi keponakan Sunan Ampel daripada menjadi paman Sunan Gunung Jati. Mengingat Ta’liq “Syams Azh-Zhahirah” tidak menyebut referensinya, maka saya lebih menguatkan silsilah yang menyebut “Sunan Ngudung bin Raden Santri”, karena silsilah ini ditulis dengan jelas dalam banyak catatan Kiai-Kiai. Mungkin saja, yang membuat rancu referensi “Syams Azh-Zhahirah” adalah nama “Ali”, karena nama Raden santri dan kakek Sunan Gunung Jati sama-sama ada “Ali”nya. Kalau Raden Santri bernama asli “Fadhal Ali Al-Murtadha” sedangkan kakek Sunan Gunung Jati bernama “Ali Nuruddin” atau yang oleh sebagian orang ditulis “Ali Nurul Alam”.

[7] Nama ini sering dibuat rancu oleh banyak orang. Mereka menganggap bahwa Ibrahim ini adalah Maulana Malik Ibrahim. Adapun Maulana Malik Ibrahim adalah putra Barakat Zainul Alam bin Husain Jamaluddin.

[8] Banyak orang menyebutnya Syekh Jumadil Kubro. Dan ada banyak makam yang dinisbatkan pada Syekh Jumadil Kubro. Maka boleh jadi “Syekh Jumadil Kubro” itu adalah tahrif (salah ucap) dari beberapa nama. Adapun yang paling shahih adalah makam yang di Bugis, karena di sekitar makam itu terdapat banyak keluarga bangsawan yang bernasab pada beliau.

[9] Banyak yang menulisnya “Abdullah Khan”. Ini adalah suatu kesalahan. Marga “Khan” itu bukan marga Sayyid, melainkan marga bangsawan Pakistan yang mengadopsi dari nama belakang penguasa-penguasa Mongol. Sejarah mencatat meratanya serbuan dan perampasan bangsa Mongol di belahan Asia. Diantara nama yang terkenal dari penguasa-penguasa Mongol adalah Khubilai Khan. Setelah Mongol menaklukkan banyak bangsa, maka muncullah Raja-raja yang diangkat atau diakui oleh Mongol dengan menggunakan nama belakang “Khan”, termasuk Raja Naserabad, India. Ketika Sayyid Abdul Malik (ayah Sayyid Abdullah) menjadi menantu bangsawan Naserabad, mereka bermaksud memberi beliau gelar “Khan” agar dianggap sebagai bangsawan setempat sebagaimana keluarga yang lain. Hal ini persis dengan cerita Sayyid Ahmad Rahmatullah ketika diberi gelar “Raden Rahmat” setelah menjadi menantu bangsawan Majapahit. Namun karena Sayyid Abdul Malik dari bangsa “syarif” (mulia) keturunan Nabi, maka mereka menambah kalimat “Azmat” yang berarti mulia (dalam bahasa Urdu India) sehingga menjadi “Azmatkhan”. Dengan huruf arab, mereka menulis عظمت خان bukan عظمة خان, dengan huruf latin mereka menulis “Azmatkhan”, bukan “Adhomatu Khon” atau “Adhimat Khon” seperti yang ditulis sebagian orang. Tentang sejarah keluarga Azmatkhan mulai dari leluhur Sayyid Abdul Malik hingga Sunan-sunan Walisongo, saya telah menulisnya dengan panjang lebar dalam buku “Dari Kanjeng Nabi Sampai Kanjeng Sunan”.

[10] Di Madura banyak silsilah dengan nama “Khathib”, termasuk ayah Sunan Cendana ini. Ketika orang-orang menemukan nama Khathib dan belum dapat “bin siapa”nya, mereka cenderung mencari-cari nama Khathib dalam silsilah lain. Hal ini mengakibatkan adanya banyak kerancuan silsilah keatas seorang “Khathib”, termasuk Khathib ayah Sunan Cendana ini. Saya menguatkan nasab Sunan Cendana dengan silsilah Khathib bin Musa bin Qasim (Sunan Drajat), karena silsilah yang ini dipegang oleh banyak keluarga dari bani Sunan Cendana. Setahu saya, ada dua “Khathib” yang pernah terselip pada silsilah Sunan Cendana selain yang dipegang juru kunci, yaitu Khathib bin Sya’ban bin Sunan Ampel dan Khathib Panjang bin Panembahan Kidul bin Sunan Giri.

Kemudian ada satu hal yang perlu saya bicarakan mengenai silsilah antara Sunan Cendana dan Sunan Drajat. Ada seorang Arab yang dikenal ahli nasab dan kemudian mengusik nasab Sunan Cendana. Hal ini saya anggap perlu dibahas agar pembaca mengerti persoalannya kalau-kalau suatu saat mendengar “omongan miring” itu. Awalanya begini, suatu ketika saya menunjukkan nasab seseorang yang bersambung pada Sunan Cendana. Iapun merasa keberatan melihat catatan silsilah itu menunjukkan bahwa pemiliknya adalah keturunan ke-35 dari Rasulullah SAW. Sementara dia sendiri (si ahli nasab) yang lebih tua dari pemilik silsilah itu adalah keturunan ke-40. Kemudian si ahli nasab itu mengatakan bahwa silsilah itu meragukan sehingga sulit untuk menembus pengesahan Rabithah Alawiyah (Persatuan Alawiyyin keturuan Al-Hasan dan Al-Husain), karena saksi-saksi yang mengetahui langsung hubungan anak-beranak dari nama-nama dalam silsilah itu sudah meninggal semua. Tidak beberapa lama kemudian saya bertemu dengan Kiai Hannan (juru kunci makam Sunan Cendana). Ketika berbincang-bincang tentang nasab Sunan Cendana, Kiai Hannan berkata bahwa beberapa bulan yang lalu beliau berbincang-bincang dengan si ahli nasab itu, dia bilang bahwa antara Sunan Cendana dan Sunan Drajat itu ada sekitar empat nama yang hilang, mestinya bukan Sunan Cendana bin Khathib bin Sunan Drajat, melainkan setidaknya Sunan Cendana bin Khathib bin fulan bin fulan bin fulan bin fulan bin Sunan Drajat. Dengan cerita Kiai Hannan itu, saya baru paham mengapa si ahli nasab itu keberatan dengan silsilah keturunan Sunan Cendana, yaitu karena nasab keturunan Sunan Cendana kebanyakan sangat tinggi dibanding si ahli nasab, nampaknya ia keberatan untuk kalah tinggi dengan keturunan Sunan Cendana, sehingga iapun berani berbohong meyakini ada sedikitnya empat nama yang hilang. Untuk itu saya kemukakan beberapa hal berikut:

1. Megenai saksi-saksi yang diminta itu, saya rasa itu adalah sangat berlebihan. Itsbat (membenarkan) nasab itu tidak harus ada saksi yang tahu langsung hubungan anak-beranak antara seseorang dengan ayahnya. Jangankan untuk orang lain, untuk kakek saya sendiri saja saya tidak bisa mendatangkan saksi yang tahu langsung bahwa kakek adalah putra buyut saya, saksi yang tahu langsung sudah meninggal semua, saya tahu itu dari ayah dan keluarga saya lainnya yang pernah bertemu kakek, sebagaimana mereka tahu tentang buyut mereka dari kakek. Itsbat itu cukup dengan riwayat, bahwa apabila ada riwayat tentang sebuah nasab yang diriwayatkan oleh orang-orang yang tsiqah (bisa dipercaya) secara turun temurun, apalagi sampai ada catatannya, maka hal itu sudah sangat cukup untuk itsbat nasab. Sedangkan catatan silsilah atas-bawah Sunan Cendana tersebar pada ratusan keluarga keturunan beliau yang rata-rata keluarga ulama besar. Apakah kita masih menyangsikan catatan yang dipegang oleh semisal keluarga Syekh Kholil Bangkalan, Syekh Syamsuddin Ombhul (Sampang), Kiai As’ad Syamsul Arifin (Asembagus), Kiai Hasan Genggong (Probolinggo), Kiai Abdur Rahim Sarang (Rembang Jawa Tengah) dan yang lain-lain? Mereka semua adalah ulama-ulama besar. Mereka adalah keturunan Sunan Cendana dan masing-masing memegang silsilah yang diterima turun temurun.

2. Kesimpulannya, silsilah antara keturunan Sunan Cendana yang sekarang hingga Sunan Cendana sama sekali tidak ada masalah. Maka masalahnya tinggal antara Sunan Cendana dan Sunan Drajat. Tadi disebutkan bahwa si ahli nasab menuduh ada sekitar empat nama yang hilang antara Sunan Cendana dan Sunan Derajat. Coba kita perhatikan berikut ini: Sejarah mencatat bahwa Sunan Derajat lahir sekitar tahun 1470 M. (+ 930 H.) Sedangkan menurut catatan turun temurun, Sunan Cendana hidup pada zaman Cakraningrat I Bangkalan, kira-kira tahun 1625. Berarti jarak antara Sunan Cendana dan Sunan Drajat sekitar 155 tahun. Nah, jarak itu sangat layak untuk diisi empat generasi, yaitu Sayyid Musa, Sayyid Muhammad Khathib, Sayyid Zainal Abidin dan putra-putra beliau, karena beliau berusia panjang. Dari pernyataan dan kesimpulan itu, saya kemudian menarik kesimpulan bahwa keberatan yang dikemukakan oleh si ahli nasab itu hanya karena keberatan untuk dianggap nasabnya kalah tinggi dengan keturunan Sunan Cendana. Iapun beruasaha untuk menciptakan kesangsian terhadap silsilah keluarga Sunan Cendana. Mengingat dari Sunan Cendana kebawah tidak ada celah untuk dituduh “kurang nama”, karena kebanyakan keturunan Sunan Cendana telah menjaga silaturrahim, maka iapun melemparkan tuduhan itu pada antara Sunan Cendana dan Sunan Drajat. Sayangnya, ia tidak memperhatikan tahun kelahiran mereka, sehingga tuduhan itupun berbalik menjadi hal yang memalukan bagi dirinya.

Hendaknya dipahami, bahwa ketaqwaan itu lebih mendekatkan seseorang pada leluhurnya yang shaleh, bukan hitungan nasabnya. Cucu Siti Fathimah yang ke-33 tidak lebih mulia daripada cucu yang ke-40. Apabila lebih bertaqwa dan lebih berprestasi, maka cucu ke-40 akan lebih dekat dengan Siti Fathimah daripada cucu ke-33. Kesalahpahaan mengenai hal ini cenderung membuat orang merasa gengsi untuk mengakui kedekatan nasab orang lain, apalagi ketika yang bernasab lebih dekat itu lebih muda atau dianggap “orang biasa”.

[11] Ada yang menulisnya “Hasyim”, seperti Ta’liq “Syams Azh-Zhahirah”. Saya menguatkan “Qasim” karena nama itu yang saya temukan dalam semua catatan yang saya temui di tangan Kiai-kiai keturunan Sunan Drajat.

[12] Ada yang menulisnya “Ali Rahmatullah”, seperti Ta’liq “Syams Azh-Zhahirah”. Saya menguatkan “Ahmad Rahmatullah” karena nama itu yang saya temukan dalam semua catatan yang saya temui di tangan Kiai-kiai keturunan Sunan Ampel.

[13] Kiai Hamim adalah menantu Kiai Asror. Sebagian silsilah mencatat “Hamim bin Asror”. Kerancuan itu sebenarnya berawal dari kalimat “Syekh Kholil putra Kiai Hamim dan cucu Kiai Asror”. Orang yang tidak tahu persis menjadi salah paham. Adapun lebih menisbatkan Syekh Kholil sebagai cucu Kiai Asror daripada sebagai cucu Kiai Abdul Karim (ayah Kiai Hamim) itu berawal dari adat orang Jawa dan Madura yang tidak membeda-bedakan garis laki-laki dan perempuan, sehingga ketika memilih kakek, mereka akan memilih kakek yang paling keramat walaupun dari garis ibu. Syekh Kholil dinisbatkan sebagai cucu Kiai Asror karena Kiai Asror lebih terkenal daripada Kiai Abdul Karim. Akibat Syekh Kholil lebih dikenal sebagai cucu Kiai Asror, maka beliaupun lebih dikenal sebagai cucu Sunan Gunung Jati, padahal Kiai Asror juga cucu Sunan Gunung Jati dari garis perempuan. Sebelum ini, jarang orang yang tahu bahwa nasab Syekh Kholil yang garis laki-laki bersambung pada Sunan Kudus, sedangkan beberapa jalur perempuan beliau juga bersambung pada Sunan Ampel dan Sunan Giri.

[14] Banyak catatan yang saya temukan kehilangan nama ini. Padahal nama ini sudah masyhur di kalangan keluarga Basyaiban dan telah disahkan Robithoh Alawiyah.

[15] Sebagian silsilah yang tidak mencatat nama ini. Mungkin “kelewatan” itu berangkat dari kalimat “Sayyid Sulaiman adalah keturunan Sunan Gunung Jati dari pihak ibu”. Keturunan bisa cucu dan bisa cicit. Ketika kalimat itu dimaksudkan cicit, maka yang mendengar mengira cucu, sehingga langsung saja ia menyimpulkan “Sulaiman bin putri Sunan Gunung Jati”. Wallahu a’lam.

[16] Ada yang menulis bahwa Hidayatullah adalah nama lain dari Fatahillah yang berasal dari aceh, termasuk HAMKA yang kemudian dinukil oleh kitab “Syams Azh-Zhahirah”. Adapun yang benar adalah bahwa Hidayatullah dan Fatahillah itu dua orang yang berbeda. Adapun Fatahillah adalah putra Sayyid Ibrahim bin Abdul Ghafur bin Barakat bin Husain Jamaluddin. Fatahillah dikenal dengan panggilan “Falatehan”, pernah menjadi Panglima Perang Kerajaan Demak, kemudian menjadi Panglima Perang Kesultanan Cirebon di masa Sunan Gunung Jati dan menaklukkan Sunda Kelapa. Setelah itu beliau menikah dengan putri Sunan Gunung Jati.

Minggu, 25 Juni 2017

IÑI HORMAT & JAMUAN SAYYIDINA AL-HASAN BIN AL-IMAM ALI BIN ABI THOLIB KRW KEPADA TAMU

PENGORBANAN IMAM ALI BIN ABI THALIB كرم الله وجهه TERHADAP TAMU
.

Dikisahkan bahwasanya di antara kebiasaan Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Madinah adalah membuka lebar pintu rumahnya layaknya dapur umum. Pagi, siang, malam rumah tersebut selalu menghidangkan makanan untuk semua orang yang berdatangan.

Di zaman itu di Madinah belum ada tempat penginapan atau hotel. Tiap hari, Al Hasan menyembelih onta kecil untuk dihidangkan ke para peziarah Madinah atau orang-orang miskin pada umumnya.

Suatu hari, ada orang Arab Badui (dusun) yang datang dan makan dirumahnya. Selesai makan, ia tidak langsung pulang, melainkan duduk dan membungkus beberapa makanan memasukkan ke dalam tas. Melihat keanehan itu, Al Hasan datang menyapa “Kenapa kau mesti membungkusnya...? Lebih baik kau datang makan tiap pagi, siang dan malam di sini. Biar makananmu lebih segar.” kata Al Hasan.

“Oh, ini bukan untukku pribadi.... Tapi untuk orang tua yang kutemui di pinggir kota tadi. Orang itu duduk di pinggir kebun kurma dengan wajah lesuh dan memakan roti keras... Dia hanya membasahi roti itu dengan sedikit air bergaram lalu memakannya. Aku membungkus makanan ini untuknya, biar dia senang.” jawab orang Badui tersebut.

Mendengar itu, Al Hasan kemudian menangis tersedu-sedu...

Badui itu heran dan bertanya: "Kenapa Tuan menangis...?!?! Bukankah tidak ada yang salah jika aku kasihan dengan lelaki miskin yang di pinggiran kota itu...???”

Dijawab oleh Al Hasan, sembari tersedu:
"Ketahuilah, saudaraku....!! Lelaki miskin yang kau jumpai itu, yang makan roti keras dengan sedikit air bergaram itu, dia adalah ayahku Ali bin Abi Thalib... Kerja kerasnya di ladang kurma itulah yang membuatku bisa menjamu semua orang setiap hari di rumah ini."

--------------------------------------------------------------

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad Wa Shohbihi Wa Barik Wa Sallim

Selamat Hari Raya Iedul Fithri 1438 Hijriyyah Kepada Kalian Semua. Mohon Maaf Lahir Dan Bathin

Assalamu 'Aaikum Warohmatulloh..
*🙏🏻Kami Mohon Maaf Lahir & Bathin Kepada Semuanya🙏🏻*

قال الإمام الحداد :
لا تسكب الدمعات لرحيل  رمضان ، فرمضان سيعود ، لكن اسكب الدمعات خشية أن يعود رمضان وأنت راحل.

Berkata Imam Al-Haddad:
*Jangan tumpahkan air mata atas kepergian Ramadlon, karena Ramadlon pasti akan kembali.
*Tapi tumpahkanlah air mata, karena takut saat Ramadlon kembali lagi sementara engkau keburu pergi.

Semoga Alloh menerima amalan kita dan amal kita diterima oleh Alloh SWT
Amien ya Robbal 'Alamin.

'Ied Mubarok,
SELAMAT HARI RAYA 'IDUL FITHRI 1438 H.

من العائدين و الفائزين كل عام و أنتم بخير، تقبل الله منا و منكم صالح الأعمال و جعلنا و إياكم من السعداء المقبولين و من عتقائه من النار.
اعادنا الله واياكم بالعيد السعيد..واعاده علينا اعوامابعد اعوام وسنين بعد سنين...وتقبل صيامنا وصيامكم وجميع حسناتنا وحسناتكم فى رمضان وجعلنا ببركته من المتقين..   ومن العائدين والفائزين ومن السعداء المقبولين...
🙏🏻Aaamiin🙏🏻

*🙏🏻Mohon Maaf Lahir & Bathin🙏🏻*

Wassalamu alaikum Warohmatulloh WaBarokatuh.

Hormat kami,
          Ttd:
🙏🏻 *Abdul Hamid Mudjib Hamid Al-Ishaqy sekeluarga*🙏🏻
============


                   *تهنئة خاصة*

       *السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

 بمرور مناسة  عيد الفطر المبارك أقدم نفسي من آيات التهاني وأطيب التمنيات سائلا المولى عز وجل أن يعيده عليكم وعلينا وعلى المسلمين جميعا باليمن والبركة.

تقبل الله منا ومنكم و صيامنا وصيامكم و قيامنا وقيامكم و صالح اعمالنا و اعمالكم و جعلنا و وإياكم من العائدين والفائزين.

  *وكل عام ونحن بخير*
 🙏🏻Aaamiin*
      *و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

✍🏽 :
 *Abdul Hamid Mudjib Hamid Al-Ishaqy   & Family*
   *١٤٣٧هـ*
==========
https://youtu.be/V6HwyTJgej4
🙏🏻 *🙏🏻sapora'agi sadejeh kasalaan kaule🙏🏻*
e areh se possa' kalaben bungah ben perak nika...mugeh2 e tarema sadejeh amal ibdh kaule panjnengan ! jugn bnih bulen sa trahir ben ta'larut e dlm kabungaan ben kaperakan...kalaben anyoon de'ka ajunan gusteh..ampon e  totop kasmpatan abdinah...padepaagi ka thn2 sa bkl deteng !  Ja'alanallaah w iyyakum mnl'aidin alfaizin kll amin w antum bikhoir.....nyoon sapora'agi sadejeh kasalaan kaule !!!
Ttd:
🙏🏻 *Abdul Hamid Mudjib Hamid Al-Ishaqy sekeluarga*🙏🏻
============

Selamat Ber-'Iedul Fithri 1438 Hijriyyah 'Ied Mubarok & Ridlo Alloh Semoga Selalu meliputi kita Semua, 🙏🏻Aamiin🙏🏻
=======
       *السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

Rosululloh صلى الله عليه وسلم قَالَ bersabda yang maksudnya : “Apabila datang hari raya idul fithri, maka turunlah para malaikat ke bumi, mereka memanggil dengan suara yang bisa didengarkan oleh semua mahluq Alloh kecuali jin dan manusia.

Wahai ummat Muhammad ….. keluarlah kalian semua untuk menghadap kepada Tuhan Yang Maha Mulia, yang akan memberi banyak apa yang kalian minta dan akan mengampuni semua dosa besar.

Maka apabila mereka keluar ke tempat sholat mereka yang maksudnya untuk mengerjakan sholat idul fithri, maka Alloh berfirman: Wahai malaikatKu, imbalan apa bagi mereka yg telah melaksanakan pekerjaannya? maksudnya setelah berpuasa dan menahan hawa nafsunya, maka mereka para malaikat menjawab: wahai Tuhanku dan Tuanku hendaknya Engkau memberi imbalan kepada mereka.

Lalu Alloh berfirman: Aku menjadikan kalian wahai malaikatKu sebagai saksi bahwa Aku telah memberikan imbalan kepada mereka dari puasa mereka sebagai ridloKu  dan ampunanKu.

Selanjutnya Alloh berfirman: mintalah kalian kepadaKu, maka dengan kekuasaanKu dan keagunganKu, apapun yang kalian minta kepadaKu baik urusan dunia atau akhirat, pasti akan Aku kabulkan,  pulanglah kalian semua dalam keadaan telah diampuni, kalian telah menjadikan Aku ridlo dan Aku ridlo kepada kalian.“
(HR. Imam Thobaroni)

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إذا كان يوم العيد الفطر هبطت الملائكة الى الأرض ينادون بصوت يسمعه جميع خلق الله إلا الجن و الإنس :يا أمة محمد  أخرجوا الى رب كريم يعطى الجزيل و يغفر الذنب العظيم . فإذا برزوا الى مصلاهم قال الله عز و جل : يا ملائكتي ما جزاء الأجيراذا عمل عمله ؟ فيقولون : إلهنا و سيدنا أن توفيه أجره فيقول : أشهدكم أني جعلت ثوابهم من صيامهم رضائي و مغفرتي . و يقول : سلوني فوعزتي و جلالي لا تسألونني شيئا فى جمعكم هذا إلا أعطيتموه ولا لدنياكم إلا نظرت لكم انصرفوا مغفورا قد أرضيتموني  و رضيت لكم .
(رواه الطبراني)    
                   =============
تقبل الله منا ومنكم و صيامنا وصيامكم و قيامنا وقيامكم و صالح اعمالنا و اعمالكم و جعلنا و وإياكم من العائدين والفائزين.

  *وكل عام ونحن بخير*
 *🙏🏻Aaamiin🙏🏻*
    *🙏🏻Mohon Maaf Lahir & Bathin*🙏🏻

  *و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

✍🏽 :
 *Abdul Hamid Mudjib Hamid Al-Ishaqy   & Family*
   *١٤٣٧هـ*

ALLOH RIDLO KEPADA KALIAN YANG BERROMADLON & BERSHOLAT IEDUL FITHRI

Selamat Ber-'Iedul Fithri 1438 Hijriyyah 'Ied Mubarok & Ridlo Alloh Semoga Selalu meliputi kita Semua, 🙏🏻Aamiin🙏🏻
=======
       *السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

Rosululloh صلى الله عليه وسلم قَالَ bersabda yang maksudnya : “Apabila datang hari raya idul fithri, maka turunlah para malaikat ke bumi, mereka memanggil dengan suara yang bisa didengarkan oleh semua mahluq Alloh kecuali jin dan manusia.

Wahai ummat Muhammad ….. keluarlah kalian semua untuk menghadap kepada Tuhan Yang Maha Mulia, yang akan memberi banyak apa yang kalian minta dan akan mengampuni semua dosa besar.

Maka apabila mereka keluar ke tempat sholat mereka yang maksudnya untuk mengerjakan sholat idul fithri, maka Alloh berfirman: Wahai malaikatKu, imbalan apa bagi mereka yg telah melaksanakan pekerjaannya? maksudnya setelah berpuasa dan menahan hawa nafsunya, maka mereka para malaikat menjawab: wahai Tuhanku dan Tuanku hendaknya Engkau memberi imbalan kepada mereka.

Lalu Alloh berfirman: Aku menjadikan kalian wahai malaikatKu sebagai saksi bahwa Aku telah memberikan imbalan kepada mereka dari puasa mereka sebagai ridloKu  dan ampunanKu.

Selanjutnya Alloh berfirman: mintalah kalian kepadaKu, maka dengan kekuasaanKu dan keagunganKu, apapun yang kalian minta kepadaKu baik urusan dunia atau akhirat, pasti akan Aku kabulkan,  pulanglah kalian semua dalam keadaan telah diampuni, kalian telah menjadikan Aku ridlo dan Aku ridlo kepada kalian.“
(HR. Imam Thobaroni)

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إذا كان يوم العيد الفطر هبطت الملائكة الى الأرض ينادون بصوت يسمعه جميع خلق الله إلا الجن و الإنس :يا أمة محمد  أخرجوا الى رب كريم يعطى الجزيل و يغفر الذنب العظيم . فإذا برزوا الى مصلاهم قال الله عز و جل : يا ملائكتي ما جزاء الأجيراذا عمل عمله ؟ فيقولون : إلهنا و سيدنا أن توفيه أجره فيقول : أشهدكم أني جعلت ثوابهم من صيامهم رضائي و مغفرتي . و يقول : سلوني فوعزتي و جلالي لا تسألونني شيئا فى جمعكم هذا إلا أعطيتموه ولا لدنياكم إلا نظرت لكم انصرفوا مغفورا قد أرضيتموني  و رضيت لكم .
(رواه الطبراني)    
                   =============
تقبل الله منا ومنكم و صيامنا وصيامكم و قيامنا وقيامكم و صالح اعمالنا و اعمالكم و جعلنا و وإياكم من العائدين والفائزين.

  *وكل عام ونحن بخير*
 *🙏🏻Aaamiin🙏🏻*
    *🙏🏻Mohon Maaf Lahir & Bathin*🙏🏻

  *و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

✍🏽 :
 *Abdul Hamid Mudjib Hamid Al-Ishaqy   & Family*
   *١٤٣٧هـ*

LOKASI MAKAM BHUJU' SUMBER BULAN DESA DHOMPO, KRATON, PASURUAN..Al-Fatihah...

LOKASI MAKAM BHUJU' SUMBER BULAN DESA DHOMPO, KRATON, PASURUAN:.
=======
https://youtu.be/5k_Q9e4Rjcs
Saat Berjalan Mau Ziyaroh Sowan Ke Bhuju' Sumber Bulan Desa Dhompo, Kraton, Pasuruan Bin Bhuju' Nepa Bin Raden Prabu Tangkisari Bin Sunan Giri  pd Hari Ahad, 1 Syawwal 1438 H./ 25 Juni 2017 M. Semoga Memperoleh Barokat, Nafahat, Asror, 'Ulum, Amdad, Rohamat, Syafa'at, Anwar, Da'awatul Khoirot Bhuju'  Sumber Bulan Wa Ushulihihi Wa Faru'ihi Wa Masyayikhihi Wa Muridihi Wa Muhibbiihi Bijahi Rosulillah Wa Rohmatillah, Aamiin..AL-FATIHAH...(Sumber:
1. Kyai 'Adnan Bin Maryama Binti Mahmud Bin Hamzah Bin Bhuju' Sumber Bulan;
2. Bpk Munaji Bin Bukhori Bin Jamhari Bin Abshor Bin Hamzah Bin Bhuju' Sumber Bulan;
3. DLL.)
========
https://youtu.be/YGiNgsuwV5Q
Pemandangan View Lokasi Pesarean Setelah Ziyaroh Sowan Ke Bhuju' Sumber Bulan Desa Dhompo, Kraton, Pasuruan Bin Bhuju' Nepa Bin Raden Prabu Tangkisari Bin Sunan Giri  pd Hari Ahad, 1 Syawwal 1438 H./ 25 Juni 2017 M. Semoga Memperoleh Barokat, Nafahat, Asror, 'Ulum, Amdad, Rohamat, Syafa'at, Anwar, Da'awatul Khoirot Bhuju'  Sumber Bulan Wa Ushulihihi Wa Faru'ihi Wa Masyayikhihi Wa Muridihi Wa Muhibbiihi Bijahi Rosulillah Wa Rohmatillah, Aamiin..AL-FATIHAH...(Sumber:
1. Kyai 'Adnan Bin Maryama Binti Mahmud Bin Hamzah Bin Bhuju' Sumber Bulan;
2. Bpk Munaji Bin Bukhori Bin Jamhari Bin Abshor Bin Hamzah Bin Bhuju' Sumber Bulan;
3. DLL.)
===========
Bhuju' Hamzah Sudan Pasuruan punya anak 3:
1. ABSHOR;
2. MAHMUD;
3. 'AISYAH.
=========
ABSHOR Punya anak 3:
1. Jamhari;
2. Rowyani;
3. Armiyah.
==========
MAHMUD punya anak 5:
1. Asmirah;
2. Maryama;
3. Nahrowi;
4. Imam Sujadi;
5. Arba'iyyah.
===========
'AISYAH punya anak 4:
1. Mu'ashib;
2. Halim;
3. Rohanah;
4. Rohani.
===========
Niki silsilahnya Kyai Adnan:
======
Kyai 'Adnan Bin Maryama Binti Mahmud Bin Hamzah Bin Bhuju' Sumber Bulan Bin Bhuju' Nepa Bin Raden Prabu Tangkisari Bin Sunan Giri.

Kyai Adnan punya anak 3:
1. Masri'ah;
2. Shofiyah;
3. Mushthofa;

AL-FATIHAH...

Jumat, 23 Juni 2017

Contoh 50 Model Ucapan Hari Raya

50 contoh ucapan idul fitri...

silakan pilih salah satu 😂😂😂

1. Jika jemari tak sempat berjabat,
jika ada kata membakar lara, menusuk hati,
semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat menyambut Hari Raya Iedul Fitri 1438 H,
Mohon Maaf Lahir & Bathin.

2. Mohon maaf bila ada perkataan saya yang menyakitkan,
bila ada tulisan-tulisan saya yang tidak sedap dibaca,
bila ada kelakukan saya seperti lupa usia.
Semoga kita diijinkan untuk menikmati indahnya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir & Bathin.

3. Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu.
Segalanya adalah untukmu.
Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna
selalu saja ada kata dan kesalahan
yang mungkin bisa menyakiti hatimu.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, terimalah maafku.
Bersama 1000 cinta.

4. Idul Fitri yang agung,
Seagung kalimat Tayyibah
Seagung dinul Islam yang kaffah,
Seagung silaturrahim yang mengandung cinta dan kedamaian.
Selamat Hari Iedul Fitri 1438 H,
Mohon Maaf Lahir & Bathin.

5. Buka hati dapat cinta,
Buka buku dapat ilmu,
Buka hp dapat sms,
Buka sms dapat ucapan "Met Iedul Fitri"
Mohon Maaf Lahir & Bathin.

6. Kata-kata seindah zikir ter-alun bagaikan adzan,
berbaris rapi dalam shaf, bagaikan tentara bersenjata,
hari kemenangan itu akan tiba,
keihklasan yang merajai hati untuk saling memaafkan.
Selamat Iedul Fitri 1438 H.

7. Hari ini segalanya terasa indah
Andai semua salah & khilaf dapat terhapus dengan ikhlas.
Selamat Iedul Fitri 1438 H,
Mohon Maaf Lahir & Bathin.

8. Ucapan yang paling baik adalah "Allah",
lagu yang paling indah adalah "Adzan",
referensi yang paling lengkap adalah "Al-Qur'an",
senam yang palig sehat adalah "Shalat",
diet yang paling bagus adalah "Puasa",
kebersihan yang menyegarkan adalah "Wudhu",
perbuatan yang paling mulia adalah "Memaafkan",
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1438 H,
Mohon Maaf Lahir & Bathin.

9. Seiring surya berseri indah dipagi penuh hikmat ini,
kami mohon dbukakan pintu maaf apabila ada kata dan tindak yang tidak berkenan dihati.

10. Di beningnya hati ada keruhnya prasangka,
disantunnya sapa ada celanya kata.
Mohon Maaf Lahir & Bathin bila itu pernah terasa.
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1438 H.

11. Ya Rabbi, berkahi umur kami hingga Ramadhan ditahun depan.
Sucikan hati kami untuk bisa memaafkan saudara kami.
Taqabalallahu minna wa minkum.

12. Mari kita setting NIAT,
upgrade IMAN,
download SABAR,
delete DOSA,
approve MAAF,
hunting PAHALA agar kita getting GUEST LIST masuk surga..
Minal a’idzin wal faa idzin..

13. RESEP SPECIAL KEMBALI FITRI
Bahan yg disediakan:
-1 potong rasa bersalah
-2 kg kasih sayang
-1 kg rasa menyesal d+
-2 kg saling memaafkan
BUMBU:
-1 ons ikhlas
-1 grm tawakal
-1 kg kebaikan
-3 lembar daun assalam, rasa hormat, tenggang rasa, saling menghargai.
Tuangkan kasih sayang, hiasi dengan “perasaan” cinta sesama mukmin
& ketulusan hati
dan yang terakhir, hidangkan dengan “kejujuran hati”
Minal aidzin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan bathin

14. Masih ada harapan untuk perubahan,
Masih ada cinta untuk pengabdian,
Masih ada asa untuk berkarya,
Mari bangun bersama peradaban islam nan gemilang.
Mulai lagi di hari nan fitri, diawali dengan maaf dan ikhlas.
Mohon MAAF jika ada kata2 & sikap yang kurang berkenan dihati
Atas segala khilaf.
Mari bersama bangun peradaban Islam nan mulia.
Minal aidzin wal faidzin.

15. Manusia akan segera kembali ke fitrah masing2
Fitrah adalah ide bawaan sejak lahir
Ide bawaan tersebut adalah “Laa ilaha Illallah”
Mari sucikan hati kita kembali kepada tauhid
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir Batin

16. Ramadhan kan kembali berlalu, meninggalkan kisah syahdu
Betapa masa kan tersia jika hati masih terbalut noda.
Minal Aidin Wal Faidzin..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

17. Aku memang bukan matahari yang bisa membuatmu membedakan siang dan malam
Tapi setidaknya cahaya kecilku ini bisa berarti di hari raya ini…
minal aidzin walfaidzin

18. Bulan yang indah penuh hikmah telah berlalu..
Semoga menitis ke lembaran baru
dan membuka ribuan pintu maaf,
Agar kami bisa masuk dan menjadi bagian yang termaafkan,
"SELAMAT IDUL FITRI 1438 H"
Mohon maaf lahir batin

19. L-ive is go on,
E-verything reborn again,
B-ut
A-ll of d sin &
R-egret still inside in me,
A-nd I wanna say
N-othing but taqobbalallahu minna waminkum..

20. Sudah ramai orang di pasar
penuh sesak orang di warung makan
beli baju di pasar besar
belum puasa udah mikir lebaran

21. Esok adalah harapan..
Sekarang adalah kenyataan..
Kemarin adalah kenangan, yang tak luput dari khilaf dan kesalahan..
Ketika tangan tak mampu berjabat,
Kaki tak dapat melangkah.
Hanya hati yang mampu berbisik,,
”Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Batin”

22. Bila Idul Fitri adalah lentera,,
Izinkan membuka tabirnya dengan maaf,,
Agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

23. Ramadhan membasuh hati yang berjelaga
Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya
Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga
Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H
Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum

24. Orang yang paling mulia adalah
Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain
Bersihkan diri, sucikan hati Di hari yang Fitri ini.

25. Berbuat khilaf adalah sifat
Meminta maaf adalah kewajiban
Dan kembalinya Fitrah adalah tujuan
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

26. Let's write all the mistakes down in the sand
And let the wind of forgiveness erase it away
Happy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faidzin

27. Gema takbir bergumpal didalam dada
Idul Fitri seratus meter lagi.
Semoga kesucian hati
Tidak hanya untuk Idul Fitri
Selamat Idul Fitri 1438 H
Mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami selama ini

28. Jika aku tak memberi maaf
Bukan karena aku tak mau memberi maaf
Tetapi engkau tak punya salah
Maaf apa yang harus kuberikan?Jika aku memberi maaf
Bukan karena engkau meminta maaf
Tetapi karena sepenuh maaf aku berikan
Setulus hati, seikhlas niatku
Meski tanpa kau mintaJika aku meminta maaf
Bukan karena hari ini Lebaran
Tetapi karena Ridho Allah SWT
Yang telah membukakan pintu kejujuran hati nurani
Untuk mengakui segala khilaf dan alpa
Dengan segenap cemas dan sesal
Aku memohon maaf

29. Kapanpun lebarannya, ucapannya:
Taqaballahu minna wa minkum
minal aidzin wal faizin
mohon maaf lahir dan bathin

30. Hidup ini hanya sebentar..
bentar marah, bentar ketawa
bentar berduit, bentar boke
bentar senang, bentar susah
ooo ye.. bentar lagi bulan syawal
met lebaran.. mohon maaf lahir bathin..

31. Orang ganteng orang jelek..
gue ganteng elo jelek..
lebaran dah dateng..
so maafin gw jek..

32. Terkadang cinta, membuat orang berubah total. terkadang cinta juga
membuat orang jadi sakit hati. mungkin terucap kata2 maniz. terkadang berujung pedih.maaf hatiku bila hatimu tersinggung dari kata2 ku.
met lebaran ya.

33. Harta paling berharga adalah sabar.
Teman paling setia adalah amal.
Ibadah paling indah adalah ikhlas.
Identitas paling tinggi adalah adalah iman.
Pekerjaan paling berat adalah memaafkan.
Mohon maaf atas segala khilaf.

34. Sunset ramadhan beranjak pergi..
berganti fajar syawal di pagi hari..
membawa cahaya kedamaian di penghujung ramadhan..
menebar berkah di hari kemenangan..
Met Idul Fitri 1438 H.
Mohon maaf lahir & bathin

35. Buah durian dikerat-kerat,keratnya pakai tali
kawan makan ketupat,ketupat yang wangi
ayo kawan berjabat erat, eratkan tali silahturahmi.
opor ayam tape ragi
kue nastar kue betawi
mpo aye org awam,aye mohon dimengerti
klo aye sempat kasar atawe berani,, mohon diampuni

36. Bryan Adams said "Please Forgive Me.."
Rio Febrian said "Ooo... Maaf, maafkan diriku.."
Ruben Studdard said "Well this is my sorry for 2004.."
Yuni Shara said "Mengapa tiada maaf bagiku.."
Elton John said "Sorry seems to be the hardest word"
Mpok Minah said "Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya
nggak sopan.."
I said "Minal Aidin wal faizin.."

37. The holy and beautiful Syawal will come soon
There is no word proper to welcome it
Except the word of pray and forgiveness
My Majesty if you forgive all my fault
And hope your worship accepted by Allah
The God of Merciful and the Beneficent

38. Tiada gembira yang menggelora,
tiada senang yang mengangkasa,
selain kita telah kembali pada fitrah dan ampunanNya.
Taqaballahu mina wa minkum, selamat Idul Fitri 1438 H,
minal aidzin wal faizin,
mohon maaf lahir dan batin

39. Takbir, tahmid, tahlil tlah berkumandang.
Memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur padaNya.
Esok pagi menyambut hari yang fitri,
selamat hari lebaran 1438 H taqaballahu mina wa minkum,
mohon maaf lahir dan batin

40. Terselip khilaf dalam candaku.
Tergores luka dalam tawaku,
terbelit pilu dalam tingkahku,
tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba, moga segala dosa & kesalahan kita terampuni.
Mari bersama kita bersihkan dihari yang fitri.
SELAMAT IDUL FITRI,
mohon maaf lahir & batin

41. Masa aktif Hidup anda hampir berakhir,
saldo dosa anda makin meningkat,
di hari yang fitri ini raih kesempatan untuk meningkatkan saldo Iman.
Isi ulang dengan sirahturahmi.
SELAMAT IDUL FITRI,
mohon maaf lahir & batin

42. Satukan tangan, satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari kemenangan Kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin

43. Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka…
Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf…
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

44. Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.

45. Melati semerbak harum mewangi,
Sebagai penghias di Hari fitri,
SMS ini hadir pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

46. Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin

47. Mawar berseri dipagi Hari
Pancaran putihnya menyapa nurani
Sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI.. MOHON MAAF LAHIR BATHIN..

48. Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.
Mohon Maaf lahir Dan batin

49. Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA.
Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf.
Selamat Idul Fitri

50. Walopun operator sibuk n’ BBM pending terus,
Kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Amalan Yang Disunnahkan Di Hari Raya

AMALAN-AMALAN SUNNAH DI HARI IDUL FITRI

1. الغسل للعيدين وان لم يرد الحضور
Mandi karena hari raya, sekalipun tdk hendak menghadiri shalat Id. Waktunya mulai tengah malam sampai terbenamnya matahari, yang afdhol setelah terbitnya fajar
2. البكور بعد الصبح لغير الامام
Berangkat pagi ke tempat shalat Id bagi selain imam
3. التطيب للذكر
Memakai wangi-wangian bagi laki2
4. التزين باحسن ثيابه
Berpakaian dg pakaian yang paling bagus
5.وفعلها في المسجد افضل لشرفه
Lebih utama melaksanakan shalat Id di masjid
6. وان يذهب للصلاة في طريق طويل ماشيا بسكينة ويرجع في اخر قصير
Berangkat menuju tempat shalat Id melewati jalan yg jauh dengan tenang dan pulang dari shalat Id melewati jalan lain yg lbh dekat menuju rumah
7. ان يأكل قبلها في عيد الفطر والاولى ان يكون تمرا وترا
Makan sebelum berangkat shalat Idul Fitri, lebih baik makan kurma dengan jumlah ganjil.

Dikutip dari Kitab Nihayatuz Zain, hlm 108, Syaikh Nawawi al-Jawiy

UTAMAKAN & PEDULIKAN KEDUA ORANG TUAMU...!!!

🙏🏻JANGAN LUPA KEDUA ORANG TUAMU🙏🏻
========
*أنت تشتري ثياب العيد لأطفالك وزوجتك، لا تنس من كان يشتري لك الثياب وأنت صغير..*

_Kamu membelikan baju lebaran untuk anak-anak dan istrimu, janganlah kamu lupakan orang yang dulu membelikanmu baju waktu kecilmu..._

*ولا تنس من كانت تلبسك كسوة العيد في صباح يوم العيد وهي تتبسم في وجهك وتقبلك..*

_Janganlah kamu lupakan perempuan yang memakaikanmu baju lebaran pada pagi hari lebaran, dan dia tersenyum dihadapanmu serta menciummu.._

*لاتنسوا الأحياء من الهدايا والأموات من الصدقة والدعاء*

_Jangan kalian lupa memberi hadiah pada orang² yang hidup dan jangan lupa memberi sedekah dan berdo'a untuk orang² yang mati_

​[ ربِّ ارحمهما كما ربياني صغيراً]            

_"Ya Alloh, sayangilah kedua orangtuaku seperti mereka menyayangiku dimasa aku kecil"_

🙏🏻Aaaamiiin🙏🏻

MENGAJI TULISAN TANGAN SYAIKHONA KH.MUHAMMAD KHOLIL AL-BANGKALANY...AL-FATIHAH..

Copas

* Mengaji dari tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan

Tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan yg manuskripnya tersimpan di Ponpes Langitan Tuban :

إِنَّا لَنَفْرَحُ بِالْأَيَّامِ نَقْطَعُهَا * فَكُلُّ يَوْمٍ مَضَى نَقْصٌ مِنَ الْأَجَلِ
فَاعْمَلْ لِنَفْسِكَ قَبْلَ الْمَوْتِ مُجْتَهِدًا * فَإِنَّمَا الرِّبْحُ وَالْخُسْرَانُ فِيْ الْعَمَلِ
_______

فَائِدَةٌ
ذِكْرُ الْإِمَامِ الشَّافِعِيِّ رَحْمَةُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ لَمَّا رَحَلَ مِنْ بَغْدَادَ إِلَى مِصْرَ، وَأَتَى إِلَى بَعْضِ قُرَاهَا بِمَكَانٍ، فَدَخَلَ فِيْهِ وَجَلَسَ عَلَى تُرَابٍ مِنْ غَيْرِ فِرَاشٍ، وَأَتَى بَعْدَهُ رَجُلٌ نَصْرَانِيٌّ كَاتِبُ الدَّوْلَةِ، فَدَخَلَ دَارًا فَقَامُوْا إِلَيْهِ وَأَكْرَمُوْهُ وَفُرِّسَ لَهُ الْحَرِيْرُ وَاَخَرُ بَيْنَ يَدَيْهِ لَذِيْذَ الْمَآكِلِ وَالْمَشَارِبِ وَأَنْوَاعَ الطِّيْبِ، فَلَمَّا رَأَى الْإِمَامُ ذَلِكَ أَنْشَدَ يَقُوْلُ بَيْتَيْنِ مِنْ بَحْرِ الْوَافِرِ:

تَبِيْتُ الْأُسْدُ فِي الْغَابَاتِ جُوْعًا * وَلَحْمُ الضَّأْنِ تَأْكُلُهُ الْكِلاب
وَخِنْزِيْرٌ يَنَامُ عَلَى حَرِيْرِ * وَأَهْلُ الْعِلْمِ مَفْرَشُهَا التُّرَابُ

فَلَمَّا سَمِعَ نَصْرَانِيٌّ قَوْلَ الْإِمَامِ أَتَى إِلَيْهِ، وَقَبَّلَ يَدَيْهِ وَقَدَمَيْهِ، وَأَسْلَمَ عَلَى يَدَيْهِ، وَأَعْطَاهُ جَمِيْعَ مَالِهِ، وَلَزِمَ خَدْمَهُ بِمَا سَبَقَتْ لَهُ السَّعَادَةُ وَسَامَتْهُ الْخَاتِمَةُ بِحُسْنِهَا مِمَّا أَكْرَمَ اللهُ بِهِ بِبَرَكَةِ الْإِمَامِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ.

كتبه الفقير محمد خليل بن عبد اللطيف

Terjemah :

Kita merasa bahagia dengan hari-hari yg telah kita lewati * padahal hari-hari yg telah berlalu menunjukkan berkurangnya umur kita

Maka beramal baiklah sebelum ajal menjemputmu * krn sesungguhnya keuntungan dan kerugian kelak ditentukan oleh amalmu

* Faidatun *

Tentang Imam Syafi'i رحمة الله عليه

Ketika beliau berhijrah dari Baghdad ke Mesir,beliau mengunjungi salah satu desa di Mesir,sayangnya penduduk desa tsb malah menyambut beliau dgn "biasa-biasa" saja,beliau bahkan duduk tanpa beralaskan tikar.
Setelah itu,seorang Nasrani yg juga pejabat kerajaan datang mengunjungi desa,penduduk desa menyambutnya dgn meriah,memuliakannya dgn macam-macam makanan dan minuman.

Melihat itu,Imam Syafi'i menyitir dua buah Bait :

(Janganlah engkau gelisah akan pahitnya kehidupan) * jauh di hutan sana banyak Singa-singa yg bermalam kelaparan * sedangkan anjing-anjing kekenyangan memakan daging kambing *
*(Begitu banyak)orang-orang bodoh yg tidur diatas ranjang sutra * sedangkan orang-orang Alim hanya tidur beralaskan tanah *

(Di luar dugaan)Mendengar bait-bait itu,pejabat Nasrani itu mendatangi Imam Syafi'i,menciumi tangan dan kakinya,dan mengucapkan Kalimat Syahadat di tangan Imam Syafi'i.

Ditulis oleh Al-Faqir Muhammad Kholil Bin Abdullatif

* meski hanya bisa melihat tulisan beliau,semoga bisa mendapatkan Barokah beliau,diakui sebagai murid-murid dan santri-santrinya,dikumpuklan dgnnya kelak di dalam Surga-Nya.. Aamin

SILSILAH EMAS NASAB SYAIKHONA KH. MUHAMMAD KHOLIL AL-BANGKALANY ..AL-FATIHAH...

كياهى محمد خليل بعكلان/مدورا
الإمام العارف بالله الدال الشيخ الهمام المشهور بولي الله واحد أصفيائه ذوالكرمات الباهرة والارهاصات الظاهرة العالم العلامة المقرئ الضابط المجود المفسر المحدث المسند الصرفي المرشد الثقة البارع الزاهد الصالح الورع الفقيه العابد الأستاذالكبير الحبر القدير بدرالدين محمد خليل بن عبد اللطيف البنكلانى المادورى المعمر ما فوق المأة
نسبه
هو محمد خليل بن عبد اللطيف بن عمران بن محمد بن أحمد بن عبد الله بن أحمد بن عبد الجليل بن سونن فرافين فضل الله بن سونن قيرى محمد عين اليقين بن مولانا إسحق بن مولانا إبراهيم الأسمر بن جمال الدين الأكبر الحسين بن أحمد جلال شاه بن عبد الله عظمت خان بن الأمير عبد الملك عظمت خان بن على بن علوى بن محمد صاحب المرباط بن علوى بن عبيد الله بن الإمام المهاجر إلى الله أحمد النقيب البصرى بن الإمام عيسى الرومى الأكبر بن محمد الازرق بن على العرضى بن الإمام جعفر الصادق بن الإمام محمد الباقر بن الإمام على زين العابدين بن الإمام الشهيد الحسين السبط بن الإمام على بن ابى طالب العلوى البنكلانى المادورى الإندنوسى
هكذا سلسل نسبه المسند النسابة السيد سالم بن أحمد آل جندان ونقل عنه انه كان فى حياته يقول:إنما انا من ذرية صاحب جبل قيرى هو محمد عين اليقين الملقب برادين فاكو نقارا،وأمى من سلالة الملوك يعنى ملوك مادورا يقال أنهم من سلالة السلطان  هداية الله بن السلطان عمدة الدين بركات بن السلطان عمادالدين بن ثناءالدين بن أحمد شاه بن عبد الله خان بن عظمة خان عبد الملك المتقدم ذكره هذا وذكر السيد سالم جندان يمما ما فى نسبه مخالفا لما هنا فقال هو خليل بن عبداللطيف بن عمران بن محمد بن طه بن زين العارفين بن عبد العزيز بن رادين نور بن أحمد بن محمد بن أحمد بن صالح البنكلانى بن عبد القدير بن سونن فرافين فضل الله المتقدم ذكره،وعلى كلٍٍّ فنسبه إلى المهاجر إلى الله أحمد النقيب البصرى صحيح الثبوت فهو شريف الأصل من المندمجين فى الجنس الأندنوسى من قدماء المهاجرين إلى هذه الديار فى القرن السادس الهجرى
مولده و نشأته
ولد ليلة الخميس 9 صفر  1252 { 10-mei-1836 }بمدينة بنكلان عاصمة جزيرة مادورا كانت قبل استيلاء هولنداعليها فى حكم السلطان يوسف بن عبد القادر فنمباهن الثانى عشر من ملوك المندورة ونشأ نشأةً دينية صالحة ،أخذ العلم فى صباه أيام عن أبيه الكياهى عبد اللطيف وقرأ عليه القرآن وحفظ عليه المتون ورسائل عدة فى مختلف الفنون وأكبّ فى الطلب على علماء بلده ،وارتحل إلى جاغأن/باغيل فقرأ على الكياهى داووه كفاية العوام،وإلى لاغيتان فقرأ على الكياهى.....والد الكياهى صالح،وإلى بوغاه عاصمة قرسئ وأخذ كثيرا عن الشيخ المعمر عبد الغنى بن صبح البيماوى فى بيماو سراباياوتلقى عنه الطريقة النقشبندية بحق أخذه عن الشيخ خالد بن أحمد النقشبندى
رحلاته إلى الحرمين

Kiyai Kholil Bangkalan.
Al-Imam Arif Billah masyhur sebagai Sheikh sekaligus pemimpin yang mempunyai cita-cita luhur, dikenal Wali Allah, Mempunyai Karomah yang luar biasa, Mempunyai dasar-dasar jelas, Sangat Alim, Muqri’, Kuat dan dermawan, Ahli tafsir, Ahli hadist, Berpredikat ahli Nahwu, Sebagai Panutan, Terpercaya, Pandai, Ahli Zuhud, Orang Sholeh, Wira’i, Ahli hukum, Hamba sahaya (Merendah), Guru Besar, Sumber ilmu agama,  Muhammad Kholil bin Abdul Latif Albankalany Almadury dan beliau di beri umur panjang hingga 100 tahun lebih.

Nasabnya:
Adalah Muhammad Kholil bin Abdul Latif bin Imron bin Mohammad bin Ahmad bin Abdullah bin Ahmad bin Abdul Jalil bin Sunan Prapen Fadlillah Muhammad bin Sunan Giri bin Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Ibrahim al-Asmar bin Jamaluddin Al-akbar Alhussein Bin Ahmad Jalal Shah bin Abdullah Azmatkhan  bin Amir Abdul Malik Azmatkhan bin Ali bin Alawi bin Muhammad Shohibi Almirbat bin Alawi bin Ubaidillah bin Al-imam Al-Muhajir Ila Allah Ahmad An-naqib Al-bashry bin Al-Imam Isa Al Roumi Al-akbar bin Muhammad Al-arzaq bin Ali al-urodly  bin Al-Imam Ja'far al-Shadiq bin Al-Imam Muhammad al-Baqir bin Al-Imam Aly Zainal Abidin bin Al-imam Al-Syahid Alhussein Al-sibthi bin Al-Imam Ali ibni Abi Thalib RA
Begitulah silsilah beliau yang tersambung pada nasabnya Sayyid Salim Bin Ahmad Al Jindan yang dikutip dari perkata’an Syaikhona Kholil semasa  hidupnya: “ Sesungguhnya saya masih keturunan pemilik Gunung Giri yaitu Muhammad Ainul Yaqin yang di juluki dengan Raden Paku Negara, dan ibu saya keturunan raja”   maksudnya adalah dari dinasti keraja’an Madura. Ada sebagian yang mengatakan mereka masih keturunan Sultan Hidayatullah bin Sultan Umdatuddin Barakaat bin Sultan Imaduddin bin Tsana’uddin bin Ahmad Shah bin Abdullah Khan bin Azmatkhan Abdul Malik yang telah disebutkan di atas.
Namun menurut pendapat Sayyid Salim Jindan mungkin apa yang telah dijelaskan dalam silsilah diatas tersebut bertentangan dengan yang di sini, yaitu: Kholil bin Abdul Latif bin Imron bin Muhammad bin Thoha bin Zainal Arifin bin Abdul Aziz bin Raden Nur bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Sholeh Albankalany bin Abdul Qadir bin Sunan Prapen Fadlillah yang disebutkan di atas.
Dan dari versi yang lain nasab beliau bersambung ke Almuhajir Ilallah Ahmad An-naqieb Al-bashry. Ini adalah ketetapan yang benar, asalnya tergabung dalam jenis keturunan imigran kuno Indonesia di negara ini pada abad ke enam Hijriyah.

Lahir dan dibesarkan
Lahir di Kota Bangkalan pulau Madura Pada 9 Sofar 1952 H. bertepatan dengan 10 Mei 1836 M. sebelum pengambil alihan Kekuasaan Belanda pada masa pemerintahan dinasti Sultan Yusuf Abdul Qadir Panembahan XII dari kerajaan Madura dan menjunjung munculnya berlaku agama di Madura.
Pada masa kecil beliau, hari-harinya disibukkan dengan belajar ilmu agama pada ayahnya yaitu Kiyai Abdul Latif dengan membaca al-Qur'an, menghafal matan-matan dan beberapa risalah dari fan yang berbeda-beda.  Beliau juga menekuni ilmu agama pada ulama-ulama di negrinya. Diantaranya belajar Kifayatul Awam pada Kiyai Dawoh di Pesantren Canga’an Bangil, kemudian ke Pesantren Langitan yang di asuh oleh Kiyai………(Tretan Alumni Langitan mohon koreksinya) ayahanda dari Kiyai Sholeh, lalu ke Pesantren Bungah, Gresik. dan menuntut banyak ilmu pada Syeikh Mu’ammar Abdul Ghoni Subhi Albimawy di Bimawu (penterjemah tidak tahu dimana daerah ini dan disebut daerah apa pada saat ini, mohon koreksinya), Surabaya. atas andil gurunya Syaikhona Kholil juga turut serta dalam Thoriqoh Naqshabandi, yang memiliki sanad langsung dari Syeikh Kholid bin Ahmad Al-Naqshabandi.
Sumber: http://googleweblight.com/?lite_url=http://baniyasma.blogspot.co.id/2012/07/biografi-syaikhona-kholil-bin-abdul.html%3Fm%3D1&lc=id-ID&s=1&m=989&host=www.google.co.id&ts=1498223762&sig=ALNZjWmNc-yvGEsnnB6gExTg5hlgTgzElQ

Rabu, 21 Juni 2017

Pendapat Ulama' Tentang Sholat Lailatul Qodar

*PADANGAN ULAMA'  TENTANG SHOLAT LAILATUL QODAR* ketika telah masuk 10 hari terakhir pada bulan romadlon nabi menguatkan balutan lukanya menghidupkan malamnya,membangunkan keluarganya,dan orang-orang sholih melakukan sholat pada malam 10 terakhir bulan romadlon dua roka'at dengan NIAT mendirikan malam lailatul qodr.

menurut imam Abu Al-laits paling sedikit sholat lailatul qodar adalah 2 roka'at paling banyak 1000 roka'at dan paling tengah-tengah yaitu 100 roka'at.setelah selesai baca al-fatihah pada tiap-tiap roka'at membaca INNA ANZALNAHU satu kali dan AL IKHLASH 3X,Jadi bacaan suratnya sama baik pada raka'at ke 1,ke 2 dan seterusnya.setelah salam membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW lalu melanjutkaan sholatnya sesuai yang di kehendaki.

telah mencukupi pada keutamaan sholat lailatul qodar antara keagungan derajat sholat lailatul qodar dan yang telah di kahabarkan oleh nabi daripada keutamaan sholat lailatul qodar.

sholat sunnah (tathowwu') di lakukan secara berjama'ah hukumnya boleh tanpa di makhruhkan jika sholatnya tanpa di dahului adzan dan iqomat cukup banyak ulama yang menjelaskan hal ini.

pengarang kitab syarhun niqoyah, ulama lainya dan dalam kitab al mukhit di jelaskan tidak makhruhkan berjama'ah dengan imam yang sholat sunnah mutlaq seperti sholat lailatul qodar,rogho'ib dll karena apapun yang di pandang orang-orang mukmin baik maka baik pula di sisi Alloh.

إذا دخل العشر شد مزره وأحيى ليله وأيقظ أهله وكان الصالحون يصلون في ليلة من العشر ركعتين بنية قيام ليلة القدر وعن بعض الأكابر من قرأ كل ليلة عشر آيات على تلك النية لم يحرم بركتها وثوابها قال الامام أبو الليث رحمه الله: أقل صلاة ليلة القدر ركعتان وأكثرها ألف ركعة وأوسطها مائة ركعة وأوسط القراءة في كل ركعة أن يقرأ بعد الفاتحة إنا أنزلناه مرة وقل هو الله أحد ثلاث مرات، ويسلم على كل ركعتين ويصلى على النبي عليه السلام بعد التسليم ويقوم حتى يتم ما أراد من مائة أو أقل أو أكثر ويكفي في فضل صلاتها ما بين الله من جلالة قدرها وما أخبر به الرسول عليه السلام من فضيلة قيامها وصلاة التطوع بالجماعة جائزة من غير كراهة لو صلوا بغير تداع وهو الأذان والإقامة كما في الفرائض صرح بذلك كثير من العلماء قال شرخ النقاية وغيره وفي المحيط لا يكره الاقتداء بالامام في النوافل مطلقاً نحو القدر والرغائب وليلة النصف من شعبان ونحو ذلك لأن ما رأه المؤمنون حسناً فهو عند الله حسن فلا تلتفت إلى قول من لا مذاق لهم من الطاعنين فإنهم بمنزلة العنين لا يعرفون ذوق المناجاة وحلاوة الطاعات وفضيلة الأوقات.

روح البيان ج 10 ص 483

Malam Lailatul Qodar : Malam 27 Romadlon


🌃 *Copas Ttg Malam 27 Romadlon: Malam Lailatul Qodar* 🌒
...........

Nabi Muhammad SAW.

قَالَ أُبَىٌّ وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ – يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى – وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

_Ubay (bin Ka’ab) berkata, “Demi Allah yang tiada ilah kecuali Dia. Sesungguhnya ia (lailatul qadar) terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang sinarnya tidak menyilaukan_.” (HR. Muslim)

Saudaraku,
Saat ini kita berada di malam ke 27..
.............

Sebagian ulama menyatakan malam ini adalah *malam yang memiliki peluang terbesar jatuhnya lailatul qadr*,
bahkan shahabat Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- sekaliber Ubay bin Ka'ab begitu yakin dan berani bersumpah tentang hal ini.
(HR. Muslim)

Ibnu Abbas pun mengarah ke malam 27.
(Tamhid 2/212)

Belum lagi hudzaifah -seorang pemegang rahasia Nabi- tidak ragu menunjuk malam ke 27 (Ibnu Abi Syaibah 2/395).

Saudaraku,
Manfaatkan kebersamaan kita dengan malam ini dengan baik.
Muliakan dia!
Ia hanya sejenak dan beberapa jam saja.

Untuk saudaraku yang sedang mudik dan berada di jalan, berdzikirlah, angkatlah tanganmu, berdoa dan basahi lisan ini dengan asmaa'nya. Bukankah doa musafir dikabulkan oleh ALLAH?!

Isilah waktu dengan shalat sunnah dan qiyamul lail di dalam kendaraanmu, bukankah di saat safar Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- mengerjakan shalat sunnah di atas kendaraan beliau.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dan seluruh ulama telah sepakat bolehnya shalat sunnah diatas kendaraan ketika safar.
(Ibnu Quddamah, Attarmidzi, Ibnu 'Abdul Barr, Al Mughni 1/485)

Buktikan bahwa mudik bukan halangan untuk meraih lailatul qadr!!

*"Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya dosa-dosanya akan diampuni oleh ALLAH."*
(HR. Bukhari dan Muslim)

Selamat beribadah saudaraku....

Telegram
@muhammadnuzuldzikri.                                                
☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
 Barakallah fikum.                                          

Baju Lebaran Cucu Rosululloh dari Malaikat Ridlwan

*"BAJU LEBARAN CUCU NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM.."*


Diriwayatkan pada masa kecil menjelang lebaran :


Al Hasan  dan Al Husain as
tidak memiliki pakaian baru untuk lebaran...

sedangkan hari raya sebentar lagi datang.

Mereka bertanya kepada ibunya,
"Wahai ummah anak2 di Madinah telah dihiasi dengan pakaian lebaran
kecuali kami, mengapa bunda tidak menghiasi kami?"


Sayyidah Fathimah as menjawab,:


"sesungguhnya baju kalian berada di tukang jahit".


Ketika malam hari raya tiba,
mereka berdua mengulangi pertanyaan yang sama,
Sayyidah Fathimah as menangis karena tidak memiliki uang
untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu.

Ketika malam tiba, ada yang mengetuk pintu rumah,
lalu Sayyidah Fathimah as bertanya, "siapa?"

Orang itu menjawab,
"Wahai putri Rasulullah,
aku adalah tukang jahit,
aku datang membawa hadiah pakaian untuk putra2mu".

Maka Beliau  pun membuka pintu,
tampak seseorang membawa sebuah bingkisan hadiah,
lalu diberikan kepada Sayyidah Fathimah Radhiyallahu ‘anha.
Kemudian Beliau as membuka bingkisan tersebut,
ternyata didalamnya terdapat 2 gamis, 2 celana, 2 mantel, 2 sorban
serta 2 pasang sepatu hitam yang kesemuanya sangat indah.

Lalu Sayyidah Fathimah as membangunkan
kedua putra kesayangannya
lalu memakaikan hadiah tersebut kepada mereka.
Kemudian ketika Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam datang
dan melihat keduanya sudah dihiasi dari semua hadiah
yang terdapat dalam bingkisan tersebut.
Kemudian Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam menggendong kedua cucunya dan menciumi mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang.

"Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa alihi Wa Sallam bertanya
kepada Sayyidah Fathimah as.."


"Apakah engkau melihat tukang jahit tersebut?"

Sayyidah Fathimah as menjawab:

"Iya, aku melihatnya",
Lalu Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa alihi Wa Sallam bersabda,

"Duhai putriku, dia bukanlah tukang jahit,
melainkan Malaikat Ridwan penjaga surga..."

Bahkanpara penghuni langit dan bumi pun berbahagia jika kedua cucu Rasulullah Shallallahu `alaihi WaAlihi Wa Sallam
berbahagia dan bersedih jika mereka bersedih....

*"SIRAH NABAWIYAH"*

Selasa, 20 Juni 2017

DO'A & SALAM WADA' PERPISAHAN Di Akhir Romadlon~

Langit dan bumi serta malaikat turut menangis melepas kepergian bulan Romadlon. =============
Rosululloh SAW bersabda, "Apabila malam terakhir bulan Ramadlon tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Muhammad SAW." 

Rasulullah ditanya, "Musibah apakah itu ya Rasulullah? Nabi SAW menjawab, "Perginya bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan itu semua doa diijabah, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksa ditolak (dihentikan)." (Diriwayatkan dari Jabir).

Inilah rahasia sabda Rasulullah yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, "Sekiranya umatku ini mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar tahun semuanya itu menjadi Ramadhan.”

“Karena semua kebaikan di bulan Ramadhan, ketaatan diterima Allah SWT, doa-doa hamba dikabulkan, semua dosa dan kesalahan diampuni dan surga rindu menunggu kehadiran mereka.” 

Bukti nyata ketidaktahuan kita tentang rahasia bulan Ramadhan dapat dilihat dari sikap kita menghadapi dan melepas bulan suci Ramadhan yang terkesan dingin dan sekadar bahagia dengan bentuk-bentuk lahiriyah.

Do'a dan salam wada' 
Tepatnya malam tanggal 1 Syawal, pasti kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan dan menutupnya dengan salat Idul Fitri pada satu Syawal. Di malam perpisahan Ramadhan itu, banyak orang yang bersedih bahkan mencucurkan air mata sambil mengucapkan salam perpisahan.

Mengucapkan salam perpisahan kepada bulan Ramadhan seyogianya kita lakukan sebagai mana yang dilakukan ulamaulama shalafu shaleh. Para ulama telah biasa wada dengan doa dan ucapan salam perpisahan. 

Berikut ini salam perpisahan Zainal Abidin Al-Sajjad cicit Nabi Muhammad SAW setiap kali Ramdahan akan berpisah dengannya:

“Wahai Bulan Allah yang agung. Wahai hari raya kekasih Tuhan. Asalamu alaika, wahai waktu-waktu yang menyertai kami dengan penuh kemuliaan. Wahai bulan, detik, jam dan hari-hari kebaikan. Assalamu alaika, wahai bulan yang ketika harapan didekat kan dan amal dihamparkan.”

“Salam bagimu wahai Ramadhan, shahabat yang datang membawa kebahagian dan kepergiannya meninggalkan kepedihan. Salam bagimu wahai teman, yang membuat hati menjadi lembut dan dosa berguguran.” 

“Salam bagimu wahai bulan penolong yang membantu kami melawan setan dan memudahkan menapak jalan kebaikan. Assalamu alaika ya Ramadhan. Betapa panjangnya Engkau bagi para pendurhaka. Betapa mulianya Engkau bagi hati orang-orang yang yakin. Salam bagimu wahai Ramadhan, Engkau datang pada kami membawa keberkahan dan membersihkan kami dari kesalahan.”

“Salam bagimu wahai Ramadhan, yang dirindukan sebelum kedatangannya dan disedihkan sebelum kepergiannya. Salam bagimu wahai Ramadhan karenamu betapa banyaknya kejelekan dipalingkan dari kami. Karena engkau betapa banyak kebaikan dilimpahkan pada kami.” 

“Semoga sebelum Ramadhan meninggalkan kita dan berpisah dengannya, kita mampu menyembelih nafsu kebinatangan kita, menutup pintu masuknya setan, menutup pintu neraka, dan membuka pintu surga.”

Ala kulli hal, mari kita berdoa dan bermunajat dengan doa perpisahan bulan Ramadhan seperti yang diungkapkan oleh Imam Zainal Abidin al-Sajjad cicit Rasulullah SAW yaitu, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa kami saat ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidup. Sekiranya Engakau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku, maka jadikanlah sebagai puasa yang dirahmati, dan janganlah Engkau jadikan sebagai puasa yang hampa (ditolak). Amin ya rabbal Alamin. 

DO'A & SALAM WADA'/ PERPISAHAN ROMADLON:
====================
“Yaa Alloh! Janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati, bukan puasa yang sia-sia.”

“Seandainya masih ada padaku dosa yang belum Engkau ampuni atau dosa yang menyebabkan aku disiksa karenanya, sehingga terbitnya* fajar malam ini atau sehingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.”

“Yaa Allah! Terimalah puasaku dengan se-baik² penerimaan, perkenan, kema’afan, kemurahan, pengampunan & krridhaan-Mu. Sehingga Engkau memenangkan aku dengan segala kebaikan, segala anugerah yang Engkau curahkan di bulan ini.”

“Selamatkanlah aku dari bencana yang mengancam atau dosa yang berterusan. Demikian juga, dengan rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan orang² yang mendapatkan (keutamaan) di Lailatul-Qadar. Malam yang telah Engkau tetapkan lebih baik dari seribu bulan.”

“Semoga perpisahanku dengan bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya & bukan juga pertemuan terakhirku. Semoga aku dapat kembali bertemu dgn Ramadhan mendatang dalam keadaan penuh harapan & kesejahteraan.”

*“Aaamiiiin Yaa Mujiibas-Saailiin”*

*Aku akan selalu merindukanmu yaa Ramadlon…*

Ya Alloh...Aku Memohon maaf-Mu

.

🌿

*_Aku Memohon Maaf-MU_*



بسم الله الرحمن الرحيم

_Degan nama Allah Yg Mh pengasih lg Mh penyayang._


اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

_Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Mh Pemaaf, suka memaafkan, maka maafkanlah aku._

عٙفْوٙكٙ يٙاعٙفُوُّ

_Aku memohon maafMu wahai Yg Mh Pemaaf_


فِي المٙحْيٙا و في المٙمٙاتِ عٙفْوٙكٙ

_Dlm kehidupan juga dlm kematian aku memohon maafMu_

وٙ فِيْ القُبُورِ عٙفْوٙكٙ

_Dan dlm kubur aku memohon maafMu_


وٙ فِيْ القِيٙامٙةِ عٙفْوٙكٙ

_Dan di hari kiamat aku juga memohon maafMu_

وٙ عِنْدٙ النُّشُورِ عٙفْوٙكٙ

_Dan ktk dibangkitkan aku juga memohon maafMu_

وٙ عِنْدٙ تٙطٙايُرِ الصُّحُفِ عٙفْوٙكٙ

_Dan ktk diberikan lembaran amal aku juga memohon maafMu_


وٙ فِيْ المُنٙاقٙشٙةِ الحِسٙابِ عٙفْوٙكٙ

_Dan ktk sidang perhitungan amal aku juga memohon maafMu_


وٙ عِنْدٙ المٙمٙرِّ على الصِّرٙاطِ عٙفْوٙكٙ

_Dan ktk dlm sirot (jembatan) aku juga memohon maafMu_


وٙ عِنْدٙ المِيزٙانِ عٙفْوٙكٙ

_Dan ktk dlm mizan (timbangan) aku juga memohon maafMu_


وٙ فِيْ جٙمِيعِ الْأٙحْوٙالِ عٙفْوٙكٙ

_Dan dlm semua keadaan aku juga memohon maafMu_

يٙاعٙفُوُّ عٙفْوٙكٙ

_Wahai Yg Mh Pemaaf, aku memohon maafMu_
Aaamiiin

Senin, 19 Juni 2017

SHOLAT KAFFAROH DILAKSANAKAN JUM'AT TERAKHIR DI BULAN ROMADLON

SHOTAT KAFFAROH PD JUM'AT TERAKHIR BULAN ROMADLON:
========
Shalat kaffaroh??

Bahwa Bersabda Rasulullah SAW : " Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud (tasyahud akhir saja, tanpa tasyahud awal), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X .


Niatnya: ” Nawaitu Usholli arba’a raka’atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta’alaa”

Sayidina Abu Bakar ra. berkata
 "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti) sholat 400 tahun dan menurut Sayidina Ali ra. sholat tersebut sebagai kafaroh 1000 tahun. Maka bertanyalah sahabat : umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?". Rasulullah SAW menjawab, "Untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya."

Setelah selesai Sholat membaca Istigfar 10 x :

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Kemudian baca sholawat 100 x :

 اللَّهُمَّ صَلِّّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Kemudian menbaca basmalah, hamdalah dan syahadat
Kemudian membaca Doa kafaroh 3x :

 اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ  اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْخَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ  شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً  وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْسِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ  السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ  بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين.

Diambil dari kitab “Majmu’atul Mubarakah”, susunan Syekh Muhammad Shodiq Al-Qahhawi.
(oleh: Habib Munzir al-Musawa dan dari berbagai sumber lain.)

Waktu : Yaitu, shalat sunnah kafarat yang hanya kesempatannya di hari Jumat akhir Ramadhan batasnya antara waktu dhuha dan Ashar.

📚Al-Haddad.

=====<========
NB: Ada yg Beda Pendapat ttg Sholat Kaffaroh tersebut sbb:

Ustad Misbah...
Meniko bahtsul masail tentang sholat kafarat dimaksud oleh para santri aktifis piss ktb

Link :
http://www.piss-ktb.com/2013/08/2656-hukum-sholat-kafaroh-baroah.html?m=0

2656. HUKUM SHOLAT KAFAROH / BARO'AH

BY PISS KTB

RABU, 21 AGUSTUS 2013

PERTANYAAN:


Intuisi Sang Legenda


assalamu'alaikum,

Saya pernah mendengar tentang sholat kafarot di hari jum'at terakhir bulan ramadlan sebagai pengganti qodlo sholat yg tlah lalu,pertanyaannya apa dalilnya dn bagaimana caranya(rukun dn syarat) terimakasih



JAWABAN:



1. Nurhartani Banjari


Wa'alaikum salaam



ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ - ﺍﻟﺒﻜﺮﻱ ﺍﻟﺪﻣﻴﺎﻃﻲ - ﺝ ١ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٣١٢ :ﻗﻮﻟﻪ: ﻓﺎﺋﺪﺓ: ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻓﺔ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺮﻏﺎﺋﺐ ﺇﻟﺦ. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺆﻟﻒ ﻓﻲ ﺇﺭﺷﺎﺩ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ: ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﺍﻟﻤﺬﻣﻮﻣﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺄﺛﻢ ﻓﺎﻋﻠﻬﺎ ﻭﻳﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﻭﻻﺓ ﺍﻻﻣﺮ ﻣﻨﻊ ﻓﺎﻋﻠﻬﺎ: ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺮﻏﺎﺋﺐ ﺍﺛﻨﺘﺎ ﻋﺸﺮﺓ ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀﻳﻦ ﻟﻴﻠﺔ ﺃﻭﻝ ﺟﻤﻌﺔ ﻣﻦ ﺭﺟﺐ. ﻭﺻﻼﺓ ﻟﻴﻠﺔ ﻧﺼﻒ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻣﺎﺋﺔ ﺭﻛﻌﺔ، ﻭﺻﻼﺓ ﺁﺧﺮ ﺟﻤﻌﺔ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺳﺒﻌﺔ ﻋﺸﺮ ﺭﻛﻌﺔ، ﺑﻨﻴﺔ ﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻢ ﻳﻘﻀﻬﺎ. ﻭﺻﻼﺓ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ ﺃﺭﺑﻊ ﺭﻛﻌﺎﺕ ﺃﻭ ﺃﻛﺜﺮ. ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻷﺳﺒﻮﻉ، ﺃﻣﺎ ﺃﺣﺎﺩﻳﺜﻬﺎ ﻓﻤﻮﺿﻮﻋﺔ ﺑﺎﻃﻠﺔ، ﻭﻻ ﺗﻐﺘﺮ ﺑﻤﻦ ﺫﻛﺮﻫﺎ. ﺍﻫ.====================================


disana dijelaskan bahwa sholat baroah adalah bid'ah madzmumah , dan berdosa jika dikerjakan , dan bagi pihak yg berwenang wajib untuk melarang melakukan praktek nya didalam kitab Fatawa Fiqhiyyah Al kubro tergolong dari pekerjaan yg termasuk kategori " MUHARROMAH SYADIDAATU AT-TAHRIM " sebab praktek semacam ini pada akhirnya ada yg meremehkan sholat ===========================



هل تَجُوزُ صَلَاةُ الرَّغَائِب وَالْبَرَاءَةِ جَمَاعَةً أَمْ لَا فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ أَمَّا صَلَاةُ الرَّغَائِب فَإِنَّهَا كَالصَّلَاةِ الْمَعْرُوفَةِ لَيْلَةَ النِّصْفِ من شَعْبَانُ بِدْعَتَانِ قَبِيحَتَانِ مَذْمُومَتَانِ وَحَدِيثهمَا مَوْضُوعٌ فَيُكْرَهُ فِعْلُهُمَا فُرَادَى وَجَمَاعَةً وَأَمَّا صَلَاةُ الْبَرَاءَة فَإِنْ أُرِيدَ بها ما يُنْقَلُ عن كَثِيرٍ من أَهْلِ الْيَمَنِ من صَلَاةِ الْمَكْتُوبَاتِ الْخَمْسِ بَعْد آخِرِ جُمُعَةٍ في رَمَضَانَ مُعْتَقِدِينَ أنها تُكَفِّرُ ما وَقَعَ في جُمْلَةِ السَّنَةِ من التَّهَاوُن في صَلَاتِهَا فَهِيَ مُحَرَّمَةٌ شَدِيدَةُ التَّحْرِيم يَجِبُ مَنْعُهُمْ منها لِأُمُورٍ منها أَنَّهُ تَحْرُمُ إعَادَةُ الصَّلَاةِ بَعْدَ خُرُوجِ وَقْتِهَا وَلَوْ في جَمَاعَةٍ وَكَذَا في وَقْتِهَا بِلَا جَمَاعَةٍ وَلَا سَبَبٍ يَقْتَضِي ذلك وَمِنْهَا أَنَّ ذلك صَارَ سَبَبًا لِتَهَاوُنِ الْعَامَّةِ في أَدَاءِ الْفَرَائِض لِاعْتِقَادِهِمْ أَنَّ فِعْلَهَا على تِلْكَ الْكَيْفِيَّةِ يُكَفِّرُ عَنْهُمْ ذلك وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ==============================


artinya kaga boleh ...



Shaikh zainuddin Al malibary yg juga tentunya dari kalangan Ulama As-syafi'iiyah mengkategorikan hadits nya maudhu' ..coba simak lagi ibarat yg ada di i'anah diatas , dan fokus pada ibarat ini ======

ﺃﻣﺎ ﺃﺣﺎﺩﻳﺜﻬﺎ ﻓﻤﻮﺿﻮﻋﺔ ﺑﺎﻃﻠﺔ، ﻭﻻ ﺗﻐﺘﺮ ﺑﻤﻦ ﺫﻛﺮﻫﺎ.



2. Sunde Pati


sholat baro'ah yg dilakukan dihari jum'at terakhir dibulan romadlon yg mana dipercaya bisa melebur sholat 1 tahun yg telah lewat maka hukumnya h   aram bahkan sangat haram



الفتاوى الفقهية الكبرى (1/ 217)وَأَمَّا صَلَاةُ الْبَرَاءَة فَإِنْ أُرِيدَ بها ما يُنْقَلُ عن كَثِيرٍ من أَهْلِ الْيَمَنِ من صَلَاةِ الْمَكْتُوبَاتِ الْخَمْسِ بَعْد آخِرِ جُمُعَةٍ في رَمَضَانَ مُعْتَقِدِينَ أنها تُكَفِّرُ ما وَقَعَ في جُمْلَةِ السَّنَةِ من التَّهَاوُن في صَلَاتِهَا فَهِيَ مُحَرَّمَةٌ شَدِيدَةُ التَّحْرِيم يَجِبُ مَنْعُهُمْ منها لِأُمُورٍ منها أَنَّهُ تَحْرُمُ إعَادَةُ الصَّلَاةِ بَعْدَ خُرُوجِ وَقْتِهَا وَلَوْ في جَمَاعَةٍ وَكَذَا في وَقْتِهَا بِلَا جَمَاعَةٍ وَلَا سَبَبٍ يَقْتَضِي ذلك وَمِنْهَا أَنَّ ذلك صَارَ سَبَبًا لِتَهَاوُنِ الْعَامَّةِ في أَدَاءِ الْفَرَائِض لِاعْتِقَادِهِمْ أَنَّ فِعْلَهَا على تِلْكَ الْكَيْفِيَّةِ يُكَفِّرُ عَنْهُمْ ذلك وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ



kesimpulannya sholat kafaroh itu bid'ah yg tercela dan hadisnya adalah palsu



إعانة الطالبين (1/ 270) ( قوله فائدة أما الصلاة المعروفة ليلة الرغائب إلخ ) قال المؤلف في إرشاد العباد ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب على ولاة الأمر منع فاعلها صلاة الرغائب اثنتا عشرة ركعة بين العشاءين ليلة أول جمعة من رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وصلاة آخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة بنية قضاء الصلوات الخمس التي لم يقضها وصلاة يوم عاشوراء أربع ركعات أو أكثر وصلاة الأسبوع أما أحاديثها فموضوعة باطلة ولا تغتر بمن ذكرها


 ibaroh pendukung


السؤال:


ما صحة الحديث الذى ورد فى فضل الصلاة فى آخر جمعة من شهر رمضان؟ حيث ورد فيه: "لمن فاته صلاة فى حياته عليه أن يصلى 4 ركعات بتشهد واحد، وأن يقرأ فاتحة الكتاب وسورة الكوثر والقدر 15 مرة فى كل ركعة، على أن تكون نيته كفارة لما فاته من صلوات، وعن فضلها: أنها مكفرة لـ 400 سنة، وقال الإمام على -رضى الله عنه وأرضاه-: إنها مكفرة لـ 1000 سنة".



الإجابة:الحمدُ للهِ، والصلاةُ والسلامُ على رسولِ اللهِ، وعلى آلِهِ وصحبِهِ ومن والاهُ، أمَّا بعدُ:فإن ما ذكره السائل، ليس حديثًا؛ فلا أصل له في كتب السنة، وعلامات الوضع ظاهرة عليه، وقد ذكر الشوكاني رحمه الله: حديثًا بهذا المعنى في كتابه "الفوائد المجموعة في الأحاديث الموضوعة" (ص 54)، ونصه: "من صلى في آخر جمعة من رمضان الخمس الصلوات المفروضة في اليوم والليلة، قضت عنه ما أخل به من صلاة سنته".ثم قال رحمه الله: "هذا موضوع لا إشكال فيه، ولم أجده في شيء من الكتب التي جمع مصنفوها فيها الأحاديث الموضوعة، ولكنه اشتهر عند جماعة من المتفقهة بمدينة صنعاء، في عصرنا هذا، وصار كثير منهم يفعلون ذلك، ولا أدري من وضعه لهم؛ فقبح الله الكذابين". انتهى.وراجع فتوى: "حكم العمل بالحديث الضعيف والموضوع".ثم إن من فاتته صلوات لم يصلها لعذر، لا يكفرِّها إلا قضاؤها، فكيف بالصلاة المتروكة عمدًا والتي لا يكفرها إلا التوبة إلى الله - عز وجل - توبة نصوحًا؟"؛ وراجع: "حكم تارك الصلاة"، "حكم قضاء
الصلاة التي تُركت عمدًا"،، والله أعلم.
==========

*SHOLAT KAFAROT ?!*

Informasi Sholat Kafarot nggak bisa dipertanggungjawabkan keilmiahannya,  meski tiap tahun di share.  InsyaAllah ini jawaban Aswaja Center PWNU Jatim👇🏽



SHOLAT KAFAROT (SHOLAT AKHIR JUMUAH BULAN ROMADHON)

Di Fathul Mu'in dijelaskan bahwa itu hadits maudhu' sehingga tidak bisa di jadikan hujjah atas masyru'nya sholat tsb.

Tetapi adat satu daerah di Hadramaut yg bernama Inat melakukan amaliyah tsb sejak zaman imam Syech Abu Bakr bin Salim (yaitu sumber ajdad habaib bangsa Al-Muhdhor, bin Syech Abi Bakr, Al Hamid dll) dan mereka mentakliqkan niatnya pada niatnya Syech Abi Bakr.

Berikut adalah jawaban habib Abu Bakr Assegaf Pasuruan ketika ditanya tentang hal tsb:

ليست صلاة الكفارة، بل صلاة القضاء. هذه من عمل سيدي الشيخ أبي بكر بن سالم المدفون في عينات حضرموت من أكا بر أولياء السادة في زمانه. لكن لا ينوي بها لجبر صلاة الدهر كما حرموا ذلك الفقهاء. إنما السادة عملوا ذلك وجعلها دأبا في كل آخر جمعة من رمضان إقتداءا به وعلقوا نيتهم على نية الشيخ أبي بكر بن سالم الملقب بفخر الوجود. كان الحبيب حسين بن طاهر (مؤلف سلم التوفيق) سأله أهل حضرموت عن ذلك لما أشكلوه فقال سلمنا لأهل الله ونوينا على مانواه الشيخ أبوبكر بن سالم

*Berikut ibarot I'anah*

 ( قوله فائدة أما الصلاة المعروفة ليلة الرغائب إلخ ) قال المؤلف في إرشاد العباد ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب على ولاة الأمر منع فاعلها صلاة الرغائب اثنتا عشرة ركعة بين العشاءين ليلة أول جمعة من رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وصلاة آخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة بنية قضاء الصلوات الخمس التي لم يقضها وصلاة يوم عاشوراء أربع ركعات أو أكثر وصلاة الأسبوع أما أحاديثها فموضوعة باطلة ولا تغتر بمن ذكرها

*Berikut ibarot fatawa Ibnu Hajar al Haitami*

قد سئل العلامة ابن حجر الهينمي المكي الشافعي عن هذه الصلاة التي كان بعض المصلين يصليها في آخر جمعة من رمضان ويسميها "صلاة البراءة"، هل تصح جماعة أم لا؟
فأجاب بقوله: "أما صلاة البراءة فإن أريد بها ما ينقل عن كثير من أهل اليمن من صلاة المكتوبات الخمس بعد آخر صلاة جمعة من رمضان معتقداً أنها تكفر ما وقع في جملة السنة من تهاون في صلاتها فهي محرمة شديدة التحريم، يجب منعهم منها؛ لأنه يحرم إعادة الصلاة بعد خروج وقتها ولو في جماعة، وكذا فيوقتها بلا جماعة ولا سبب يقتضي ذلك. ومنها أن ذلك صار سبباً لتهاون العامة في أداء الفرائض؛ لاعتقادهم أن اعتقادهم على تلك الكيفية يكفر عنهم ذلك" انتهى. من الفتاوى الفقهية الكبرى، ج: 2/ ص: 325.

*Berikut fatwa syeh Salim Sa'id Bukair Mufti Tarim*

السؤال: ماقولكم في صلاة الخمسة الفروض التي تصلى آخر الجمعة من رمضان هل هي جائزة شرعاً أم لا ؟ وهل أحد نص عليها من العلماء في فعلها غير الشيخ أبي بكر بن سالم وأولاده ؟ أفيدونا .
📕 الجواب: الحمد لله ، صلاة الخمسة الفروض آخر الجمعة قضاء فوائت ليس على يقين منها وتسمى صلاة البراءة ، اختلف العلماء فيها فقال بتحريمها جماعة كالشيخ ابن حجر وبامخرمة وغيرهما وقال بجوازها كثير من علماء اليمن وكانت تصلى بجامع زبيد كما قال الناشري ، قال: ولايتركها إلا القليل انتهى .وهي محط رجال العلم وأئمة الفتوى ، وقد صلاها جماعة من الأئمة الورعين البارعين في علمي الظاهر والباطن كالفخر الشيخ أبي بكر بن سالم والإمام العلامة أحمد بن زين الحبشي والإمام الحبيب عمر بن زين بن سميط والحبيب العلامة أحمد بن محمد المحضار والعلامة الحبيب أحمد بن حسن العطاس والحبيب العلامة سالم بن حفيظ ابن الشيخ أبي بكر بن سالم والحبيب العلامة عبدالله بن عبدالرحمن ابن الشيخ أبي بكر بن سالم وغيرهم من علماء اليمن وحضرموت فقد أقامها كل من المذكورين في جهاتهم وبلدانهم وأمر بها وأقرها الإمام الحجة الحبيب عبدالرحمن بن عبدالله بلفقيه وهو الذي كان يلقبه القطب الإمام الحبيب عبدالله الحداد بعلامة الدنيا ويقول فيه : والله ما في الأكوان مثل عبدالرحمن ، وكفى بهذا الإمام وبمن تقدم ذكرهم من أئمة الدين والعلماء الورعين حجة في جواز هذه الصلاة وإذا لم تقم بهم وبأمثالهم الحجة وهم أهل الاهتداء والاقتداء وحجج الله في أرضه فبمن تقوم الحجة ؟ . وقد قال بجواز القضاء مع الشك القاضي حسين والغزي كما في ((الجمل على المنهج)) والإمام الغزالي في ((الإحياء)) وفي ذلك أعظم دليل وأقوى حجة لما قاله وعمله هؤلاء الأئمة بل لو لم يقل بجواز هذه الصلاة وبفعلها إلا الشيخ أبوبكر بن سالم لكان قوله وفعله كافي في الحجة فإنه من كبار العلماء وأئمة الدين وإذا كان سيدنا الإمام القطب الحبيب عبدالله الحداد ادعى الاجتهاد كما قال ذلك الإمام الحبيب علوي بن سقاف الجفري في كتابه((النهر المتدفق)) فبالحري أن يكون الفخر الشيخ أبوبكر كذلك أو أكبر من ذلك ومن جمع بين العلم الظاهر والباطن والورع الحاجز لايقال في حقه : من أين أتى بهذا ؟ نسأل الله أن يرزقنا محبتهم والأدب معهم ويعرفنا حقهم ويوفقنا لسلوك طريقهم ويحفظنا من الزيغ والزلل وتخطيئَتِهِم والوقيعة فيهم وفي أمثالهم من أئمة العلم والدين آمين ومن أراد الزيادة على ماذكرناه فعليه برسالتنا ((دفع الاعتراض المنقوض في مسألة الخمسة الفروض)) والله أعلم بالصواب.
وكتبه الحقير سالم بن سعيد بكير

Intinya :

Hadis tsb adalah hadis maudhu’, yakni sebuah hadis yang disandarkan pada Nabi dengan kebohongan dan sebenarnya tidak ada keterkaitan sanad dengan Nabi. Selain itu pada hakikatnya itu bukanlah hadis. Hanya saja penyebutannya sebagai hadis memandang anggapan dari perawinya.

Ketika amalan ibadah bersumber dari hadis maudhu’, maka menurut para ulama hukumnya tidak boleh mengerjakan amalan tersebut. Berbeda ketika amalan yang bersumber darihadis dha’if (lemah) maka masih diperbolehkan mengamalkan hanya sebatas fadhailul amal(keutamaan-keutamaan amal). Dalam kitab al Adzkar karya al Imam Nawawi hal 14 .

Menurut penuturan Gus Ma’ruf Khozin ketika menanyakan ini kepada Habib Abu Bakar as Segaf bahwa shalat ini bukan shalat Kafarat, namun shalat Qadla’. Ini adalah amalan Sayid Syaikh Abu Bakar bin Salim yang dimakamkan di ‘Inat, daerah Hadlramaut Yaman. Beliau adalah pembesar wali dan sayyid di masanya. Namun shalat tersebut tidak boleh diniati sebagai pengganti shalat selama setahun, sebagaimana yang diharamkan oleh ulama Fikih. Para Sayyid (Habaib) hanya mengamalkannya dan menjadikannya sebagai kebiasaan di akhir Jumat bulan Ramadan karena untuk mengikuti beliau. Mereka menyesuaikan niat mereka dengan niat Sayyid Abu Bakar bin Salim yang bergelar Fakhr al-Wujud.

Pengarang kitab Sullamut Taufiq, Habib Husain bin Thahir ditanya oleh penduduk Hadlramaut tentang hal ini, beliau menjawab: “Kita taslim (menerima) terhadap amalan wali Allah. Dan kita niatkan seperti niat Sayyid Abu Bakar bin Salim. Tetapi para Habaib melarang mengajak orang-orang melakukan shalat ini di masjid, misalnya. Beliau-beliau mengamalkannya bersama keluarga di kediaman masing-masing. Khawatir ada kejanggalan dari sebagian orang.

Seumpama seperti itu adanya, yakni kemudahan mengqada shalat yang ditinggalkan dalam waktu yang lama cukup ditebus (kafarat) hanya dengan shalat sekali dalam setahun, maka dikhawatirkan yang akan terjadi kebanyakan orang islam dengan mudahnya meninggalkan kewajiban shalat 5 waktu setiap hari dengan alasan nanti cukup melakukan shalat kafarat saja.

 *Syariat sudah mengajarkan bahwa apabila seseorang meninggalkan shalatnya baik itu disengaja ataupun tidak, maka dia berkewajiban mengganti (qada) dengan shalat di lain waktu sejumlah shalat yang ditinggalkannya.*

 (*/Jawaban dari Aswaja Center PWNU Jatim)

============
ALFAKHRUL WUJUD SYEIKH ABU BAKAR BIN SALUM MELAKSANAKAN SHOLAT KAFFAROH:
👍👍👍
Kanggo kito sae ngelampai klawan niat kados engkang dipon lampai As-Syekh Abu Bakar bin Salim, niki ibarote;
[6/19, 20:50] ‪+62 896-8219-4678‬: *فتوى الامام ابن حجر الهيتمي في صلاة البراءة اخر جمعة من شهر رمضان*

(ﻭﺳﺌﻞ) ﻧﻔﻊ اﻟﻠﻪ ﺑﻪ. ﻫﻞ ﺗﺠﻮﺯ ﺻﻼﺓ اﻟﺮﻏﺎﺋﺐ ﻭاﻟﺒﺮاءﺓ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺃﻡ ﻻ؟
(ﻓﺄﺟﺎﺏ) ﺑﻘﻮﻟﻪ ﺃﻣﺎ ﺻﻼﺓ اﻟﺮﻏﺎﺋﺐ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻛﺎﻟﺼﻼﺓ اﻟﻤﻌﺮﻭﻓﺔ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﺑﺪﻋﺘﺎﻥ ﻗﺒﻴﺤﺘﺎﻥ ﻣﺬﻣﻮﻣﺘﺎﻥ ﻭﺣﺪﻳﺜﻬﻤﺎ ﻣﻮﺿﻮﻉ ﻓﻴﻜﺮﻩ ﻓﻌﻠﻬﻤﺎ ﻓﺮاﺩﻯ ﻭﺟﻤﺎﻋﺔ *ﻭﺃﻣﺎ ﺻﻼﺓ اﻟﺒﺮاءﺓ ﻓﺈﻥ ﺃﺭﻳﺪ ﺑﻬﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﻘﻞ ﻋﻦ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻴﻤﻦ ﻣﻦ ﺻﻼﺓ اﻟﻤﻜﺘﻮﺑﺎﺕ اﻟﺨﻤﺲ ﺑﻌﺪ ﺁﺧﺮ ﺟﻤﻌﺔ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻣﻌﺘﻘﺪﻳﻦ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﻜﻔﺮ ﻣﺎ ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﺟﻤﻠﺔ اﻟﺴﻨﺔ ﻣﻦ اﻟﺘﻬﺎﻭﻥ ﻓﻲ ﺻﻼﺗﻬﺎ ﻓﻬﻲ ﻣﺤﺮﻣﺔ ﺷﺪﻳﺪﺓ اﻟﺘﺤﺮﻳﻢ* ﻳﺠﺐ ﻣﻨﻌﻬﻢ ﻣﻨﻬﺎ ﻷﻣﻮﺭ ﻣﻨﻬﺎ ﺃﻧﻪ ﺗﺤﺮﻡ ﺇﻋﺎﺩﺓ اﻟﺼﻼﺓ ﺑﻌﺪ ﺧﺮﻭﺝ ﻭﻗﺘﻬﺎ ﻭﻟﻮ ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻭﻛﺬا ﻓﻲ ﻭﻗﺘﻬﺎ ﺑﻼ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻭﻻ ﺳﺒﺐ ﻳﻘﺘﻀﻲ ﺫﻟﻚ ﻭﻣﻨﻬﺎ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺻﺎﺭ ﺳﺒﺒﺎ ﻟﺘﻬﺎﻭﻥ اﻟﻌﺎﻣﺔ ﻓﻲ ﺃﺩاء اﻟﻔﺮاﺋﺾ ﻻﻋﺘﻘﺎﺩﻫﻢ ﺃﻥ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺗﻠﻚ اﻟﻜﻴﻔﻴﺔ ﻳﻜﻔﺮ ﻋﻨﻬﻢ ﺫﻟﻚ ﻭاﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮاﺏ. فتاوى الكبرى الفقهية ١/٢١٧


 ‪ ودكرت لدى سيدي رضي الله عنه، الصلوات الخمسة المشهورة بصلاة القضاء تصلى فى آخر جمعة من شهر رمضان وقرئ عليه إسنادها إلى الشيخ أبي بكر بن سالم وانه كان يفعلها هو وجملة من العلماء ممن قبله وممن بعده وصلاها بمسجده بعينات مدة حياته ثم اولاده وكل متعلق به بعد وفاته،  وما انكرها أحد ألا وعاجلته العقوبة وجه ذلك بخط الشيخ عبد الرحمن ابن احمد باوزبر، فأجاز سيدي أحمد رضي الله عنه من حضر فيها.
تذكير الناس ص 179


هذه من عمل سيدي الشيخ أبي بكر بن سالم المدفون في عينات حضرموت من أكا بر أولياء السادة في زمانه. لكن لا ينوي بها لجبر صلاة الدهر كما حرموا ذلك الفقهاء. إنما السادة عملوا ذلك وجعلها دأبا في كل آخر جمعة من رمضان إقتداءا به وعلقوا نيتهم على نية الشيخ أبي بكر بن سالم الملقب بفخر الوجود. كان الحبيب حسين بن طاهر (مؤلف سلم التوفيق) سأله أهل حضرموت عن ذلك لما أشكلوه فقال سلمنا لأهل الله ونوينا على مانواه الشيخ أبوبكر بن سالم

============
KETERANGAN:
============
AGAK PANJANG TAPI AJIB BERKENAAN DG SHOLAT QODHO' DI AKHIR JUMAT RAMADHAN

(RECOMMENDED UTK DI BACA DAN DISEBAR-DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN)

QODHO SHOLAT ALA SYECH ABU BAKAR BIN SALIM.

Sudah menjadi rutinitas tahunan bagi sebagian kalangan ulama untuk melaksanakan Qodho Shalat lima waktu (Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh) setelah melaksanakan Shalat Jumat di hari Jum'at terkahir Bulan Ramadhan. Shalat yang penuh berkah ini dipelopori oleh As-syech Abu Bakar bin Salim. Ini dilakukan untuk mengambil kesempatan emas pada waktu yang penuh berkah ketika berkumpulnya banyak orang. Shalat ini sama sekali tidak bertentangan dengan syariat. Bagi yang melaksanakannya hendaknya meniatkan dengan niat orang-orang shaleh dalam melaksanakannya. Tapi perlu digaris bawahi bahwa pelaksanaan shalat ini tidak dapat menggantikan semua shalat-shalat fardhu yang ditinggalkan selain lima shalat itu saja, jadi bagi orang yang memiliki banyak shalat yang ditinggalkan hendaknya ia mengqodhoi setiap shalat yang ia tinggalkan itu.

Al-Muftiy al-Faqih al-Allamah as-Syech Salim bin Said Bukayir Al-Hadromiy  memiliki sebuah risalah berjudul ( دفع الاعتراض المنقوض وتحقيق الحق فى صلاة الخمسة الفروض ) yang membahas mengenai shalat qodho ala Syech Abu Bakar Bin salim. Beliau pernah ditanya " Apa pendapat anda mengenai shalat  fardhu yang lima yang dilakukan di dalam satu waktu di akhir Jum'at Bulan Romadhon, apakah diperbolehkan dalam syariat ? Apakah ada salah satu ulama  yang membolehkan untuk melakukannya selain Syech Abu Bakar bin Salim dan keturunannya ? " Beliau menjawab: Segala puji bagi Allah, Shalat fardhu yang lima yang dilakukan di Jum'at terakhir Bulan Romadhon sebagai qodho' dinamakan dengan Shalat Baroah. Mengenai shalat ini, para ulama' berbeda pendapat, ada yang mengharamka seperti Ibnu Hajar dan Bamakhromah dan ada banyak pula ulama' dari Yaman yang membolehkannya. Shalat ini telah dilaksanakan oleh banyak ulama-ulama besar yang waro (berhati-hati dalam agama) dan menguasai menguasai ilmu dzahir dan bathin seperti Syech abu Bakar bin Salim, Al-Allamah Ahmad bin Zain Alhabsyi, al-Imam Umar bin Zain bin smith, al-Allamah Ahmad bin Muhammad Almuhdor, al Habib Ahmad bin Hasan Alathas, al Habib Salim bin Hafidz BSA dan masih banyak lagi ulama'-ulama' Yaman Hadromaut yang mengerjakannya di daerah-daerahnya serta menganjurkan untuk melaksanakannya.

Shalat ini juga telah diakui oleh Seorang Imam yang menjadi Hujjah, Al Habib Abdurahman bin Abdullah Bilfaqih yang dijuluki oleh Al Habib al Quthb Imam Abdullah al Haddad sebagai Alamah dunia (Yang Sangat alim di dunia ini). Al Habib Abdullah al Haddad mengatakan mengenai al Habib Abdurahman bilfaqih:

والله ما في الأكوان مثل عبد الرحمن

Demi Allah di alam ini tidak ada yang seperti Abdurahman
Imam ini, dan para imam lain yang telah disebutkan yang menguasai ilmu agama dan bersikap waro ini cukup sebagai rujukan hukum atas bolehnya melaksanakan shalat ini. Jika mereka tidak dapat dijadikan rujukan hukum, padahal mereka adalah para pemberi petunjuk dan rujukan serta hujjah-hujjah Allah di muka bumi ini maka siapa yang dapat dijadikan rujukan hukum?

Selain itu beberapa ulama telah memperbolehkan untuk melaksanakan Qodho shalat ketika ia ragu mengenai shalatnya. Di antaranya adalah al Qodhi Husain dal Al Ghazi sebagaimana disebutkan dalam al Jamal fil Minhaj. Dan Imam Ghazali dalam al Ihya. Ini adalah dalil yang agung dan hujjah yang kuat atas apa yang dikatakan dan diamalkan para ulama ini.  Bahkan seandai tidak ada seorang pun yang mengatakan kebolehan shalat ini  dan melakukannya kecuali Syaikh Abu Bakar bin Salim maka perkataan dan perbuatan beliau itu sudah cukup sebagai hujjah. Karena beliau termasuk pembesar ulama dan imam dalam ilmu agama. Dikatakan oleh Imam al Habib Alwi bin Segaf al Jufri dalam kitab an Nahr al Mutadaffiq bahwa Imam al Quthb Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad telah mendakwakan sebagai seorang mujtahid, jika demikian maka sepantasnya al Fakhr Syaikh Abu Bakar setara dengan beliau atau bahkan lebih agung darinya. Orang yang telah mengumpulkan antara ilmu zahir dan ilmu batin serta sifat waro, tidak dapat dikatakan mengenainya, “Dari mana engkau mendatangkan ini?”

Kami memhohon kepada Allah untuk memberikan rizki kepada kami berupa kecintaan kepada mereka dan adab bersama mereka, dan semoga Allah membuat kami mengenal hak mereka, memberikan taufiq kepada kami untuk menjalani jalan mereka,  menjaga kami dari kesesatan dan ketergelinciran atau menyalahkan mereka dan mengatakan hal buruk mengenai mereka, dan dalam semisal mereka daripada para imam, dan ulama agama aminn.

Siapa yang menghendaki keterangan tambahan atas apa yang telah kami sebutkan ini hendaknya ia membaca risalah kami, daf`ul itirodh al manqudh fi mas`alatil khamsah al furudh. Wallahu alam bis shawab

Ditulis oleh Syaikh Salim bin Sa`id Bukayir.

( Aghlal-jawahir.hal 97-99 )
==================

Ada tambahan yang sangat penting berkaitan statemen bliau (Habib Luthfi terkait sholat kaffarot) sekaligus sebagai klarifikasi:

SHOLAT KAFFAROH atau SHOLAT QODHO' 5 WAKTU
Dalam beberapa keterangan terdapat tuntutan sholat kaffaroh dengan melaksanakan sholat lima waktu sebagai kaffaroh sholat-sholat  yg kita laksanakan selama setahun bila mana terdapat kekurangan kekurangan dalam pelaksanaanya. Sementara itu dalam beberapa literatur fiqh kita dapati kalangan fuqoha banyak yang melarang keras seperti terdapat dalam Fathul Muin dsb.
Bagaimana kita menyikapi persoalan ini?

Berikut ini sikap bijak dari cara pandang ulama shufi pd permasalahan semacam ini:

1- Bahwa persoalan ini adalah persoalan fadoilul a'mal yg kembalinya pada keluasan rahmat dan karunia Alloh yg tentu gak bisa dibatasi, karenanya tidak perlu lagi kita perdebatkan statusnya
2- Realitanya sholat yang merupakan ibadah pokok yang akan dihisab paling awal sebelum amal yg lain, dalam kita menjalankanya pasti terdapat ketidak sempurnaan atau kurang sempurna di banyak hal. Oleh karenanya sebagian dari ulama melaksanakan sholat kaffarah sebagai bentuk harapan agar semoga kekurangan kekurangan itu bisa terlebur atau tertutup.
3- Tentu tdk berarti bahwa hutang sholat yg ditinggal sengaja atau tidak, otomatis terlebur dengan sholat tersebut. Persis seperti kita dalam baca Alqur'an mungkin makhroj dan tajwidnya bagus. Tapi sisi adab qiro'ah terkadang kurang atau sebaliknya. Nah untung ada keutamaan baca Al-ikhlash 3x spt bc satu kali hataman. Nah kita berharap dengan bc Al-ikhlash tiga kali hususnya pada saat khotmul Qur'an semoga kekurangan2 itu dapat terlebur. Sekalipun tentu beda antara pahala Al-ikhlas 3x dengan Bacaan lengkap dari Fatihah hingga Annas.
4- Para ulama yg melarang keras sholat kaffarah tentu bukan tanpa sebab. Mereka hawatir bilamana keutamaan sholat kaffaroh ini diajarkan dan diamalkan akan menjadikan awam nggampang / meremehkan kewajiban dg alasan bahwa sholat yg dia tinggal nanti bisa dilebur dg sholat kaffaroh tak perlu repot repot qodho dsb.
5- Dengan keterangan tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa sholat kaffaroh silakan diamalkan bagi mereka yg meyakini, akan tetapi harus tetap husnu dlonn dg para ulama yg melarang.
6- Seperti halnya seorang ulama yg enggan melakukan qoshor n jama', bukan berarti para beliau ingkar dg hukum rukhshoh / dispensasi Syari'ah. Akan tetapi dalam rangka pembelajaran pd diri dan umat agar tdk nggampang dg hukum2 Alloh SWT.
7- Tentang keluasan rohmat Alloh SWT, bliau menceritakan kisah antara ulama shufi besar Syekh Tijani yg mengajukan soal pd ulama2 bsr semasanya spt imam Sanusi dsb: Seorang Muslim yg melakukan semua dosa besar selain syirik dg sholawat Nabi SAW satu Kali bila ditimbang lbh berat  mana?  Semua ulama menjwb lebih berat dosa2 besar. Imam Tijani membantah dg hujah
من صلى علي مرة صلى الله عليه عشرا
" Brg siapa yg membaca sholawat pdku satu kali niscaya Alloh melimpahkan rahmatnya sepuluh kali." Pertanyaanya: Siapa yg bisa menakar besarnya satu rahmat Alloh yg diberikan pada hambanya? Bagaimana dg sepuluh kalinya?
Inilah keluasan rohmat Alloh atas hamba2 Nya
Dan bab Fadhoil merupakan bagian dari itu. Karenanya kita tidak selayaknya mengukur
seberapa rohmat Alloh atas hambanya.
8- Jadi dalam pandangan Maulana Alhabib Luthfi berkenaan amalan Sholat Qodho atau kaffarah beliau melihat itu sebuah kebaikan sekira mau diamalkan monggo.
Tapi TIDAK BENAR kalo beliau  Maulana MENGIJAZAHKAN Amalan tersebut utk diamalkan.
(INI STATEMEN BELIAU SEKALIGUS KLARIFIKASI ATAS PERINTAH BELIAU)
Catatan alfaqir: Zakaria Anshor
28 Romadhon 1438 H
( perjalanan Pulang pergi mendampingi bliau memantau arus mudik.2017 M /  1438 H
Saksi:
1- K Syamlawi
2- K Malkan Khudhori
3- H Zamroni Ayyub
4- Ust Hakim Utsman