ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Sabtu, 03 Juni 2017

DAWUH MBAH MAIMOEN TENTANG LARANGAN MENGHINA ORANG MUNAFIQ BAHKAN IBLIS

DAWUH MBAH MAIMOEN TENTANG LARANGAN MENGHINA ORANG MUNAFIQ BAHKAN IBLIS

Romo KH. Maimoen Zubair pernah mengatakan begini; Hajjaj ats-Tsaqafi, siapa yang tidak kenal panglima perang Dinasti Bani Umayyah ini, panglima yang dikecam banyak sahabat dan tabi’in karena kekejamannya. Ketika bercerita tentang (diantara kekejaman) beliau, Mbah Mun dawuh: “Jangan (ikut-ikutan) menghina Hajjaj! Meskipun dia begitu, tapi kalau bukan karena jasanya tentu kita sekarang tidak bisa baca al-Quran, karena beliaulah yang mengeluarkan perintah memberi tanda baca al-Quran sehinga mudah dibaca”.

Abdullah bin Ubay bin Salul, siapa tidak tahu gembong orang munafiq ini, musuh dalam selimut kaum Muslim zaman Rasulullah Saw. Dia juga (diantara) orang Madinah yang menuduh Nabi Saw. tidak adil dalam pembagian harta rampasan perang Hunain, kenapa hanya diberikan kepada kaum Muhajirin yang banyak kabur dari medan perang, sedangkan kaum Anshor yang mati-matian berjuang tidak diberi bagian. Tentang Abdullah bin Ubay ini, Mbah Mun pun dawuh: “Jangan menghina Abdullah bin Ubay! Karena, seandainya kita dalam posisinya waktu itu, belum tentu kita bersikap lebih baik darinya”.

Dan bahkan tentang Iblis sekalipun beliau berpesan sama, jangan menghina! Tidak ada seorang pun menghina sesuatu kecuali ia menganggap dirinya lebih baik, dan itu adalah 'kesombongan'. (Sumber: Muchammad Ibnu Muchammad).