ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Selasa, 13 Juni 2017

Urgennya Alkhlaq dan Adab Murid Kepada Sang Guru

TERHADAP USTADZ (GURU)
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Al Imam Al Habib Ali bin Hasan Alatas berkata :

ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب،
على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك
يكون لك ذالك المقدار عند الله
من غير شك

" Memperoleh ilmu, futuh
dan cahaya (terbukanya hijab-hijab batinnya),
adalah sesuai kadar adabmu
terhadap gurumu.
Kadar besarnya gurumu di hatimu,
Maka demikian pula
kadar besarnya dirimu di sisi Allah
tanpa ragu ". (Manhajus Sawiy).

Imam Nawawi ketika hendak belajar
kepada gurunya,
beliau selalu bersedekah di perjalanan
dan berdoa :
" Ya Allah, tutuplah dariku
kekurangan guruku,
hingga mataku tidak melihat kekuranganya.
dan tidak seorangpun
yang menyampaikan kekurangan guruku
kepadaku ". (Lawaqihul Anwaaril Qudsiyyah).

Beliau juga pernah mengatakan
dalam kitab At Tahdzib :

"عقوق الوالدين تمحوه التوبة
وعقوق الاستاذ لا يمحوه شيء البتة".

" Durhaka kepada orang tua
dosanya bisa hapus oleh taubat,
tapi durhaka kepada ustadzmu (gurumu)
tidak ada satupun yang dapat menghapusnya ".

Al Habib Abdullah Al Haddad
berkata :
"Paling bahayanya bagi seorang murid,
adalah berubahnya hati gurunya
kepadanya.
Seandainya seluruh wali
dari timur dan barat
ingin memperbaiki keadaan si murid itu,
niscaya tidak akan mampu
kecuali gurunya telah ridha kembali ".
(Adab Sulukil Murid).

Ada seorang murid
yag sedang menyapu madrasah gurunya,
tiba2 Nabi Khidir mendatanginya.
Murid itu tidak sedikitpun menoleh
dan tidak mengajak bicara Nabi Khidhir.

Maka Nabi Khidhir berkata :
"Tidakkah kau mengenalku ?!"

Murid menjawab :
"Ya aku mengenalmu,
engkau adalah Abul Abbas al Khidhir".

Nabi Khidhir berkata :
"Kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?!".

Murid menjawab :
"Guruku sudah cukup bagiku,
tidak tersisa satupun hajat kepadamu".
(Kalam Al Habib Idrus al Habsyi ).

Habib Abdullah Al Haddad berkata :
"Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya :
"perintahkan aku ini,
berikan aku ini !"
karena itu sama saja
menuntut untuk dirinya.
Tapi sebaiknya dia seperti mayat
di hadapan orang yg memandikannya".
(Ghoyatul Qashad Wal Murad)

Para ulama ahli hikmah
berkata :
"Barangsiapa yang mengatakan
"kenapa..?"
Kepada gurunya.
Maka dia tidak akan bahagia
selamanya ".
(Al- Fataawal Haditsiyyah).

Para ulama hakikat
berkata :
" 70% ilmu itu diperoleh
sebab kuatnya hubungan
antara murid dengan gurunya.
••••••••••••••••••
العلم بالتعلم
والبركة بالخدمة
Ilmu diperoleh dengan belajar
Berkah diraih dengan khidmah.
••••••••••••••

Semoga Allah Senantiasa Menjaga dan memberikan kesehatan Bagi Guru guru kita...
Aamiin