ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Kamis, 11 Oktober 2018

Do'a Agar Hati Tidak Berkarat, Tidak Sedih, Tidak (ada kotoran) Sombong, serta Tidak Tersisa Dosa::






*Do'a Agar Hati Tidak Berkarat, Tidak Sedih, Tidak (ada kotoran) Sombong, serta Tidak Tersisa Dosa:*
==============
Sulthonul Awliya' Al-'Arifin Al-Quthbul Ghouts Al-Syeikh Abul Hasan 'Ali  as-Syadzali Ra berkata:
"Jika kamu ingin hatimu tidak berkarat, tidak sedih, tidak (ada kotoran) sombong, serta tidak tersisa dosa, maka perbanyaklah bacaan berikut:
*سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ، لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ ثَبِّتْ عِلْمَهَا فِى قَلْبِى وَاغْفِرْ لِى ذَنْبِى وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَقُلِ الْحَمْدُ ِللهِ وَسَلاَمٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفَى*
Maha Suci Alloh dan dengan pujian-Nya. Maha Suci Alloh Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan kecuali Alloh. Tetapkanlah ilmu kalimat tauhid tersebut dalam hatiku; ampunilah dosaku dan ampunilah orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dan katakanlah: "Segala puji bagi Alloh dan semoga keselamatan tetap terlimpahkan kepada para hamba-Nya yang telah Dia pilih.


Sumber: Qomi'ut_Thughyan 'Ala Mandzumati Syu'abil Iman, Hal. 26.

Semoga Bermanfa'at.

Wallohu A'lam.

Selasa, 09 Oktober 2018

SAAT BERSHODAQOH (Bersedekah), NIATKAN PULA UNTUK KEDUA ORANG TUA KITA, SEBAB TIADA AKAN MENGURANGI PAHALA SHODAQOH KITA:




*SAAT BERSHODAQOH (Bersedekah), NIATKAN PULA UNTUK KEDUA ORANG TUA KITA, SEBAB TIADA AKAN MENGURANGI PAHALA SHODAQOH KITA:*
=====================
قال أصحاب الشافعي ، يسن لمن اراد أن يتصدق أن ينوي الصدقة عن ابويه ولا يقتصر على نية نفسه بها فإن الله يثيبهما ولا ينقص من أجره شيئا.
(إعانة الطالبين ٣- ٤٠٤)

Maksudnya:
*Bahwa ketika bershodaqoh (Bersedekah), kita disunnahkan untuk meniatkan shodaqoh tersebut untuk kedua orang tua, Niscaya Alloh SWT akan memberi kedua orang tua kita pahala shodaqoh tersebut tanpa mengurangi pahala kita sedikitpun.*

Semoga Bermanfa'at...Aaaamiin.

Wallohu A'lam.

Do'a Dibaca Pada Hari Pertama Bulan Shofar Dan Do'a Yang Dibaca Setiap Hari Selama Bulan Shofar:




للتذكيردعاء أول يوم من شهر صفر الخير

*Do'a ini Dibaca Di Hari Pertama Pada Bulan Shofar:*
================
( بسم الله الرحمن الرحيم وصلى تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ، أعوذ بالله من شر هذا الزمان وأهله، وأعوذ بجلالك وجلال وجهك وكمال جلال قدسك أن تجيرني ووالديّ وأولادي وأهلي وأحبابي وما تحيطه شفقة قلبي من شر هذه السنة وقني شر ما قضيت فيها واصرف عني شر شهر صفر يا كريم النظر واختم لي في هذا الشهر والدهر بالسلامة والعافية والسعادة لي ولوالديّ وأولادي ولأهلي وما تحوطه شفقة قلبي وجميع المسلمين وصلى تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم )

=============
* دعاء شهر صفر* {Keutamaan do'a berikut Ini bila Dibaca Tiap Hari Dalam Bulan Shofar:};
=============
ان من يقرأ في كل يوم من أيام صفر هذا الدعاء حفظه الله تعالى في تلك السنة من الآفات والبليات إلى صفر القابل ولم يصبه بلاء قط ، وهذا هو الدعاء :

*{Do'a Ini Dibaca Tiap Hari Dalam Bulan Shofar:}:*
NB: ini Fadliah Keutamaannya; *Barangsiapa Yang Membaca Do'a Berikut ini setiap hari selama bulan shofar, maka Alloh akan menjaga orang itu dari marabahaya dan bala'  Pada Tahun itu hingga tahun yang akan datang.*

Ini Do'a Yang Dibaca:

بسم الله الرحمن الرحيم.. ( اللهم ) صلِّ على سيدنا محمد عبدك ونبيك ورسولك النبي الأمي وعلى آله وبارك وسلم ، ( اللهم ) إني أعوذ بك من شر هذا الشهر ، ومن كل شدة وبلاء وبلية قدرتها فيه يا دهر ، يا مالك الدنيا والأخر ، يا عالما بما كان وما يكون ، ومن إذا أراد شيئا قال له كن فيكون ، يا أزلي يا أبدي ، يا مبدئ يا معيد ، ياذا الجلال والإكرام ، ياذا العرش المجيد ، أنت تفعل ما تريد ، ( اللهم ) احرس بعينك نفسي وأهلي ومالي ، وولدي وديني ودنياي التي ابتليتني بصحبتها بحرمة الأبرار والأخيار ، برحمتك يا عزيز يا غفار ، يا كريم ، يا ستار ، برحمتك يا ارحم الراحمين ، ( اللهم ) يا شديد القوى ، ويا شديد المحال يا عزيز ذلت لعزتك جميع خلقك ، اكفني عن جميع خلقك ، يا محسن يا مجمل ، يا متفضل يا منعم يا مكرم ، يامن لا إله إلا أنت برحمتك يا أرحم الراحمين ، وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين .

كنز النجاح والسرور✨..

Senin, 08 Oktober 2018

Keistimewaan Anak Yamg Diberi Nama: Muhammad (RAHASIA DIBALIK NAMA MUHAMMAD SAW):




Keistimewaan Anak Yamg Diberi Nama: Muhammad (RAHASIA DIBALIK NAMA MUHAMMAD SAW):
============
Nabi SAW bersabda: Barang siapa yang mempunyai anak lalu diberi nama MUHAMMAD karena cinta padaku dan karena ngalap berkah dengan namaku maka dia dan anaknya akan dimasukkan surga.
ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﺑﻴﺘﺎ ﻓﻴﻪ ﺍﺳﻤﻰ
Kefakiran tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat namaku
ﻣﺎ ﻣﻦ ﺍﻫﻞ ﺑﻴﺖ ﻓﻴﻬﻢ ﺍﺳﻢ ﻧﺒﻲ ﺍﻻ ﺑﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻣﻠﻜﺎ ﻳﻘﺪﺳﻬﻢ ﺑﺎﻟﻐﺪﺍﺓ ﻭﺍﻟﻌﺸﻲ
Tidak ada dari sebuah keluarga yang didalamnya ada nama nabi melainkan ALLAH SWT akan mengutus padanya seorang malaikat yang membaca tasbih untuk mereka pagi dan sore
ﻣﻦ ﻭﻟﺪ ﻟﻪ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻭﻻﺩ ﻭﻟﻢ ﻳﺴﻢ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻓﻘﺪ ﺟﻬﻞ
Barang siapa mempunyai tiga anak dan salah satunya tidak ada yang diberi nama MUHAMMAD maka dia benar-benar BODOH
ﻣﺎ ﻣﻦ ﺑﻴﺖ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﺳﻤﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻻ ﻻﻳﺨﻠﻮﺍ ﻋﻦ ﺧﻴﺮ
Tidak ada rumah yang didalamnya terdapat seseorang yang bernama MUHAMMAD melainkan rumah itu tidak akan sepi dari kebaikan
ﻳﻨﺎﺩﻯ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ، ﻓﻴﺮﻓﻊ ﺭﺃﺳﻪ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﻮﻗﻒ ﻣﻦ ﺍﺳﻤﻪ ﻣﺤﻤﺪ، ﻓﻴﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ : ﺃﺷﻬﺪﻛﻢ ﺃﻧﻰ ﻗﺪ ﻏﻔﺮﺕ ﻟﻜﻢ ﻣﻦ ﺍﺳﻤﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﺳﻢ ﻣﺤﻤﺪ ﻧﺒﻴﻰ
Dihari kiamat akan dipanggil “Wahai MUHAMMAD” lalu setiap orang yang bernama MUHAMMAD mengangkat kepalanya, ALLAH Azza wajalla berfirman: “Saya bersaksi pada kalian bahwa sesungguhnya saya benar-benar akan mengampuni kalian yang namanya menyamai nama nabi MUHAMMAD
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ : ﻭﻋﺰﺗﻰ ﻭﺟﻼﻟﻰ ﻻ ﻋﺬﺑﺖ ﺍﺣﺪﺍ ﺗﺴﻤﻰ ﺑﺎﺳﻤﻚ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ALLAH Azza wajalla berfirman: Demi sifat agungKu dan luhurKu, Aku tidak akan menyiksa selamanya dineraka seseorang yang diberi nama seperti namamu (MUHAMMAD).

Kitab Sa’adatuddaroin 373-391

PERTEMUAN KHUSUS HABIB UMAR BIN HAFIDZ BSA (Dalam dialog terbatas bersama 30 tokoh nasional pada Tanggal:7 Oktober 2018).




Copas:
PERTEMUAN KHUSUS HABIB UMAR BIN HAFIDZ BSA (Dalam dialog terbatas bersama 30 tokoh nasional pada Tanggal:7 Oktober 2018).

Oleh: Gus Najih Ramadhan

Manhajnya sama, 'ijo'-nya boleh jadi juga sama, yang membuat ‘beragam’, sang guru yang hidup di tanah Yaman memakai jubah, adapun si murid yang lahir di bumi nusantara memakai batik.

"MARI BERALIH DARI HAL-HAL YANG BERSIFAT KULIT MENUJU POKOK-POKOK YANG MERUPAKAN SUBSTANSI"

Kutipan tersebut saya nukil dari beliau Habib Umar bin Hafidz dalam dialog terbatas bersama 30 tokoh nasional, malam ini (7/10). Hal tersebut beliau sampaikan menjawab pertanyaan TGB Zainul Majdi tentang perspektif agama terhadap kebangsaan (muwatanah).

Kata beliau jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah rasa aman, keadilan, dan penghargaan terhadap sesama, maka itu lah Islam, apa pun istilah yang digunakan. Kaum muslimin harus menjaga hak-hak non muslim ketika minoritas, apalagi ketika kaum muslimin menjadi mayoritas.

Prof. Dr. Quraish Shihab yang juga hadir di forum ini menambahkan satu kata tentang kebangsaan, yaitu musawah (persamaan hak) antar semua warga negara.

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini Habib Umar menyampaikan pandangan-pandangannya tentang problematika umat Islam kontemporer, beberapa hal yang masih saya ingat di antaranya adalah, bahwa Islam amat menghormati semua makhluk, hewan sekalipun, apalagi manusia. Menyakiti hewan saja berarti sudah melanggar salah satu prinsip ajaran Nabi, bagaimana dengan menyakiti manusia?!

Beliau kemudian menceritakan fragmen-fragmen sejarah Nabi, misalnya bagaimana Nabi memberikan hidangan yang sangat layak kepada para tawanan-tawanannya, lebih dari yang beliau makan. Hal yang tidak kita jumpai bahkan di zaman ini yang katanya menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kenapa bisa demikian? Karena Nabi melakukan semuanya dengan rahmah.

Beliau juga mengingatkan bahaya kejahatan-kegaduhan yang mungkin motivasinya adalah agama, termasuk dalam politik. Beliau menyatakan pasti ada yang salah dari sanad keilmuan orang-orang yang berlaku demikian, yang juga mempunyai mispersepsi tentang politik. Karena pada dasarnya politik adalah untuk tertibnya kehidupan masyarakat dan alat mencapai tujuan-tujuan bersama. Celakanya politik dalam kenyataan banyak dipraktekkan hanya untuk meraih kekuasaan. Dengan kata lain menjadikan kekuasaan dalam politik untuk tujuan utama, bukan perantara.

Beliau mengatakan tidak mengharamkan ulama berpolitik, namun semua harus bekerja sesuai kapasitas dan kompetensinya. Ulama bisa berperan tanpa harus berpolitik praktis, tanpa harus menjadi milik kelompok tertentu. Ulama harus menjadi penghubung antara umat Islam dan ajaran-ajaran Rasulullah. Ulama harus menjadi duta moral-akhlak Islam. Karena itu jika ada ulama berpolitik praktis kemudian berdusta, mencela, apalagi berkata kasar, itu berarti dia sudah keluar dari garis-garis keilmuan/keulamaannya. Politik ulama adalah mengayomi.

Beliau menegaskan bahwa itu semua bisa terrealisasi jika masing-masing melakukannya dengan ikhlas dan atas fondasi kemaslahatan, bukan kepentingan tertentu. Tentang bahaya ujaran-ujaran tercela, beliau mengutip suatu hadis bahwa, “Pada zaman fitnah, sebuah kalimat bisa lebih tajam daripada pedang”.

Beliau mengajak ulama untuk kembali kepada amanah ilmiah. Meneladani Imam Malik yang berilmu tanpa hawa nafsu dan tanpa memaksa, contoh saja beliau mau mempertahankan keberagaman dengan menolak menjadikan Muwatta-nya sebagai satu-satunya rujukan hukum negara, ketika diinisiasi oleh seorang khalifah.

Dalam penutupnya, menanggapi sebuah pertanyaan Prof. Jimly Assidiqi, beliau habib Umar sempat bercerita peristiwa enam puluh tahun lalu, ketika ada seseorang dari Hadlramaut yang hidup di Jakarta akan kembali ke negaranya, para tetangganya menangisi, dan yang terlihat amat keras tangisannya adalah tetangganya yang Tionghoa-non muslim, ditanyalah orang tersebut, kenapa Anda begitu sedih kehilangan seorang Hadlramaut itu, dijawab, “Ya selama 20 tahun saya berinteraksi dengannya, saya melihat pada dirinya akhlak, tidak pernah mengganggu kehidupan saya, dengan mengintip sekali pun, saya jatuh hati dengan akhlaknya, saya mempercayainya lebih dari saudara-saudara saya sendiri!” La hawla wa la quwwata illa billah...

Semoga notulensi yang penuh kekurangan ini bermanfaat : )

Kamis, 04 Oktober 2018

Dirgahayu TNI Ke-73 Tahun (1945 - 2018) & Nostalgia Humornya Permohonan maaf Bapak Hari Sabarno:




*Dirgahayu TNI Ke-73 Tahun (1945 - 2018):* & *NostalgiaHumornya Permohonan maaf Bapak Hari Sabarno:*
=========

Teringat Saat Bpk Hari Sabarno berhumor dlm penutupan pidatonya dlm rakornas, yaitu begini:
"Saya Mohon Maaf Yg Seluas-luasnya, Yg Sedalam-dalamnya dan yg setinggi-tingginya kpd kalian semua. Kenapa permohonan maaf saya begitu? Karena guyonannya kalo AD itu mohon maafnya yg seluas-luasnya, kalo AL itu mohon maafnya yg sedalam-dalamnya, sedang kalo AU itu mohon maafnya yg setinggi-tingginya.....lalu saat itu hadlirin tertawa...lalu dilanjutkan oleh beliau: makanya saya dlm kesempatan ini, Mohon Maaf Yg Seluas-luasnya, Yg Sedalam-dalamnya dan yg setinggi-tingginya kpd kalian semua." Selesai.
==============
*Dirgahayu TNI Ke-73 Tahun (1945 - 2018)*
*Bersama Rakyat & Semua Lapisan Masyarakat, TNI kuat merakyat memasyakat*👍👍👍,👍👍👍,👍👍👍 *TNI Bersama TNU Bertambah Kuat Dan Hebat Serta Berkat Dunia Akhirat*👍👍👍,👍👍👍,👍👍👍



Pertanyaan dalam kubur tentang Baginda Nabi, bukan siapa utusan ALLAH untukmu.. Bukan siapa Nabimu.. Bukan. Karena orang belum tentu punya Nabi:





*Pertanyaan dalam kubur tentang Baginda Nabi, bukan siapa utusan ALLAH untukmu.. Bukan siapa Nabimu.. Bukan. Karena orang belum tentu punya Nabi:*

Tapi pertanyaannya adalah..
Apa pendapatmu tentang seseorang yang bernama Muhammad bin Abdillah?

Pertanyaan jebakan. Pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh hati yang memiliki rasa cinta kepada Nabi sholallahu 'alaihi wassalam..

Andai seseorang dibuat amnesia sekalipun Oleh ALLAH Ta'ala, tidak ingat pada siapa pun namun rasa hati terhadap seseorang tidak akan pernah hilang. Rasa di hati akan sama dengan rasa hati sebelum hilang ingatan.

Jika kita hidup di atas muka bumi ini dengan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wassalam, maka dengan tersenyum kita menjawab :
dia Nabi saya, dia utusan ALLAH untuk saya..

Maka jangan berani mati, kalo ga bawa cinta terhadap Nabi sholallahu 'alaihi wassalam..

Difahami dari :
Ustadzah Syarifah Halimah Alaydrus, dari FB syarifah Zaenab Alkaff

اللهم صلِّ وسلِّم على سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلِّم تسليما

🌹🌹

Rabu, 03 Oktober 2018

Ber-HOAX, BOHONG, DUSTA: HARAM HUKUMNYA = BERDOSA:




*Ber-HOAX, BOHONG, DUSTA: HARAM HUKUMNYA = BERDOSA*
========
....وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

 Rosululloh SAW bersabda:..... *Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan, maka akan dicatat di sisi Alloh sebagai pendusta (pembohong).*
============

Tentang : *"HOAX"*:
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, *'hoaks’* adalah *‘berita bohong.’*

Dalam Oxford English dictionary: *‘hoax’* didefinisikan sebagai *'malicious deception’* atau *‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’*.

Raghib al-Ashfahani berkata:
“Asal jujur dan bohong adalah dalam perkataan, baik itu pada perkara yang telah lampau, akan datang, atau berupa sebuah janji. *Dinamakan bohong, karena ucapannya menyelisihi apa yang ada di dalam hatinya.”* (Fathul Bari, 10/623).

Berkata Imam Nawawi:
“Ketahuilah, madzhab Ahlus Sunnah berkata bahwa bohong adalah mengabarkan sesuatu yang menyelisihi kenyataannya, sama saja engkau sengaja atau tidak sengaja. Orang yang berbohong dengan tidak sengaja, maka tidak ada dosanya, akan tetapi ia akan berdosa apabila melakukannya dengan sengaja.” (Al-Adzkar, hal. 326, lihat pula Al-Adab asy-Syar’iyah, 1/53).

Berbohong secara tegas hukumnya haram berdasarkan nash Al-Qur’an yang qoth’i. Dan keharamanya termasuk persoalan-persoalan agama yang diketahui secara pasti. Tidak ada perbedaan antara berbohong demi kemaslahatan umat Islam, agama atau karena yang lain.

TAFSHIl TENTANG HUKUM BERBOHONG:
==========================
Imam Al-Ghazali berkata dilam kitabnya ( Ihya 'Ulumuddin ) batasan dalam berbohong sebagai berikut :

1. Setiap tujuan yang terpuji yang masih di mungkinkan sampai kepadanya dengan cara jujur dan berbohong dengan cara bersamaan maka berbohong dalam hal tesebut adalah haram.
2. Jika tujuan yang terpuji tidak dapat di peroleh kecuali dengan cara berobhong maka berbohong dalam keadaan tesebut adalah mubah
3. Jika menghasalkan tujuan yang terpuji hukumnya wajib, maka hukumnya berbohong juga wajib, sebagamana seseorg melihat orang yang ma'sum bersembunyi dari orang yang dholim yang ingin membunuh atau menyakitinya, karena darahnya orang yang ma'sum wajib dijaga.
Atau di tanya orang dholim tentang barang titipan yang ingin diambil, maka ia wajib mengingkarinya walaupun dengan cara berbohong, bahkan jika ia diminta bersumpah maka ia juga wajib bersumpah dan bertauriyah. Apabila tidak bertauriya maka ia dianggap melanggar sumpahnya, dan ia juga wajib membayar kafaroh sumpah.
Dan ketika tujuan peperangan atau mendamaikan orang yang brsengketa atau menenangkan hati orang yang menjadi korban kejahatan tidak bisa hasil kecuali dengan cara berbohong, maka berbohong dalam keadaan tesebut di perbolehkan.
Ketika seseorang ditanya oleh pemimpin tentang perbuatan keji yang ia lakukan seperti zina atau minum arak secara rahasia, maka dia diperbolehkan berbohong dengan mengatakan "saya tidak melakukan" dan juga diperbolehkan menyembunyikan rahasia saudaranya.

Rujukan :
Ihya 'Ulumuddin II / 332
ﺑﻴﺎﻥ ﻣﺎ ﺭﺧﺺ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺬﺏ


إﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻟﻴﺲ ﺣﺮﺍﻣﺎً ﻟﻌﻴﻨﻪ ﺑﻞ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻀﺮﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺨﺎﻃﺐ ﺃﻭ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮﻩ ، ﻓﺈﻥ ﺃﻗﻞ ﺩﺭﺟﺎﺗﻪ ﺃﻥ ﻳﻌﺘﻘﺪ ﺍﻟﻤﺨﺒﺮ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻋﻠﻰ ﺧﻼﻑ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺟﺎﻫﻼً ﻭﻗﺪ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻪ ﺿﺮﺭ ﻏﻴﺮﻩ ، ﻭﺭﺏ ﺟﻬﻞ ﻓﻴﻪ ﻣﻨﻔﻌﺔ ﻭﻣﺼﻠﺤﺔ، ﻓﺎﻟﻜﺬﺏ ﻣﺤﺼﻞ ﻟﺬﻟﻚ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻣﺄﺫﻭﻧﺎً ﻓﻴﻪ ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻭﺍﺟﺒﺎً. ﻗﺎﻝ ﻣﻴﻤﻮﻥ ﺑﻦ ﻣﻬﺮﺍﻥ : ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﻮﺍﻃﻦ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺪﻕ، ﺃﺭﺃﻳﺖ ﻟﻮ ﺃﻥ ﺭﺟﻼً ﺳﻌﻰ ﺧﻠﻒ ﺇﻧﺴﺎﻥ ﺑﺎﻟﺴﻴﻒ ﻟﻴﻘﺘﻠﻪ ﻓﺪﺧﻞ ﺩﺍﺭﺍً ﻓﺎﻧﺘﻬﻰ ﺇﻟﻴﻚ ﻓﻘﺎﻝ: ﺃﺭﺃﻳﺖ ﻓﻼﻧﺎً؟ ﻣﺎ ﻛﻨﺖ ﻗﺎﺋﻼً؟ ﺃﻟﺴﺖ ﺗﻘﻮﻝ: ﻟﻢﺃﺭﻩ؟ ﻭﻣﺎ ﺗﺼﺪﻕ ﺑﻪ. ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺍﺟﺐ. ﻓﻨﻘﻮﻝ :ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻭﺳﻴﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻘﺎﺻﺪ ﻓﻜﻞ ﻣﻘﺼﻮﺩ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﻳﻤﻜﻦ ﺍﻟﺘﻮﺻﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺑﺎﻟﺼﺪﻕ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ﺟﻤﻴﻌﺎً ﻓﺎﻟﻜﺬﺏ ﻓﻴﻪ ﺣﺮﺍﻡ، ﻭﺇﻥ ﺃﻣﻜﻦ ﺍﻟﺘﻮﺻﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺑﺎﻟﻜﺬﺏ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺼﺪﻕ


ﻓﺎﻟﻜﺬﺏ ﻓﻴﻪ ﻣﺒﺎﺡ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺗﺤﺼﻴﻞ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻘﺼﺪ ﻣﺒﺎﺣﺎً ، ﻭﻭﺍﺟﺐ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﻭﺍﺟﺒﺎً ، ﻛﻤﺎ ﺃﻥ ﻋﺼﻤﺔ ﺩﻡ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻭﺍﺟﺒﺔ. ﻓﻤﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺪﻕ ﺳﻔﻚ ﺩﻡ ﺍﻣﺮﺉ ﻣﺴﻠﻢ ﻗﺪ ﺍﺧﺘﻔﻰ ﻣﻦ ﻇﺎﻟﻢ ﻓﺎﻟﻜﺬﺏ ﻓﻴﻪ ﻭﺍﺟﺐ. ﻭﻣﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻻ ﻳﺘﻢ ﻣﻘﺼﻮﺩ ﺍﻟﺤﺮﺏ ﺃﻭ ﺇﺻﻼﺡ ﺫﺍﺕ ﺍﻟﺒﻴﻦ ﺃﻥ ﺍﺳﺘﻤﺎﻟﺔ ﻗﻠﺐ ﺍﻟﻤﺠﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﻻ ﺑﻜﺬﺏ ﻓﺎﻟﻜﺬﺏ ﻣﺒﺎﺡ، ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺤﺘﺮﺯ ﻣﻨﻪ ﻣﺎ ﺃﻣﻜﻦ، ﻷﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻓﺘﺢ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻴﺨﺸﻰ ﺃﻥ ﻳﺘﺪﺍﻋﻰ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﻳﺴﺘﻐﻨﻰ ﻋﻨﻪ ﻭﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻘﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﺣﺪ ﺍﻟﻀﺮﻭﺭﺓ، ﻓﺒﻜﻮﻥ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﺣﺮﺍﻣﺎً ﻓﻲ ﺍﻷﺻﻞ ﺇﻻ ﻟﻀﺮﻭﺭﺓ. ﺇﺣﻴﺎﺀ ﻋﻠﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ ج ٢ ص ٣٣٢

Semoga Bermanfa'at, Aaamiin.

Selasa, 02 Oktober 2018

_Silsilah Emas Nasab Mulia KH. Mas Abdul Alim bin Abdul Jalil Sidogiri:




*_Silsilah Emas Nasab Mulia KH. Mas Abdul Alim bin Abdul Jalil Sidogiri_*
==============
*- Sayyidina Rosulillah S.A.W*
- Sayyidah Fathimah Az-Zahro'
- Sy. Al-Husain _as-Sibthi_
- Sy. Ali Zainal Abidin _as-Sajjad_
- Sy. Muhammad _al-Bagir_
- Sy. Ja'far Ash-Shodiq
- Sy. Ali _al-'Uroydhi_
- Sy. Muhammad _an-Nagib_
- Sy. Isa _al-Bashri_
- Sy. Ahmad _Al-Muhajir ilallooh_
- Sy. Ubaidillah
- Sy. Alawi
- Sy. Muhammad
- Sy. Alawi
- Sy. Ali _Kholi' Gasam_
- Sy. Muhammad _Shohibul Mirbath_
- Sy. Alawi _'Ammil Faqih_
*- Sy. Abdul Malik _Al-Muhajir AzmatKhan_*
- Sy. Abdulloh _Al-Amir_
- Sy. Ahmad _Syah Jalaluddin_
- Sy. Al-Husain _Jamaluddin_
- Sy. Ibrohim _As-Samarqondi Tuban_
- Sy. Ali Rohmatulloh _Sunan Ampel_
- Sy. Qosim _Sunan Drajad_
- Sy. Musa _Sunan Pakuan_
- Sy. Sirojuddin/R. Khotib Bandardayo
*- Sy. Zainal Abidin _Buju' Cendana Kwanyar_*
- Sy. Irsyad/Jasad _Gresik_
- Sy. Dasuqi
- Sy. Ahsan
- Sy. Sulaiman
- Sy. Fadhil
- Sy. KH. Mas Abdul Jalil
*- Sy. KH. Mas Abdul Alim _Sidogiri_*

Al-Fatihah...