ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Rabu, 31 Mei 2017

Pahala Orang Yang Memberi Makanan dan Minuman Kepada Orang Yang Berpuasa serta Fadlilah Orang Yang Puasa Romadlon

(04) Kajian kitab Ithafu Ahli Al-Islam Bi-Khushushiyyati Al-Siyam karya Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami yang dibaca oleh Syaikhina Maimoen Zubair Sarang di Musholla Pondok Pesantren Al-Anwar.
***
Diposkan Hari Rabu Legi, 5 Romadlon 1438 H/ 31 Mei 2017 M.
***

* Pahala orang yang memberikan makanan atau minuman untuk berbuka orang yang berpuasa

Nabi bersabda:

من فطر صائما أو جهز غازيا فله مثل أجره (أخرجه البيهقي عن زيد بن خالد)

"Barangsiapa siapa memberi buka orang yang berpuasa atau menyiapkan orang yang berperang, maka baginya seperti pahala orang yang melakukannya".

* Pahala yang diterima orang yang memberi makan atau minum orang yang berpuasa tidak akan mengurangi pahala orang yang berpuasa.

Nabi bersabda:

من فطر صائما كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا (أخرجه أحمد والترمذي والبيهقي عن زيد بن خالد)

"Barangsiapa siapa memberi buka orang yang berpuasa, maka baginya seperti pahala orang yang berpuasa, hanya saja tidak mengurangi sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa".

* Orang yang memberi buka terhadap orang yang berpuasa mendapatkan pahala seperti pahala amal yang dilakukan oleh orang berpuasa, selagi kekuatan dari makanan atau minuman itu masih ada pada diri orang yang berpuasa.

Nabi bersabda:

وما عمل الصائم من البر كان لصاحب الطعام مثل أجره ما دام قوة الطعام فيه (أخرجه ابن صصرى في أماليه عن عائشة والديلمي عن علي)

"Dan apapun amal kebaikan yang dilakukan oleh orang yang berpuasa, maka bagi pemilik makanan (yang diberikan untuk berbuka orang yang berpuasa) seperti pahala orang yang beramal itu, selama kekuatan makanan masih berada padanya".

Bagaimana cara mendapatkan keistimewaan itu?.

Yaitu dengan memberikan makan atau minum dari usaha yang halal.

Nabi bersabda:

من فطر صائما في رمضان على أكل أو شرب من كسب حلال صلت عليه الملائكة في ساعات شهر رمضان وصلى عليه جبريل ليلة القدر (رواه الطبراني عن سلمان).

"Barangsiapa memberikan berbuka orang yang berpuasa dengan makan atau minum dari usaha yang halal, maka malaikat senantiasa mendoakan kepadanya pada masa-masa bulan Romadhon, dan malaikat Jibril mendoakannya​ pada malam Lailatul Qadar".

Dalam riwayat lain disebutkan:

من فطر صائما في رمضان من كسب حلال صلت عليه الملائكة ليالي رمضان كلها وصافحه جبريل ليلة القدر، ومن صافحه جبريل تكثر دموعه ويرق قلبه

"Barangsiapa siapa memberi buka terhadap orang yang berpuasa dari usaha yang halal, maka para malaikat mendoakannya​ pada malam-malam Romadlon dan malaikat Jibril akan berjabat tangan dengannya pada malam Lailatul Qadar, dan barangsiapa yang malaikat Jibril berjabat tangan dengannya, maka akan banyak tangisannya dan akan lembut hatinya".

فقال رجل يا رسول الله أرأيت من لم يكن ذاك عنده، قال فلقمة خبز قال أرأيت من لم يكن ذاك عنده قال فقبضة من طعام قال أفرايت من لم يكن ذاك عنده قال فمذقة من لبن قال أفرأيت من لم يكن ذاك عنده قال فشربة من ماء (أخرجه أبو يعلى وأصحاب السنن الأربعة والبيهقي وابن حبان في الضعفاء عن سلمان)

Sedangkan cara memberi buka dapat diperoleh dengan memberi sepotong roti, segenggam makanan, seteguk susu atau sesruput minuman. Seperti dalam hadist di atas.

* Orang yang berpuasa dibukakan pintu langit baginya, anggota badannya bertasbih dan dimintakan ampun oleh malaikat di langit.

Nabi bersabda:

ما من عبد أصبح صائما إلا فتحت له ابواب السماء وسبحت أعضاؤه واستغفر له أهل السماء إلى أن توارى بالحجاب -أي إلى غروب الشمس- فإن صلى ركعة أو ركعتين أضاءت له السموات نورا وقلن أزواجه من الحور العين اللهم اقبض إلينا فقد اشتقنا إلى رؤيته وإن هلل أو سبح أو كبر تلقاه سبعون ألف ملك يكتبون ثوابها إلى أن توارى بالحجاب (أخرجه ابن عدي والدار قطني في الأفراد والبيهقي في الشعب عن أنس رضي الله عنه).

"Tidaklah seorang hamba berpuasa kecuali dibukakan pintu-pintu langit untuknya, anggota badannya bertasbih dan malaikat langit mendoakan dirinya sampai terbenamnya matahari. Dan apabila ia sholat satu roka'at atau dua roka'at, maka langit menyinari cahaya kepadanya dan istri-istrinya dari golongan bidadari berkata: Wahai ALLOH, genggamlah ia kepada kami sesungguhnya kami sangat rindu untuk melihatnya​. Bila ia bertahlil (membaca Laa Ilaaha Illalloh), bertasbih atau bertakbir, maka ia dipertemukan dengan tujuh puluh ribu malaikat yang mencatat pahalanya sampai terbenamnya matahari".

Permintaan para bidadari agar segera bertemu dengan orang yang berpuasa, yang berarti meminta agar segera meninggalkan dunia fana ini dikarenakan kerinduan yang sangat dari para bidadari itu. Hal itu tidaklah bertentangan dengan ketentuan umur dan ajal seseorang yang telah dipastikan sejak dalam kandungan, sehingga tidak mungkin berkurang maupun bertambah.

Sedangkan hadist yang menyebutkan bahwa bersilaturahmi dapat menambahi umur itu memandang yang tertulis di Ummul Kitab beserta yang tertulis dalam Lauhul Mahfudl. Karena sesuatu yang ditulis dalam Lauhul Mahfudl itu digantungkan (Mu'allaq), sehingga ada kemungkinan bisa berubah, sedangkan hal yang tertulis dalam Ummul Kitab itu sudah pasti (Muhattamah), sehingga tidak ada kemungkinan berubah, karena hal itu merupakan ilmu ALLOH yang qodim.