Nabi SAW:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي كِتَابٍ لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تَسْنَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ اسْمِي فِي ذَلِكَ الْكِتَابِ (Barang siapa menulis sholawat kpdku dlm sebtah buku, maka para malaikat selalu memohonkan ampun kpd Alloh pd org itu selama namaku masih tertulis dlm buku itu). اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ
Rabu, 12 Desember 2018
Istri-istri dan anak-anak dari *Syeikh Sayyid Jumadil Kubro / Jamaluddin Husein Al-Akbar:
Istri-istri dan anak-anak dari *Syed Jumadil Kubro / Jamaludin Akbar Al-Husaini* yang nasabnya ke Azmatkhan Al Husaini bahkan Wan Shogir setuju dan menggunakan pula data ini di Malaysia :
1. + Menikah dengan Putri Linang Kahaya binti Sri Sang Tawal Raja Lankasuka, (Malaysia) berputri :
1.1 Siti Aisyah
2. + *menikah dengan Putri Ramawati / Dyah Cakrawati Champa* (saudari dari *Dyah Kirana Champa* istri Yusuf Sidiq Al Jailani dan ibunda Syeikh Quro Karawang) binti *Che Bonga alias Sultan Zainal Abidin Champa*, berputra :
2.1 Ibrahim Asmaraqandi ( *ayah dari Sunan Ampel dan Ali Murtadho kakeknya Sunan Kudus*) + menikah dengan misan bliau putri *Candrawulan Champa (saudari dari Dwarawati putri Champa istri Raja Majapahit Bhre Kertawijaya)*
3. + Menikah dengan Putri Selindung Bulan Chermin / Kelantan Malaysia berputra :
3.1 Ali Nurul Alam ( *kakek Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati* )
3.2 Muhammad Kebungsuan / Syamsudin Tabriz menikah dengan putri Pengging berputra Handayaningrat Pengging menantu Raja Brawijaya leluhur Jaka Tingkir Pajang.
4. + menikah dengan Putri Samudra Pasai Aceh, berputra :
4.1 Maulana Ishaq *ayah Sunan Giri*
5. + Menikah dengan Putri Johor, berputra :
5.1 Barkat Zainal Alim (buyutnya Fadhilah Khan / Fatahillah, Fathimah / Nyi Mas Gandasari, Syarif Syam Magelung sakti bin Abdurahman Rumi)
🙏
Para putri2 champa yang diberi huruf tebal yang adalah leluhur keluarga Azmatkhan Indonesia =
1. Putri Ramawati / Dyah Cakrawati; Istri Jumadil Kubro, ibunda ibrahim asmoro
2. Dyah Kirana; saudara ipar Jumadil Kubro / istri syeikh Yusuf Sidiq / ibunda syeikh Quro Karawang
3. Dewi Candrawulan, Istri ibrahim asmoro ibunda sunan ampel dan ali murtadho.
4. Dewi Dwarawati; Istri raja majapahit bhre kertawijaya ibunda dari ratu pembayun handayaningrat.
[13/12 06.42] Tb Nur Fadlil: Di batas 2 negara vietnam dan kamboja .
Tapi ada kawasan tempat para etnis Cham / orang Champa migrasi diaspora / hijrah mengungsi karena serbuan etnis Viet, yakni kalau saat ini ke :
1. Pulau Jawa
2. Pattani Thailand Selatan
3. Kelantan Malaysia
4. *Jeumpa di Aceh*
Sehingga ada yang mengira maksud Champa adalah Jeumpa Aceh.. padahal Jeumpa Aceh adalah kawasan migrasinya orang orang Champa bukan negeri utamanya.
Sumber: TB. Nur Fadlil
Selasa, 11 Desember 2018
Thariqah Mbah Moen Merawat Keluarga
*Thariqah Mbah Moen Merawat Keluarga:*
=====================
(sekedar catatan sedikit yang saya tahu)
Catatan salah satu Alumni
Pulang dari sowan Syaikhina aku ke Blora sowan ibuk dan ziarah ke makam bapak juga simbah. Dalam perjalanan Sarang - Blora aku sowan kepada kerabat ku dan juga guruku KH Wahib Qohar di pesantren Jumput Pamotan Rembang.
Beliau bertahun-tahun sakit dan tidak bisa mengajar. Alhamdulillah sekarang sudah sehat dan aktif momong santri. Pasca sakit beliau sowan Mbah Moen. Beliau bilang sambil menepuk-nepuk bahunya: "Wis ojo loro neh. Mulang, mulang, mulang yo".
KH Wahib Qohar adalah santri yang dulu berkhidmah laden wedang tamu di ndalem Mbah Moen sekitar tahun 1984. Saat itu Mbah Moen masih menjadi MPR.
Suatu ketika Mbah Moen nimbali santri Wahib.
"Cung, bayaranku dadi DPR serupiah ea gak ono sing tak tak wehno keluargaku. Bayaranku tak enggo nyumbang masjid-masjid karo tak enggo mbangun selokan nang kene". Kira-kira itu ngendikane Mbah Moen kepada santri Wahib.
Dalam hal ini, Pak Habib salah seorang alumni yang dulu menjadi pengurus Pondok Pesantren Al-Anwar bagian PTT (Pos, Telepon dan Tabungan) berkata: "Betul, betul... betul... Saya saksinya, sebab pada saat beliau Simbah Yai Maemun menjadi anggota MPR saya yang selalu menerima kiriman wesel gajinya dari Djakarta, sebab saya pengurus bagian PTT pondok".
Itulah kehati-hatian Mbah Moen dalam menjaga keluarga. Apa yang menurut kebanyakan orang dianggap halalan thayiban pun tidak berani memakai untuk keluarga.
Kita semua tahu, kehalalan makanan akan sangat berpengaruh pada bagaimana seseorang memegang agamanya. Jika yang dimakan halal, maka kokohlah agamanya. Bila syubhat, maka agamanya menjadi remang-remang, dan bila haram maka sulit baginya untuk memegang agamanya.
Saat ini kita terkagum-kagum dengan putra-putra Mbah Moen. Beliau-beliau menjelma menjadi manusia-manusia luar biasa, baik dalam ilmu maupun akhlak. Namun kebanyakan dari kita baru bisa berhenti pada kekaguman saja. Kita tidak mau memperhatikan Thoriqoh Mbah Moen dalam merawat keluarga.
Putra-putra yang tumbuh dari kehati-hatian dalam memberi nafkah, kesungguhan dalam bertirakat, tangan yang selalu memberi, keistiqamahan dalam berdoa, juga kecintaan kepada orang tua dan para guru.
Bagaimana dengan kita sebagai santri beliau?.
(Mohon maaf khususnya kepada dzurriyah Mbah Moen bila saya suul adab membuat tulisan ini).
Sumber: WA Kanthong Umur
Tahun Lahir Dan Wafat Kanjeng Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatulloh Cirebon:
Tahun Lahir Dan Wafat Kanjeng Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatulloh Cirebon:
Kelahiran Kanjeng Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatulloh Cirebon tahun 1448 M. Sedangkan wafatnya tahun 1568 M.
(Haul wafat beliau di 12 Dzulhijah 975 H / 18 Juni 1568 M).
Al-Fatihah...🙏🏻
NB:
Data Cirebon menuliskan bahwa Sunan Gunung Jati lahir di mesir dan ayahnya dan kakeknya adalah raja mesir.
Sedangkan data dari Pattani Thailan dan kelantan Malaysia yang satu jalur keturunan, mengkabarkan bahwa Ali Nurul Alam (kakek Sunan Gunung Jati) dan Syarif Abdullah / Sultan Hud (ayah Sunan Gunung Jati) sebagai Raja Champa dinasti Muslim.
Apakah data ini saling bentrok ?
Sebenarnya dalam data Cirebon nagarakretabumi (1670an) dan Carita Purwaka Caruban Nagari (1720an).. ada titik temunya.. bahwa kakek Sunan Gunung Jati Ali Nurul Alam.. memang dari Champa lantas dikisahkan ke Mesir menikah di Mesir dan memiliki turunan Syarif Abdullah yang kelak menikahi Rara Santang ibunda SGJ.. yang mana sebelumnya memiliki mendiang janda yang mirip dengan Rara Santang (artinya istri sebelumnya Sultan Hud Abdullah adalah wanita asia pula leluhur jalur Kelantan dan Pattani).
Kakek dan ayah SGJ memang sempat menimba ilmu di Mesir, menikah di Mesir bahkan menjabat di Mesir..
Bersambung ....
Sumber: Tb Nur Fadlil:
Haul wafat beliau di 12 Dzulhijah 975 H / 18 Juni 1568 M ...
Obrolan Lanjutan:
[11/12 21.50] : Haul wafat beliau di 12 Dzulhijah 975 H / 18 Juni 1568 M ...
[12/12 04.57] : Mbah sholeh semendi bin sulthan hasanuddin gitu ta gus?
[12/12 07.10] : Nggak masuk.. M. Hasanudin sudah wafat di tahun 1570 dan tidak tercatat putra bernama Soleh Semendi..
[12/12 07.13] : Yang lebih pas kurun abad 17 itu beliau turuna Pangeran Sumendi turunan Sunan Ampel yang menikah dengan putri Banten.
[12/12 07.14] : Abad 17 itu tahun 1601 - 1700 M.
[12/12 07.18] : Kalau mau ngecek jalur turunan M. Hasanudin yang pindah ke arah timurnya Banten.. (jawa tengah dan jawa timur).. ada 2 kurun..
1. Pangeran Jepara bin Hasanudin diasuh oleh ratu Kalinyamat di abad 16.. akhir tahun 1500an
2. Cucu2 dari Sultan Ageng Tirtayasa di abad 17 tahun 1600an..
[12/12 07.24] : Data turunan jalur ke bawahnya yang di Banten belum banyak mensensus..
Kalau data anak2 M. Hasanudin udah rapi dari jaman dahulu soalnya.. / data primer.. dan tidak tercatat nama Sholeh Semendi. Kalau di generasi cicit atau turunan .. masih mungkin belum tercatat.
[12/12 07.27] : Oo, usia SGJ lebih 100 ya
[12/12 07.31] :ya.. makanya untuk jalur Cirebon.. anak beliau Pangeran Muhammad Arifin / P. Pasarean serta anaknya (cucu SGJ) Pangeran Adipati Cirebon... belum sempat jadi Raja Cirebon... karena malah wafat lebih dulu dari ayah dan atau kakeknya itu.
Turunan SGJ jalur Cirebon yang jadi raja adalah Panembahan Ratu cicitnya..
Jadi "anak" SGJ yang jadi raja hanya 1 yakni M. Hasanudin Banten.
Dan anak pria yang masih hidup kala wafatnya SGJ hanya 1 yakni M. Hasanudin.. anak pria beliau yg lain sudah pada wafat sebelum tahun 1568.
[12/12 07.40] : Di data ini 2 putri SGJ.
1. Ratu Winahon / Ratu Winaon (lahir tahun 1477 M) ini adalah istri dari Syarif Abdurohman Al Qodiri.. leluhurnya zuriat Pangeran Jayakarta 2 ke atas dan Dipati Ukur Bandung... dulu sempat distorsi ada yang menyangka istri Abdurahman Basyaiban dan atau istri Sunan Kalijaga.. tapi tidak betul / kurang tepat.
2. Ratu Ayu / Wanguran istri dari Fatahillah / Fadhillah Khan Pasai / P. Jayakarta 1
[12/12 07.47] : *ratu ayu wanguran lahir tahun 1493.. tahun 1511 sempat menikah dengan Pangeran Sabrang Lor / Pati Unus Raja Demak II yang wafat tahun 1521 lantas tahun 1524 sebagai janda menikah lagi dengan Fatahillah..
[12/12 07.58] : Kalau disebut eyang SGJ disebut *menantu* dari sultan Bangkalan.. agak kurang sinkron dengan sejarah Bangkalan.. karena Raja Bangkalan mulai sebagai Raja dengan agama resmi pemerintahan Islam, (raja yang baru pas disebut Sultan) baru mulai di masa Pratanu bin Ki Pragalbo / Pangeran Islam Onggu..
Yang mana Pratanu Bangkalan adalah menantunya Jaka Tingkir Pajang.
Dan kakak beliau P. Zuhra / P. Langgar di Pamekasan sebagai menantu Sultan Trenggono Demak.
Tapi saya kurang faham tentang Raden Jakandar Bangkalan ? 🙏
[12/12 08.06] : Nama2 ini kalau di data kami naskah Manuskrip Nagarakretabumi tahun 1600an ada tercatatnya =
1. Abdul Jalil alias Syeikh Siti Jenar.. kekerabatannya masih paman dari Sunan Gunung Jat.
2. Dewi Sufiyah binti Sunan Kalijaga.
Tidak tercatat sebagai nama anak eyang SGJ.
[12/12 08.07] : In mgkin tdk sesuai dgan sejarah keluarga cerebon
Mohon koreksi dan perbaikannya untuk data juga di NAAT .....
[12/12 08.08] : Abdul Jalil alias Syeikh Siti jenar nasabnya di data kuno kami bin Sholeh bin Isa bin Ali Abdul Qodir bin Abdullah Azmatkhan..
Nama Isa bin Ali Abdul Qodir bin Abdullah Azmatkhan.. sinkron tercatat dalam khidmatul asyiroh.. tapi cuma tercatat sampai nama Isa dan saudaranya.. belum mencatat keturunannya Isa..
[12/12 08.14] : Sedangkan nama Abdul Qodir (dari Pasai dan ke Cirebon orang Portugis menyebutnya Pate Qodir).. adalah nama anaknya Abdul Jalil / Syeikh Siti Jenar.. dan nama *misannya* Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati.. *bukan alias* 🙏🙏🕋
[12/12 08.15]: Datuk syalih / syeikh lemah abang /syeikh siti jenar bin syeikh datuk saleh Al -Alawi...
Itu ada data dari kiai muhammad sholihin pengarang
Ilmu kesunyatan syeikh lemah abang..
[12/12 08.15]: Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati.. dari arab.. sebelum sampai ke Jawa .. sempat sowan silaturahim dan menimba ilmu dengan Maulana Ishaq (ayah Sn. Giri) di Pasai.. ini awal mula ada distorsi SGJ sebagai anak Maulana Ishaq. 🙏
[12/12 08.16] : Iya.. al alawi... karena memang turunan Ba'alawy.. ke Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir.. kalau silsilahnya tadi dilanjutkan ke atasnya.. 🙏
[12/12 08.20] : Ada.. itu aliasnya yang ditulis... yakni P. SABAKINGKING. / SEBAKINGKIN.. itu aliasnya M. Hasanudin..🙏
[12/12 08.23] : Revisinya sudah berdasar data yang lebih tua yakni Nagaraktebumi dan sinkron dengan kitab Khidmatul Asyiroh mengenai nama Isa cucu dari Abdullah Azmatkah.
[12/12 08.24] : Nah.. yang no 20. Abdul Qodir.. / Ali saudaranya Ahmad itu yang menjadi kakek Syeikh Siti Jenar dan Syeikh Datuk Kahfi Cirebon... 👍👍😍
[12/12 08.27] : Alhamdulillaah, berarti yg di madura sudah cocok dg yg di jawa.
[12/12 08.28] : Sekarang sudah klir....
Disejarahnyabsyeikh abdul jalil di kenal sebagai khowrkul lil adah....dr pada wali lainya yg sama sama keturunan dr Azmat khan yg dijawa sayang orang salah persepsi mengenai wafatnya di kirain di hukum pancung ....
[12/12 08.34] : Padahal beliau meninggal biasa tarekatnya adalah Akmaliyah dan syattoriyah....yg masih tergolong muktabaroh.
[12/12 08.36] :Tp menurut agus sunyoto beliau kena tikam keris kanta naga milik kanjeng sunan kudus.
[12/12 08.37] : Ini yg sangat di bantah oleh ajengan kiyai hasan benda kerep Cirebon 😁🙏
[12/12 08.39] : Adik laki2nya M. Hasanudin yang lahir tahun 1478 M.
1. Pangeran Kuningan yang wafat kala baru lahir tahun 1481 / 82.
2. Pangeran Jayakelana (lahir tahun 1408 saka antara 1486 / 87 masehi)
3. Pangeran Bratakelana lahir tahun 1410 saka antara 1488/9 masehi.
4. Pangeran Muhammad Arifin / P. Pasarean yang lahir tahun 1495 M. Leluhur jalur Cirebon.
Selain data ini ada lagi data di Banten yang menulis nama Husein adik Hasanudin yang tidak diketahui lahir tahun berapa tapi ada keluarga yang mengkabarkan sebagai turunan jalur ini di Ambon yang bergelar MONI dan masih menjaga silaturahim dengan keluarga Banten.
[12/12 08.42] : Dalam data kuno cirebon.. sebenarnya bukan karena ajaran tasawuf krn para Wali juga berfaham sama dalam Tauhid Wujudiyah dan Thorikoh Syatariah.
Tapi karena masalah kubu Politik Pengging VS Demak..
Tapi lain waktu saja dibahas kalau tentang itu..
Tapi intinya Syeikh Siti Jenar.. secara faham.. sepakat tidak sesat dan masih keluarga .. 🙏🙏
[12/12 08.49]: Ya intinya Syeikh Siti Jenar gurunya Ki Ageng Pengging Kebo Kenongo .. yang dianggap hendak makar kepada Demak..
Nantinya ini berkelanjutan kala turunan Demak , Arya Penangsang / Arya Jipang murid yang didukung Sunan Kudus ..
digulingkan oleh kubunya Jaka Tingkir Pajang bin Kebo Kenongo Pengging murid Sunan Kalijaga yang menggantikan Syeikh Siti Jenar.. yang akhirnya kubu politik ini berhasil mendirikan kerajaan Pajang dan nantinya Mataram.
Jadi sebenarnya adalah masalah beda kubu politik murid2nya para Wali..
Wallahu 'alam bishowab 🙏🙏🕋
[12/12 08.51]: Yang ini kalau terlalu dibuka ke umum, agak bikin malu keluarga Azmatkhan.. tapi cukup menjadi ibroh bagi kita.. hati2 dan waspada dalam masalah politik. Jangan sampai persaudaraan dan silaturahim terputus.. 🙏🙏🙏
[12/12 09.01] : Perpecahan kubu politik ini lanjutan dari masa Majapahit akhir..
Handayaningrat ayah kebo kenongo ki ageng pengging (murid S. Jenar).. dan dipati husein (adik tiri Rd. Patah Demak) .. para muslim yang tetap memilih mendukung kubu Majapahit masa akhir.
Berselisih kubu politik dengan Demak yang didukung para wali. Sampai2 ayah Sn. Kudus .. Sn. Ngudung.. terlibat perang saudara baratayuda dengan besannya sendiri Dipati Teterung Husein.
Wallahu 'alam bishowab.. 🙏
[12/12 09.06] : Lanjutan episode perselisihan kubu politik ini.. berlanjut ke Mataram vs Giri kedaton..
Selanjutnya untung ada musuh bersama penjajah VOC Belanda yg bisa mempersatukan perjuangan keluarga dalam melawannya.. (hikmah dibalik adanya penjajahan bangsa asing.. krn bangsa kita rentan berselisih dan mudah diadu domba).
Lebih baik melawan musuh asing dibanding perselisihan perang saudara.. 🙏
[12/12 09.10]: Betul krn ayah sunan kudus akibatnya gugur di medan tempur hanya persoalan itu gugur megkibat seorang ulama dari golongan azmat khan.
[12/12 09.12] : Kedinastian giri kedaton menjadi carut marut kebelakngnya.
[12/12 09.13] : Syeikh among raga memilih keluar dari giri kedaton ....
[12/12 09.15] : Di masa penjajahan.. kedua kubu yang punya historis perselisihan ini.. dibenturkan dengan label kaum abangan vs kaum putihan.
Dan kala kekuasaan tidak lagi jadi masalah perebutan..
perselisihannya jadi melebar ke arah beda pandangan budaya dan penerapan fiqih.
Sehingga dikabarkan sejarah yang dianggap ditenggarai dari keyakinan dan metode dakwah yang beda.. padahal awalnya dari masalah perselisihan politik. 🙏
[12/12 22.48]: Sambungan ....
Kala syarif hidayatullah lahir di Mesir tahun 1448 M. Dinasti yang berkuasa di Mesir adalah dinasti Mamluk (1250 - 1517)
Sedangkan dinasti Mamluk kala berkuasa di India tahun 1206 - 1290. Periode masa yang sama dengan kala Abdul Malik hijrah dari Yaman ke India, berkeluarga dan berputra Abdullah Khan yang juga besar dan menjadi pejabat di masa dinasti Mamluk India.
Artinya Ali Nurul Alam kakek Sunan Gunung Jati, kelak bisa menikah dengan putri Mesir di bawah kekuasaan dinasti Mamluk dan Abdullah putranya bisa jadi pejabat di Mesir .. hanya memungkinkan karena sudah terbentuk jalinan kekerabatan dan kerjasama dakwah antara keluarga Azmatkhan dengan keluarga pemimpin dinasti Mamluk semenjak kala di India.
Karena masa berkuasa dinasti Mamluk kala berkuasa di India sejaman dengan masa Abdul Malik dan Abdullah hidup dan menjabat di India ..
Artinya bisa kita petakan blasteran garis ibu Abdullah Azmatkhan (istri Abdul Malik).. dan istri Ali Nurul Alam yg jadi ibunda Abdullah, terkait kekerabatan dengan dinasti Mamluk baik kala di India maupun di Mesir.
Muasal dinasti Mamluk India dan Mesir adalah dari keturunan Jalur TURKI .. jadi inilah blasteran yang pas sehingga keluarga azmatkhan memiliki jaringan dakwah kerajaan yg luas dari india, mesir, samarkand, Maghrib / Maroko sampai ke asia tenggara (Champa, Chermin Pattani / Malaysia Thailand, Pasai Aceh & Jawa di Indonesia dll).
[12/12 22.29]: Jadi sunan gunung jati lahirnya di mesir.. ayahnya sempat menjabat kepala daerah di Mesir karena kekerabatan jalur ibunya yang keluarga penguasa Mesir dan kemudian ayah bliau hijrah kembali dan jadi raja di Champa Vietnam Kamboja tahun 1471 - 1478.. sampai wafatnya.
[12/12 22.32] : Makamnya ada di Panrang / Pandurangga ... sekarang masuk di negara Vietnam.
Sedangkan Ali Nurul Alam dimakamkan di Pattani Thailand Selatan.
[12/12 22.35]: Makam Ayah SGJ jadi Klenteng .. karena keturunannya yang Muslim sudah pada hijrah.. karena dikenal Karomahnya.. oleh umat agama lain dihormati sebagai Raja Champa yang punya pengaruh.. dikenal dengan gelar Bo Teri-Teri.
[12/12 22.45]: Turki Utsmani berdiri tahun 1299 dan kala penaklukan Konstantinopel tahun 1453 menjadi Kesultanan.
Sedangkan dinasti Mamluk asalnya merupakan bagian dari Dinasti Abasiyyah.
Mamluk atau Mamalik merupakan julukan yang diberikan kepada para budak asal *Turki* yang telah memeluk Islam dan direkrut menjadi tentara oleh penguasa Islam pada Abad Pertengahan. Mereka akhirnya menjadi tentara yang paling berkuasa sepanjang sejarah Islam dan juga pernah mendirikan Kesultanan Mamluk di dua tempat berbeda.
Terdapat dua pemerintahan yang didirikan oleh kaum Mamluk, yaitu Dinasti Mamluk yang berkuasa di *India* (1206-1290) yang dibentuk oleh Qutbuddin Aybak dan Dinasti Mamluk yang memerintah di *Mesir* (1250-1517).
[12/12 22.): Di India dan mesir itulah para leluhur keluarga Azmatkhan sempat menjadi pembesar / pejabatnya dinasti Mamluk.
[12/12 22.52]: Di data Cirebon.. ada kisah kejadian Syarif Abdullah (ayah SGJ) pergi meninggalkan mesir dan tidak kembali lantas dianggap sudah wafat..
Menurut kronologi data kelantan dan patani, saat meninggalkan mesir itulah beliau hijrah kembali ke Champa dan kemudian menjabat sebagai raja Champa dinasti Muslim tahun 1471 - 1478.
Al-Fatihah....
[12/12 23.17] : Sayyid Abdul Malik lahir di akhir abad 12 M dan wafat di awal abad 13 M. bliau lahir tahun 574 H ... atau 1178/9 Masehi. Serta belum diketahui tahun pasti wafatnya.
Hijrah ke India di awal abad 13 M. (Tahun 1200an)
Yang menarik tentang gelar KHAN bagi gelar pejabat Islam baru dimulai sejak Mongol menginvasi negeri-negeri pemerintahan Islam.
Invasi Mongol itu ke Baghdad pusat Islam itu baru terjadi tahun 1258 ... andai Sayyid Abdul Malik masih hidup, maka beliau ber usia 80 tahun ...
Sebelumnya Mongol berhasil menduduki India tahun 1241, andai kata Sayyid Abdul Malik masih hidup maka usia beliau adalah sekitar 63 / 64 tahun.
[12/12 23.21] : Ini artinya sejarah bahwa gelar Azmat Khan didapatkan Sayyid Abdul Malik karena hijrah ke India menikahi putri pembesar India dari Dinasti Mamluk. Ada yang kurang tepat.
Dalam data Cirebon yang mendapat gelar KHAN mulai dari anak2nya Sayyid Abdul Malik.. yakni Abdullah.
Dan dalam data Syamsu Zhohiroh dan Khidmatul Asyiroh, Selain pada Abdullah Khan juga pada Alwi Faqih Khan.
Hanya saja karena Abdul Malik sebagai ayah 2 jalur Azmatkhan ini.. maka penisbatan nama Qabilah Azmat Khan pada beliau..
[12/12 23.23] : Kecil kemungkinan di masa hidupnya Sayyid Abdul Malik menggunakan gelar jabatan KHAN.. karena era penggunaan gelar tersebut baru di masa anak2 beliau.. Sayyid Abdullah dan Sayyid Alwi.
[12/12 23.30] : Konon disana tapi ada kendala untuk melacaknya..
Menurut keterangan Habib Ahmad Alatas ketua MD RA yang ke India untuk mencari tahu riwayat makam leluhur keluarga kita.. ada kendala karena daerah tersebut sudah diisolir sebagai Kawasan Militer India.
Sehingga belum bisa dipastikan lokasi tepatnya.
Selain Nasr Abad.. lokasi Agra juga menjadi lokasi mukim leluhur kita.. karena Jamaludin Akbar dan Ahmad Jalaludin sempat menjadi Gubernur Agra berdasar data kitab Tarikh Aghra yang salah satunya dipegang oleh keluarga di Kelantan Malaysia.
[12/12 23.34] : *Kecil kemungkinan di masa hidupnya Sayyid Abdul Malik menggunakan gelar jabatan KHAN..
karena era penggunaan gelar tersebut sebagai gelar pejabat, baru di masa hidup anak2 beliau sebagai pejabat / bangsawan .. yakni pada Sayyid Abdullah Khan dan Sayyid Alwi Faqih Khan.
[12/12 23.36] : Itulah kenapa dalam data silsilah tradisi Cirebon dan Banten.. leluhur yang ditulis dengan gelar KHAN mulai pada nama Abdullah bukan pada nama Abdul Malik.
[12/12 23.47]: Yang menikah dengan putri bangsawan nasrabad dari dinasti Mamluk di negeri India memang betul Sayyid Abdul Malik.. sehingga anak2nya menjadi bangsawan.
Tapi gelar bangsawan / pejabat KHAN .. baru dimulai di era pasca Invasi Mongol ke India yang terjadi pada masa hidup anak2 beliau sebagai bangsawan / pejabat.
Dan ada 2 anak beliau yakni Sayyid Abdullah Khan yang berketuruna di Nusantara / Asia Tenggara dan Sayyid Alwi Faqih Khan yang berketurunan di India
Karena ada 2 jalur ini maka disatukan jalur qabilahnya pada ayah mereka Sayyid Abdul Malik.. sehingga penisbatan Qabilah Azmat Khan diletakkan pada Sayyid Abdul Malik.
Memang hal ini agak ribet untuk dijelaskan ke umum.. tapi kepada keluarga yang sebagaian besar Munsib di group istimewa ini.. ya ana al afwu perlu infokan.. 🙏
[12/12 23.50] : Iya betul.. Nasr abad .. di bawah dinasti Mamluk..
kala Abdul Malik hijrah dan menikah belum diinvasi oleh Mongol.. sehingga belum ada penggunaan gelar KHAN .. atau lengkapnya Azmat Khan..
Secara historis kala Mongol menginvasi India.. para pejabatnya menggunakan gelar yang digunakan penguasanya..
Mulai saat itulah.. anak2 Abdul Malik sebagai bangsawan dan pejabat juga mulai bergelar KHAN.
[12/12 23.51] : Kalau di kitab معجم اللطيف gelar عظمت خان disandang oleh Sy. Abdul Malik karena pujian dari masyarakat atas kemuliaan kerajaan yg mendapat menantu Ahlu Bait.
[12/12 23.53] : Na'am.. itu sejarah secara garis besar saja.. awal dikenal dihormati sebagai Ahlul Bait dan masuk jadi bangsawan memang pada Abdul Malik.. yanga mana beliau hijrah di masa belum ada invasi Mongol jadi tentunya belum ada penggunaan gelar KHAN.
secara fakta historis.. kelengkapan gelar KHAN .. baru pada masa anak2 beliau.
[12/12 23.59] : Ini ana sedang menjelaskan latar belakang kenapa pada data2 *kuno* nusantara.. nama KHAN tercatatnya pada nama Abdullah bukan pada nama Abdul Malik.
Karena fakta historisnya memang gelar KHAN baru dipakai pada masa anak2nya Abdul Malik.
TAPI Para ahli nasab perlu memetakan nama jalur qabilah untuk keluarga ini.. dan karena ini ada 2 jalur (nusantara melalui abdullah, dan india melalui Alwi) ...
Maka disatukannya nama Qabilah keluarga Azmat Khan pada nama Abdul Malik satu datuknya... 🙏
[13/12 00.02] : Kurang lebih demikian. tapi kalau ini kebalikannya.. sehingga gelar qabilah azmat khan nya malah dinisbatkan pada ayahnya.. (abdul Malik)
Meskipun secara historis digunakannya pada anak2nya (abdullah dan alwi).
Sambungan tentang sejarah Keluarga keturunan Abdul Malik Azmatkhan tentang dinasti penguasa India-nya.
Sayyid Abdul Malik lahir di Hadhramaut Yaman pada akhir abad 12 M dan wafat di awal abad 13 M. Beliau lahir tahun 574 H ... atau 1178/9 Masehi. Serta belum diketahui tahun pasti wafatnya.
Hijrah ke India di awal abad 13 M. (Tahun 1200an)
Di masa kepindahan awal tersebut kepemimpinan Islam baru saja berkuasa di India dan membentuk Kesultanan Delhi yang diawalai oleh Dinasti Mamluk.
Para leluhur Azmatkhan nusantara (leluhur dari para keturunan keluarga dan kerabat Walisongo), 3 generasi hidup di India, yakni Sayyid Abdul Malik berputra Sayyid Abdullah, berputra Sayyid Ahmad Shah Jalal dan Sayyid Ali Abdul Qodir; Lantas menurunkan Jamaluddin Husein bin Ahmad Jalal, Ali Nuruddin bin Ahmad Jalal, dan Isa bin Ali Abdul Qodir beserta keluarganya yang mulai hijrah dari India ke Asia Tenggara di sekitar tahun 1360an masuk pada abad 14 M.
Kesultanan Delhi merujuk pada pemerintahan Muslim berdinasti dari Turki dan Afghan / Pashtun yang berpusat di Delhi, ada 5 dinasti termasuk dinasti Mamluk (1206–90), dinasti Khilji (1290–1320), dinasti Tughlaq (1320–1413), dinasti Sayyid (1414–51) dan dinasti Lodi (1451–1526). Pada tahun 1526, Kesultanan Delhi dilebur dengan kemunculan Kesultanan Mughal.
Jadi rentan waktu leluhur keluarga Azmatkhan dari Kesultanan Delhi di masa periode 3 Dinasti. Awal Hijrahnya Sayyid Abdul Malik dari Yaman ke India di Masa Dinasti Mamluk. Dan Hijrahnya Sayyid Jamaludin Akbar dan saudara2 misannya dari India ke Nusantara / Asia Tenggara di masa Dinasti Tughlaq.
Ini supaya memahami di masa mana leluhur keluarga Azmatkhan nusantara hidup pada masa pemerintahan dinasti apa di India.
🙏🕋
Senin, 10 Desember 2018
KEUNTUNGAN PENUNTUT ILMU YANG BELUM MENDAPATKAN ILMU*
*KEUNTUNGAN PENUNTUT ILMU YANG BELUM MENDAPATKAN ILMU*
يُقَالُ مَنِ انْتَهَى إِلَى الْعَالِمِ، وَجَلَسَ مَعَهُ، وَلَا يَقْدِرُ عَلَى أَنْ يَحْفَظَ الْعِلْمَ، فَلَهُ سَبْعُ كَرَامَاتٍ
Dikatakan bahwa, seseorang yang pergi menuju orang alim, duduk bersamanya tetapi dia tidak mampu menghafalkan ilmu, maka orang tersebut masih mendapatkan tujuh kemuliaan.
أَوَّلُهَا: يَنَالُ فَضْلَ الْمُتَعَلِّمِينَ.
1. mendapatkan keutamaan orang-orang yang belajar.
وَالثَّانِي: مَا دَامَ جَالِسًا عِنْدَهُ كَانَ مَحْبُوسًا عَنِ الذُّنُوبِ وَالْخَطَأِ.
2. selama masih duduk bersama orang alim maka dia tercegah dari melakukan dosa dan kesalahan.
وَالثَّالِثُ: إِذَا خَرَجَ مِنْ مَنْزِلِهِ تَنْزِلُ عَلَيْهِ الرَّحْمَةُ.
3. ketika keluar dari rumahnya maka rahmat turun kepadanya.
وَالرَّابِعُ: إِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ، فَتَنْزِلُ عَلَيْهِمُ الرَّحْمَةُ، فَتُصِيبُهُ بِبَرَكَتِهِمْ.
4. ketika dia duduk disamping orang alim maka rahmat turun kepada mereka dan diapun mendapatkan rahmat sebab berkah mereka.
وَالْخَامِسُ: مَا دَامَ مُسْتَمِعًا تُكْتَبُ لَهُ الْحَسَنَةُ.
5. selama masih mendengarkan maka ditulis kebaikan baginya.
وَالسَّادِسُ: تَحُفُّ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا رِضًا وَهُوَ فِيهِمْ.
6. mereka dilindungi malaikat dengan sayap-sayapnya karena ridha dan orang tersebut juga bersama mereka.
وَالسَّابِعُ: كُلُّ قَدَمٍ يَرْفَعُهُ، وَيَضَعُهُ يَكُونُ كَفَّارَةً لِلذُّنُوبِ، وَرَفْعًا لِلدَّرَجَاتِ لَهُ، وَزِيَادَةً فِي الْحَسَنَاتِ
7. setiap langkah kakinya yang diangkat dan diletakkan maka menjadi penghapus bagi dosa-dosa, pengangkat derajat dan tambahan kebaikan baginya.
Wallahu A'laam Bis shawab.
*Dinukil dari kitab Tanbihul Ghafilin karya Abul Laist Al Samarqandi*
Minggu, 09 Desember 2018
CARA MERUQYAH ANAK YANG MALAS UNTUK BELAJAR
#copas
CARA MERUQYAH ANAK YANG MALAS UNTUK BELAJAR
Ambil air hujan segelas, bila tidak ada cukup air sumur kemudian bacakan :
Surat al-Alaq ayat 1 sampai 5, sebanyak 11 kali, sebagai berikut:
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻗْﺮَﺃْ ﺑِﺎﺳْﻢِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻖَ ( 1 ) ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﻋَﻠَﻖٍ ( 2 ) ﺍﻗْﺮَﺃْ ﻭَﺭَﺑُّﻚَ ﺍﻟْﺄَﻛْﺮَﻡُ ( 3 ) ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَّﻢَ ﺑِﺎﻟْﻘَﻠَﻢِ ( 4 ) ﻋَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻌْﻠَﻢْ ( 5 )
Lalu tiupkan ke gelas tersebut 3 kali dan minumkan ke bocah yang bersangkutan. Dengan izin Allah Ta'ala bocah tersebut tidak nakal dan semangat belajar.
Lakukan sampai beberapa kali ...
Bagi yang mau mengamalkan, silakan ucapkan"QOBILTU"
Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz
Sabtu, 08 Desember 2018
MENCIUM ANAK, Sunnah Nabi Shallallah ‘alaihi wa sallam:
MENCIUM ANAK, Sunnah Nabi Shallallah ‘alaihi wa sallam:
.
“Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga.” (HR. Bukhari)"
.
4 Anggota Tubuh Anak Yang Perlu Dicium Orangtua Setiap Hari
.
Mari lahirkan rasa kasih dalam diri anak-anak melalui sifat orang tua yang penyayang.
.
Berikut ini adalah saran kami sebagai psikolog Islam yang sebaiknya diamalkan setiap hari terhadap anak-anak.
.
CIUMAN KASIH SAYANG
.
1. Di ubun-ubun,
menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak sambil didoakan agar menjadi anak soleh/sholehah, aamiin.
2. Di dahi,
menandakan orangtua redha atas keberadaan anak.
Rasulullah s.a.w mencium Fatimah radiallahu anha di dahinya.
3. Di kedua pipi
sambil mengucap masya Allah, sebagai tanda _syauq_ (perasaan sayang dan rindu) orangtua terhadap anak.
4. Di tangan anak,
tanda _mawaddah wa hubb_ (kasih sayang) sambil mengucap _barakallah_, sebagaimana Rasulullah s.a.w juga selalu mencium tangan putri tercinta : Fatimah r.a.
SENTUHAN SAYANG
1. Menggosok belakang kepala anak, sebagai tanda kasih sayang dan perlindungan.
2. Menggosok atas kepala atau ubun-ubun, menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak.
3. Mengusap dahi, sebagai tanda syauq (perasaan sayang dan rindu) terhadap anak.
4. Kedua pipi, juga tanda mawaddah wa hubb (kasih sayang)
5. Memegang kedua tangan, untuk menenangkan anak ketika perasaannya tampak kacau atau bingung.
Perhatian:
Usaplah dada anak sambil istighfar saat ia menunjukkan kecenderungan berbuat salah atau sedang marah, untuk menenangkannya.
Lakukan tindakan mawaddah warohmah ini diiringi kalimat2 thoyyibah.
.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد🌹🌹
Kamis, 06 Desember 2018
Obrolan Tentang Leluhur Walisongo:
Obrolan Tentang Leluhur Walisongo:
[7/12 04.03] Fut: Sebelum beliau kyai syuja bin mukhtar merkawang juga sudah ada maulana maghribi bin abdulloh,maulana dahlan bin abdulloh dan juga kyai ahmad nurqowi murid maulana maghribi,di merkawang juga ada istri selir raden dandang wacono pendiri kota tuban,kemudian dari dandang wacono ini keturunannya setelah jaman cucu ranggalawe ada yg menikah dengan abdurrohman aryo tejo 1,abdurrahman aryo tejo 1 ini dari catatan babad tuban bin jalaluddin bin abdulloh khan,abdurrahman aryo tejo 1 ini juga merupakan kakek jalur ibu dari sunan kalijogo bin maulana manshur bin ali nuruddin bin ahmad syah jalaluddin,klu sekiranya di haidarabad,ahmadabad india tidak di jumpai makam syd ahmad syah jalal barangkali makamnya ada di tuban yakni makam dowo syekh jalaluddin bin abdulloh khan.
[7/12 04.59]: Maulana malik ibrahim alkasyani bisa bernisbat balkaromi alhuseini,sunan kudus klu bin kholifah husen bisa bernisbat attaqowwy alhuseini,sunan bonang menurut pakar ghoib adalah almaghribi alhasani,di kuatkan oleh risalah cucu habib ahmad bin abdulloh bin tholib pekalongan di sebut syekh ibrohim almaghribi,berarti sunan ampel juga almaghribi,sementara sunan giri,sunan gunung jati sejauh telaah berdasar serat walisono karya sunan giri dua bisa di simpulkan satu datuk dgn syekh quro aljilani karawang,jadi yang azmatkhan jelas sunan kalijogo dan sunan muria,menurut saya keturunan walisongo perlu mereview silsilah lagi,bikin wadah baru yg lbh konkret dengan membuat pemberitahuan resmi dgn maktab daimi,sbb dari 178 jumlah kenaqobahan di dunia,maktab daimi salah satunya,artinya kenaqobahan di indonesia yg di anggap valid oleh dunia adalah maktab daimi.
✍🏻 tidak asal nulis,siap bertanggung jawab dengan referensi tekstual ☕
[7/12 06.05]: Serat Walisana .. penyimpulannya ke al hasani.. melalui kesimpulan wan shogir.. terkait alias pada Muhammad Yusuf.. padahal wan shogir pun mengikuti data bahwa Walisongo turunan azmatkhan.. artinya bisa jadi beliau meng alias kannya yang distorsi.
Data lain selain serat Walisana banyak.. dan hampir semua sepakat ttg Walisongo ke Azmatkhan.. makanya sudah masuk ke Syamsu Zhohiroh dan Khidmatul Asyiroh.
[7/12 06.08] : Di karawang sendiri.. yusuf sidik distorsi disangka saudara ke jumadil kubro.. sehingga syeikh quro disangka azmatkhan..
Tapi hal ini tertolak karena memang dalam data manuskrip kuno cirebon disebut bahwa sekedar saudara ipar antara yusuf sidiq dan jumadil.. sesama suami putri champa..
Data manuskrip cirebon jelas dalam memetakan mana yang al husaini (azmatkhan) dan mana yang Al Hasani.. jadi insya Allah tidak lah tertukar.. krn sudah melalui kesepakatan ahli sejarawan dan ilmu nasab di tahun 1677-78 M .. Rapat Gotrasawala di Cirebon kala acara peresmian pendirian Keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan.
[7/12 06.14]: Data tua turun temurun jelas walisongo ke azmatkhan al husaini yang jelas pula menyebutkan mana yang al husaini dan mana yang al hasani.
Ketika menggunakan data serat walisana.. data ini juga tidak detail dan tidak menegaskan ke Al Hasani.. hanya asumsi pengaliasan pada nama tokoh lain oleh Wan Shogir yang belum tentu benar..
karena Wan Shogir sendiri mendukung data bahwa Walisongo adalah Azmatkhan Al Husaini.
[7/12 06.18] : Menurut Syeikh Waliyuddin Khan ( dalam data Tarikh Aghrariah), syed Jumadil Kubro / jamaludin Akbar dilahirkan pada tahun 1336 di Kota Agra India. Beliau dilahirkan bersama limpahan harta dan kemewahan kerana ayahanda beliau, Syed Ahmad Jalaluddin Syah adalah Gubenur Agra di bawah pemerintahan Kesultanan Mughal yang berpusat di New Delhi pada masa itu.
Beliau pensiun dini usia 25 tahun lantas mulai hijrah ke Asia Tenggara (Champa, Chermin Malaysia, Pasai, Jawa) ..
Artinya kisaran Azmatkhan masuk nusantara / asia tenggara baru pada tahun 1361 M. (Abad 14 M).
[7/12 06.26]: Jadi untuk keluarga azmatkhan india.. nyari datanya jangan di sejarah Gujarat karna itu hanya daerah singgah naik kapal ke nusantara.. terekamnya dalam data sejarah Aghra ...
[7/12 06.29] : Ibarat nyari data sejarah banten di jawa tengah atau timur ya belum tentu ketemu.. karena meski sama2 di pulau jawa ya beda daerah dan beda sejarahnya..
[7/12 07.06]: Di sini yang ana sependapat cuma tentang Maulana Malik Ibrahim Al Kasyani ... yang lain kurang kuat datanya.. al afwu..
Kalau tentang Sunan Kudus adalah keponakan / kemenakan dari Khalifah Husein.. bukan anak kandungnya.. dalam data tua yg lebih primer tentang itu jelas..
[7/12 07.43]: Ana perjelas maksud Sunan Kudus keponakan Khalifah Husein.. adalah keponakan dari istrinya Khalifah Husein.. jadi jalur nasab garis lakinya jelas beda.
[7/12 07.52] Tb Nur Fadlil: turunan generasi ke 3 dari Abdul Malik bin alwi ammil faqih atau cucu dari Abdullah Azmatkhan yang hijrah ke nusantara (sekitar abad 14 M.. kurang lebih sejak tahun 1361 M) dan sudah ditemukan ada keturunannya adalah :
1. Jumadil Kubro Jamaluddin Akbar bin Ahmad Jalaludin bin Abdullah Azmatkhan.. hijrah ke Champa, Malaysia, Jawa, Makasar ( leluhur sebagian besar walisongo azmatkhan)
2. Ali Nuruddin bin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah Azmatkhan.. langsung ke Jawa leluhur Sunan Kalijaga dan Sn. Muria
3. Syeikh Datuk Isa bin Ali Abdul Qodir bin Abdullah Azmatkhan.. ke Malaka / Malaysia.. leluhur Syeikh Datuk Kahfi (menurunkan jalur ningrat Sumedang dan Aria Tangerang Banten) dan Syeikh Siti Jenar.
[7/12 07.55] Tb Nur Fadlil: Istri-istri dan anak-anak dari *Syed Jumadil Kubro / Jamaludin Akbar Al-Husaini* yang nasabnya ke Azmatkhan Al Husaini bahkan Wan Shogir setuju dan menggunakan pula data ini di Malaysia :
1. + Menikah dengan Putri Linang Kahaya binti Sri Sang Tawal Raja Lankasuka, (Malaysia) berputri :
1.1 Siti Aisyah
2. + menikah dengan Putri Ramawati / Dyah Cakrawati Champa (saudari dari Dyah Kirana Champa istri Yusuf Sidiq Al Jailani dan ibunda Syeikh Quro Karawang) binti Che Bonga alias Sultan Zainal Abidin Champa, berputra :
2.1 Ibrahim Asmaraqandi ( *ayah dari Sunan Ampel dan Ali Murtadho kakeknya Sunan Kudus*) + menikah dengan misan bliau putri Candrawulan Champa (saudari dari Dwarawati istri Raja Majapahit Bhre Kertawijaya)
3. + Menikah dengan Putri Selindung Bulan Chermin / Kelantan Malaysia berputra :
3.1 Ali Nurul Alam ( *kakek Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati* )
3.2 Muhammad Kebungsuan / Syamsudin Tabriz menikah dengan putri Pengging berputra Handayaningrat Pengging menantu Raja Brawijaya leluhur Jaka Tingkir Pajang.
4. + menikah dengan Putri Samudra Pasai Aceh, berputra :
4.1 Maulana Ishaq *ayah Sunan Giri*
5. + Menikah dengan Putri Johor, berputra :
5.1 Barkat Zainal Alim (buyutnya Fadhilah Khan / Fatahillah, Fathimah / Nyi Mas Gandasari, Syarif Syam Magelung sakti bin Abdurahman Rumi)
🙏
Sunan kudus jelas ke azmatkhan al husaini sebagai anak sunan ngudung / usman haji bin ali murtadho bin ibrahim asmara bin jumadil kubro bin ahmad jalaluddin bin abdullah azmatkhan.
[7/12 07.45] : Al afwu ana luruskan =
Sunan kalijogo abdus syahid / raden said bin
Tumenggung Wilwatikta / Ahmad Syahuri / raden Syukur bin
Haryo Tejo / Abdurahman Mansur (menikahi putri dari Haryo Dikoro Tuban keturunan Ronggolawe) bin
Syeikh Ngali / Ali Nuruddin bin Ahmad Jalaluddin .. beliau inilah yang dimakamkan di makam dowo Tuban sebagaimana disebut dalam Babad Tuban. 🙏
Rabu, 05 Desember 2018
Mintalah maaf kepada siapa saja yang pernah bertemu denganmu, karena terkadang engkau punya kesalahan kepada orang orang yang pernah bertemu denganmu:
*Mintalah maaf kepada siapa saja yang pernah bertemu denganmu, karena terkadang engkau punya kesalahan kepada orang orang yang pernah bertemu denganmu:*
===============
Copas Status Habib Nauval :
Suatu hari Abah (Al Walid Idrus bin Ahmad Al Muthahar) pernah berkata 'Mintalah maaf kepada siapa saja yang pernah bertemu denganmu, karena terkadang engkau punya kesalahan kepada orang orang yang pernah bertemu denganmu, seperti adanya sifat suuzon, iri, dengki dan berbagai macam sifat buruk lainnya yang ada pada hatimu, saat engkau bertemu dan memandang seseorang tersebut'
Nasehat ini begitu membekas dihati, tapi karena satu dan lain hal serta karena keburukan hati ini, menjadikan nasihat yang mulia ini seperti angin lalu. Apalagi jika diri ini merasa alim, kaya, punya pengaruh dan lain sebagainya. Sungguh hati ini berubah ubah setiap saat. Disaat tertentu hati ini merasa hina, kotor dan penuh kekurangan. Akan tetapi disaat lain hati ini terkadang penuh dengan kesombongan, merasa diatas yang lain dan sebagainya. Yaa Mushoriffal Qulub Tsabbit Qolbi Ala Thoatik (Wahai Dzat Yang Mengatur Hati Tetapkanlah Aku Didalam Ketaatan KepadaMU).
Dilain kesempatan Al Walid juga pernah menasehati 'Tidak akan berkurang kemuliaan seseorang karena meminta maaf, dan tidak akan bertambah kemuliaan seseorang karena kesombongannya'. Suatu ketika aku memiliki permasalahan dengan seseorang dan aku merasa telah berada di jalan yang benar dan tidak mau meminta maaf atau memaafkan seseorang tersebut. Ternyata hal itu diketahui oleh Al Walid, maka keluarlah nasehat tersebut. Dengan agak marah Al Walid menyuruhku untuk meminta maaf. Maka demi menyenangkan hati Al Walid, maka hal tersebut aku lakukan. Meski sebenarnya hati ini berontak karena merasa tidak bersalah.
Beberapa hari kemudian saat aku akan bepergian Al Walid berkata 'Nauval, kelak di akhirat akan banyak manusia tersandung masalah dengan sesama manusia lainnya karena urusan hakkul adami (hutang piutang, kebencian, fitnah, adu domba dan sebagainya), maka sedikitkan masalahmu dengan manusia'. Hal itu terngiang ngiang terus hingga berpikir, ternyata kita ini sering menyakiti hati seseorang, suuzon, benci, iri, dengki tanpa kita sadari. Dan kunci untuk menetralkan semua itu dengan meminta maaf kepada semua yang berhubungan dengan kita.
Pernah suatu saat aku dimarahi Al Walid karena suatu hal yang menurutku sebenarnya aku tidak bersalah (mungkin ini karena hatiku yang kotor jadi tidak merasa bersalah), tapi sebagai anak yaa diam saja tanpa membantah meski hati kurang menerima. Hal tersebut aku pendam saja dalam hati. Tiba tiba seusai sholat subuh, Al Walid mengetuk pintu kamarku, lalu sambil merangkul Al Walid berkata 'Maafkan Abah yaa, Abah yang salah, kadang orang tua itu bisa benar kadang juga bisa salah', lalu sambil menahan air mata aku berkata 'Aku yang salah Bah, aku yang minta maaf karena sudah berprasangka buruk sama Abah'. Setelah itu aku dinasehati panjang lebar. Hanya berdua didalam kamar. Nasehat nasehat tersebut dikemudian hari aku tulis didalam lembaran lembaran kertas.
Ahh alangkah indahnya jika hidup ini saling meminta maaf, saling sayang menyayangi dan saling nasehat menasehati. Jika seluruh elemen bangsa ini saling memaafkan akan terasa indah semuanya. Semoga kelak akan ada gerakan Hari Maaf Nasional, saling memaafkan diantara seluruh rakyat dan bangsa ini. Semoga bermanfaat.
Terima kasih Abahku, Terima kasih Guruku..Lahul Fatihah
Nb:Dimakam Al Walid Idrus bin Ahmad Al Muthahar saat Haul beliau beberapa tahun yang lalu..Robbi Fanfa'na Bibarkatihim..
*Semoga Bermanfaat*
Minggu, 02 Desember 2018
Kisah KH. Ali Maksum Krapyak Dengan Santrinya: *"niki pohon Kristen Mbah."* ("Lah sejak kapan pepohonan mempunyai agama?”)
Kisah KH. Ali Maksum Krapyak Dengan Santrinya: *"niki pohon Kristen Mbah."*
("Lah sejak kapan pepohonan mempunyai agama?”):
==================
Pernah suatu ketika, KH Ali Maksum jalan-jalan di sekitar pesantren. Beliau sering melakukan kegiatan tersebut, berniat untuk memantau kondisi di sekitar lingkungan pesantren. Entah itu kondisi santrinya, pun masyarakat di sekitarnya.
Senyum dan sapa adalah ciri khas Mbah Ali ketika berpapasan dan bertemu dengan orang lain. Pemandangan santri berbaris berderet panjang untuk bersalaman juga hal lazim bagi Mbah Ali.
Sejauh beliau berjalan, nampak kondisinya sesuai dengan apa yang selalu beliau harapkan: “baik-baik saja.” Santri berkegiatan seperti biasa, ada yang mengaji Qur’an, belajar, mencuci dan tidak sedikit yang sedang ngopi berdiskusi.
Ya begitulah, kultur pesantren yang dibangun oleh Mbah Ali adalah kultur keterbukaan. Segala yang bisa dipelajari, akan juga dikupas dan dimakan habis. Kajian keislaman pesantren di era Mbah Ali dicatat mendapatkan momentum terbaiknya.
Tapi ketika dirasa baik-baik saja, mata Mbah Ali menatap dalam-dalam dari kejauhan sana terdapat keramaian. Beliau mendekati sumber keramaian, didapatinya enam orang santri berjibaku untuk menebang pohon. Mbah Ali semakin dekat, hingga bisa memastikan bahwa pohon yang akan ditebang adalah pohon cemara. Mbah Ali lantas bertanya dengan tanggap.
“He Cong, koe ngopo nebang wit kui? (Bocah, kenapa kamu tebang pohon itu?)” tanya Mbah Ali dengan beribu tanda tanya.
“Niki wit Cetamah Mbah, eh cemara Mbah,” jawab santri tergagap. Kaget sekaligus takut. Mereka hampir tak menyadari kedatangan Mbah Ali sebab sibuk menebang.
“Terus ngopo nek wit cemara? Ngopo kok ditebang? (Trus kenapa kalau pohon cemara? Kenapa ditebang?)” Mbah Ali terus menyelidiki.
“Lah niki pohon Kristen Mbah. Wit ingkang didamel umat Kristen ngrayakke Natal. Supados mboten nyerupani, lare-lare sepakat nebang wit niki. (Lah ini pohon orang Kristen, Mbah. Pohon yang digunakan umat Kristen untuk merayakan Hari Natal. Agar tidak menyamai mereka, anak-anak sepakat menebang pohon ini).”
“…dalile kan pun jelas Mbah, ‘Man tasyabbaha bi qoumin fahuwa minhu…'” Panjang santri sembari ndalili Kiainya sendiri.
“Hmm ngono tho le,” dehem Mbah Ali. “Lah sejak kapan pepohonan mempunyai agama?” Mbah Ali bertanya balik.
Yang ditanyai tanpa respon, saling pandang satu sama lain. Bingung gelagapan.
“Asal salatmu masih lurus, Pepohonan ini tidak bakal bisa merintangi imanmu, le. Pohon cemara kamu bilang pohon Kristen. Nggak sekalian saja pohon lainnya kamu kasih agama? Semua saja kamu labeli agama. Motor agama Shinto soalnya dari Jepang. Bentuk motor mirip salib, kamu bilang itu kendaraan kafir.”
Selagi Mbah Ali menjelaskan, masing-masing santri diam-diam melempar muka dan melepaskan alat-alat yang tadi dibuat untuk menebang, seperti tali, gergaji, palu dan golok.
Semua santri diam dan tak berdaya. Setelah mendapat penjelasan panjang lebar, seolah-olah mereka pengin pipis di celana. Masih tanpa ekspresi, mereka berdiri terpaku dan terpukau dengan penjelasan Mbah Ali.
“Tidak usah ditebang, le,” perintah Mbah Ali. Sedang para santri langsung bubar tak lupa pamit dengan bersalaman kepada Mbah Ali.
Soal hadis tadi, “man tasyabbaha bi qaumin…” tidak semua keserupaan itu berlaku di segala sisi kehidupan sosial dan budaya. Bahkan hadis itu berlaku hanya pada keserupaan perihal ibadah agama tertentu.
Sumber : http://www.muslimoderat.net/2018/02/kiai-ali-maksum-menegur-santrinya-saat.html#ixzz5YZ24492q
Langganan:
Postingan (Atom)


















