ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Selasa, 31 Mei 2011

Sholawat tawsi`ul arzaq wa Tahsinul akhlaq( Sabda Nabi SAW; وَاللَّهُ الْمُعْطِي وَأَنَا الْقَاسِمُ "Dan Allah itu al-Mu'thi dan aku adalah al-Qaasim.")


Murah Rezeki Halal

Kegawatan ekonomi dunia sekarang, bahangnya turut terasa di tanah air kita ini, di mana ramai yang telah atau bakal hilang pekerjaan. Maka selain berusaha secara zahir mencari jalan-jalan rezeki yang halal sebagaimana yang dikehendaki oleh Islam agar umatnya berusaha mencari rezeki yang halal, lagi sekali CARI REZEKI HALAL, jangan lupa memohon kepada ar-Razzaq agar dilapangkan kita dalam urusan rezeki. Juga jangan lupa bersholawat ke hadhrat Junjungan Nabi s.a.w. karena jika Allah itu Maha Pemberi yang memberikan berbagai macam rupa anugerah seperti ilmu, waridat dan rezeki, maka Junjungan Nabi SAW adalah pembaginya. Inilah antara yang diisyaratkan oleh hadits Junjungan yang menyatakan:-

وَاللَّهُ الْمُعْطِي وَأَنَا الْقَاسِمُ

"Dan Allah itu al-Mu'thi dan aku adalah al-Qaasim."

Maka tidaklah heran jika para ulama kita telah mengarang bermacam-macam shighah sholawat yang dijadikan wasilah memohon rezeki daripada Allah. Antara yang masyhur dan mudah diamalkan adalah sholawat tawsi`ul arzaq wa tahsinul akhlaq. Seyogyanya diamalkan sebagai usaha melancarkan urusan rezeki kita. Akhirul kalam, ingin kunukilkan akan pesanan Gus Mus yang nama sebenarnya Kiyai Haji Ahmad Mustofa Bisri. Beliau adalah pengasuh Pesantren Raudlatuth Tholibin, Rembang, Jawa Tengah. Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang pada 10 Ogos 1944. Nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Pesantren al-Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma'shum dan KH Abdul Qadir; dan di Universiti al-Azhar di samping di pesantren milik ayahnya sendiri, KH Bisri Mustofa, Raudlatuth Tholibin Rembang. Gus Mus berkali-kali mengatakan:
“Jika tiap bibir kita yang sedang menganggur komat-kamit mengucapkan “Shallaahu ‘ala Muhammad" (Ya Allah, limpahkan sholawat untuk Nabi Muhammad s.a.w.) terus-menerus sedikitnya setahun, kok tidak sukses - bahagia - tentram - sentosa, datangi aku, ludahi mukaku dan caci-makilah diriku!”
===============================================


Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Junjungan kita Nabi Muhammad, sholawat yang dengan keberkatannya diluaskan rezeki kami dan dibaguskan akhlaq kami, semoga sholawat dan salam juga dilimpahkan  kepada keluarga dan sahabatNya,  Amiin