ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Minggu, 12 Oktober 2014

DIGIGIT ANJING KUWALAT SAYYIDINA ABI BAKAR AL-SHIDDIQ DAN UMAR IBNUL KHOTTHOB RA






=====

Kisah Dua Pembenci Kualat Sayyidina Abu Bakar Al-Shiddiq dan Umar Ibnul Khotthob RA
=============


Saat sedang duduk-duduk bersama, Rosululloh SAW dikagetkan dengan hadirnya seorang sahabat yang berlumuran darah pada sebagian kakinya. Spontan Nabi menanyakan penyebab keadaan yang beliau saksikan.

“Mengapa betismu berdarah?”

“Ya, Rosulalloh, baru saja aku melewati anjing milik seorang perempuan munafik. Anjing itu menggigit betisku,” kata sahabat ini.

Rosululloh lantas memintanya beristirahat untuk memulihkan rasa sakit akibat anjing itu. Sejurus kemudian, muncul sahabat lain datang kepada Nabi dengan kondisi yang sama. Betisnya mengalirkan darah. Sahabat yang kedua ini juga menceritakan penyebab serupa atas kondisi yang menimpanya.

“Mari kita pergi menemui anjing itu!” Nabi berencana membunuh anjing buas tersebut agar tidak membahayakan lebih banyak orang lagi. Para sahabat berdiri dengan sebuah pedang di tangan masing-masing.

Ketika berjumpa anjing yang dimaksud, pedang pun terhunus dan siap menebas tubuhnya. Namun, anjing yang hendak menemui ajalnya ini tiba-tiba saja berdiri di hadapan Rosululloh dan berbicara dengan fasih.

“Jangan anda membunuhku. Sesungguhnya aku makhluk yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya,” pinta si anjing.

Cerita tentang anjing yang dapat berbicara ini diriwayatkan Anas bin Malik radliyallahu ’anhu sebagaimana diungkapkan dalam kitab Al-Aqthaf ad-Daniyyah fi Îdhahi Mawâ’idhil ‘Ushfûriyyah.

“Mengapa engkau menggigit betis dua laki-laki ini?” tanya Nabi.

“Wahai Rosululloh, aku adalah seekor anjing yang diperintahkan untuk menggigit orang yang menghina Abu Bakar dan Umar.”

Rosululloh pun mengalihkan sasaran bicara kepada kedua sahabatnya, “Apakah kalian berdua mendengar apa yang diucapkan anjing?”

Kedua orang yang betisnya berdarah itu mulai menginsafi kesalahannya. Mereka telah melakukan kekeliruan terhadap seorang hamba berjiwa lembut, berjasa besar, dan begitu dicintai Alloh dan Rosul-Nya. Mereka lalu berjanji untuk bertobat secara sungguh-sungguh.

sumber: http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,52660-lang,id-c,hikmah-t,Kisah+Dua+Pembenci+Kualat+Sayyidina+Abu+Bakar-.phpx