ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 26 Mei 2014

DERAJAT KEWALIAN MBAH 'UD (KH. 'ALI MAS'UD) PAGERWOJO SEJAK MASIH KECIL

===========


KEWALIAN KH. ALI MAS’UD PAGERWOJO (GUS UD) NAMPAK SEJAK KECIL

Hadhratus Syaikh KH. Utsman al-Ishaqiy bersama Gus Ud

Gus Ud mendapat derajat kewalian itu sejak masih kecil. Sangat nakal memang dan banyak tingkah hingga membuat ayahnya sering memarahinya. Sang ayah adalah orang yang alim dan sebagai guru ngaji di rumahnya. Seringkali saat ayahandanya mengajar ngaji, selalu saja terdengar gaduh oleh suara-suara teriakan Gus Ud kecil. Hingga sang ayah memarahinya bahkan memukulnya dengan kayu kecil.
Lantas sang ayah membentak: “Kamu ini banyak tingkahnya, makanya gak bisa ngaji!”
Karena mendapat olokan ayahnya seperti itu, maka Gus Ud langsung menimpali: “Ngajar ngajinya saya ganti ya!”
Ayahnya heran dengan ucapan anaknya yang baru berusia 8 tahunan itu. Gus Ud langsung mengambil kitab kuning ayahnya tersebut dan langsung membacanya. Meski kitab itu gundul (tidak berharakat), toh Gus Ud kecil itu lancar membacanya berikut gamblang dalam menjelaskan semua keterangan kitab itu. “Wah. Subhanallah!” gumam ayahnya seraya terbengong heran. Sejak itulah sang ayah membiarkan saja apa yang dilakukan putranya itu
Di Pesantren Sawahpulo daerah Jatipurwo Surabaya, kira-kira 1 km dari Ampel, pimpinan Kyai Utsman al-Ishaqi ada pengajian rutin kitab al-Hikam yang dibacakan oleh Kyai Utsman sendiri. Hampir semua yang ngaji di sana adalah para kyai yang tabarrukan kepada beliau.
Ada hal menarik di sana saat Gus Ud ikut mengaji. Sudah menjadi tabiatnya, Gus Ud banyak tingkah, kadang berdiri, duduk, berjalan dan apa saja ia lakukan dan tidak bisa diam. Lalu tiba-tiba Gus Ud mendekati Kyai Utsman yang sedang asyik membaca kitab al-Hikam itu. Gus Ud izin untuk meminta kitab yang sedang dipegang Kyai Utsman tadi. Akhirnya kitab itu pun diberikan kepada Gus Ud.
Kontan saja para jamaah pengajian itu terbelalak melihat tingkah Gus Ud seperti itu. Banyak jamaah yang berpikir dalam hatinya: “Mau apa dia meminta kitab al-Hikam itu? Memangnya dia bisa baca?”
Setelah kitab itu diserahkan kepada Gus Ud, ternyata kitab itu dibalik sehingga tulisan Arabnya terlihat terbalik. Dan dengan sangat mantapnya beliau membacakan kitab al-Hikam itu lengkap dengan penjelasannya meski dengan kitab terbalik. Kejadian ini membuat decak kagum para jamaah pengajian tersebut. Wallohu A’lam.

 CERITA PESAWAT MOGOK:
======================
Pesawat terbang mogok ? ... Kisahnya bhw saat itu musim haji .. gus ' ud berangkat haji bareng dg wak abahku , yaitu KH mas zubeir bin harits .. entah tahun berapa itu . nah ketika para jama'ah haji mau diberangkatkan , eh didalam pesawat itu gus 'ud membaca marhabanan dengan suara keras dan ngga' teratur sambil mukul2 sesuatu dipakai utk musiknya. semua yg ngelihat ga' berani melarang . karena seluruh penumpang pada tahu siapa itu gus 'ud . salah satu awak pesawat lelaki menegur gus 'ud dg halus .

" maaf pak .. pesawat mau berangkat ..tolong berhenti dulu " katanya .

kontan gus 'ud berhenti mambaca marhabanan itu dg hati yg dongkol . dan apa yg terjadi ? sampai berjam-jam mesin pesawat itu ngga' mau hidup . sudah diperiksa ternyata ngga' ada masalah . tapi tetep aja ngga' bisa hidup . akhirnya salah satu jama'ah haji ada yg memperingatkan pd awak pesawat td agar minta maaf pd gus 'ud karena telah menegurnya untuk diam . dituruti juga anjuran itu ..

" saya minta maaf ya pak atas kelancangan saya tadi . jika sekarang bapak mau baca marhabanan td , monggo " .

lalu gus 'ud menjawab :

" iyo yo ... " ...

dengan rasa suka gus 'ud langsung membaca marhabanan seperti tadi dg memukul2 sesuatu utk menjadi musiknya ... dan ? mesin pesawat langsung bisa hidup dan berangkat ke saudi dg selamat ... luar biasa beliau itu Lahu al-Fatihah...


Kisah lainnya :
beliau paling suka yang namanya seni sholawat hadrah . kalian tahu kan seni hadrah ? kalau belum tahu , coba ditanyakan aja keteman2 kalian hehehe … saking sukanya dengan seni hadrah , kemanapun ada undangan hadrah , bisa dipastikan beliau akan hadir . meski dengan suara yang tak enak dan baca’an yang kurang jelas , beliau tetap suka membaca diba’iyah dengan memukul terbang hadrah . jangan kan dapat undangan , beliau itu jika sedang ditengah jalan , naik apapun juga jika mendengar ada hadrah pst akan turun dan ikut shalawatan ditempat itu . nah , itu artinya apa ? itulah gambaran sifat amat cintanya gus ud terhadap baginda nabi Muhammad SAW .
suatu ketika ada orang yang dapat uang banyak karena habis menjual tanahnya . orang itu terbilang sangat miskin . hasil penjualan tanah itu dipakai untuk ongkos umroh aja gak cukup , apalagi naik haji . dia sangat bingung apa yang paling tepat digunakan . dalam kebingungan itu , tiba2 diluar rumah ada orang yang mengucapkan salam dengan agak teriak . dia mengenali betul siapa pemilik suara diluar pintu itu . tak lain dan tak bukan adalah gus ud !
“ oh alaikum salam , mari gus masuk didalem “ . jawab orang itu mempersilahkan gus ud masuk .
“ ya … suwun . kamu punya uang banyak ya ? “ . nah , itulah salah satu karomah gus ud ! beliau tahu jika pemilik rumah tersebut sedang punya uang banyak meski dlm keadaan bingung . jelas orang itu kaget atas diri gus ud yang tahu akan kondisi dirinya meski belum menceritakannya .
“ inggih gus ( iya gus ) … tapi saya bingung . digunakan untuk apa yang bisa bermanfaat . sedang saya ini orangnya ga punya apa2 selain duit itu “ . jawab orang itu polos .
“ ya sudah , belikan kempyeng saja semuanya !! “ . perintah gus ud yg kedengarannya agak kacau dan gak ada manfaatnya . kalian tahu ga’ , apa kempyeng itu ? itu loh , tutup botol minuman dari lempengan besi . nah coba aja bayangin , masa’ uang jutaan disuruh beli gituan ? hahaha . tapi yang namanya orang nurut , dia pun membelikan uangnya itu dengan kempyeng .uang segitu dibelikan kempyeng ? ya jelas dapet super banyak lah . berkarung2 .
nah , karena alasan dari gus ud itu ga jelas , saat kendaraan truk pengankut kempyeng nyampai dirumahnya , banyak tetangga yg Tanya : untuk apa kempyeng sebanyak itu ? . dia gak bisa jawab apa2 atas pertanyaan para tetangga dan teman2nya itu . yang terlihat , dia pasrah aja dengan apa yg terjadi . dalam hatinya ada juga rasa sayang terhadap uangnya dibuat beli gituan .
singkat kisah , gak sampai dua mingguan , ternyata ada salah satu perusahan yg mencari pasokan kempyeng utk dikirim keperusahaannya . gak jelas bagaimana kisahnya , yg penting adalah perusahaan berani membeli kempyeng orang itu dg harga dua kali lipatnya . bukan cukup itu saja , orang itu diminta agar menjadi pemasok tetap kempyeng buat perusahaan . hehehe , subhanallah … sampai saat ini , orang yg disuruh gus ud beli kempyeng tersebut tergolong orang yg kayaaaa banget . itu lah sikap dan tingkah laku para kekasih allah seperti gus ud yg terkadang nganeh-nganehi tapi membawa hikmah dan barokah . cerita hampir sama juga terjadi pada orang lain . tapi bukan kempyeng . dia disuruh gus ud membeli rantai kapal … hehehe dan berakhir sama dengan orang yg pertama tadi . wallahu a’lam …
ada lagi kisah karomah gus ud :

tahu ga’ kalau gus ud itu sering merogoh kantong baju orang ? . bagi orang2 yg ngerti siapa gus ud sih maklum . tapi bagi yg gak seberapa ngerti siapa gus ud sebenarnya ? pasti akan dongkol hatinya . dan ini memang terjadi .
suatu hari ada undangan kecil2an disebuah rumah seseorang yg ga’ aku sebutkan namanya . kebetulan gus ud lewat didepan rumah pemilik hajatan tersebut. Melihat ada acara itu , gus ud langsung masuk kedalam rumah . melihat sudah banyak orang disitu , gus ud langsung mengajak salaman satu persatu para undangan . namun , bukan salaman aja . setelah salaman pasti gus ud merogoh kantong baju para undangan satu persatu . hehehe , semua pada diem dan nurut aja karena tahu siapa itu gus ud . namun ada salah satu orang yg gak suka dengan tingkah gus ud seperti itu . dalam hati orang itu berkata : “ katanya wali allah , kok gitu perbuatannya ? “ .
sementara itu , gus ud tetap terus merogoh kantong para undangan ( tapi beliau tak mengambil apa2 dari milik para undangan itu ) . nah , disaat pas giliran orang yang gak suka atas tingkah laku gus ud tadi , beliau Cuma senyum dan ga’ merogoh kantong orang itu . sambil senyum dan memandang org itu , gus ud menirukan kata2 orang itu yg terucap Cuma dalam hati tadi :
“ katanya wali allah , kok gitu perbuatannya ? “ itulah yg diucapkan gus ud berulang-ulang dg agak keras menirukan perkataan hati orang tadi . ya jelas membuat orang itu malu dan minta maaf pada gus ud …
“ yo ,, yo .. ga popo “ ( ya ya ga apa apa ) . kata gus ud pada orang itu .

- Tambahan kisah :

- Thawaf –
Dalam hal ini , sudah banyak yg sepakat dan juga banyak saksi mata yang masih hidup . yaitu jika gus ud berthawaf saat dimakkah , sangat aneh sekali . kita pasti melihat ribuan org yg sedang thawaf disana . gimana cara jalan mereka ? sudah pasti saling berdesakan dan berhimpitan . jelas gak akan bisa berjalan dengan dg mulus dan lancar . tapi beda dengan gus ‘ud . beliau saat thawaf lancar2 saja . bahkan dengan setengah berlari . dan anehnya meski kondisi sangat berdesakan dan berhimpitan , tapi buat beliau lancar2 aja . seakan didepannya tak ada yg menghalangi jalannya thawaf . pokoknya jka dipikir dg nalar , ga’ akan masuk nalar deh …

- Kitab Al-Hikam .
Dulu , dipesantren sawahpulo pimpinan kyai utsman al-ishaqi ada pengajian rutin kitab al-hikam yg dibacakan oleh kyai utsman sendiri. hampir semua yg ngaji disana adalah para kyai2 yg tabarrukan kebeliau . ada hal yg menarik disana , yaitu suatu ketika gus ud ikut kesana . namun ya gitu , banyak tingkahnya . berdiri , duduk , berjalan dan apalah . gak bisa diem . lalu tiba2 , gus ‘ud mendekati kyai utsman yg sedang asyik membaca kitab al-hikam itu . gus ud minta izin utk meminta kitab yg dipegang kyai utsman tadi . akhirnya , kitab itupun diberikan ke gus ‘ud . kontan saja para jama’ah pengajian itu terbelalak melhat tingkah gus’ud seperti itu . dan banya yg berpikir : “ mau apa beliau minta kitab alhikam itu ? memang bisa baca ? “ . nah itulah yg ada dalam pikiran banyak orang para jama’ah pengajian itu . apa yg dilakukan gus’ud setelah menerima kitab itu coba ?? ternyata kitab itu dibalik sehingga tulisan arabnya terlihat terbalik . dan dengan sangat mantapnya beliau membaca alhikam dg berikut penjelasannya meski dengan kitab terbalik . nah disitulah beliau membuat decak kagum para jama’ah pengajian tersebut . 




Makam Mbah Ud itu berada di Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran. KH. Ali Mas’ud atau biasa dikenal dengan Mbah Ud itu merupakan salah satu ulama besar yang berasal dari Sidoarjo.

Sejak usia 5 tahun, Mbah Ud yang memiliki amalan “Dzikrun Nufus” yakni setiap detik nafas untuk senantiasa berdzikir kepada Allah SWT sudah mampu membaca Al-Qur’an, memahami makna tafsir Al-Qur’an, dan kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren.

Menurut penuturan Gus Hidayatuallah, Mbah Ud tidak pernah mengenyam pendidikan di manapun, baik pendidikan formal maupun informal. “Mbah Ud mempunyai ilmu laduni sehingga beliau memiliki kelebihan dibanding orang lain,” kata Gus Hidayatuallah yang sekaligus menjadi Pengelola Majelis Taklim Mbah Ud.

Menurut cucu keponakan Mbah Ud ini, di pesarean (makam) tidak ada batasan jam berziarah untuk para peziarah bisa berkunjung. Setiap hari banyak peziarah yang berkunjung, tidak hanya dari Sidoarjo, namun juga dari berbagai daerah di Tanah Air seperti Sumatra, Kalimantan, dan Jakarta.

Tak herah, akses jalan menuju makam pun sesak kendaraan pribadi serta kendaraan umum seperti bus dan angkot yang parkir. Begitupula, para pedagang pun mudah ditemui. Apalagi di malam Jumat Legi, bak pasar malam. Tentunya, kondisi itu mampu membuat perekonomian warga setempat hidup.

Jumlah peziarah akan berlipat ganda bila  Haul Almukaromah KH. Ali Mas’ud yang jatuh pada setiap tanggal 27 Rajab serta peringatan hari Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW. "Sedangkan untuk pengajian umum dilaksanakan setiap malam Senin, malam Rabu, dan malam Jumat legi


 
  
Dari berbagai sumber.