ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Selasa, 13 Mei 2014

ROSULULLOH SAW MENJADI IMAM SHOLAT JAMA'AH BERSAMA PARA NABI, ROSUL DAN MALAIKAT DI BAITUL MAQDIS, LALU Di-MI'ROJ-kan

 ===============================
ROSULULLOH SAW MENJADI IMAM SHOLAT JAMA'AH BERSAMA PARA NABI, ROSUL DAN MALAIKAT DI BAITUL MAQDIS, LALU Di-MI'ROJ-kan:
===============================
Setelah Rosululloh SAW dalam perjalanan malamnya (ISRO') sampai di Baitul Maqdis, Lalu para Nabi, Rosul dan Malaikat berkumpul . Kemudian dikumandangkanlah adzan dan iqomat. Mereka yang datang berbaris rapi bershof-shof. Lalu Jibril mempersilahkan Rosululloh SAW menjadi IMAM. Maka Nabi Muhammad SAW menjadi IMAM sholat ber-Jama’ah bersama Para Nabi dan Rosul beserta para Malaikat di Baitul Maqdis saat pemberhentian terakhir dalam ISRO'/perjalanan malam itu, dapat bermakna bhw mereka (Para Nabi dan Rosul beserta para Malaikat itu) menjadikan Rosululloh SAW sebagai Al-Wasilah/الْوَسِيلَةَ/penghubung kepada Alloh SWT. Baru kemudian setelah itu, Beliau SAW di-MI'ROJ-kan Oleh Alloh ke shidrotil muntaha sampai Mustawa, sampai akhirnya menerima PERINTAH SHOLAT 5 WAKTU. Oleh karena itu, SHOLAT ADALAH MI'ROJ-nya Orang Beriman/ MI'ROJUL MUKMIN.



===========
Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul
==========
Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul
Pemberhentian terakhir dalam perjalanan malam itu adalah Baitul Maqdis. Dalam sekejap mata setelah Rasulullah saw sampai di Baitul Maqdis para nabi, rasul dan malaikat berkumpul . Kemudian dikumandangkanlah adzan dan iqamat. Mereka yang datang berbaris rapi bershaf-shaf. Lalu Jibril mempersilahkan Rasulullah saw menjadi imam. Begitulah setelah shalat dengan berjama’ah para nabi dan rasul memuji kepada Allah atas karunia dari-Nya. Begitu juga Rasulullah saw mengucap tasbih atas karunia yang istimewa yang tidak diperoleh nabi dan rasul lainnya.
Baitul Maqdis adalah merupakan pelabuhan terakhir isra’nya (perjalanan malam)Rasulullah saw sebelum kemudian dimi’rajkan Allah ke shidratil muntaha. Baitul Maqdis seolah memiliki jalur utama yang dapat menghubungkan dunia ini dengan pintu langit. Dikatakan demikian karena di sanalah para nabi dan rasul itu turun, dan dari sanalah Rasulullah saw akan memulai mi’rajnya.
Adapun mengenai shalat Jama’ah bersama para nabi dan rasul dan Muhammas saw sebagai Imamnya merupakan sebuah bukti bahwa mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai wasilah menuju Allah swt. Mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai penghubung kepada Allah swt, sebagaimana yang disebutkan dalam surat al-Maidah ayat 35:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Demikianlah kepemimpinan Rasulullah saw sebagai imam dalam shalat ini menunjukkan pengakuan para nabi dan rasul itu akan syariat islam yang sempurna yang dibawa oleh Rasulullah saw, nabi sekaligus rasul pungkasan. Mengenai jama’ah itu sendiri sungguh tidak dapat dipungkiri fadhilannya, jika para nabi, rasul dan malaikat saja berjama’ah.


sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,51911-lang,id-c,ubudiyah-t,Di+Baitul+Maqdis+Menjadi+Imam+Para+Nabi+dan+Rasul-.phpx