ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Kamis, 19 September 2013

Siksa Kubur Dan Pertanyaan Malaikat Munkar Dan Nakir (2)

=============
 Oleh Habib Abdurrahman Bin Muhdhor Al Habsyi
=============
Apabila Malaikat Rauman telah selesai melakukan tugas tersebut, maka datanglah dua malaikat kubur yang sangat menakutkan, berkulit hitam yang menjebol tanah kubur dengan taring-taringnya. Mereka berambut panjang dan menyentuh dan terseret dipermukaan bumi, hentakan suaranya bagaikan halilintar, sorot matanya laksana kilatan cahaya petir, nafasnya seperti hembusan angin topan, ditangannya terdapat tongkat dari besi yang sangat berat. Seandainya tongkat itu dipukulkan ke gunung yang kokoh sekalipun, tentu akan hancur.
Apabila jiwa (an-nafs) si mayit melihat kedua malaikat tersebut, niscaya ia menjadi gemetar dan langsung berpaling untuk segera lari menyingkir. Kemudian ia menyelusup ke hidung si mayit, sehingga mayit itu menjadi hidup mulai dari bagian dadanya, dalam kondisi sebagaiman di saat sedang sekarat, tetapi ia tidak mampu bergerak, hanya mampu mendengar dan melihat saja.
Selanjutnya perawi menceritakan : “Kemudian kedua malaikat tersebut mulai bertanya kepada si mayit dengan kejam dan bengis, membentaknya dengan keras, sehingga tanah bagi si mayit menjadi seperti air. Kemudian kedua malaikat itu bartanya kepada si mayit : “Siapa Tuhanmu … Apa Agamamu …Siapa Nabimu … Dan apa Kiblatmu … ?
Barangsiapa yang mendapatkan pertolongan Allah SWT dan diberi keteguhan lidahnya untuk dapat menjawab, maka ia akan balik bertanya kepada kedua malaikat tersebut : “Siapa yang memberi tugas dan mengutus kalian berdua kepadaku ? Selanjutnya ia menjawab : “Allah adalah Tuhanku, Muhammad Nabiku, dan Islam Agamaku”. Yang demikian itu tidak ada yang dapat mengatakannya, kecuali para ulama pilihan yang terbaik.
Lalu salah seorang dari malaikat itu berkata pada yang lain : “Ia benar, dan cukup dapat membuat kita tak berdaya, hujjahnya begitu menukik dan tajam”
Kemudian mereka meletakkan di dalam kuburnya semacam kubah besar, lalu membukakan pintu dari sebelah kanannya menuju ke surga, dan memberinya alas dengan hamparan sutera dari surga, dan aroma yang semerbak mewangi. Hembusan aroma wangi surga masuk ke dalam kubur. Kemudian ia didatangi oleh amal perbuatannya ketika di dunia dalam bentuk rupa orang yang paling dicintai, ia akan menghiburnya, mengajak bicara dengannya dan memenuhi kuburnya dengan sinar terang. Ia menjadi selalu dalam kondisi riang gembira selama dunia masih ada hingga terjadinya hari Kiamat. Dan tidak ada yang lebih dicintainya daripada terjadinya hari Kiamat.
Sementara kedudukan yang lebih rendah dari hal tersebut adalah kedudukan seorang Mukmin yang mempunyai sedikit ilmu dan amal, ia tidak punya bagian ilmu dan juga rahasia alam malakut. Amalnya akan masuk ke dalam kuburnya setelah malaikat Rauman pergi meninggalkannya, dengan bentuk yang paling rupawan dan aroma paling harum, pakaian yang paling indah dan rapi, lalu ia berkata padanya : “Apakah Anda mengenal Aku ?”
Ia kembali bertanya : “Siapakah Anda … Mengapa Allah memberi anugerah kepadaku dengan ditemani orang yang sebaik Anda di kondisi kesendirianku ini ?”
Ia menjawab : “Aku adalah amal saleh Anda, janganlah Anda merasa gemetar dan takut”. Kemudian ia membimbing dan memberi alasan-alasan sebagai jawaban atas pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir yang sebentar lagi akan berlangsung.
Dalam kondisi seperti ini, tiba-tiba dua malaikat (Munkar dan Nakir) masuk dengan wajah dan kondisi yang sama dengan diatas. Kedua malaikat ini membentak dan mendudukkannya dengan posisi berlutut didepannya, lalu keduanya bertanya : “Siapa Tuhan Anda … dan seterusnya ”
Maka ia menjawab dengan tenang : “Allah adalah Tuhanku … Muhammad Nabiku … Al-Qur’an adalah Imamku … Ka’bah sebagai Kiblatku … Ibrahim ayahku … dan agamanya adalah agamaku” dengan jawaban yang fasih.
Kemudian kedua malaikat itu berkata : “Anda benar”.
Lalu keduanya memperlakukan si mayit itu, sebagaimana mayit yang pertama, hanya saja kedua malaikat itu membukakan pintu dari sebelah kirinya menuju ke neraka, maka ia melihat ular-ular neraka, kalajengking, belenggu, borgol, rantai, air dan nanah yang mendidih, duri-duri yang panas dan seluruh isi neraka, sehingga ia menjadi takut karenanya.
Kemudian kedua malaikat berkata padanya : “Anda tidak akan tertimpa keburukan itu. Tempat Anda yang dari neraka ini telah diganti oleh Allah dengan tempat yang ada di surga, tidurlah dengan penuh bahagia”. Lalu keduanya menutup pintu menuju ke neraka itu, sehingga tidak terasa lagi baginya selama bulan telah berganti bulan, tahun berganti tahun, dan abad berganti abad.
Diantara manusia ada yang tidak dapat menjawab pertanyaan malaikat secara tegas, apabila aqidahnya berganti-ganti. Ia menjadi kesulitan untuk mengatakan : “Allah Tuhanku”. Dan ia akan mengucapkan dengan kalimat lain, akhirnya kedua malaikat ini memukulnya dengan pukulan yang membuat kuburnya terbakar. Selang beberapa hari api itu padam sendiri, kemudian terbakar lagi, begitu seterusnya selama dunia masih ada (sampai datangnya hari Kiamat).
Diantara manusia ada juga yang kesulitan menjawab : “Islam adalah Agamaku”. Karena ia selalui dihantui keraguan atau karena adanya fitnah yang terjadi pada saat kematiannya. Maka kedua malaikat itu memukulnya dengan sekali pukulan yang membuat kuburnya terbakar seperti kondisi kunuran orang yang pertama (yang kesulitan memberikan jawaban tentang Tuhannya).
Diantara manusia ada pula yang kesulitan untuk menjawab : “Al-Qur’an adalah Imamku”. Karena ia membacanya, akan tetapi tidak mau mengambil nasihat darinya, tidak mau mengamalkan perintah-perintahnya, dan tidak meninggalkan larangan-larangannya. Bertahun-tahun ia membacanya. Maka ia diperlakukan seperti kondisi orang pertama dan kedua. Semua ini ada di dalam kitab “Al-Ihya’ Ulumuddin”.
Adapun terhadap mayit orang yang durhaka (fajir) di dalam kubur, maka kedua malaikat tersebut bertanya : “Siapa Tuhan Anda ?”
Ia menjawab : “Aku tidak tahu”
Kedua malaikat berkata : “Anda tidak tahu dan tidak kenal ?”
Lalu malaikat itu memukulnya dengan tongkat besi yang ada di tangannya sampai menggoncangkan bumi hingga lapis ke tujuh. Kemudian bumi menghancurkan si mayit dalam kuburnya. Kedua malaikat itu memukulnya lagi sebanyak tujuh kali.
Dan masih banyak lagi tentang alam kubur (barzah). Jika diungkapkan semua, akan panjang sekali …
Insya Allah semua ini akan memacu kita untuk membuat persiapan demi alam kehidupan mendatang yang pasti akan kita alami .