ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Kamis, 19 September 2013

Siksa Kubur Dan Pertanyaan Malaikat Munkar Dan Nakir (1)

=============
 Oleh Habib Abdurrahman Bin Muhdhor Al Habsy
=============
Apabila jiwa atau ruh telah dikembalikan pada jasad, dan jiwa telah menemukannya saat jasad dimandikan. Kalau ia dimandikan, maka jiwa tersebut akan duduk di dekat kepalanya sampai ia dimandikan. Allah SWT akan membukakan penglihatan hati orang yang dikehendaki-Nya dari orang-orang yang saleh, sehingga ia mampu melihatnya sebagaimana bentuk dan rupa semasa hidup di dunia.
Apabila jasad si mayit telah dibungkus dengan kain kafan, maka ruhnya akan melekat di dada bagian luar, ia akan melenguh seperti lenguhan seekor sapi dan berkata, “Cepatlah kalian membawaku ke tempat dimana rahmat Tuhanku berada. Seandainya kalian tahu, tentu tidak mengusung aku kesana”
Apabila ia termasuk golongan orang-orang yang diberitahu akan celaka di akhirat, maka ia berkata, “Pelan-pelanlah kalian membawaku menuju azab Tuhan yang telah menanti kedatanganku. Seandainya kalian tahu, tentu tidak akan mengusungku kesana”
Itulah sebabnya, setiap kali ada iring-iringan jenazah yang diusung di depan rasulallah SAW, tentu beliau berdiri. Dalam kitab Shahih diterangkan bahwa suatu saat ada jenazah yang diusung, kemudian beliau berdiri untuk menghormatinya. 
Lalu Rasulullah ditanya : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ia itu Yahudi”
Beliau menjawab : “Bukankah ia juga termasuk jiwa ?”
Beliau berbuat demikian karena mengetahui rahasia-rahasia alam malakut, dan beliau merahasiakan apa yang akan terjadi pada si mayit, karena beliau termasuk orang yang dapat memahami esensi apa yang terjadi.
Kemudian jika si mayit telah dimasukkan ke dalam liang kubur dan ditimbuni dengan tanah, maka kuburnya akan memanggilnya, “Ketika Anda berada diatas punggungku, Anda bersenang-senang dan memakan aneka warna makanan. Tapi kini Anda akan menjadi santapan cacing-cacing yang berada di dalam perutku”.
Bumi akan terus mengeluarkan kata-kata yang senada, sampai kuburnya penuh dengan tanah dan rata dibagian atas.
Selanjutnya datanglah malaikat memanggilnya, Malaikat itu bernama Rauman, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud ra. 
Ia berkata : “Wahai Rasulullah, apa yang pertama kali ditemukan oleh seorang mayit ketika telah masuk ke liang kuburnya ?”
Rasulullah SAW menjawab : “Wahai Ibnu Mas’ud, tidak ada seorangpun yang bertanya seperti ini kecuali engkau. Maka yang pertama kali diucapkan malaikat Rauman yang berkeliling disela-sela kubur adalah kata-kata : 
“Wahai hamba Allah, tulislah amal perbuatan Anda !”
Maka si mayit berkata : “Aku tidak punya Tinta dan Kertas”
Malaikat Rauman menjawab : “pakai saja kain kafan Anda sebagai kertas, air ludah Anda sebagai Tinta, dan jari-jemari Anda sebagai Pena”
Kemudian si mayit mulai menyobek kain kafannya dan mulai menulis. 
Jika semasa di dunia tidak bisa menulis, maka pada saat itu akan bisa menulis dengan baik tentang seluruh kebaikan dan kejahatannya seperti waktu sehari. Kemudian malaikat Rauman meliipat lembaran itu dan dikalungkan di lehernya”
Kemudian Rasulullah SAW membaca firman Allah SWT, “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya”. (QS. Al-Isra’ : 13)