ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Jumat, 11 Oktober 2013

Siapa Penyusun Bacaan Istioghotsah?

==========
Siapa Penyusun Bacaan Istioghotsah?
=========================
Meski sudah menjadi diamalkan secara nasional, bahkan oleh banyak jamaah di berbagai negara, banyak orang yang belum tahu asal muasal Istighotsah? Siapa penyusunnya?
Sebagian orang yang mengatakan, bahwa pengarang istighotsah itu adalah Kiai Kholil Bangkalan, ada juga yang mengatakan Kiai Hasyim Ays'ari, Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Ahmad Shiddiq, dan lain sebagainya. Padahal mereka sendiri yang mengatakan seperti  itu sebenarnya juga dari "katanya".
Ditinjau dari segi etimologi, kata "Istighotsah" ( إستغاثة  ) adalah bentuk mashdar dari Fi'il Madli Istaghotsa ( إستغاث ) yang berarti mohon pertolongan. Adapun bila ditinjau dari segi Terminologi, Istigotsah ialah beberapa bacaan wirid (awrad) tertentu yang dilakukan untuk mohon pertolongan kepada Allah SWT. Atas beberapa masalah hidup dan kehidupan yang dihadapi.
Istighotsah ini mulai banyak dikenal oleh masyarakat khususnya kaum Nahdliyyin barupada tahun 1990-an. Di Jawa Timur, ulama yang ikut mempopulerkan istighotsah adalah almarhum KH Imron Hamzah (Rais Syuriyah PWNU Jatim). Namun di kalangan murid Thariqah, khususnya Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, Isighotsah ini sudah lama dikenal dan diamalkan.
Istighotsah yang banyak diamalkan oleh kaum Nahdliyyin ini disusun oleh al-Allamah KH Muhammad Romly Tamim, seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, dari Pondok Pesantren Rejoso, Peterongan, Jombang. Hal ini dibuktikan dengan kitab karangan beliau ”Al-Istighotsah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah" (tahun 1951) kemudian pada tahun 1961 diterjemah ke dalam bahasa Jawa oleh putranya al-Allamah al-Mursyid Dr. K H. Musta'in Romli.
KH. Muhammad Romly Tamim lahir pada tahun 1888 H di Bangkalan Madura. Sejak masih kecil, beliau diboyong oleh orang tuanya KH Tamim Irsyad ke Jombang.
KH Muhammad Romly Tamim, adalah seorang kiai yang sangat alim, sabar, sakhiy, wara', faqih, seorang sufi murni, seorang Mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, dan pengasuh Pondok Pesantren Darul'Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang.
Di antara murid-muridnya yang terkenal dan menjadi kiai besar ialah KH. Muhammad Abbas (Buntet Cirebon), KH. Muhammad Utsman Ishaq (Sawahpuluh Surabaya), KH. Shonhaji (Kebumen), KH. Imron Hamzah (Sidoarjo). Para murid beliau juga yang mengamalkan dan menyebarkan amalan istighotsah bersama para jamaah masing-masing.
KH. Muhammad Romly Tamim, disamping seorang mursyid dan membimbing banyak murid, juga kreatif dalam menulis kitab. Di antara kitab-kitab karangannya ialah: Al-Istighotsah bi Hadrati Rabbil-Bariyyah, Tsamratul Fikriyah, Risalatul Waqi'ah, Risalatush Shalawat an-Nariyah. Beliau wafat di Rejoso Peterongan Jombang pada tanggal 16 Ramadlan 1377 H. atau tanggal 6 April 1958 M. (Ishomuddin Ma’shum - dosen Univ Darul ’Ulum Jombang / Red: Anam)
 
sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,47541-lang,id-c,nasional-t,Siapa+Penyusun+Bacaan+Istioghotsah+-.phpx