ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Minggu, 17 Februari 2013

Ilmu Alat Metode Al-Ghooyah( jangan pernah bilang paham terhadap agama Islam jika dirinya tidak paham terhadap Nahwu dan Shorof.)


==================
Ilmu Alat Metode Al-Ghooyah
=======================
Ilmu Nahwu dan Shorof adalah kunci pertama untuk dapat memahami literatur dan khazanan tradisi Islam, Al-Qur’an, hadits, dan segala macam ilmu penunjangnya.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Probolinggo Abd. Rohman Nabrowi. Menurutnya, awalnya seseorang akan merasa kesulitan untuk belajar Nahwu dan Shorof. Tetapi jika menggunakan metode yang tepat, maka kesulitan tersebut akan dapat diatasi dengan baik.

”Seseorang jangan pernah bilang paham terhadap agama Islam jika dirinya tidak paham terhadap Nahwu dan Shorof. Pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadits berawal dari kedua ilmu alat tersebut,” jelasnya pada NU Online, Jum’at (25/1).

Melihat kenyataan tersebut, maka dirinya menciptakan sebuah metode tercepat untuk membaca, menterjemah dan memahami kitab kuning pada 40 jam. Orang yang sama sekali tidak bisa nahwu shorof akan mudah memahaminya dengan menggunakan metode Al-Ghooyah (puncak) dengan 40 jam sudah bisa.

”Insya Allah dalam waktu 40 jam sudah bisa menguasai nahwu shorof yang dibagi dalam dua waktu. Untuk 20 jam pertama, peserta sudah bisa menterjemah. Sementara 20 jam selanjutnya sudah bisa membaca tanpa harokat dengan sistem pembelajaran pendekatan istiqro’i yang artinya bedah kasus melahirkan teori. Uniknya, teori ini adalah tanpa hafalan,” jelasnya.

Tetapi menurut Rohman, metode Al-Ghooyah ini baru dikembangkan diluar daerah dan belum dilakukan di Kabupaten Probolinggo.

Tahun 2012 lalu, metode ini sudah diterapkan di Kabupaten Bangkalan, Sampang dan Pamekasan yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat. Selanjutnya tahun 2013, metode ini rencananya akan merambah ke daerah Malang dan Jember.

”Sementara kami mencoba menerapkannya ke luar daerah dahulu dan biar masyarakat yang menilai hasilnya. Jika memang nanti benar-benar dibutuhkan, maka metode ini akan diterapkan di Kabupaten Probolinggo. Metode ini dilakukan dengan jalan mengiqro’kan dari menit pertama dengan menggunakan Al-Qur’an agar cepat dalam belajar,” terangnya.

Menurut Rohman, metode ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan orang dalam membaca tulisan tanpa harokat. Selain itu untuk memahami konsep-konsep agama dengan benar yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan memahami nahwu shorof mutlak.

”Kalau mereka tidak paham terhadap kaidah membaca, menterjemah dan memahami Al-Kitab (Al-Qur’an, red) maka sesat menyesatkan,” tegasnya.

Dikatakan Rohman, metode ini diharapkan mampu membangun masyarakat muslim dan muslimin paripurna yang bisa membumikan pemahaman Al-Kitab dan As-Sunnah dengan baik, benar dan cepat.

”Targetnya, seluruh masyarakat muslim dan muslimin dari anak-anak, dewasa sampai orang tua mampu membaca, menterjemah dan memahami nahwu shorof dengan baik,” pungkasnya.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,46-id,42034-lang,id-c,pesantren-t,Ilmu+Alat+Metode+Al+Ghooyah-.phpx