ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 17 Februari 2014

4 Kamus Lahir dari Krapyak Yogya ('Kamus Al-Munawwir' - Arab Indonesia, yang ditashih oleh Mbah Ali sendiri, lalu oleh KH A. Warson Munawwir, Lalu 'Kamus Al-'Ashry' - kamus Kontemporer, yang disusun KH.Atabik Ali dan KH.A.Drs. Zauhdi Mukhdhor, SH.M.Hum, Lalu 'Kamus Al-Bisri' yg disusun oleh KH Adib Bisyri (putera KH.Bisyri Mustofa) Rembang, bersama H.Munawir Abdul Fatah, Lalu 'Kamus Al-Munawwir Indonesia - Arab', Oleh KH. Fairus Warson Munawwir. )

========
4 Kamus Lahir dari Krapyak
================
Yogyakarta, NU Online
Sudah biasa, setiap pesantren pasti melahirkan para kiai dan intelektual. Tetapi ini berbeda dengan Pesantren Krapyak Yogyakarta. Yang dilahirkan dari Krapyak bukan saja kiai dan intelektual, tetapi juga empat kamus.

Keempatnya sekarang ini menjadi referensi sangat penting bagi santri dan pegiat kajian Islam di Nusantara.

Lahirnya keempat kamus di Krapyak ini tak bisa dilepaskan dari bimbingan dan didikan KH Ali Maksum. Sejak awal, Mbah Ali menyajikan kitab-kitab beliau diletakkan di Perpustakaan Pesantren, baik kitab-kitab kuning, dan kitab-kitab putih: kitab-kitab pemikiran masa kini. “Nyoh.. Wacanen kabeh!”... (Nih.. Baca semua...). Luar biasa.

Demikian disampaikan KH Munawir AF, santri Mbah Ali yang sekarang menjadi Mustasyar PWNU DIY di Krapyak, Jum’at (19/4).

“Sampai sekarang ada 4 Kamus yangg disusun santri-santri Mbah Ali. Pertama muncul 'Kamus Al-Munawwir' - Arab Indonesia, yang ditashih oleh Mbah Ali sendiri. Kamus ini adalah satunya kamus yang muncul di era 80-an, dan terlengkap. Disusun oleh KH A. Warson Munawwir yang baru saja wafat pada 18 April lalu,” tegasnya.

Menurut Kiai Munawir, Kamus Al-Munawwir bukan saja beredar di seluruh pelosok tanah Air, bahkan negara-negara tetangga, seperti Malaisya, Brunei Darussalam, dan lainnya. Sekarang malah sudah menjadi rujukan para santri di Asia Tenggara. Ini otomatis sudah menggeser kamus Munjid.

Kamus kedua, 'Kamus Al-'Ashry' - kamus Kontemporer, yang disusun KH.Atabik Ali dan KH.A.Drs. Zauhdi Mukhdhor, SH.M.Hum.

Ketiga, 'Kamus Al-Bisri' yg disusun oleh KH Adib Bisyri (putera KH.Bisyri Mustofa) Rembang, bersama H.Munawir Abdul Fatah, sebagai pelengkap - merupakan kamus Mahasiswa - Indonesia - Arab, dan Arab - Indonesia.

Yang keempat, 'Kamus Al-Munawwir Indonesia - Arab', kamus kebalikan dari kamus pertama Arab - Indonesia karangan KH.A.Warson Munawwir. Yang terakhir ini disusun oleh KH. Fairus Warson Munawwir.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,43890-lang,id-c,nasional-t,4+Kamus+Lahir+dari+Krapyak-.phpx