ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 17 Februari 2014

MISTERI GUNUNG KELUD (Kutukan Lembu Sura dan Erupsi Kelud). Benarkah...???


=========
Solopos.com, SOLO—Misteri Gunung Kelud tak bisa dilepaskan dari legenda Kelud yang telah berkembang di masyarakat.

Gunung Kelud yang meletus, Kamis (13/2/2014) lalu memuntahkan lava panas. Abu vulkaniknya bahkan menyelimuti hampir separo Pulau Jawa. Kedahsyatan letusan Kelud tak diragukan sejak dulu.
Begitu peristiwa erupsi Kelud terjadi, tak ayal lagi masyarakat kemudian mengaitkannya dengan legenda Kelud yakni kutukan Lembu Sura.

Sebagaimana dikutip berbagai sumber, dalam legeda atau mitos yang menyelimuti Gunung Kelud, kisah perjuangan Lembu Sura untuk mendapatkan Dyah Ayu Pusparani telah berkembang menjadi cerita rakyat turun temurun.

Kisah Lembu Sura tak jauh beda dengan kisah Roro Jonggrang dengan Candi Prambanannya.  Dikisahkan, Raja Brawijaya yang berkuasa saat itu mempunyai putri cantik rupawan, bernama Dyah Ayu Pusparani.

Sang raja lalu membuka sayembara mencarikan pendamping hidup bagi putrinya itu. Tak lain, sayembara itu bertujuan agar putrinya mendapatkan pendamping yang sepadan dengan sang putri dan sesuai harapan.

Penolakan Secara Halus
Salah satu peserta sayembara itu yakni Lembuh Sura. Lembu Sura bukanlah manusia biasa, dia manusia berkepala lembu (kerbau). Dia mempunyai kekuatan tangguh.

Tentu saja Dyah Ayu tak berminat dengan Lembu Sura. Namun, baik Raja Brawijaya maupun Dyah Ayu tak berani mengatakan langsung penolakan lamaran Lembu Sura itu. Akhirnya, dibuatkan semacam syarat yang tak lain adalah akal-akalan Raja dan sang putri menolak Lembu Sura.

Dyah Ayu bersedia menerima tawaran Lembu Sura apabila Lembu Sura berhasil membuat sumur di puncak Gunung Kelud dalam waktu semalam. Syarat yang diajukan itu langsung disanggupi Lembu Sura. Dia terus menggali sumur di puncak Kelud.

Tentu saja dengan kekuatan yang dimilikinya itu, syarat sang putrid mudah dilakukan oleh Lembu Sura.

Menjelang pagi, sumur itu pun hampir jadi. Giliran sang putri dan Raja Brawijaya panik. Akhirnya mereka berdua mengirim prajurit dan menimbun Lembu Sura yang masih berada di dalam sumur.
Satu per satu batu-batu besar dijatuhkan menimbun Lembu Sura di dalam sumur. Saat itu, Lembu Sura telah berkali-kali meminta tolong namun teriakannya tak digubris hingga akhirnya dia mengeluarkan kutukan dan sumpah serapahnya.

Lembu Sura berjanji setiap dua windu dia akan merusak kerajaan Raja Brawijaya. “Yoh, Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping-kaping, yaiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, lan Tulungagung dadi kedung

Yang artinya tak lain “Orang-orang Kediri suatu saat pasti akan mendapat balasanku. Kediri akan menjadi sungai, Blitar akan menjadi daratan dan Tulunggagung jadi daerah perairan dalam.”
Tak dipungkiri setiap Gunung Kelud meletus, masyarakat sekitar kemudian mengaitkannya dengan kutukan Lembu Sura.

Saat ini di Kediri terdapat 11 sungai yang mengalir, Bendungan Wonorejo terdapat di Tulunggagung dan Blitar menjadi tanah datar yang dikelilingi sungai dan bendungan.

Sebelum letusan Gunung Kelud tahun 2007, di puncak Kelud terdapat danau di bawah danau tersebut merupakan magma. Saat meletus 2007, danau tersebut tertutup oleh magma yang terangkat teratas sehingga menjadi kubah lava yang biasa disebut anak Kelud.

Percayakah Anda letusan Gunung Kelud terkait dengan kutukan Lembu Sura?