ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Rabu, 20 Juni 2012

DATUKNYA PARA WALI SONGO(AL-IMAM AL-SAYYID 'ABDUL MALIK BIN 'ALAWI 'AMMIL FAQIH dan KESAKSIAN PARA AHLI NASAB TENTANG FAM AZMATKHAN

------------------------------------------------------------------------------------ SEKILAS BIOGRAFI AL-SYEIKH AL-IMAM AL-SAYYID 'ABDUL MALIK BIN 'ALAWI('AMMIL FAQIH) "DATUKNYA PARA WALI SONGO" ----------------------------------------------------------------------------------- ============ NASAB BELIAU. ============ Al-Sayyid Abdul Malik bin Alawi (Ammil Faqih) bin Muhammd Shahib Marbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alawi Baitu Jubair bin Muhammad Maula Ash-Shouma’ah bin Alawi Al-Mubtakir bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-’Uraidhi bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib dan Fathimah az-Zahra’ binti Muhammad RasuliLlahi SAW. ============================== TEMPAT DAN TAHUN KELAHIRANNYA. ============================== Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan lahir di kota Qasam, sebuah kota di Hadhramaut, sekitar tahun 574 Hijriah. Beliau juga dikenal dengan gelar “Al-Muhajir Ilalloh”, karena beliau hijrah dari Hadhramaut ke Gujarat untuk berda’wah sebagaimana kakek beliau, Al-Imam As-Sayyid Ahmad bin Isa, digelari seperti itu “Al-Muhajir Ilalloh”, karena beliau hijrah dari Iraq ke Hadhramaut untuk berda’wah. ============================= ORANGTUA AL-IMAM ABDUL MALIK. ============================= Ayah dari Al-Imam Abdul Malik adalah Al-Imam Alawi Ammul Faqih bin Muhammad lahir di Tarim. Beliau adalah seorang ulama besar, pemimpin kaum Arifin, hafal al-Qur’an, selalu menjaga lidahnya dari kata-kata yang tidak bermanfaat, dermawan, cinta kepada fakir miskin dan memuliakannya, banyak senyum. Imam Alwi bin Muhammad dididik oleh ayahnya dan belajar kepada beberapa ulama, di antaranya Syaikh Salim Bafadlol, Sayid Salim bin Basri, Syaikh Ali bin Ibrahim al-Khatib. Beliau wafat pada hari Senin bulan Dzulqo’dah tahun 613 hijriyah di Tarim dan dimakamkan di pekuburan Zanbal. Al-Imam ‘Alawi Ammul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath, memiliki 4 anak, yaitu: 1. Abdullah (keturunannya terputus); 2. Ahmad (anaknya Fathimah ibu dari Ali dan Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam); 3. Abdul Malik keturunannya menyebar di India dan di Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Asia tenggara yang dikenal dengan nama 'AZMATKHAN (Leluhur Wali Songo); 4. Abdurahman, keturunannya keluarga Bahasyim, Bin Semith, Bin Thahir, Ba’bud Maghfun, Bafaraj, al-Haddad, Basuroh, Bafaqih, Aidid, al-Baiti Auhaj. =========================== ISTRI AL-IMAM ABDUL MALIK : =========================== Istri dari Imam Abdul Malik adalah Putri Raja Kesultanan Islam Nasarabad India Lama, yang bernama Ummu Abdillah. ============================== ANAK-ANAK AL-IMAM ABDUL MALIK; ============================== Al-Imam Abdul Malik memiliki 4 (Empat) anak, 2 laki-laki, dan 2 Perempuan, yaitu: 1. Sayyid Abdullah 'AZMATKHAN (Leluhur Walisongo); 2. Sayyid Alwi Azmatkhan (Leluhur Azmatkhan India); 3. Syarifah Zainab Azmatkhan (nasabnya terputus); 4. Syarifah Fathimah Azmatkhan (nasabnya terputus). ===================================================================================== NAMA FAM AZMATKHAN DALAM ILMU NASAB; ===================================================================================== Nama ‘AZMATKHAN berasal dari penggabungan dua kata dalam bahasa Urdu. “AZMAT” berarti; mulia, terhormat. Dan “KHAN” memiliki arti setara seperti Komandan, Pemimpin, atau Penguasa. Nama ini disandangkan kepada Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik setelah beliau menjadi menantu bangsawan Nasarabad. Mereka bermaksud memberi beliau gelar “KHAN” sebagai bangsawan sekaligus penguasa setempat sebagaimana keluarga yang lain. Hal ini persis dengan apa yang dialami Sayyid Ahmad Rahmatullah ketika diberi gelar “Raden Rahmat” setelah menjadi menantu bangsawan Majapahit. Namun karena Sayyid Abdul Malik dari bangsa “Syarif” (Mulia) keturunan keturunan Al-Husain putra Sayyidatina Fathimah al-Zahro' Al-Batul binti Sayyidina Wa Habibina Muhammad Rasulillah SAW, maka mereka menambah kalimat “AZMAT” sehingga menjadi “'AZMATKHAN”. Dengan huruf arab, mereka menulis عظمت خان , dengan huruf latin mereka menulis “'AZMATKHAN”, bukan “ADHOMATU KHON” atau “ADHIMAT KHON” seperti yang ditulis sebagian orang. ===================================================================================== ================================================================ KESAKSIAN PARA AHLI NASAB TENTANG FAM AZMATKHAN sebagai berikut: ================================================================ ------------------- KESAKSIAN PERTAMA : ------------------- Menurut As-Sayyid Salim bin Abdullah Asy-Syathiri Al-Husaini (Ulama’ asli Tarim, Hadramaut, Yaman), berkata: “Keluarga Azmatkhan (Walisongo) adalah dari Qabilah Ba’Alawi asal hadlramaut Yaman gelombang pertama yang masuk di Nusantara dalam rangka penyebaran Islam (Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala merahmati keluarga Azmatkhan) Sesuai dengan namanya, yang berarti “Pemimpin dari keluarga Mulia” . ----------------- KESAKSIAN KEDUA : ----------------- Menurut H.M.H. Al-Hamid Al-Husaini dalam bukunya “Pembahasan Tuntas Perihal Khilafiyah”, dia berkata: “Sayyid Abdul Malik bin Alwi lahir di kota Qasam, sebuah kota di Hadlramaut, sekitar tahun 574 Hijriah. Ia meninggalkan Hadlramaut pergi ke India bersama jama’ah para Sayyid dari kaum ‘Alawiyyin. Di India ia bermukim di Naserabad. Ia mempunyai beberapa orang anak lelaki dan perempuan, di antaranya ialah Al-Sayyid Amir Khan Abdullah bin Sayyid Abdul Malik, lahir di kota Nashr Abad, ada juga yang mengatakan bahwa ia lahir di sebuah desa dekat Naserabad. Ia anak kedua dari Al-Sayyid Abdul Malik. Sejarah mencatat meratanya serbuan dan perampasan bangsa Mongol di belahan Asia. Diantara nama yang terkenal dari penguasa-penguasa Mongol adalah Khubilai Khan. Setelah Mongol menaklukkan banyak bangsa, maka muncullah Raja-raja yang diangkat atau diakui oleh Mongol dengan menggunakan nama belakang “Khan”, termasuk Raja Naserabad, India. Setelah Al-Sayyid Abdul Malik menjadi menantu bangsawan Naserabad, mereka bermaksud memberi beliau gelar “Khan” agar dianggap sebagai bangsawan setempat sebagaimana keluarga yang lain. Hal ini persis dengan cerita Al-Sayyid Ahmad Rahmatullah ketika diberi gelar “Raden Rahmat” setelah menjadi menantu bangsawan Majapahit. Namun karena Al-Sayyid Abdul Malik dari bangsa “syarif” (mulia) keturunan Nabi SAW, maka mereka menambah kalimat “Azmat” yang berarti mulia (dalam bahasa Urdu India) sehingga menjadi “Azmatkhan”. Dengan huruf arab, mereka menulis عظمت خان, dengan huruf latin mereka menulis “AZMATKHAN”, bukan “Adhomatu Khon” atau “Adhimat Khon” seperti yang ditulis sebagian orang. Al-Sayyid Abdul Malik juga dikenal dengan gelar “Al-Muhajir Ilalloh”, karena beliau hijrah dari Hadhramaut ke India untuk berda’wah, sebagaimana kakek beliau, Sayyid Ahmad bin Isa, digelari seperti itu karena beliau hijrah dari Iraq ke Hadhramaut untuk berda’wah. Nama putra Al-Sayyid Abdul Malik adalah “Abdullah”, penulisan “Amir Khan” sebelum “Abdullah” adalah penyebutan gelar yang kurang tepat. Adapun yang benar adalah Al-Amir Abdullah Azmatkhan. Al-Amir adalah gelar untuk pejabat wilayah. Sedangkan AZMATKHAN adalah marga beliau mengikuti gelar ayahanda. Sebagian orang ada yang menulis “Abdullah Khan”, mungkin ia hanya ingat Khan-nya saja, karena marga “Khan” (tanpa Azmat) memang sangat populer sebagai marga bangsawan di kalangan orang India dan Pakistan. Maka penulisan “Abdullah Khan” itu kurang tepat, karena “Khan” adalah marga bangsawan Pakistan asli, BUKAN MARGA BELIAU yang merupakan PECAHAN MARGA BA 'ALAWY atau Al-Alawi Al-Husaini. Ada yang berkata bahwa di India mereka juga menulis Al-Khan, NAMUN yang TERTULIS dalam BUKU NASAN 'ALAWIYYIN adalah AZMATKHAN, bukan Al-Khan, sehingga PENULISAN AL-KHAN AKAN MENYULITKAN pelacakan di BUKU NASAB. Al-Sayyid Abdullah AZMATKHAN pernah menjabat sebagai Pejabat Diplomasi Kerajaan India, beliaupun memanfaatkan jabatan itu untuk menyebarkan Islam ke berbagai negeri. Sejarah mencatat bagaimana beliau bersaing dengan Marcopolo di daratan Cina, persaingan itu tidak lain adalah persaingan di dalam memperkenalkan sebuah budaya. Al-Sayyid Abdullah memperkenalkan budaya Islam dan Marcopolo memperkenalkan budaya Barat. Sampai saat ini, sejarah tertua yang kami dapat tentang penyebaran Islam di Cina adalah cerita Al-Sayyid Abdullah ini. Maka bisa jadi beliau adalah penyebar Islam pertama di Cina, sebagaimana beberapa anggota Wali Songo yang masih cucu-cucu beliau adalah orang pertama yang berda’wah di tanah Jawa. Ia (Al-Sayyid Abdullah) mempunyai anak lelaki bernama Amir Al-Mu’azhzhom Syah Maulana Ahmad. Nama beliau adalah Ahmad, adapun “Al-Amir Al-Mu’azhzhom” adalah gelar berbahasa Arab untuk pejabat yang diagungkan, sedangkan “Syah” adalah gelar berbahasa Urdu untuk seorang “Raja”, “bangsawan” dan “pemimpin”, sementara “Maulana” adalah gelar yang dipakai oleh muslimin India untuk seorang ‘Ulama’ besar. Al-Sayyid Ahmad juga dikenal dengan gelar “Syah Jalaluddin”. Maulana Ahmad Syah Mu’azhzhom adalah seorang besar, Ia diutus oleh Maharaja India ke Asadabad dan kepada Raja Sind untuk pertukaran informasi, kemudian selama kurun waktu tertentu ia diangkat sebagai wazir (menteri). Ia mempunyai banyak anak lelaki. Sebagian dari mereka pergi meninggalkan India, berangkat mengembara. Ada yang ke negeri Cina, Kamboja, Siam (Tailand) dan ada pula yang pergi ke negeri Anam dari Mongolia Dalam (Negeri Mongolia yang termasuk di dalam wilayah kekuasaan Cina). Mereka lari (?) meninggalkan India untuk menghindari kesewenang-wenangan dan kedzoliman Maharaja India pada waktu terjadi fitnah pada akhir abad ke-7 Hijriah. Di antara lereka itu yang pertama tiba di Kamboja ialah Al-Sayyid Jamaluddin Al-Husain Amir Syahansyah bin Al-Sayyid Ahmad. Ia pergi meninggalkan India tiga tahun setelah ayahnya wafat. Kepergiannya disertai oleh tiga orang saudaranya, yaitu : Pertama: Syarif Qomaruddin. Konon, dialah yang bergelar ‘Tajul-muluk’. Yang kedua: ialah Al-Sayyid Majiduddin dan Yang Ketiga ialah Al-Sayyid Tsana’uddin.” Adapun Al-Sayyid Jamaluddin Al-Husain oleh sebagian orang Jawa disebut Syekh Jumadil Kubro. Yang pasti nama beliau adalah Husain, sedangkan Jamaluddin adalah gelar atau nama tambahan, sehingga nama beliau juga ditulis “Husain Jamaluddin”. Adapun “Syahansyah” artinya adalah Raja Diraja. Namun kami yakin bahwa gelar Syahansah itu hanyalah pemberian orang yang beliau sendiri tidak tahu, karena Rasululloh SAW melarang pemberian gelar Syahan-syah pada selain Alloh. Al-Sayyid Husain juga memiliki saudara bernama: Sulaiman, beliau medirikan sebuah kesultanan di Thailand. Beliau dikenal dengan sebutan Sultan Sulaiman Al-Baghdadi. Barangkali beliau pernah tinggal lama di Baghdad. Nah, Al-Sayyid HUSEIN dan Al-Sayyid SULAIMAN inilah NENEK MOYANG dari KELUARGA AZMATKHAN INDONESIA, setidaknya yang kami temukan sampai saat ini. ------------------- KESAKSIAN KETIGA : ------------------- Menurut Sayyid Ali bin Abu Bakar As-Sakran dalam Kitab Nasab yang bernama Al-Jawahir Al-Saniyyah, berkata: “Al-Azmatkhan adalah fam yang dinisbatkhan kepada Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik bin ‘Alawi ‘Ammil Faqih”. KESAKSIAN KEEMPAT : Menurut Ad-Dawudi dalam Kitab Umdatut Tholib berkta: “Al-AZMATKHAN adalah fam yang dinisbatkhan kepada Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik bin ‘Alawi ‘Ammil Faqih, dan KETURUNANNYA MASIH ADA SAMPAI SEKARANG ini melalui JALUR WALI SONGO di Jawa”. ------------------ KESAKSIAN KELIMA : ------------------ Penelitian sayyid Zain bin abdullah al-Kaf yg dikutip dalam buku: khidmatul ‘asyirah karangan Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf: MEMBENARKAN & MEM-VALID-KAN nasab jalur 'AZMATKHAN. ------------------ KESAKSIAN KEENAM : ------------------ Penelitian Al-Alammah As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad Husain Al-Masyhur dalam Kitab: Syamsud Dzohirah, yang memvalidkan nasab jalur AZMATKHAN. KESAKSIAN KETUJUH : Kesaksian dari Sayyid Ali bin Ja’far Assegaf Palembang. Bermula silsilah Wali Songo ditemukan oleh sayid Ali bin Ja’far Assegaf pada seorang keturunan bangsawan Palembang. Dalam silsilah tersebut tercatat tuan Fakih Jalaluddin yang dimakamkan di Talang Sura pada tanggal 20 Jumadil Awal 1161 Hijriyah, tinggal di istana kerajaan Sultan Muhammad Mansur mengajar ilmu Ushuluddin dan al-Quran. Dalam silsilah tersebut, tercatat nasab seorang ‘Alawiyin bernama Al-Sayyid Jamaluddin Husein bin Ahmad bin Abdullah bin Abdul Malik bin ‘Alwi bin Muhammad Shohib Mirbath, yang mempunyai tujuh anak laki. Di samping itu, tercatat pula nasab keturunan raja-raja Palembang yang bergelar Pangeran dan Raden, nasab Muhammad 'Ainul Yaqin yang bergelar Sunan Giri Gresik Jawa Timur. --------------------- KESAKSIAN KEDELAPAN : --------------------- Penelitian As-Sayyid Muhammad bin Ahmad bin Umar Asy-Syathiri dalam Kitab Al-Mu’jam Al-Lathif bahwa Keluarga Azmatkhan sejauh ini tercatat memimpin banyak Kesultanan atau Kerajaan di Asia Tenggara. ------------------------------------------------------------------------------------ Diantaranya adalah : ------------------------------------------------------------------------------------ 1. Kesultanan Nasirabad – India; 2. Kesultanan Adipati Bagelen; 3. Kesultanan Adipati Bangkalan – Madura (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 4. Kesultanan Adipati Gerbang Hilir ; 5. Kesultanan Adipati Jayakarta; 6. Kesultanan Adipati Manonjaya (Dinasti yang memerintah dari Al-Mukhrowi (Al-Husaini jalur Persia) tetapi ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 7. Kesultanan Adipati Pajang; 8. Kesultanan Adipati Pakuan (Dinasti yang memerintah dari Al-Mukhrowi (Al-Husaini jalur Persia) tetapi ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 9. Kesultanan Adipati Sukapura (Dinasti yang memerintah dari Al-Mukhrowi (Al-Husaini jalur Persia) tetapi ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 10. Kesultanan Adipati Sumenep (Sebagian dari Raja-Raja Sumenep adalah Keturunan Azmatkhan dari Jalur Fadhal Ali Al-Murthadha); 11. Kesultanan Adipati Tasikmalaya (Dinasti yang memerintah dari Al-Mukhrowi (Al-Husaini jalur Persia) tetapi ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 12. Kesultanan Ampel Denta – Surabaya; 13. Kesultanan Banten; 14. Kesultanan Campa (Kamboja); 15. Kesultanan Cirebon Larang / Carbon Larang; 16. Kesultanan Demak Bintoro (Dinasti yang memerintah dari Al-Mukhrowi (Al-Husaini jalur Persia) tetapi ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 17. Kesultanan Giri Kedaton; 18. Kesultanan Kacirebonan – Cirebon; 19. Kesultanan Kanoman – Cirebon; 20. Kesultanan Kasepuhan – Cirebon; 21. Kesultanan Kedah – Malaysia (Ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 22. Kesultanan Kelantan – Malaysia; 23. Kesultanan Mangkunegaran (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 24. Kesultanan Mataram Islam (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 25. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 26. Kasunanan Surakarta Hadiningrat (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan); 27. Kesultanan Pakualaman; 28. Kesultanan Palembang Darussalam; 29. Kesultanan Patani – Thailand; 30. Kesultanan Sumedang Larang / Sunda Larang; 31. Kesultanan Surabaya (Kelanjutan Kesultanan Ampel Denta); 32. Kesultanan Ternate; 33. Keratuan Darah Putih, Lampung; 34. Kerajaan Islam Tawang Alun Macan Putih, Banyuwangi; 35. DAFTAR KEPUSTAKAAN (BUKU-BUKU YANG MENJELASKAN) TENTANG AZMATKHAN : 1. Sayyid Ahmad bin Anbah,Umdatuth Thaalib Fii Ansaabi Aali Abi Thaalib; 2. Sayyid Aki As-Samhudiy, Jawaahir Al-Aqdaini Fii Ansaabi Abnaai As-Sibthaini; 3. Sayyid Abu Thalib Taqiyyuddin An-Naqiibi, Ghaayatu Al-Ikhtishoori Fii Al-buyuutaati Al-’Alawiyyati Al-Mahfuzhati Min Al-Ghayyaari; 4. As-Sayyid Al-Muhaddits Husain bin Abdurrahman Al-Ahdali, Tuhfatuz Zaman Fii Taariikhi Saadaatil Yamani; 5. As-Sayyid Abu Fadhal Muhammad Al-Kazhimi Al-Husaini, An-Nafkhah Al-Anbariyyah Fii Ansaabi Khairil Bariyyah; 6. As-Sayyid Dloomin bin Syadqam, Tuhfatul Azhaari Fii Ansaabi Aal An-Nabiyyi Al-Mukhtaari; 7. As-Sayyid Ahmad bin Hasan Al-Attas, Uquud Al-Almaas; 8. Sayyid Jamaluddin Abdullah Al-Jurjaani Al-Husaini, Musyajjarah Al-Mutadhammin Ansaabi Ahlilbaiti Ath-Thaahiri; 9. As-Sayyid Al-Imam Muhammad bin Ahmad bin ‘Amiiduddin Al-Husaini An-Najafiy, Kitab Bahrul Ansaabi; 10. As-Sayyid Murtadha Az-Zabiidi, Al-Musyajjir Al-Kasysyaaf Li Ushuulis Saadah Al-Asyraaf; 11. As-Sayyid Husain bin Muhammad Ar-Rifaa’i Al-Mishri, Bahrul Ansaabil Muhiith; 12. As-Sayyid ‘Ali bin Abi Bakar as-Sakran, Al-Jawaahir As-Saniyyah Fii Ansaabi Al-Husainiyyah; 13. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur Al-Husaini Al-Hadrami, Kitab Syamsudz Dzohiiroh; 14. As-Sayyid Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaff, Khidmah Al-’Asyiirah Bi Tartiibi wa Talkhiishi Wa Tadzliili Syamsidz Dzoahiiroh; 15. As-Sayyid Dhiyaa’u Syihaab, Ta’liiqaat Mabsuuthah Wa Mufashsholah ‘Alaa Syamsidz Dzohiiroh; 16. As-Sayyid Umar bin Alawi Al-Kaff, Al-Faraayid Al-Jauhariyyah Fii Tarraajumi Asy-Syaharah Al-’Alawiyyah; 17. As-Sayyid Umar bin Abdurrahman bin Shihabuddin, Syajaratul ‘Alawiyyah; 18. As-Sayyid Muhammad bin Ahmad bin Umar Asy-Syathiri, Kitab Al-Mu’jam Al-Lathif ; 19. As-Sayyid Bahruddin Ba’alawi Al-Husaini, Ansaabi Wali Songo; 20. As-Sayyid Abi Al-Mu’ammar Yahya bin Muhammad bin Al-Qasim Ba’alawi Al-Husaini, Kitab Abnaaul Imam Fii Mishra Was Syaami Al-Hasani Wal Husaini; 21. As-Sayyid Al-Qalqasandiy Al-Hasani, Nihaayatul Urabi Fi Ma’rifati Al-Ansaabi Al-’Arabi; 22. Al-Imam Abi Sa’di Abdil Karim bin Muhammad bin Mansur At-Tamimiy As-Sam’aaniy, Kitab Al-ansaab; 23. Al-Imam Ahmad bin Yahya bin Jabir Al-Balaadiri, Kitabu Al-Jumali Min Ansaabil Asyraaf. ===================================================================================== AL-SAYYID AL-IMAM AL-SYEIKH 'ABDUL MALIK AL-HUSAINY BIN 'ALAWY 'AMMIL FAQIH, Bergelar : ===================================================================================== 1. Al-Malik Lil Muslimiin = Raja Bagi Kaum Muslimin; 2. Al-Malik Min ‘Alawiyyiin = Raja dari Kalangan Keturunan Imam Ali bin Abi Thalib; 3. Al-Kholifah Lil Mukminiin = Khalifah bagi Kaum mukmin; 4. Al-Mursyid = Mursyid bagi beberapa tarekat; 5. An-Naaqib = Pakar dalam Ilmu Nasab; 6. Al-Muhaddits = Menghafal Ribuan Hadits; 7. Al-Musnid = Memiliki sanad keilmuan dari berbagai ‘Ulama’ dan guru; 8. Al-Quthub = Wali Qutub pada masanya; 9. Al-Wali = Seorang Waliyulloh; 10. Abu Al-Muluuk = Ayah dan datuk bagi para Raja; 11. Abu Al-Awliyaa’ = Ayah dan datuk bagi Para Wali Songo; 12. Abu Al-Mursyidiin = Ayah dan datuk bagi Para Mursyid; 13. Syaikhul Islam = Guru Besar Islam; 14. Imamul Mujaahidiin = Imam Mujtahid; 15. Al-Faqiihul Aqdam = Ahli Fiqih Yang paling utama; 16. Al-Mujahid Fii Sabiilillah = Pejuang di Jalan Alloh; 17. Al-Hafiizhul Qur’an = Penghafal Qur’an; 18. Shohibul Karomah = Raja dan Wali Alloh yang memiliki Karomah; 19. Amirul Mukminin= Pemimpin Pemerintahan Islam (Sumber Data: Kitab Ansabi Wali Songo, karya Sayyid Bahruddin) ----------------------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------------------- الامام الامير ابو الملوك وابو الأولياء عبد الملك بن علوى عم الفقية واصل كلمة عظمت خان ------------------------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------------------- نسبه ========== هو السيد عبد الملك بن علوى(عم الفقيه) بن محمد بن على بن علوي بن محمد بن علوي بن عبيد لله بن احمد المهاجر بن عيسى الرومي بن محمد النقيب بن على العريضي بن جعفر الصادق بن محمد الباقر بن على زين العابدين بن الحسين بن علي بن ابى طالب وبن فاطمة بنت رسول لله ------------------------------------------------------------------------------------- ========= مولده ========= ولد رحمه لله بقسم حضرموت,حوالي سنة 574ﻫ,واشتهر ﺑ"المهاجر الى لله"لهجرته من حضرموت الى كوجرات للدعوت والارشاد كما كان اسلافه,منهم الامام المهاجر احمد بن عيسى,لقب بالمهاجر لهجرته من العراق الى حضرموت. افادنا التاريخ بان غزو المغوليين قد وصل الى قارة اسيا ونواحيها,والشهير من ملوكها هو المسمى ﺑ"كوبلي خان"وهو حفيد لجغكيس خان القاتل المؤسس الاول لمملكة موغول الكبرى, وبعد ان اركع وغلب الموغوليون على كثير من المدن والدول,فظهر وبايع كثير من الممالك الصغيرة تحت سلطة وسيطرة مملكة الموغول,ومن المملكة التابع تحت سيطرتها هي مملكة ناصرابد باالهند,فخلع على ملوك هذه المملكة كلمة "خان"فى اسمه نسبة الى المؤسس الاول جغكيس خان والحفيد كوبلي خان,ويشاء القدر ان يهاجر احد احفاد الامام المهاجر الى الله احمد بن عيسى البصرى الحضرمي,وهو الامام عبد الملك المهاجر من حضرموت الى كوجرت بالهند,باخلاقه المحمودة استطاع رحمه الله ان يقيم علاقة ودية قوية مع سلطان حيدرابد,واستطاع الامام المهاجر باخلاقه المحمودة و باوصاف اسلافه الحسنة وبعد معرفةالسلطان بنسبه الشريف المتصل باهل البيت,فانكح وزوج السلطان ابنته الاميرة الملقبة بأم عبد لله بعبد الملك بن علوى العلوى الحسينى,فخلع عليه لقب الامير,وقصد السلطان ان يخلع لقب"خان"فى اسمه كما استخدمه اسرة وعائلة السلطان,كما وقع مثل ذلك على السيد احمد رحمة الله بن ابرهيم ز؊ن الكبير بعد ان تزوج بابنة احدى اسرة امبراطور"ماجافاهيت"بجاوا الاندونيسية,فزادوا عليه كلمة "عظمت" باللغة الاوردوية وهو لقب بمعنى الاعزاز والاحترام كما هو بالعربية,لانه من بنى علوى من ذرية رسول لله ,و"خان"بمعنى اسرة العظيمة او العائلة المعظمة,فكتبوا "خان عظمت"باللغة الاردوية وهم يقدمون الصفة على الموصوف عكس العربية, و "عظمت خان"باللغة العربية.وقال محمد بن احمد بن عمر الشاطري فى كتابه:"وكانوا غالبيتهم قد نجهوا فى كثير من المجالات الاجتماعية والعلمية والسياسية والادبية والاقتصادية,ومنهم شحصيات كبيرة بارزة,وفى سابق الزمان يحتفظون بانسابهم,ثم قل هذ الاحتفاظ تدريجيا بقدر امتزاجهم بالهنود حتى معظمهم لا يعرف اصله ولا فصله ولا يتميز عن الاعجام من الهنود المسلمين,ومن الباحثين من يجعل ناشرى الاسلام بجاوا ونواحيها منهم" واشتهر الامام عبد الملك بلقب"المهاجر الى لله"لهجرته من حضرموت الى الهند لنشر الاسلام واحكامه كاسلافه منهم الامام المهاجر احمد بن عيسى,لقب بالمهاجر لهجرته من العراق الى حضرموت ليقوم بالدعوة الى الهدى ودين الحق بالدعوة الصالحة والاسوة الحسنة بدون استعمال قوة العسكرية والسيوف.وقال الحامد الحسيني فى كتابه:"ولد السيد عبد الملك بقسم حضرموت حوالي سنة 574ﻫ,غادر وهاجر من حضرموت الى الهند مع جماعة من السادة العلويين,ثم استقر فى ناصر ابد,وله اولاد منها الامام الامير خان عبد لله الذي ولد بناصر ابد,وقيل ولد بقرية قرب ناصر ابد بالهند,وهوولد الثانى لعبد الملك" وقال الشيخ على بدرى عظمت خان فى موقع الرابطة :"ان كتابة الامير خان قبل كلمة عبد لله خطأ فى الكتابة,والصواب هي الامير عبد لله عظمت خان,لان الامير هو لقب لاسرة السلطان واولاده,واما عظمت خان هو لقب الآل,اتباع لابيه,وبعضهم يكتب بعبد لله خان بدون عظمت,وهذا خطأ ايضا,لان "خان"هو لقب قد اشتهر استعماله بالهند وباكستان لعائلة السلطان واسرته,واما الامام عبد لله بن عبد الملك فهو من بنى علوى الحسينى وقال الدكتور السيد محمد حسن العيدروس بان هجرة الاشراف العلويين الحضرمي الى جزيرة الهند واستقرارهم هناك منذ القرن العاشر الملادية او قبله,مثل اسرة الامام عبد الملك بن علوى عم الفقيه بن الامام محمد صاحب مرباط المتوفى سنة 613 ﻫ,سلالته وذريته قد انتشر بالهند ونواحيها,وتميزوا واشتهروا بقوة الارادة والجراءة,حيث اقاموا بسلطنة المسمى "عظمت خان"بالهند ,واضاف الدكتور نجيب صلبي نقلا عن كتابه"دراسات فى تاريخ مورو ودينهم" وذكر فيها بان الدعاة الاسلام الذين قاموا بالدعوة بجزر الفلبين هم اشراف العلويين من حضرموت من سلالة وعترة الامام الشريف علوي بن محمد بن علوي بن عبيد لله بن الامام المهاجر احمد بن عيسى ومن ذرية الدعاة الاسلام بماليزيا واندونيسيا ونقلا عن السيد على بن ابى بكر السكران فى كتابه المسمى:"الجواهر السنية فى انساب الحسينية" قال: العظمت خان هو نسبة الى الامام الامير السيد عبد الملك بن علوى عم الفقيه.وقال السيد سالم بن عبد لله الشاطري الحسيني:آل عظمت خان(اولياء التسعة) وهو من قبيلة باعلوي الحضرمي اليمني,وهم طائفة الاولى المهاجرين الى بلاد جاوا(اندونسيا) لنشر الاسلام والارشاد,رحمهم لله تعالى عليهم اجمعين,يناسب باسمهم"الملك عظمت خان"يعنى الملك من اسرة العظيمة ==================================================================================== ونقلا عن قول السيد بحر الدين عظمت خان الجعفري الحسيني فى كتابه المسمى ﺑ"انساب والى ساغا"وخلع الناس على الامام عبد الملك بن علوي القاب كثيرة ,منها: الملك للمسلمين -الملك من العلويين -الخليفة للمؤمنين -المرشد -النقيب -المحدث -المسند القطب -الولي -ابو الملوك -ابو الاولياء -ابو المرشدين -شيخ الاسلام -امام المجاهدين -الفقيه الاقدم -المجاهد فى سبيل لله -الحافظ القران -صاحب الكرامة -امير المؤمنين ------------------------------------------------------------------------------------- ======== اولاده ======== ورزقه لله اربعة اولاد,ابنان وبنتان 1. السيد عبد لله عظمت خان(جد اولياء التسعة بجاوا) 2. السيد علوي عظمت خان(جد آل عظمت خان بالهند) 3. شريفة زينب عظمت خان(انقطع نسبها) 4. شريفة فاطمة عظمت خان(انقطع نسبها)