ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 01 April 2013

Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU

==========
Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU
==============================
Sleman, NU Online
Ahad (31/3), Balai Utari kompleks Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Sleman menjadi saksi bisu dilantiknya jajaran pengurus Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2012-2013.
Dalam acara tersebut, KH Asyari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY mendoakan para pengurus yang baru dilantik.

“Beberapa saat yang lalu, kita telah menyaksikan pelantikan pengurus baru IPNU-IPPNU DIY. Semoga mereka mendapatkan kekuatan lahir batin dan ridha Allah SWT. Sehingga, nantinya  bisa memperjuangkan apa yang menjadi cita-cita IPNU-IPPNU ke depan,” ujar KH. Asyari.

Selain mendoakan para pengurus wilayah  IPNU-IPPNU DIY yang baru, KH Asyari juga memberikan wejangan berupa lima senjata dalam berjuang di IPNU-IPPNU.

“Sewaktu Allah SWT melantik Nabi Muhammad menjadi rasul-Nya, Allah membekali nabi dengan lima senjata. Lima senjata tersebutlah yang menjadikan Nabi Muhammad sukses membawa risalah kenabian, meskipun hanya 23 tahun lamanya,” ungkap KH. Asyari.

“Senjata yang pertama adalah agungkanlah asma Tuhanmu. Artinya, jika berjuang untuk IPNU-IPPNU, niatkan untuk  beribadah. Jangan berharap mendapatkan sesuatu dari IPNU-IPPNU, tapi berikanlah sesuatu untuk kemajuan IPNU-IPPNU.”

“Kedua, sucikanlah pakaianmu. Orang-orang yang berjuang itu hatinya harus suci. Suci hatinya maupun suci perilakunya. Ketiga, jauhilah perbuatan kotor. Kebanyakan organisasi itu bubrah karena tidak adanya keterbukaan dan tidak adanya kejujuran.”

“Keempat, Jangan mengharapkan sesuatu. Jangan berharap akan menjadi DPR setelah menjadi pengurus IPNU-IPPNU. Dan senjata yang terakhir adalah Terhadap Tuhanmu sabarlah. Artinya, sabar dalam menerima musibah apa pun,” ujar KH. Asyari panjang lebar.

“Kalau kelima senjata itu dijalankan, Insyaallah sukses. Itulah pesan kami, lima senjata dalam berjuang di IPNU-IPPNU dan di NU,” tambah KH. Asyari yang disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,43454-lang,id-c,daerah-t,Butuh+Lima+Senjata+untuk+Berjuang+di+IPNU+IPPNU-.phpx