ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 01 April 2013

Pelajar Indonesia Peringati 7 Hari Wafatnya Al-Syeikh Al-Buthi

----------------------
Pelajar Indonesia Peringati 7 Hari Wafatnya Al-Syeikh Al-Buthi
=====================================
Tarim-Hadramaut, NU Online
Wafatnya ulama besar Syekh Dr Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi pada Kamis (21/3) lalu menyisakan duka mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Tujuh hari meniggalnya Al-Buthi, para pelajar Indonesia di Yaman turut menyampaikan rasa belasungkawa dengan cara tersendiri.

Peringatan 7 hari wafatnya al-Buthi itu ditumpahkan dalam acara sederhana yang bertajuk “Mengenang dan Meneladani Perjuangan Syekh Ramadhan Al-Buthi”. Acara ini bertempat di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun, Universitas Al Ahgaff, Tarim-Hadhramaut, Rabu (28/3) lalu.

Acara sederhana yang diprakarsai Dewan Pengurus Wilayah Hadhramaut Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (DPW Hadhramaut PPI Yaman) bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Yaman (PCI NU Yaman) berjalan sukses penuh khidmat.

Diawali dengan pembacaan khataman Al-Quran, tahlil dan doa. Setelah itu acara disusul dengan sambutan dan pembacaan biografi almarhum dari para pelajar Indonesia.

“Dengan diadakannya acara ini, kami berharap dapat mengambil banyak faidah dengan meneladani sosok almarhum,” tutur Pandi Yusron selaku ketua DPW Hadhramaut PPI Yaman.

Dalam sesi pembacaan biografi, Sofwan Jauhari memaparkan, Almarhum Syekh Al Buthi adalah figur ulama yang mengabdikan penuh dirinya untuk umat. Beliau merupakan seorang ulama pemikir Islam moderat sekaligus penulis yang sangat produktif.

Berpuluh-puluh buku telah beliau karang. Fikih Sirah An Nabawiyah adalah salah satu karya beliau yang dijadikan mata kuliah di Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al Ahgaff ini.

“Satu hal yang patut kita teladani adalah besarnya penghormatan Al Buthi kepada ayahnya,” papar  Mahrus Ali saat memberi wejangan di penghujung sesi acara tersebut.

“Meski di umur yang ke-40 tahun, beliau masih tetap meminta izin ayahandanya disetiap kali beliau hendak bepergian. Bila ayahnya tidak berkenan, beliau tidak pernah mengelak,” tambahnya sambil mengisahkan sekelumit perjalanan kisah almarhum dengan ayahandanya, Syekh Mulla Ramadhan.

Foto: Kunjungan Syekh Muhammad Said Al Buthi ke fakulas Syariah Wal Qanun, Univ. Al Ahgaff, saat mengikuti acara Konferensi Internasional di Tarim tahun 2011 lalu. 

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,43425-lang,id-c,internasional-t,Pelajar+Indonesia+Peringati+7+Hari+Wafatnya+Al+Buthi-.phpx