ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Jumat, 11 Januari 2013

Tata Cara Pelaksanaan SHOLAT SUNAT LIDAF’IL BALA pada Hari Rabu Terakhir di BULAN SAFAR Untuk Ikhwan TQN PP.SURYALAYA




Tata Cara Pelaksanaan SHOLAT SUNAT LIDAF’IL BALA pada Hari Rabu Terakhir di BULAN SAFAR Untuk Ikhwan TQN PP.SURYALAYA


Sholat Sunnah Lidaf'il Bala (memohonkan kepada Allah SWT. agar terhindar Bala dan Musibah) dilakukan kapan saja waktunya kecuali pada waktu yang dilarang oleh syari'at untuk melaksanakannya. Sholat Lidaf'il Bala sudah lazim dilaksanakan oleh para ikhwan TQN PP.Suryalaya sebagaimana telah dicontohkan oleh Pangersa Guru Mursyid yakni Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra.
Dalam satu hari para ikhwan dianjurkan untuk melaksanakannya paling tidak dua kali yakni setelah Sholat Sunnah Qobliyah Subuh dan setelah selesai rangkaian amaliyah: sholat Isya,Sholat Sunnah Ba'diyah Isya ,Dzikir Jahar 165 Kali + Tawajjuh, kemudian dilanjutkan dengan sholat sunat Lidaf'il Bala' (lihat: MAKLUMAT Nomor : 01.PPS.III.2003 ).

-TATA CARA PELAKSANAAN :
Sholat Sunat Lidaf'il Bala Rabu Terakhir Bulan Safar pada tahun Hijriyah dilaksanakan pada pagi hari setelah sholat Isyraq, Isti'adzah dan Istikharah.
Sebelum melaksanakan sholat membaca istighfar (3 X):

(astaghfirullohal 'azhiim, alladzii laa ilaaHa illa Huwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaiHi taubatan 'abdin zhoolimin, laa yamliku linafsiHii, dlorrow wa laa naf'a, wa laa mautaw walaa hayaataw wa laa nusyuuro. )
-ARTINYA:
Abdi neda panghampura. Ka Gusti Allah nu Agung, Ka Gusti Allah nu Agung. Teu aya deui Pangeran. Anging Allah, Anging Allah, anu hurip anu jumeneng ku Anjeun. Abdi tobat ka Pangeran, Abdi tobat ka Pangeran, saperti abdi nganiaya. Teu ngamilik diri abdina pribadi. Teu ngamilik madhorotna. Teu ngamilik manfaatna. Teu ngamilik kana maotna. Teu ngamilik kana hirupna. Teu ngamilik pigelarna. 
(Saya memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Saya mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Tuhan yang hidup terus dan berdiri dengan sendiri-Nya. Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya apa-apa untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.)

Niatnya :

(Usholli sunnatal lidaf'il bala'i rok'ataini Lillahi Ta'ala)

Setiap rakaat ba'da fatihah membaca :
- Surat al-Kaustar 17 kali,
- Surat al-Ikhlash 5 kali,
- Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali

Do'a setelah shalat lidaf'il Bala:


(Bismillahirrohmanirrohiim. Yaa syadiidal QUwwaa Wa yaa Syadiidal mihaali. Allohumma innii a'udzubika bikalimaatikattammaati kulliHa minarriihil ahmari waminaddaa_il akbari finnafsi waddami wallahmi wal 'udzmi wal juluudi waluruuqi subhaanaka izaa qodoyta amran antaquula laHu kun fa yakuun. Allohu Akbar,Allohu Akbar,Allohu Akbar, Birahmatika Yaa Arhamarroohimiin)
Artinya : "Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah" maka "jadilah ia".

Pelaksanaan sholat sunat Lidaf'il Bala diambil dari keterangan yang tercantum dalam kitab al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52.dilaksanakan pada pagi hari Rabu terakhir bulan Shofar, sebanyak 4 rakaat 2 kali salam.
--------------- 
Dalam kitab Al-Jawahir al-KhomsSyech Kamil Fariduddin as-Syukarjanji menyebutkan pada tiap tahun hari rabu terakhir di bulan Safar, Allah akan menurukan 320.000 bala bencana ke muka bumi. Hari itu akan menjadi hari-hari yang paling sulit diantara hari-hari dalam satu tahun. Dalam kitab tersebut, disunahkan kita untuk mendirikan Shalat pada hari tersebut sebanyak 4 rakaat dimana tiap rakaatnya membaca surat alfatihah, dan surat al-kautsar 17 kali, kemudian al-ikhlas 4 kali, surat alfalaq dan an-nass masing-masing satu kali.
Dalam bukunya “Kanzun Najah was-Suraar fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhaar“, Syech Abdul Hamid al-Quds, Imam Besar Masjidil Haram mengatakan, “Banyak Awliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.” Hari ini dianggap sebagai hari yang sangat berat dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun. Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir”  yakni “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari tersebut.
Wallohua'lam..

(Sumber referensi utama: www.suryalaya.org )