ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Minggu, 26 Januari 2014

PCINU Sudan Gelar Khataman al-Qur’an untuk Mbah Sahal

===========
PCINU Sudan Gelar Khataman al-Qur’an untuk Mbah Sahal
=============
Sebagai bentuk rasa takzim atas wafatnya Rais Aam Pengurus Besar NU (PBNU) KH MA Sahal Mahfudh, Pengurus Cabang Istemewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan bersama para warga negara Indonesia di sana melaksanakan khataman al-Qur’an dan sholat ghaib di Aula KBRI Khartoum, Sudan, Jumat (24/01).

Acara yang dibuka tepat pukul 17:00 ini dihadiri oleh seluruh warga NU setempat, serta tamu undangan dari Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia dan para pekerja Indonesia yang berada di Sudan.

Mustasyar PCINU Sudan Afifullah, kepergian Kiai Sahal menyisakan duka mendalam bagi warga NU khususnya dan warga Indonesia umumnya. Santri Syekh Yasin al-Fadani itu dinilai sebagai sosok yang alim, tawadlu’, dan moderat.

“Kita semua merasa sangat kehilangan salah seorang kiai langka, sosok yang alim dalam banyak disiplin Ilmu terutama fiqih dan ushul fiqh, serta kemampuan mengaktualisaikannya di era modern,” ujar Afif yang pernah belajar di Pesantren Maslakul Huda di bawah asuhan KH Sahal mahfudh.

Afif menambahkan, bahwa sosok Mbah sahal yang moderat dapat dilihat dari cara beliau menerapkan kurikulum dan ektrakurikuler pada sekolah yang ia pimpin, yaitu Mathali’ul Falah Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah. Di sana diajarkan berbagai macam disiplin Ilmu, organisasi siswa yang dikelola sangat mandiri oleh para murid, dan koleksi perpustakaan yang tidak hanya penuh dengan kitab kuning.

Pujian serupa juga disampaikan Auza’i Mahfudz Asirun, salah seorang pelajar asal Indonesia di Sudan. Mahasiswa yang baru saja meraih gelar magister ini mengatakan bahwa banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari sosok KH Sahal Mahfudh oleh Mahasiswa, terutama dalam kepakarannya di bidang ilmu ushul fiqih.

“Ushul fiqih termasuk ilmu yang paling sulit dipahami. Lah, ini Mbah Sahal malah ngarang kitab Ushul fiqih pakai bahasa Arab pula, kita aja mahami masih keteteran,” ungkapnya.

Di akhir ceramahnya, Auza’i juga mengingatkan pada mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri agar tidak jumawa atau sombong. Karena banyak kiai NU yang hanya nyantri di negara sendiri namun karya dan pemikiran mereka banyak dikaji di luar negeri.

KH Sahal Mahfudh, sambungnya, tidak pernah kuliah formal, namun  dengan karya Ushul fiqihnya yang monumental banyak dikaji dan baca oleh para mahasiswa dan dosen dari berbagi belahan dunia.

Selama tujuh hari kedepan PCINU Sudan bersama Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Khartoum Sudan, berencana mengadakan tahlil dan diskusi bedah karya dan pemikiran Kiai Sahal.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,49706-lang,id-c,internasional-t,PCINU+Sudan+Gelar+Khataman+al+Qur%E2%80%99an+untuk+Mbah+Sahal-.phpx