ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Minggu, 26 Januari 2014

Ra'is 'Aam PBNU Wafat, Media Sosial Pun Berduka

===========
Ra'is 'Aam PBNU Wafat, Media Sosial Pun Berduka
================

Jakarta, NU Online
Sejak kabar wafatnya Rais Aam PBNU, KH. A. Sahal Mahfudh keluar di NU Online, sekitar pukul dua dini hari, media sosial pun berduka cita. Hingga berita ini diturunkan, laman Facebook, Twitter dipenuhi ucapan bela sungkawa dari pelbagai kalangan.

Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri di akun Twitternya ‏@gusmusgusmu mengungkapkan duka cita, "Inna lillahi wainna ilaihi raji'un. Telah wafat Rais Am PBNU, DR. KHM. Ahmad Sahal Mahfudz, Jum'at 24/01/2014 jam 01.10. Mohon doa & Fatihah."

Ungkapan duka juga diungkapkan ribuan akun. Mereka menyatakan kehilangan. Akun Hendri liuu di ‏@0505Tino misalnya mengatakan, "Semoga bapak KH. SAHAL MAHFUDZ pemersatu, n guru bangsa kita, di tempatkan tempat yg mulia, d sisI ALLAH SWT." Akun JUST EL ‏@ElUla095 berkicau "Apakah kelak akan ada penerus seperti beliau".

Di Facebook, akun Faisal Kamandobat II mengungkapkan, "Innalillahi wainna ilaihi raji'un... Allah, saya tidak khawatir akan keberadaan Kiai Sahal Mahfoudz di sisi-Mu, tetapi lebih mengkhawatirkan keadaan generasi yang ditinggalkannya. Ya, akan sulit mencari penggantinya, baik sebagai pemikir yang ketat dengan kajian fiqh sosialnya yang kini telah mendunia, sebagai pelopor ekonomi kecil masyarakat dengan pesantren sebagai motornya, dan seorang pemimpin yang bersahaja dan sederhana."

Akun Kunanfadinaka update status: Mbah Sahal Telah wafat. .. meninggalkan kita.
Siapakah yang mampu menggantikan kezuhudan beliau di zaman hedonism ini. ...
Siapakah yang mampu menggantikan kealiman beliau yang tradisional-modern...
Siapakah yang mampu mewujudkan SIYASAH TINGKAT TINGGI السياسة العالية seperti yang beliau semangatkan pada bangsa ini. ..

Duka cita diungkapkan beberapa akun Facebook dengan mengganti foto profil mereka dengan potret KH Sahal Mahfudh atau memosting gambar dia ketika bersama Kia Sahal yang juga Ketua Umum MUI tersebut.
Akun Aula Rendra mengungkapkan "Selamat Jalan Kyai, terimakasih atas jasa dan pengabdian kyai kepada umat dan kepada bangsa ini.
Aku Cinta Padamu.
Alfatihah."
Aula Rendra tersebut mencantumkan puisi Rendra berjudul "Gumamku, Ya Allah"
Angin dan langit dalam diriku
gelap dan terang di alam raya,
arah dan kiblat di ruang dan waktu,
memesona rasa duga dan kira,

Serambut atau berlaksa hasta.
entah apa bedanya dalam penasaran dalam pengertian.
Musafir-musafir yang senantiasa mengembara.
Umat manusia tak ada yang juara.
Api rindu pada-Mu menyala di puncak yang sepi.
Semua manusia sama tidak tahu dan sama rindu.
Agama adalah kemah para pengembara.
Menggema beragam doa dan puja
Arti yang sama dalam bahasa-bahasa berbeda.
Akun lain berduka dengan mencatat kebersamaannya dengan Kiai Sahal dalam satu peristiwa. Akun Abdullah Khoirzad yang merupakan santri Kiai Sahal menuliskan kenangannya ketika sorogan.

“Jam 1.30 dini hari HP ku berdering. Apa yang menjadi kehawatiranku benar terjadi:" Mbah Sahal Mahfudz wafat", Maka aku segera bergegas berangkat menuju Kajen Pati. Dalam perjalanan, bayangan ketika dulu sebagai santri beliau hadlir, masih lekat dalam ingatan ketika aku ngaji sorogan kitab ghoyatul ushul, beliau yang memang tidak banyak kata maka ketika kami salah dalam bacaan beliau hanya berdecak: "heml" maka aku ulang lagi bacaan kalimat tersebut, dan jika masih salah, beliau pun berdecak lagi: "hem", begitu seterusnya.” 

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,49669-lang,id-c,nasional-t,Rais+Aam+PBNU+Wafat++Media+Sosial+Pun+Berduka-.phpx