ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Jumat, 24 Januari 2014

Qoshidah:Ummi ( هذه القصده أمی )

==========

Qoshidah “Ummi”

Cerita Sang Nabi saw diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, menceritakan ketika 2 orang wanita datang kepada Nabiyullah Sulaiman. Sama sama punya anak bayi yang salah satunya di makan serigala maka tinggal 1. Kedua ibu ini berebut, kita sering dengar hikayah ini tapi kita buka hikmahnya. Maka Nabiyullah Sulaiman mengatakan kepada pengawalnya “ya sudah, ini tidak tahu anak siapa, belah bagi dua masing-masing dapat setengah”.
Ibu yang pertama berkata “ya adil, belah bagi dua”. Ibu yang kedua berkata “bukan bukan, jangan dibelah, ambil saja untuknya, ini bukan anakku”. Yang mana pemilik anak itu?. Yang satu mengatakan dengan keadilan, yang satunya mengaku ini bukan anaknya. Ambil saja ini bukan anakku, aku dusta tadi. Nabiyullah Sulaiman memberi kepada siapa? memberi kepada ibu yang kedua, yang mengatakan ini bukan anakku. Kenapa diberi padahal ia mengaku bahwa ini bukan anaknya?. Karena kasih sayangnya, kasih sayang ibu itu melebihi daripada keinginan wanita yang pertama tadi yang inginkan anaknya dibelah. Kalau dibelah berarti dibunuh, ibu yang kedua daripada dibunuh anaknya lebih baik diambil orang, ia masih akan hidup. Demikian cintanya pada anaknya. Dan Allah Swt Maha Melihat jiwanya, ibu yang shalih dan jujur ini, yang berharap kepada Allah Swt, Allah kembalikan bayinya untuknya.
Nabiyullah Sulaiman berkata “ini bayimu, ini adalah anakmu”. Dan wanita yang satunya diberi hukuman oleh Nabiyullah Sulaiman As. Kenapa? karena mengakui anak orang lain. Demikian sabarnya seorang ibu, ketika ia percaya dan tsigah (kuat) kepada Allah Swt, maka Allah kembalikan anaknya kepadanya. Walaupun ia mengatakan ambil saja ini bukan anakku, Allah kembalikan untuknya karena ia lebih berhak dan karena ia adalah orang yang tsigah percaya kepada Allah swt
Allahumma sholii ‘ala nuril anwar wa sirrill asrar wa tiryaqil aghyar wa miftahi babil yasari Sayyidina wa maulana Muhammadinil mukhtar wa alihil athhar wa ashabihil akhyar ‘adada ni’amillah wa ifdhalih
هذه القصده أمی
۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
أمی يالحنا أعشقه
ونشيدا دوما انشده
Ummî yâ lahnân a’syaqohu  Wa nasyîdan daumân ansyuduhu
Ibu, lagu yang paling kugemari.. irama yang selalu kudendangkan
فی کل مگان أذکره
وأظل أظل أردده
Fî kulli makânin adzkuruhu  Wa adhollu adhollu uroddiduhu
di mana saja, aku mengingatnya.. selalu dan selalu ku nyanyikan
أمی ياروحی وحياتی
يا بهجة نفسی ومناتى
Ummî yâ rûhî wa hayâtî  Yâ bahjata nafsî wa munâtî
Ibu, wahai jiwa dan hidupku, pemberi kebahagiaan dan harapan
أنسی فی الحاضر والآتی  ۲
Unsî fîl hâdliri wal ãtî  2x
sekarang, juga di masa depan..
ألله تعالی أوصانی
فی السر ولو فی الإعلان
Allâhu ta’âlâ aushônî  Fîs-sirri walau fîl i’lâni
Allah memerintahkan aku, dalam ku sendiri atau terbuka
بالبر لك والإحسان ۲
Bil birri laki wal ihsâni  2x
supaya membahagiakanmu, dan mengasihimu
إسمك منقوش فی قلبی
حبك يهدنی فی دربی
Ismuki manqûsyun fî qolbî  hubbuki yahdinî fî darbî
Namamu wahai ibu terpahat didalam hatiku, cintaku padamu membawaku ke jalan yang benar
و دعائی يحفظك ربى ۲
Wa du’â-î yahfadhuki robbî  2x
Dan doaku semoga Allah sentiasa menjagamu..