ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Rabu, 29 Januari 2014

WASIAT PAMUNGKAS AL- IMAM AL-GHOZALI RA YANG DITULISNYA DAN DILETAKKAN DIBAWAH BANTALNYA

============

WASIAT PAMUNGKAS AL- IMAM AL-GHOZALI RA

-----------------

Ketika Al-Imam Al-Ghozali terbangun pada dini hari dan sebagaimana biasanya melakukan sholat dan kemudian beliau bertanya kepada adiknya:“Hari apakah sekarang ini? ” Adiknya pun langsung menjawab; “Hari senin.” Beliau kemudian memintanya untuk mengambilkan sajadah putihnya, lalu beliau menciumnya, Menggelarnya dan kemudian berbaring diatasnya sambil berkata lirih: “Ya Alloh, hamba mematuhi perintahMu,” … dan beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya. DI BAWAH BANTALNYA, mereka menemukan BAIT-BAIT/ TULISAN BERIKUT, yang ditulis oleh Al-Imam Al-Ghozali RA., (barangkali pada malam sebelumnya). “Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku mati, Lalu Menangis untukku dan berduka bagiku, maka Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku. Dengan nama Alloh, kukatakan padamu, ini bukanlah aku, Aku adalah jiwa, sedangkan ini hanyalah seonggok daging. Ini hanyalah rumah dan pakaianku sementara waktu. Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi, dibentuk oleh debu yang menjadi singgasanaku, Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya, Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkarku. Dan kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sebagai kenangan Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku. Dan menyiapkan aku sebuah  tempat di surga tertinggi, Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara kamu. Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kuburku telah ditanggalkan. Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas, Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku. Aku melihat Lauh Mahfudz, dan didalamnya aku membaca apa yang telah, sedang dan akan terjadi. Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah, Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang-kenangan, tidak lebih. Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luarku, Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan. Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal. Rumah kalian bukanlah tempatku lagi. Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tapi itu adalah kehidupan, Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini, Di kehidupan ini, kita diberikan tidur, Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang Janganlah takut ketika mati itu mendekat, Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini.  Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu, Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut. Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi seperti ini. Karena aku tahu kau dan aku adalah sama. Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya, Badan-badan yang berasal sama. Baik atapun jahat, semua adalah milik kita. Aku sampaikan kepada kalian sekarang pesan yang menggembirakan. Semoga kedamaian dan kegembiraan Alloh menjadi milik kalian selamanya. Lahu Al-Fatihah..............