ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Kamis, 23 Januari 2014

Khutbah Nikah Rosululloh SAW Ketika menikahkan Sayyidina Ali dengan Sayyidatina Fathimah al-Zahro'

==========
Khutbah Nikah Rosululloh SAW Ketika menikahkan Sayyidina Ali dengan Sayyidatina Fathimah al-Zahro'. Dikutip dari Kitab Ianatut Tholibin Juz 3 Hal 309. 
============
الحمد لله المحمود بنعمته. المعبود بقدرته. المطاع بسلطانه المرهوب من عذابه وسطوته النافذ أمره في سمائه وأرضه. الذي خلق الخلق بقدرته وميزهم بأحكامه وأعزهم بدينه وأكرمهم بنبيه (ص)
Segala puji bagi Allah, yang dipuji karena limpahan nikmat-Nya. yang disembah karena kekuasaan-Nya, yang ditaati perintah-Nya, yang ditakuti siksa-Nya, yang berlaku urusan-Nya di bumi-Nya dan langit-Nya, yang menciptakan makhluk dengan kekuasaan-Nya, yang membedakan mereka dengan hukum-hukum-Nya, yang mengagungkan mereka dengan agama-Nya, dan memuliakan mereka dengan Nabi-Nya, Muhammad SAW.
إن الله تبارك اسمه وتعالت عظمته جعل المصاهرة سببا لاحقا وأمرا مفترضا أوشج به الارحام. وألزم الانام. فقال عز من قائل: * (وهو الذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا وصهرا وكان ربك قديرا) * (4).
Sesungguhnya Allah yang maha berkah Nama-Nya dan Maha tinggi kedudukann-Nya. menjadikan hubungan perkawinan (perbesanan) sebagai cara untuk memelihara keturunan yang berkesinambungan, perintah yang wajib untuk menjalin kasih sayang dan mempererat hubungan diantara manusia. Allah SWT berfirman. ‘ Dan Dialah yang telah menciptakan manusia dari air (mani), lalu Dia jadikan manusia mempunyai keturunan dan mushaharah (hubungan kekeluargaan karena perkawinan), dan Tuhanmu Maha Berkuasa.(Al-Furqan 54)’

فأمر الله يجري على قضائه وقضاؤه يجري إلى قدره ولكل قضاء قدر ولكل قدر أجل ولكل أجل كتاب يمحو الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب،
Urusan Allah terjadi sesuai ketentuan qadha-Nya. Dan qadha-Nya berlangsung melalui takdir-Nya. Setiap qadha itu ada ketentuannya, setiap ketentuan itu ada waktunya, dan setiap waktu itu ada keputusannya. Allah menghapuskan apa yang dikehendaki-Nya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya. Di sisi-Nya ada Ummul Kitab.
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهد الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله (ص) وعلى آله وأصحابه
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, Kami memuji dan meminta pertolongan kepada-Nya. Kami memohon ampunan-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejelekan nafsu kami dan keburukan amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh-Nya maka tiada yang kuasa untuk menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkanNya maka tiada yang kuasa untuk memberi hidayah kepadaNya. Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah tiada sekutu baginya dan kami bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Hamba dan utusanNya. Semoga Rahmat tercurah kepada beliau dan keluarga beserta para sahabat beliau.

* (يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون) * (5) * (يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والارحام إن الله كان عليكم رقيبا) * (6) * (يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما) * (7)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS Ali Imron 102).
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu.(QS An-Nisa 1)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar, Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia Telah mendapat kemenangan yang besar. (QS Al-Ahzab 70-71. )

أما بعد فإن الامور كلها بيد الله يقضي فيها ما يشاء ويحكم ما يريد لا مؤخر لما قدم ولا مقدم لما أخر ولا يجتمع اثنان ولا يفترقان إلا بقضاء وقدر وكتاب من الله قد سبق. أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولوالدي ولمشايخي ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Sesungguhnya setiap perkara berada di tangan Allah. Dia menetapkan apa yangdikehendaki-Nya dan memutuskan apa yang dikehendaki-Nya. Tak ada yang dapat menunda apa yang didahulukan-Nya. Dan Tiada yang kuasa untuk mempercepat apa yang telah diakhirkan-Nya. Tidaklah dua orang berkumpul atau berpisah melainkan dengan qadha dan qadar-Nya, dan ketetapan dari Allah telah terdahulu. Aku ucapkan perkataan ini dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian, untuk kedua orangtuaku, dan untuk para guruku dan semua kaum muslimin. Maka mohonlah ampunan kepada-Nya Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

==============================

NB:
Alloh yang memerintahkan Nabi saw agar menikahkan Fatimah dengan Sayyidina Ali Bin Abi Tholib KRW
Dalam kitab Dzakhair Al-Uqba: 32, bab Fadhail Fatimah RA:
Anas bin Malik berkata: Ketika Rasulullah saw berada di masjid, beliau bersabda kepada Sayyidina Ali KRW: “Ini Jibril memberitahu aku bahwa Allah telah menikahkan kamu dengan Fatimah, dan disaksikan oleh empat puluh ribu malaikat…”

Dalam kitab yang sama, halaman 86 disebutkan:
Ali bin Abi Thalib KRW berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Datang kepadaku malaikat Jibril dan berkata: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah menyampaikan salam padamu dan berfirman padamu: Sesungguhnya Aku telah menikahkan Fatimah puterimu dengan Ali bin Abi Thalib di tempat yang paling mulia, maka nikahkan ia dengannya di bumi.”

Hadis ini dan yang semakna terdapat dalam kitab:
1. Kanzul Ummal, jilid 6 halaman 152, fadhail Ali bin Abi Thalib KRW, hadits ke 32891.
2. Majma’ Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 9 halaman 204, manaqib Fatimah RA.
3. Faydh Al-Qadhir, Al-Manawi, jilid 2 alaman 215.
4. Ash-Shawaiq Al-Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 74, bab 9, fadhail Ali bin Abi Thalib KRW
5. Kunuz Al-Haqaiq, halaman 29, hadis ke 1415.

Khutbah Nabi saw dalam pernikahan Fatimah dengan Ali (sa)
Dalam Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4, bab manaqib Ali bin Abi Thalib (sa):
Anas bin Malik berkata: Abu Bakar pernah melamar Fatimah (sa) kepada Rasulullah saw. Tapi Rasulullah saw bersabda: Wahai Abu Bakar, belum turun ketetapan dari Allah swt. Kemudian Umar melamarnya beserta beberapa orang quraisy. Rasulullah saw menjawab seperti jawaban kepada Abu Bakar. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada Ali bin Abi Thalib (sa): Sekiranya engkau yang melamarnya kepada Nabi saw, niscaya beliau menerima lamaranmu. Ali (sa) berkata: Bagaimana mungkin, padahal sebelumnya pemuka-pemuka Quraisy telah melamarnya dan beliau tidak menerimanya? Anas berkata: Kemudian Ali bin Abi Thalib KRW melamarnya. Maka Rasulullah saw bersabda: “Telah memerintahkan padaku Tuhanku Azza wa Jalla tentang hal itu."
Anas bin Malik berkata: Berselang beberapa hari Nabi saw memanggilku dan bersabda: Wahai Anas, undang agar datang kepadaku Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin Abdul Waqqash, Thalhah, Zubair dan beberapa orang dari Anshar. Kemudian aku mengundang mereka. Mereka pun datang dan berkumpul di dekat Nabi saw, mereka menyiapkan majlis, sedangkan Ali bin Abi Thalib KRW tidak hadir karena menyiapkan keperluan Nabi saw. Dalam pernikahan puterinya Fatimah Az-Zahra' Rasulullah saw bersabda dalam khutbahnya:

الحمد لله المحمود بنعمته ، المعبود بقدرته ، المطاع بسلطانه ، المرهوب من عذابه وسطواته النافذ أمره في سمائه وأرضه ، الذي خلق الخلق بقدرته ، وميزهم بأحكامه وأعزهم بدينه ، وأكرمهم بنبيه محمد (صلى الله عليه وآله وسلم) ، إن الله تبارك اسمه ، وتعالت عظمته ، جعل المصاهرة سبباً لاحقاً ، وأمراً مفترضاً أوشج به الأرحام ، وألزم الأنام ، فقال عز من قائل : ( وهو الذي خلق من الماء بشراً فجعله نسباً وصهراً وكان ربك قديراً ) فأمر الله تعالى يجري إلى قضائه ، وقضاؤه يجري إلى قدره ، ولكل قضاء قدر ، ولكل قدر أجل ولكل أجل كتاب : ( يمحو الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب.( ثم إن الله عزوجل أمرني أن أزوج فاطمة بنت خديجة من عليّ بن أبي طالب فاشهدوا أني قد زوجته على أربعمائة مثقال فضة إن رضي بذلك علي بن أبي طالب.
“Segala puji bagi Allah yang terpuji dengan segala nikmat-Nya, yang disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya, yang ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang meliputi perkara-Nya di langit dan bumi-Nya, yang menciptakan makhluk dengan takdir-Nya, yang mengistimewakan makhluk-Nya dengan hukum-Nya dan memuliakan mereka dengan agama-Nya, yang menjadikan mereka mulia dengan Nabi-Nya Muhammad saw. Sesungguhnya Allah nama-Nya Maha Mulia, Maha Tinggi dan Maha Agung. Ia telah menjadikan mushaharah (hubungan keluarga karena pernikahan) sebagai sebab penerus generasi, perkara yang menjadi sebab penyambung keluarga dan penerus generasi manusia. Allah yang Maha mulia firman-Nya menyatakan: “Dialah yang menciptakan manusia dari air kemudian menjadikan manusia punya keturunan dan mushaharah, dan Tuhanmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54). Perkara Allah swt berlaku dalam ketetapan-Nya, ketetapan-Nya berlaku dalam takdir-Nya, setiap ketetapan mempunyai takdir, setiap takdir mempunyai ajal, dan setiap ajal mempunyai kitab, “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan (apa yang dikehendaki), di sisi-Nya ada Ummul Kitab.” (Ar-Ra’d: 39).

Sesungguhnya Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikan sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah ( dalam nilai perak), dan Ali bin

Kemudian Nabi saw minta mangkok yang berisi kurma yang masih segar. Kemudian dihidangkan di depan kami, lalu beliau bersabda: "Ambil lalu pergilah. Kemudian kami pergi. Ketika kami pergi datanglah Ali bin Abi Thalib (sa) datang kepada Nabi saw, lalu Nabi saw tersenyum dan bersabda:

إن الله أمرني أن أزوجك فاطمة على أربعمائة مثقال فضة إن رضيت بذلك
“Sesungguhnya Allah telah memeritahkan aku untuk menikahkan kamu dengan Fatimah dengan mahar empat ratus fidhdhah (perak), jika kamu ridha hal itu.”
Ali (sa) menjawab: Aku ridha ya Rasulallah.

Anas berkata: kemudian Nabi saw berdoa:
جمع الله شملكما، وأسعد جدكما، وبارك عليكما، وأخرج منكما كثيراً طيباً
“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”

Anas bin Malik berkata: Demi Allah, sungguh telah keluar dari mereka berdua kebajikan yang banyak.

Muhibuddin Ath-Thabari Asy-Syafi’i berkata: Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abul Khayr Al-Qazwini Al-Hakimi.

Khutbah ini juga disebutkan dalam kitab:
1. Dzakhair Al-‘Uqba, halaman 29, fadhail Fatimah (sa).
2. Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 84, 85 dan 97, bab 11, fadhail Ahlul bait (sa). Pada halaman 97 terdapat sedikit perbedaan redaksi.
3. Mirqat Al-Mafatih, Ali bin Sulthan, jilid 5 halaman 574, bab fadhail Ali bin Abi Thalib (sa), syarah hadis ke 6104.

Khutbah Nabi saw dalam Riwayat yang lain
Dalam kitab Makarimul Akhlaq: 206, Syeikh Ath-Thabrasi:
Imam Ali Zainal Abidin (sa) berkata: Ketika Nabi saw menikahkan Fatimah RA dengan Ali KRW beliau menyampaikan khutbahnya:

الحمد لله المحمود بنعمته، المعبود بقدرته، المطاع بسلطانه، المرهوب من عذابه وسطوته، المرغوب إليه فيما عنده، النافذ أمره في سمائه وأرضه. ثم إن الله عزوجل أمرني أن أزوج فاطمة من علي [ بن أبي طالب ]، فقد زوجته على أربعمائة مثقال فضة إن رضي بذلك علي. ثم دعا صلى الله عليه وآله وسلم بطبق [ من ] بسر، ثم قال انتهبوا فبينا ننتهب إذ دخل علي (عليه السلام) فتبسم النبي (صلى الله عليه وآله وسلم) في وجهه، ثم قال: يا علي أعلمت أن الله عزوجل أمرني أن أزوجك فاطمة فقد زوجتكها على أربعمائة مثقال فضة إن رضيت، فقال علي (عليه السلام): رضيت بذلك عن الله وعن رسوله
“Segala puji bagi Allah yang terpuji dengan segala nikmat-Nya, yang disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya, yang ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang dicintai dengan segala yang ada di sisi-Nya, yang meliputi perkara-Nya di langit dan bumi-Nya. Allah Azza wa Jalla telah memerintah aku untuk menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, maka aku nikahkan ia dengan mahar 400 fidhdhah (perak) jika Ali ridha hal itu."

Kemudian Nabi saw menghidangkan kurma yang masih segar, lalu bersabda kepada para sahabatnya: ambillah lalu pergilah. Kemudian kami (sahabat) pergi. Ketika Ali bin Abi Thalib KRW datang, Nabi saw tersenyum lalu bersabda: "Wahai Ali, tahukah kamu bahwa Allah Azza wa Jalla merintahkan aku untuk menikahkan kamu dengan Fatimah, maka aku telah menikahkan kalian berdua dengan mahar 400 fidhdhah jika kamu ridlo. Ali KRW menjawab: Aku ridha hal itu karena itu Allah dan Rasul-Nya.

Kemudian Nabi saw berdoa:

جمع الله شملكما وأسعد جدكما وبارك عليكما وأخرج منكما كثيرا طيبا
“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”