ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 22 Juli 2013

Bu Sinta Ajak Masyarakat Hidup Rukun

==========
Bu Sinta Ajak Masyarakat Hidup Rukun
========================

Kudus, NU Online
Istri mendiang Presiden RI keempat Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengatakan, Indonesia adalah sebuah bangsa Bhinneka Tunggal Ika yang terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa dan budaya yang berbeda-beda. Meskipun demikian, semuanya tetap menjadi saudara sebangsa setanah air.

“Karena semuanya sebagai warga negara yang hidup di Indonesia, kita harus selalu hidup rukun, tolong-menolong, saling menghormati, dan menghargai antar-sesama,” katanya dalam acara buka bersama yang diadakan komunitas lintas agama di Gedung Jam’iyyatul  Hujjah Kudus (JHK), Kudus, Jawa Tengah, Ahad sore (21/7).

Ia menambahkan, bangsa Indonesia merindukan adanya kerukunan, keharmonisan di antara anak bangsa. Oleh karenanya, sebagai saudara sebangsa setanah air tidak boleh saling bertengkar dan merebut hak orang lain.

“Dengan berkumpulnya berbagai umat agama di sini, saya melihat betapa indahnya pelangi di bumi Nusantara. Semuanya ini merupakan ajaran Islam ramhatal lil ‘alamin,”  tandas Bu Sinta, sapaan akrab Istri Gus Dur.

Ditegaskan Bu  Sinta, pelangi Nusantara harus tetap menyatu dan tidak boleh ada yang hilang satu titik warna supaya indah menghiasi cakrawala selamanya. Sehingga rakyat indonesia tetap hidup rukun.

“Melihat pelangi Nusantara yang tetap indah ini, semoga negara Indonesia tetap subur loh jinawi atau menurut bahasa agama baldatun thayyibatun warabbun ghofur,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi kegiatan yang dihadiri 500 umat beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Kong Hu Cu, dan pelestari budaya ini. Bagi Bu Sinta, buka bersama umat lintas agama di Kudus ini merupakan kali kedua setelah kota Bandung.

“Beberapa hari lalu di atas kota langit Bandung, komunitas berbeda suku  yang dikumpulkan aliansi Bhinneka Tunggal Ika untuk berbuka bersama di halaman sekolah Santo Yosef,” tuturnya.

Sebetulnya, kata dia, ide buka bersama ini merupakan program permintaan semua elemen bangsa yang merindukan keharmonisan, kerukunan, dan kedamaian antar-umat beragama.

“Pada intinya program saya setiap puasa adalah sahur bersama, namun karena banyaknya permintaan sehingga tahun ini ditambah beberapa program buka bersama maupun Tarawih bersama dan sahur bersama,” imbuh Bu Sinta.

Bu Sinta menjelaskan, tujuan dan niat program sahur bersama yang selalu mengajak kaum nonmuslim. Dikatakan, sebagai wujud rasa hormat dan penghargaannya kepada saudaranya yang beragama Islam agar menjalankan ibadahnya dengan sebaik-baiknyaa.

“Semuanya ini bentuk dari Islam rahmatal lil-‘alamin. Islam bukan rahmat lil muslimin atau lil mukminin atau lil Kristiani, melainkan Islam memberikan rahmat bagi semua alam,” tuturnya.

Usai buka bersama kemarin, Bu Sinta Nuriyah bersama rombongan melanjutkan acara di Jepara, Kemudian pada dini hari tadi, ia mengunjungi masyarakat desa Kirig Kecamatan Mejobo Kudus untuk sahur berama.

Dalam acara sahur bersama itu pula, Bu Sinta menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu desa setempat. Tampak hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Nusron Wahid dan sejumlah tokoh NU dan ratusan masyarakat setempat.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,46028-lang,id-c,nasional-t,Bu+Sinta+Ajak+Masyarakat+Hidup+Rukun-.phpx