ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Rabu, 24 Juli 2013

(PERBEDAAN PAHAM): Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya

=========
(PERBEDAAN PAHAM)
Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya
==========================
Jakarta, NU OnlineKeanekaragaman paham adalah nyata dalam Islam. Namun demikian, umat Islam tak perlu gegabah dan keras dalam menyikapi perbedaan. Bagaimanapun, ketidaksetujuan dan ajakan harus diekspresikan dengan kelembutan.
Pandangan ini mencuat dalam Pendidikan Aswaja dan Empat Pilar yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU (LDNU) dan Pimpinan Pusat Himpunan Da‘iyah Muslimat NU (PP Hidmat NU) di gedung PBNU, Jakarta, Ahad (21/7).
Saat menjadi pemateri, Rais Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, KH Muhyiddin A Somad mengatakan bahwa al-Qur’an menganjurkan tentang sikap toleransi. “Toleransi ialah menghargai orang yang berbeda keyakinan tapi tidak berarti membenarkan apalagi mendukung," katanya.
Dalam kesempatan itu Muhyiddin memaparkan sejumlah kelompok Islam yang berbeda dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Kelompok-kelompok tersebut mengkalim dirinya paling benar, bahkan menvonis kafir dan murtad pihak lain.
Penulis buku-buku keislaman itu pun mengutip surat Thaha ayat 43-44 mengenai teladan Nabi terdahulu dalam menyuarakan kebenaran agama. Arti ayat tersebut berbunyi, “Pergilah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui baas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”
Pendidikan Aswaja dan Empat Pilar diadakan sejak Jumat kemarin. Di hari terakhir ini, pendidikan Aswaja dihadiri tamu asal luar negeri, Muhammad Bashir Mehio yang merupakan Jubir komunitas Muslim Australia. Kegiatan secara resmi ditutup Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,45995-lang,id-c,nasional-t,Tolak+Ajarannya++Lembut+Mengingatkannya-.phpx