ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Jumat, 22 Maret 2013

Kedatangan Ketua Umum PBNU ke Istana Dianggap Wajar

=======
Kedatangan Ketua Umum PBNU ke Istana Dianggap Wajar
=========================
Jakarta, NU Online
kedatangan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), baik dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PBNU atau Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dinilai sebagai sesuatu yang wajar.

“Kami tidak merasa keberatan dengan kedatangan Kiai Said ke Istana Negara," kata seorang aktivis NU Ahmad Joyo Bintoro di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (20/3). Kunjungan itu, menurutnya, merupakan bagian dari cara komunikasi pimpinan Ormas dan Kepala Negara.

Pernyataan ini disampaikannya terkait kritik Ketua Lembaga Kajian dan Survey Nusantara (LAKSNU) Gugus Joko Waskito atas kedatangan KH Said Aqil Siroj dan pimpinan 13 Ormas Islam ke Istana Negara.

"Jika saudara Gugus Joko mengatakan dirinya kader muda NU, saya juga kader muda NU. Menurut saya kunjungan itu adalah bentuk komunikasi pimpinan Ormas dengan pemimpin pemerintahan. Komunikasi antara Ormas yang mewakili masyarakat sebagai anggotanya dengan Presiden atas kedudukannya sebagai Kepala Negara. Itu hal wajar yang tidak perlu diperdebatkan," urai Bintoro.

Dalam keterangannya Bintoro juga meminta sesama aktivis NU untuk menyampaikan kritik dengan sopan santun. Ada adab yang harus diindahkan oleh setiap Nahdliyin, katanya.

Mengenai tudingan Kiai Said sudah mempolitisir NU melalui kedatangannya ke Istana Negara, dengan tegas Bintoro menyampaikan bantahannya.

"Saya menolak anggapan Kiai Said sudah mempolitisir NU. Sebaliknya, saya menganggap kritik atas kedatangan Kiai Said ke Istana penuh muatan politik," pungkas Bintoro.

Lebih lanjut Bintoro juga mengatakan, Ormas Islam itu tidak boleh tidak peduli dengan kondisi dan perkembangan pengelolaan Negara, karena terselenggaranya pemerintahan yang baik merupakan prasyarat terwujudknya penegakan hukum, terbinanya tertib sipil dan terjaminnya masyarakat dalam menjalankan syari’at agama.

Seperti diwartakan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (14/3) kemarin memimpin pimpinan 13 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) memenuhi undangan Presiden SBY ke Istana Negara.

Dalam pertemuan tersebut selain dilaporkan keberadaan LPOI yang sudah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), juga disampaikan pernyataan sikap perihal penuntasan sejumlah kasus hukum, pemberantasan narkoba dan terorisme.


Foto: KH Said Aqil Siroj dan Presiden SBY saat menghadiri Munas-Konbes NU di Cirebon, September 2012 lalu.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,43221-lang,id-c,nasional-t,Kedatangan+Ketua+Umum+PBNU+ke+Istana+Dianggap+Wajar-.phpx