ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 04 Maret 2013

Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi

======================
REKOMENDASI
Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi
==========================

Hotel Majapahit, Surabaya, 5-7 Maret 2010

Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi dibuka oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH Ahmad Hasan Mutawakkil Alalloh, SH, MM dengan Pembicara kunci Ketua PBNU, KH DR A. Hasym Muzadi yang memberikan arahan bagi peserta. Pengarahan juga disampaikan oleh Prof DR. Ir. Mohammad Nuh, DEA, Menteri Pendidikan Nasional. Peserta lokakarya berjumlah 60 peserta berasal dari 22 Rumah sakit dan institusi pendidikan kesehatan di lingkungan NU di Jawa Timur dan Jawa Tengah serta Pengurus PWNU Jawa Timur dan Pengurus Pusat LPK-NU. Peserta Rumah Sakit terdiri dari para direktur rumah sakit dan ketua yayasan dan pengurus yayasan.

Peserta lokakarya mendapat masukan dari para pembicara yang terkait dengan UU Yayasan, strategi pengembangan RS, Model Pengembangan RS, Pengalaman dan pembelajaran Pengelolaan RS NU. Peserta juga menunjukkan kepedulian, peran serta  aktif dan komitmen untuk membangun kesadaran, menyatukan pandangan, dan kesiapan untuk mengambil tindakan nyata terkait dengan pengembangan Rumah Sakit NU di masa mendatang.

Maka pada hari ini, Ahad, 7 Maret 2010, kami peserta Lokakarya menyampaikan rekomendasi:

1. Perlu upaya pendataan seluruh fasilitas kesehatan dan Institusi Pendidikan Tenaga kesehatan beserta tenaga keahlian yang dipunyai di lingkungan NU.  

2. Perlu penyusunan Pedoman Pendirian dan Pengelolaan Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan di lingkungan NU yang mencakup “labelisasi”  pencitraan NU.

3. Perlu penyesuaian dan penataan badan hukum rumah sakit di lingkungan NU sesuai dengan ketentuan UU Yayasan dan kepentingan untuk menjamin keberadaan aset-aset NU.

4. Perlu memasukkan klausul dalam Akte Yayasan bahwa segala penyelesaian konflik internal yayasan akan diselesaikan oleh organisasi jamiyah Nahdlatul Ulama, tidak melalui jalur hukum.

5. Perlu upaya percepatan pendirian fasilitas kesehatan dan Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan di tiap wilayah kerja di seluruh Indonesia.

6. Perlu Kerjasama intensif antara Rumah sakit NU dan Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan NU dan pengembangan fungsi rumah sakit di lingkungan NU sebagai rumah sakit pendidikan.

7. Perlu membentuk Asosiasi Rumah Sakit NU (ARSINU) dan membangun jaringan kerjasama dengan MUKISI (Majlis Syuro Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia) , PERSI (persatuan Rumah Sakit Indonesia) serta Islamic Hospital Association  dan International Hospital Association.

8. Perlu memperkuat kerjasama RS NU dengan lembaga/ lajnah/ banom NU, seperti dukungan terhadap skema pembiayaan jaminan kesehatan yang dikembangkan LKK-NU.

9. Perlu pengembangan Badan Koordinasi Pelayanan Kesehatan di tingkat wilayah (propinsi) dengan perhatian khusus pada upaya peningkatan mutu pelayanan dan kompetensi SDM.

10. Perlu upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit NU untuk mencapai pelayanan prima (service exellent) berbasis nilai kerumah sakitan (hospital based value) secara lebih sistematis, terukur dan efisien.

11. Perlu upaya kemitraan dengan pemerintah, badan usaha milik negara dan perusahaan swasta serta lembaga donor nasional dan internasional dalam upaya pengembangan RS dan upaya bidang kesehatan secara keseluruhan. 

12. Perlu mendorong pendirian Institusi Pendidikan Kesehatan dan pengembangan program studi dengan potensi daerah.

13. Mengusulkan perubahan nama Lembaga Pelayanan Kesehatan (LPK) NU menjadi Lembaga Kesehatan (LK) NU.

14. Perlu mendorong revisi UU Yayasan terutama pada aspek pengelolaan badan usaha.

15. Perlu membuat Pedoman Standar Pelayanan yang bernuansa ASWAJA.
 
sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,6-id,22033-lang,id-c,taushiyah-t,Lokakarya+Nasional+Pengembangan+Rumah+Sakit+NU+dalam+Era+Globalisasi-.phpx