ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Jumat, 08 Maret 2013

NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

=============
Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat
==============================

Padang, NU Online
Warga Nahdlatul Ulama  yang taat mengamalkan ajaran Islam akan melahirkan Negara Indonesia yang kuat. Karena ketika seseorang memperjuangkan Nahdlatul Ulama, maka mereka pun sekaligus turut memperjuangkan  berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya, mereka yang berjuang untuk menegakkan NKRI, sekaligus juga memperjuangkan NU.

KH Said Aqil Siroj mengungkapkan hal itu pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Region II PWNU Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi, Sabtu (30/6/2012) di Diklat Pertanian Sumbar, Padang.

Menurut Kiai Said, penguatan nilai-nilai NU di berbagai level saat ini dirasakan makin penting. NU yang selalu mengusung Islam berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah selalu tampil dengan prinsip tasamuh, tawazun, I’tidal dan amar ma’aruf nahi mungkar. NU menganggap tidak ada perang suci atas nama agama. Karena perang itu menghancurkan, kotor dan keji. NU selalu tampil mengajak elemen masyarakat dengan berdialog.

“Bagi NU, membangun nilai-nilai Islam bukan dengan kekerasan dan perang. Jika ada perbedaan dengan pihak lain, mari kita lakukan dialog. Bukan dengan kekerasan, apalagi dengan perang.  Mari kita bangun dunia ini dengan suasana damai,” ajak Kiai Said.

Bagi Indonesia yang mayoritas beragama Islam, dimana jamaah NU berkisar 60 – 70 juta jiwa, memiliki peran yang strategis untuk terus membangun Islam yang cinta damai, jauh dari nilai-nilai kekerasan dan radikalisme. Indonesia sebagai pintu gerbang Islam paling timur dan diapit oleh dua negara besar di dunia yang tak suka dengan Islam, yakni RRC dan Australia. Dengan kondisi tersebut, NU harus selalu tampil sebagai kekuatan Islam yang rahmatan lil alamin, jauh dari tindakan kekerasan atas nama agama dan organisasi.

Dikatakan Said Aqil, sekarang  banyak yang mengaku ulama Islam yang mengkafirkan umat Islam sendiri. Padahal dulunya ulama itu mengislamkan orang dari non-muslim.  Untuk itu, harus diperbanyak nilai-nilai di pesantren yang mengajarkan pengalaman dan pengamalan ilmu selama 24 jam. Pesantren menanamkan nilai-nilai disiplin, ketaatan kepada kiai (ulama), dan membutuhkan proses.

“Memang berat mencetak ulama yang paham agama. Namun yang lebih berat lagi membangun masyarakat dan mewarnai nilai-nilai pesantren dalam kehidupan masyarakat,” kata Said Aqil.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,38594-lang,id-c,nasional-t,Kiai+Said++NU+akan+Lahirkan+Negara+Indonesia+Kuat-.phpx