ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 04 Maret 2013

'Pengarang Ilmiah Menurut Mahbub'

=================
'Pengarang Ilmiah Menurut Mahbub'
========================

Istilah ilmiah sering dijadikan sarana untuk mendiskriminasi, sesuatu yang dianggap tidak memenuhi standar dianggap tidak ilmiah. Kalau sudah dinilai demikian tidak akan memperoleh penghargaan. Sementara yang telah dinobatkan sebagai jenis ilmiah dikeramatkan. Para sarjana sebagai makhluk ilmiah dianggap memiliki derajat lebih tinggi ketimbang makhluk lainnya. Di situlah neo feodelisme menjangkiti kalangan sarjana, sehingga harus memampang berderet gelar.

Dalam sebuah artikel 'Pengarang Ilmiah Populer, Apa Pula Itu,' yang dimuat Kompas (24/02/1975) Mahbub Djunaidi  mendefinisikan dengan kocak, apa yang disebut sebagai 'tulisan ilmiah'. Begini tulis Mahbub: "Pertama, dia mesti ditulis oleh sarjana. Kedua, tulisannya harus susah dan ruwet dibaca, makin ruwet makin baik. Ketiga, pokoknya tidak seperti tulisan-tulisan biasalah."

Mahbub Djunaidi, yang pernah menjabat sebagai salah seorang ketua PBNU, memang  terkenal sebagai seorang kolomnis yang kocak. Kolomnya terutama muncul di Kompas dan Tempo. Kekocakannya dalam menulis tak tertandingi hingga kini, sehingga ia dinobatkan sebagai  Art Buchward-nya Indonesia. Goenawan Mohammad misalnya ketika menulis pengantar untuk kumpulan tulisan Mahbub Djunaidi 'Dari Kolom ke Kolom' mengaku cemburu dengan kekocakannya. Dengan kocak, ia mencemooh dan mencibir.


sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,7-id,19588-lang,id-c,fragmen-t,+Pengarang+Ilmiah+Menurut+Mahbub+-.phpx