ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Senin, 04 Maret 2013

Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan

==================
Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan
==================================
Bogor, NU Online
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Harian Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa menyampaikan sambutannya dalam acara Rapat Koordinasi III pembentukan ISNU Pengurus Cabang (PC) Depok, pada tanggal 18 Juli 2012, Pukul 16:30 s/d 19:00 WIB, di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Dalam sambutan tersebut, Ali Masykur memulai dengan paparan awal yang cukup menarik mengenai “Siapa ISNU? dan Apa ISNU itu?”. Menurutnya, ISNU merupakan badan otonom NU yang berbasiskan science (ilmu pengetahuan) dan bersifat ilmiah, sehingga memiliki peranan yang sangat strategis sebagai wadah pengembangan kader-kader intelektual NU di Indonesia.

Namun ISNU juga tidak boleh melupakan jati dirinya sebagai ilmuwan Muslim yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah a’la Nahdlatul Ulama, sehingga diperlukan integrasi ilmu pengetahuan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat agama.

“Kader-Kader ISNU harus mampu menemukan kembali ilmu-ilmu literasi klasik orang NU, kemudian memadukannya dengan ilmu pengetahuan umum yang diperoleh di perguruan tinggi,” kata Ali Masykur Musa.

Apalagi saat ini hanya sedikit sekali, kalau bukan tidak ada, tradisi keilmuan Islam klasik berbasiskan “Kitab Kuning,” yang biasa dikaji di pesantren-pesantren NU,yang menjadi bahan kajian keilmuan para akademisi di perguruan tinggi. “Kajian-kajian Kitab Kuning berbasis ilmiah harus digalakkan kembali di perguruan tinggi, terutama kampus-kampus umum,” kata Ali Masykur Musa dalam sambutannya.

Karena sifat dasar ISNU yang berbasis ilmu pengetahuan itulah ISNU tidak boleh terseret dalam politik praktis, melainkan harus berfokus pada ilmu pengetahuan berbasis kepentingan umum.

“Kader-kader ISNU harus menggunakan hati nuraninya dalam beraktivitas sehingga dapat memperjuangkan common interests ummat, dan jangan gunakan ISNU untuk practice interests jangka pendek !!” tegas Ali Masykur yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kemaslahatan Ummat, khususnya warga Nahdliyyin, haruslah menjadi tujuan utama ISNU sebagai sebuah badan otonom NU yang berbasiskan ilmu pengetahuan, jangan sampai ISNU digunakan sebagai wadahkepentingan politik praktis yang justru bertentangan dengan kemaslahatan ummat. Peran ISNU sebagai organ kultural NU juga harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan jarak yang cukup jauh dengan masyarakat umum, jangan sampai ummat memandang bahwa ISNU adalah organisasi yang eksklusif, egois, dan “berjarak” dengan masyarakat sekitar.

Sebagai organ kultural dan organ inti NU, kader-kader ISNU dituntut harus mampu menjawab berbagai macam permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan solusi-solusi yang cerdas, cermat, tepat sasaran, dan tepat guna sehingga keberadaan ISNU dapat dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat umum. Dalam hal inilah peran para intelektual dan ilmuwan Muslim, khususnya kader ISNU, diharapkandapat menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dan diperolehnya selama ini.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,38994-lang,id-c,nasional-t,Ali+Masykur++ISNU+harus+berbasis+Ilmu+Pengetahuan-.phpx