ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Rabu, 06 Maret 2013

Gus Mus: Mbah Maksum Meniru Kepribadian Nabi

====================
HAUL MBAH MAKSUM LASEM
Gus Mus: Mbah Maksum Meniru Kepribadian Nabi
===================================
Lasem, NU Online
Haul salah seorang pendiri NU Mbah Maksum Lasem sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jum’at (18/1) kemarin bertepatan dengan tanggal 6 Rabiul Awwal 1434 H berlangsung sangat ramai dan khidmat.

Kegiatan didahului dengan hataman Al-Qur’an dan Tahlil di makam Mbah Maksum pada sore hari yang dihadiri sekitar 7000 umat Islam laki dan wanita. Lapangan parkir bis di belakang Masjid Jami Lasem dipenuhi mobil besar dan kecil. sejak ashar dari berbagai kota, terutama  dari pulau Jawa dan Sumatera.

Malam harinya dilanjutkan puncak acara, yaitu pengajian umum. Panggung dipasang di pelataran Pondok Pesantren Al-Hidayat Soditan. Bangku yang disediakan memanjang hingga pertigaan jalan terisi penuh oleh jamaah yang hadir semakin bertambah banyak. Pedagang yang masar memadati pinggir jalan dari bangjo hingga depan PP An-Nuriyah.

Penceramah KH Musthofa Bisri (Gus Mus) menguraikan keistimewaan Nabi Muhammad yang tersebut  dalam Al-Qur’an, yakni akhlaknya yang sangat luhur. Sedangkan Nabi Yusuf AS yang ditonjolkan kegantengannya, tetapi dalam perilaku yang tetap terpuji.

Kepribadian para nabi yang mulia ini ditiru oleh Mbah Maksum. Sebagai contoh kecil, beliau sarapan menunggu kehadiran tamu. Jika tidak ada tamu, ia mengajak beberapa santrinya menemani makan bersama. Ia juga selalu istiqamah shalat subuh berjamaah. Tidak jarang dengan ia membangunkan santirinya yang banyak itu satu persatu seperti anak-anaknya sendiri.

Mbah Maksum sangat memperhatikan semangat belajar dan kualitas pembelajaran santri-santrinya. Gus Mus sepulang belajar dari Universitas Al-Azhar Mesir diminta mengajari santri-santrinya mengasah kemampuan bahasa Arab. Bahkan putra Mbah Maksum sendiri, KH Ahmad Syakir ayah dari Gus Zaim yang sebenarnya sudah mumpuni disuruh ikut kursus juga.

Dalam ceramahnya Gus Mus juga menyatakan keprihatinanya, pengadilan di Indonesia yang belum menyentuh para koruptor, terutama yang dilakukan oknum pejabat.yang jelas-jelas melanggar hukum. Ironisnya malah yang tidak bersalah menjadi terdakwa  yang sesungguhnya korban. Seperti yang dialami cicit Mbah Maksum sekarang ini, Ning Durrotun Nafisah Lasem.
Untuk itu, Gus Mus yang juga Wakil Rais Am PBNU menutup ceramahnya dengan memimpin doa kepada Allah SWT agar Ning Dur diselamatkan dari fitnah tersebut.
Gus Mus mengajak para hadirin membaca surat al-Fatihah dengan khusu’, sampai pada penggalan ayat 'waiyyaakanasta’iin' dibaca 11 kali, yang artinya 'dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.' Amalan doa ini diperolehnya sebagai ijazah dari Mbah Munawir Krapyak Yogyakarta. 

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,41894-lang,id-c,nasional-t,Gus+Mus++Mbah+Maksum+Meniru+Kepribadian+Nabi-.phpx