ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Rabu, 06 Maret 2013

Menjaga Tradisi Amaliah NU Melalui Masjid

=============
Menjaga Tradisi Amaliah NU Melalui Masjid
=============================
Rembang, NU Online
NU adalah tradisi amaliah keagamaan. NU juga sebagai organisasi keagamaan. Sebagai tradisi keagamaan, maka ia berkembang di kalangan umat Islam di manapun berada termasuk di Malaysia.

Namun NU sebagai organisasi, menurut Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar F Mas’udi, ia memiliki tujuan, sasaran, pemimpin dan sejarah. Organisasi itulah yang bertugas menjaga tradisi amaliah keagamaan itu agar tetap lestari. Pentingnya pemahaman antara NU sebagai tradisi dan NU sebagai organisasi itu yang perlu digalakkan di lingkungan warga Nahdliyin sendiri.

Kesadaran atas pemahaman tersebut menentukan eksistensi NU di dalam interaksinya dengan negara dan di lingkungan warga Nahdliyin sendiri. Dengan adanya organisasi, NU bisa menjadi kekuatan sosial politik yang menentukan kelangsungan bangsa.

Semangat menjaga keutuhan NKRI tertuang dari sikap pendiri NU KH Hasyim Asyari saat merestui pencoretan tujuh kata (piagam Jakarta-Red) dalam UUD pada masa awal kemerdekaan. Sikap ini sebagai bentuk toleransi atas aspirasi masyarakat Indonesia Timur. Tanpa ada dukungan dari Pendiri NU, bisa jadi daerah-daerah di Indonesia Timur memerdekakan diri.

Bahkan hingga kini, NU lanjutnya, tetap konsisten menjaga keutuhan NKRI itu. Ancaman integrasi  bangsa yang muncul dari berkembangnya faham Islam radikalisme mendapat perhatian utama. Upaya tersebut meniscayakan konsolidasi organisasi mulai dari struktur kepengurusan di pusat hingga daerah. Dan salah satu langkah strategis yang kini tengah dilakukan NU adalah dengan menghidupkan fungsi masjid-masjid yang menyebar di lingkungan warga nahdliyin sendiri.

Gerakan memakmurkan masjid menjadi urgen dan salah satu sarana menjaga tradisi amaliah NU selain dari pesantren adalah melalui masjid.

“Ibaratnya pesantren itu mata air, sedangkan masjid-masjid NU adalah muaranya atau sawah-sawahnya,” ujar Masdar. Hanya melalui masjid, pengorganisasian umat akan berjalan efektif.

Melalui organisasi itulah, segala tradisi amaliah NU bisa dijaga dan dilestarikan. Konsolidasi organisasi di tingkat bawah, imbuh Masdar, juga bertujuan untuk memakmurkan umat dan menghidupkan fungsi masjid sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.

Rapimda di Rembang kemarin diikuti sekitar 200 takmir dan imam masjid se-kabupaten Rembang.

sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,41735-lang,id-c,nasional-t,Menjaga+Tradisi+Amaliah+NU+Melalui+Masjid-.phpx