ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Selasa, 19 November 2013

Mana yang Lebih Utama? Anatar Sholat Sendirian Dengan Khusu' atau Sholat Berjama'ah Tapi Tidak Khusu'?

========

Mana yang lebih utama, sholat sendirian khusu' atau sholat berjama'ah Tapi tidak khusu'?






Pertanyaan :
Assalamu'alaikum..
Bagaimana hukumnya jika seseorang merasa lebih khusu' sholat sendirian dari pada sholat berjama'ah? mana yang terbaik?
mohon pencerahannya, syukron....

( Dari : Nenkk Renii )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Menurut pendapat mayoritas ulama' mengerjakan sholat secara berjama'ah itu tetap lebih utama dari pada sholat sendirian, meskipun apabila sholat sendirian bisa khusu', sedangkan apabila sholat berjama'ah tidak bisa khusu', karena sholat jama'ah itu hukumnya fardhu kifayah, sedangkan khusu' dalam sholat itu hukumnya sunat, sedangkan mengerjakan ibadah yang hukumnya fardhu kifayah itu lebih utama daripada mengerjakan ibadah yang hukumnya sunat. Apa lagi jika mempertimbangkan kuatnya pendapat ulama' yang menyatakan bahwa jama'ah adalah syarat bagi sahnya sholat.

Pendapat berbeda dinyatakan oleh Imam Ghozali juga memfatwakan bahwa sholat sendirian yang dikerjakan dengan khusu' secara keseluruhan itu lebih utama dari pada sholat berjama'ah yang pada sebagian besar sholatnya tidak bisa khusu'. Lebih jauh, Imam Ibnu Abdissalam memfatwakan bahwa sholat sendirian yang dikerjakan dengan khusu' itu lebih utama dari pada sholat jama'ah yang tidak khusu' secara mutlak. Fatwa ini didasarkan pada pendapat beliau bahwa sholat jama'ah hukumnya adalah sunat.

Setelah menjelaskan perbedaan pendapat mengenai masalah ini, Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa pendapat yang berbeda dengan mayoritas ulama' tersebut kurang bisa diterima, karena meskipun ada sebagian ulama' yang menyatakan bahwa khusu' adalah syarat dari sholat, mereka juga tidak memberikan syarat untuk khusu' dalam seluruh sholatnya, karena hal tersebut sangatlah sulit dilakukan, apalagi ketika seseorang sholat sendirian itu malah rawan digoda oleh setan sehingga menjadikan sholatnya tidak khsu', sebagaimana sabda nabi ;


إِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ الْقَاصِيَةَ


"Sesungguhnya serigala akan memakan kambing yang sendirian".
(Al-Mustadrok, no.765).

Beliau juga menemukan satu fatwa dari Imam Ghozali sendiri yang menjelaskan tentang seorang lelaki yang melakukan riyadhoh ditempat yang sepi sampai-sampai apabila ia berkumpul dengan orang maka ketaatannya akan buyar, Imam Ghozali menyatakan bahwa orang tersebut adalah rojulun maghrurun (lelaki yang terkena tipu daya setan), sebab faedah-faedah yang akan ia dapatkan dalam berjama'ah itu jauh lebih besar dibanding kekhusu'an yang ia rasakan saat sendirian.

Karena itulah, secara tegas Imam Zarkasyi menyatakan bahwa pendapat yang dipilih dan benar dalam masalah ini adalah pendapat jumhur ulama', bukan seperti yang difatwakan Imam Ghozali dan Imam Ibnu Abdis Salam.

Kesimpulan akhirnya, menurut mayoritas ulama' sholat fardhu yang dilakukan dengan berjama'ah bagi laki-laki itu tetap lebih utama (afdhol) bila dibandingkan dengan sholat sendirian, meskipun apabila sholat sendirian bisa khusu' dan apabila sholat berjama'ah tidak bisa khusu', karena faedah-faedah yang didapatkan ketika sholat berjama'ah itu lebih besar dari pada khusu' semata, namun dengan terus berusaha untuk bisa khusu' ketika sholat Wallohu a'lam

( Dijawab oleh : Kudung Khantil Harsandi Muhammad, Siroj Munir, Afif Aini dan Phutra Randu Alass )


Referensi :
1. Fathul Mu'in, Hal : 173
2. Hasyiyah Al-Bajuri Ala Ibnul Qosim, Juz : 1  Hal : 192
3. Tuhfatul Muhtaj, Juz : 2  Hal : 255
4. Hasyiyah I'anatut Tholibin, Juz : 2  Hal : 13


Ibarot :
Fathul Mu'in, Hal : 173



ولو تعارض الخشوع والجماعة فهي أولى كما أطبقوا عليه حيث قالوا: إن فرض الكفاية أفضل من السنة. وأفتى الغزالي وتبعه أبو الحسن البكري في شرحه الكبير على المنهاج بأولوية الانفراد لمن لا يخشع مع الجماعة في أكثر صلاته. قال شيخنا: وهو كذلك إن فات في جميعها وإفتاء ابن عبد السلام بأن الخشوع أولى مطلقا إنما يأتي على قول أن الجماعة سنة


Hasyiyah Al-Bajuri Ala Ibnul Qosim, Juz : 1  Hal : 192



ولو كان بحيث لو صلى منفردا خشع وإذا صلى في جماعة لم يخشع فالإنفراد أفضل من الجماعة, هكذا أفتى الغزالي وتبعه ابن عبد السلام


Tuhfatul Muhtaj, Juz : 2  Hal : 255


لو تعارض الخشوع والجماعة فهي أولى كما أطبقوا عليه حيث قالوا: إن فرض الكفاية أفضل من السنة وأيضا فالخلاف في كونها فرض عين وكونها شرطا لصحة الصلاة أقوى منه في شرطية الخشوع وإفتاء ابن عبد السلام بأنه أولى مطلقا إنما يأتي على أنها سنة وكذا إفتاء الغزالي بأنه إذا كان الجمع يمنعه الخشوع في أكثر صلاته فالانفراد أولى على أنه بعيد؛ لأن القائلين بشرطيته مع شذوذهم إنما يقولون بها في جزء من الصلاة لا في كلها، فإن قلت تقديمها ينافي ما يأتي من تقديمه في ذي جوع أو عطش. قلت لا ينافيه؛ لأن ما هنا مفروض فيمن يتوهم فواته بها من حيث إيثاره العزلة فأمر بها قهرا لنفسه المتخيلة ما قد يكون سببا لاستيلاء الشيطان عليها كما دل عليه الخبر السابق «إنما يأكل الذئب من الغنم القاصية» ، وأما ذاك فمانعه ظاهر فقدم؛ لأنه يعد عذرا كمدافعة الحدث ثم رأيت للغزالي إفتاء آخر يصرح بما ذكرته متأخرا عن ذلك الإفتاء فيمن لازم الرياضة في الخلوة حتى صارت طاعته تتفرق عليه بالاجتماع بأنه رجل مغرور إذ ما يحصل له في الجماعة من الفوائد أعظم من خشوعه


Hasyiyah I'anatut Tholibin, Juz : 2  Hal : 13


قوله: لمن لا يخشع مع الجماعة في أكثر صلاته) لم يقيد به في المغنى، وعبارته: وأفتى الغزالي أنه لو كان إذا صلى منفردا خشع ولو صلى في جماعة لم يخشع فالانفراد أفضل، وتبعه ابن عبد السلام. قال الزركشي: والمختار، بل الصواب، خلاف ما قالاه، وهو كما قال.اه. ومثله شرح الروض
 
sumber:http://www.fikihkontemporer.com/2013/01/mana-yang-lebih-utama-sholat-sendirian_11.html