ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Selasa, 19 November 2013

Mengerjakan sunat shalat berupa ucapan tidak pada tempatnya

==========

Mengerjakan sunat shalat berupa ucapan tidak pada tempatnya






Pertanyaan :
Assalamualaikum wr wb
Dengan sengaja kita membolak balik bacaan, doa sujud kita baca waktu rukuk, doa rukuk kita baca dalam sujud, doa i'tidal kita letakkan diduduk antra dua sujud.
Berpengaruhkah yang seperti diatas dalam sah tidaknya sholat ?

( Dari : Pencari Tahu )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

Memindahan kesunahan sholat yang berupa bacaan tidak berpengaruh kepada keabsahan sholat, dalam arti sholat orang yang mengerjakan kesunahan sholat yang berupa bacaan itu tetap sah. Hanya saja orang yang memindahkan bacaan sunat dalam sunat ada yang disunatkan untuk sujud sahwi dan ada yang tidak. Perinciannya adalah sebagai berikut :

1. Apabila yang dipindahkan adalah sunat ab’ad maka hukumnya diperinci :

•    Jika yang dipindah adalah sunat ab’ad yang berupa tahiyat pertama, maka disunatkan untuk mengerjakan sujud sahwi.

•    Jika yang dipindah adalah sunat ab’ad yang berupa do’a qunut, maka apabila ia memang berniat untuk memindah bacaan tersebut, maka disunatkan untuk melakukan sujud sahwi, sedangkan apabila ia memindahnya dengan tujuan dzikir, maka tidak disunatkan untuk sujud sahwi.

2. Apabila yang dipindah adalah sunat hai’at maka hukumnya juga diperinci :

•    Jika yang dipindah adalah sunat hai’at yang berupa bacaan tasbih, maka tidak disunatkan untuk mengerjakan sujud sahwi menurut pendapat Imam Romli dan Imam Khothib, sedangkan menurut Imam Ibnu Hajar dan Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshori disunatkan untuk mengerjakan sujud sahwi.

•    Jika yang dipindah adalah sunat hai’at  yang berupa pembacaan surat al-qur’an setelah membaca surat al-fatihah, maka semua sepakat disunatkan melakukan sujud sahwi.

( Dijawab oleh : MûHås 'Âzãm Él-MúñÐzirý, Su Kakov dan Ubaid Bin Aziz Hasanan )


Referensi :
Hasyiyah I’anatut Tholibin, Juz : 1  Hal : 235 - 236

Ibarot :
Hasyiyah I’anatut Tholibin, Juz : 1  Hal : 235 - 236
والحاصل أن المطلوب القولي المنقول عن محله إما أن يكون ركنا أو بعضا أو هيئة
فالركن يسجد لنقله مطلقا
ومثله البعض إن كان تشهدا، فإن كان قنوتا فإن نقله بنيته سجد أو بقصد الذكر فلا
والهيئة إن كانت تسبيحا لا يسجد لنقلها عند م ر والخطيب، ويسجد لها عند ابن حجر وشيخ الاسلام
وإن كانت الهيئة السورة سجد لنقلها عند الجميع
 
sumber:http://www.fikihkontemporer.com/2013/05/mengerjakan-sunat-shalat-berupa-ucapan.html