ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Kamis, 07 November 2013

Masjid Al-Ji’ronah(berasal dari nama sebuah perkampungan kecil yang berdekatan dengan Masjidil Haram)


==========

Masjid Al-Ji’ronah

Masjid Al-Ji’ranah
Disebut Ji’ranah atau penduduk Makkah menyebutnya Ju’ranah, berasal dari nama sebuah perkampungan kecil yang berdekatan dengan Masjidil Haram, terletak di lembah atau wadi Saraf sebelah selatan ke arah Makkah. Di desa ini tedapat sebuah masjid yang dikenal dengan nama masjid Ji’ranah. Masjid ini selalu digunakan penduduk Makkah untuk melakukan ihram saat umrah atau haji. Desa Ji’ranah merupakan perbatasan kota Haram dari selatan Makkah ke arah Thaif. Rasulallah saw pernah singgah di tempat ini sepulangnya dari perang Hunain dan sempat membagikan harta rampasan perang di sana.

Karena Ji’ranah merupakan tanda batas haram, maka dari sanalah Rasulallah saw berihram untuk melakukan umrahnya yang ke tiga kalinya. Ibdu Abbas meriwayatkan bahwa bahwa Rasulallah saw melakukan umrah selama hidupnya sebanyak 4 kali, pertama umrah Hudaibiyah, kedua umrah Qadha’, ketiga umrah yang dilakukanya dari Ji’ranah sepulangnya dari perang Hunain, keempat umrah pada saat melakukan haji wada’. Dan tempat dimana Rasulallah saw melakukan umrah dari Ji’ranah dibangun sebuah masjid yang diberi nama dengan nama ”Masjid Ji’ranah”.

Ji’ranah merupakan tempat miqat umrah yang paling afdhal bagi penduduk Makkah, ini menurut kebanyakan pendapat para ulama. Rasulallah saw sendiri melakukan umrah dari ji’ranah. Beliau bermukim di sana selama 13 hari dan berihram dari sana.

Masjid Ji’ranah sangat populer sekali di kalangan kamu muslimin baik bagi penduduk Makkah atau luar Makkah. Masjid ini telah dipugar berkali kali dari zaman ke zaman sepanjang sejarah. Kemudian pada pemerintahan Saudi dibangun masjid besar bersebelahan dengan masjid yang lama yang tidak terpisahkan.