ABDUL HAMID MUDJIB HAMID BERSHOLAWAT

Sabtu, 16 November 2013

Menulis Do'a Pada Status Facebook Atau di Situs-Situs Jejaring Sosial Lainnya,Tetap mendapatkan Kesunnatan

=========

Hukum berdo'a di dunia maya


Pertanyaan :
Assalamu'alaikum...
Bagaimana hukumnya berdo'a atau menulis kata-kata do'a di FB (DUMAY) ? Pandangan manusia itu beda-beda, ada yang memandang dengan perasaan salut, ada juga yang memandang dengan penilaian tidak suka, karena difikirnya itu hanya rasa ingin dipuji (riya).
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih..
( Dari : Dzul Himmatil A'lâ )
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh
Pada dasarnya berdo'a itu baik, dan para ulama' menyatakan bahwa berdo'a itu hukumnya sunat, dan itu tak terbatas hanya didunia nyata saja, sebab perintah untuk berdo'a dalam al-qur'an itu bersifat umum.  Alloh berfirman ;

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (Q.S. Al-Ghofir : 60)

Memang benar, disunatkan untuk menyamarkan do'a, karena do'a yang dilakukan dengan samar itu lebih aman dari sifat riya' (pamer), berdasarkan firman Alloh ;

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut". (Q.S. Al-A'rof : 55)

Namun meninggalkan perkara yang baik, seperti do'a hanya gara-gara takut orang-oran mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan hanya karena  riya' (pamer) itu juga tidak benar, karena pikiran seperti itu adalah salah satu cara setan untuk menggoda manusia agar tidak beramal.

Kesimpulannya, menulis do'a pada status facebook atau disitus-situs jejaring sosial lainnya itu tetap mendapat kesunatan dan tidak perlu memperdulikan anggapan orang yang mengatakan hanya ingin dipuji atau anggapan-anggapan miring lainnya. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Kudung Khantil Harsandi Muhammad, Sunde Pati dan Siroj Munir )


Referensi :
1. Al-Adzkar, Hal : 608
2. Tafsir Al-Munir, Juz : 8  Hal : 238
3. Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 9


Ibarot :
Al-Adzkar, Hal : 608


اعلم أن المذهب المختار الذي عليه الفقهاء والمحدثون وجماهير العلماء من الطوائف كلها من السلف والخلف: أن الدعاء مستحب، قال الله تعالى: وقال ربكم ادعوني أستجب لكم

Tafsir Al-Munir, Juz : 8  Hal : 238


ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
.........................................
التفسير والبيان
أرشد الله تعالى عباده إلى دعائه الذي هو صلاحهم في دنياهم وأخراهم، فقال: ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً أي ادعوا ربكم ومتولي أموركم والمنعم عليكم، متضرعين متذللين مستكينين، مع إسرار الدعاء وإخفائه، فالدعاء مخ العبادة. وفيه إيماء إلى ندب الدعاء خفية لأنه أبعد عن الرياء، ولقوله تعالى: وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً

Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 9

مسألة : ك : قال رجل لأبي هريرة رضي الله عنه : إني أريد أن أتعلم العلم وأخاف أن أضيعه ، فقال : كفى بتركك للعلم إضاعة. وقال الإمام : من مكايد الشيطان ترك العمل خوفاً من أن يقول الناس إنه مراء ، لأن تطهير العمل من نزغات الشيطان بالكلية متعذر ، فلو وقفنا العبادة على الكمال لتعذر الاشتغال بشيء من العبادات ، وذلك يوجب البطالة التي هي أقصى غرض الشيطان
 
sumber:http://www.fikihkontemporer.com/2013/01/hukum-berdoa-didunia-maya.html